Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Adik dan Kakak sama saja


__ADS_3

Sinar matahari yang masuk dari celah-celah jendela kamar alena membangunkan ghani yang sedang tertidur.


“Alena,.” Ucap ghani memanggil nama alena begitu dia membuka matanya, tapi alena sudah tidak ada di tempat tidur.


Ghani pun segera memakai pakaiannya dan pergi mencari alena. “Alena..” ucap ghani begitu melihat alena sedang duduk melamun sendiri diruang tamu apartemen nya.


Ghani pun berjongkok dan memegang tangan alena. “Alena maafkan aku, aku akan bertanggung jawab untuk semua ini, aku akan menikahi mu segera alena,” ucap ghani dengan penuh penyesalan.


Alena menatap ghani dengan penuh kesedihan, membuat hati ghani pun ikut merasakan sakit, apalagi melihat matanya yang masih merah dan sembab.


“Atas dasar apa kamu melakukan itu padaku semalam ghani?,” tanya alena sekarang


Ghani terlihat bingung menjawab pertanyaan alena.


“Jawab ghani, kenapa kamu melakukan hal itu padaku?,” tanya alena lagi


“Aku..aku juga tidak tau kenapa alena, aku tidak bisa mengendalikan amarahku begitu mendengar mu berkata seperti itu, hingga mendorongku melakukan hal itu padamu,” jawab ghani


“Jadi tanpa perasaan apapun kamu melakukan hal itu padaku ghani? Jadi kamu bisa melakukan hal itu dengan gadis manapun?,”


“Tidak seperti itu alena, ini adalah yang pertama juga untukku, dan aku tidak pernah merasakan dorongan kuat seperti ini sebelumnya,”


Mendengar jawaban ghani yang berbelit-belit membuat alena semakin sakit hati, “Bisa-bisanya setelah mengambil semuanya dariku, dia bahkan masih tidak memiliki perasaan apapun padaku,” lirih alena di dalam hatinya.


“Pergilah ghani, aku tidak butuh pertanggungjawaban mu, anggap saja ini tidak pernah terjadi, tapi aku mohon mulai sekarang mejauhlah dariku ghani,” ucap alena dengan emosi lalu pergi meninggalkan ghani ke kamarnya dan segera mengunci pintu kamarnya itu.


Ghani pun segera mengejar alena dan berusaha membuka pintu kamar alena, ghani mengetuk-ngetuk pintu kamar alena itu sambil memanggil-manggil alena dan meminta maaf, tapi alena tidak peduli dia pergi ke kamar mandi dan berendam disana seakan ingin menghilangkan semua kenangan buruk nya.


“Aku mencintaimu ghani, tapi kenapa kamu melakukan hal ini padaku?, kamu menghancurkan impianku yang akan menjaga diri hanya untuk suamiku nanti, menyedihkan sekali aku ini, berharap akan memberikan yang terbaik untuk suamiku nanti, tapi hal itu malah terjadi dengan pria yang tidak mencintaiku,” lirih alena


“Alena maafkan aku, aku harus bagaimana ya tuhan, aku sudah melakukan dosa yang sangat besar,” ucap ghani yang masih berada diluar kamar alena.


“Aku akan menikahimu alena, aku harus segera pulang dan meminta papah untuk melamarkan alena untukku,” ucap ghani lalu dia segera bergegas pulang.


Di apartemen ghani kebetulan keluarganya sedang berkumpul di ruang tv, tapi ghani sepertinya tidak melihat kemal disana.


“Ghani, kamu baru pulang sayang?, kamu menginap dirumah temanmu?,” tanya alice


“Iyah mah, oh iyah mah pah ghani mau bicara sama mamah dan papah, bisa kita bicara dikamar?, kak kemal kemana mah ?,”


“Kemal sedang mengantar danny ke bandara, danny akan pulang ke indonesia, ada apa sebenarnya nak ?,” tanya daud


Ghani melihat sekelilingnya ada nora dan gia, dia sungguh tidak bisa mengatakan ini di di depan kedua gadis itu.

__ADS_1


“Baiklah ayo kita ke kamar papah,” ajak daud lalu berdiri menuju kamarnya diikuti ghani dan alice


“Ada apa ini gi?, kak ghani kenapa yaa?,” tanya nora berbisik pada gia


“Entahlah tidak biasanya kak ghani sangat misterius sekali,” jawab gia


Tak lama kemal datang setelah mengantar kakak iparnya itu ke bandara


“Kok sepi sekali kemana mamah dan papah?, kalian sedang apa berdiri mencurigakan disitu?,” tanya kemal pada nora dan gia


“Kak kemal udah pulang, ini kak tadi kak ghani wajahnya seperti sedang mempunyai masalah dan ingin berbicara dengan mamah sama papah di kamar kita gak boleh denger,”


“Benarkah?, bukankah semalam dia baik-baik saja,” ucap kemal


“Tapi semalam kak ghani gak pulang kak, dia baru pulang tadi dan langsung bilang ingin bicara dengan mamah dan papah,” ujar nora


“Yasudah aku lihat dulu kalian pergilah ke kamar,” ucap kemal


Tapi belum sampai kemal ke kamar papah nya sudah terdengar suara daud yang sangat marah di telinga mereka.


“Siapa yang mendidikmu menjadi binatang begini ghani?,” teriak daud pada puteranya itu begitu mendengar pengakuan ghani.


Kemal nora dan gia pun segera berlari ke kamar papahnya takut terjadi sesuatu karena mereka juga jelas mendengar suara seperti gelas pecah dari kamar papahnya itu.


Begitu pintu kamar papahnya kemal buka, kemal begitu terkejut melihat ghani yang sedang bersujud meminta maaf pada ibunya alice yang sedang menangis dan juga ayahnya yang sedang begitu marah memandang ke arah ghani dengan pecahan kaca berserakan di lantai.


“Ada apa ini pah?, ghani kenapa?,” tanya kemal pada papahnya.


“Urus adik kamu itu, dia sudah jadi pria brengsek, bisa-bisanya dia merampas kehormatan seorang gadis secara paksa,” seru daud


Kemal nora dan gia begitu terkejut mendengar ucapan papahnya itu.


“Apa?, apa maksud papah?,”


“Tanyalah adik kamu itu?, yang dengan seenaknya setelah memperkosa anak orang dia ingin meminta papah melamar gadis itu sebagai bentuk tanggung jawab,” ucap daud


“Memperkosa,?,” kemal lalu diam termenung mendengar kata-kata itu.


“Kenapa kamu diam kemal?, berilah pelajaran pada adik kamu yang bajingan ini,” seru daud sambil menatap emosi pada ghani.


“Tentu saja dia tidak bisa melakukan apa-apa, dia juga seperti itu, adik kakak itu memang sama saja, bisa-bisanya mereka melakukan hal yang sama, tapi untuk kak ghani ini memang agak aneh, melihat sikapnya yang ramah dan lembut,” gumam gia dalam hatinya yang melihat suaminya itu tidak bisa memarahi ghani.


“Aku tau yang kamu pikirkan gi,” bisik nora

__ADS_1


“Tentu saja, kamu kan sahabat terbaik ku,”jawab gia


“Kenapa kamu melakukan itu ghani?, atas dasar apa kamu melakukannya? Siapa gadis itu?,” tanya kemal sekarang pada adiknya itu


“Alena..Aku...aku tidak tau kak, aku mungkin tidak bisa mengendalikan emosiku, aku juga tidak tau kenapa,” jawab ghani


“Bodoh,! Bagaimana kamu bisa menjawab tidak tahu, lalu apakah dokter alena bertanya padamu kenapa kamu melakukan itu padanya?,”


Ghani pun mengangguk mendengar pertanyaan kemal.


“Lalu kamu jawab apa?,”


“Seperti yang tadi aku ucapkan pada kak kemal aku gak tau kak, kenapa aku bisa begini,”


“Bodoh kamu ghani,!!” teriak kemal lalu menarik baju adiknya itu hingga berdiri kemal pun tanpa basa-basi lagi langsung melayangkan sebuah pukulan diwajah adiknya itu.


Kemal memukul adiknya itu sampai tersungkur gia dan nora hanya bisa diam dan saling memeluk melihatnya, sedang mamah alice yang ingin mencegah kemal, sudah lebih dulu di cegah oleh daud.


Kemal kembali menarik kerah baju adiknya itu, “Bisa-bisanya kamu setelah merenggut kehormatan seorang gadis, kamu bilang kamu tidak tahu kenapa kamu melakukannya,” seru kemal lagi lalu kembali memukul adiknya itu.


“Aku akan memukulmu sampai kamu sadar kenapa kamu melakukan semua itu,” seru kemal lagi dan lanjut memukuli adiknya itu. Gia yang melihat suaminya seperti itu sangat takut dan tidak tega melihat ghani yang dari tadi sudah dipukul oleh suaminya.


“Kak sudah gia mohon, kalau kak kemal pukul kak ghani terus begini, bagaimana kak ghani bisa merenungkan kesalahan dan alasannya berbuat begitu pada dokter alena, lebih baik biarkan kak ghani sendiri dulu kak,” ucap gia sambil memegang lengan suaminya yang akan memukul ghani lagi.


Kemal pun berhenti memukul adiknya itu dan dengan kesal pergi meninggalkan kamar papah nya.


“Kak, kak kemal masih sangat emosi sama kak ghani ?,” tanya gia yang sekarang sedang duduk berdua dengan suaminya itu di tepi tempat tidur kamarnya.


“Iyah tentu saja, aku asalnya tidak bisa marah, kamu tau sayang karena aku pun melakukan hal sama, dulu aku juga memaksamu, tapi aku tau apa yang aku lakukan, dan atas dasar apa semua itu terjadi, aku sangat cemburu dan aku sangat mencintaimu, tapi ghani harus nya dia sadar dia mencintai dokter itu, malah seenaknya dia bilang tidak tau alasannya kenapa,” jelas kemal


 “Iyah kak, gia juga berpikir yang sama tadi, dan gia jadi kepikiran gimana sakit hatinya dokter alena setelah mendengar jawaban kak ghani,”


“Iyah sayang, makanya aku sangat kesal pada ghani, kenapa dia tidak mau mengakui perasaannya, atau karena dia tidak mau melupakan cinta nya sebelumnya,” geram kemal


“Cinta sebelumnya?, memang kak ghani pernah pacar kak ?, kok gia gak pernah tahu,” tanya gia


“Aku hanya mengira saja sayang, aku juga tidak tahu,” jawab kemal yang tidak mau mengatakan kalau ghani mencintai gia sebelumnya.


“Yasudah sekarang kak kemal jangan emosi lagi yahh, nanti anak kita takut melihatnya,” ucap gia sambil membelai wajah suaminya itu


“Iyah sayang, kemarilah aku ingin memeluk kalian berdua,”


Kemal pun memeluk erat istrinya itu, “Maafkan aku sayang, dulu aku pernah melakukannya juga padamu,”

__ADS_1


“Semuanya masa lalu kak, gia kan udah maafin kak kemal,” ucap gia lalu semakin memeluk erat suaminya itu


 


__ADS_2