Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Malam kelam


__ADS_3

Begitu kemal angkat yang terdengar suara laki-laki, "Hallo gia sayang, kapan kita bisa ketemu lagi?," . Deghh hati kemal seakan diterkam, darahnya langsung mendidih mendengar itu.


"Siapa kamu brengsek?,"


"Siapa aku?, aku tentu saja kekasih gia, kamu siapa?, dimana gia?,".


"Jangan pernah berani bermain-main dengan ku atau gia, aku suami nya gia,".


"Hahah benarkah, kalau kamu suaminya, apa kamu tau kalau gia memiliki tanda lahir dimana dibagian tubuhnya, tanda lahir itu kecil dibawah bagian dadanya".


Kemal semakin tersulut emosi, kenapa orang ini membicarakan tubuh gia, kemal memang sama sekali belum melihat tubuh gia sepnuhnya. Tapi tidak mungkin kemal bilang dia belum tahu.


"Tentu saja aku tau, aku suaminya setiap jengkal tubuhnya aku sudah tau, kamu siapa, aku akan mencari dan menghancurkan mu bahkan keluargamu, karena kamu sudah berani bermain-main dengan ku Kemal adnan,". Kata-kata kemal berhasil membuat laki-laki yang menelpon itu mematikan telponya.


Begitu telpon terputus kemal yang sudah sangat emosi, membuka-buka handphone gia, ternyata si penelpon tadi sebelumnya mengirim chat dan video-video tidak senonoh, dia bilang itu videonya dan gia, kemal pun kembali menelpon tapi sudah tidak aktif, kemal kembali membuka handphone gia, disana banyak sekali chat-chat dari teman-teman laki-laki yang mau dekat dengan gia, tapi gia tidak merespon nya.


Amarah kemal semakin memuncak dia melempar-lempar yang ada di meja, sampai gia dikamar mandi mendengarnya, gia pun segera menyelesaikan mandinya dan keluar.


"Kenapa kak?, kenapa kak kemal pecahin gelas-gelasnya?, ada apa?," tanya gia heran.

__ADS_1


Melihat gia yang keluar dengan bathrobe ditubuhnya kemal segera menghampiri gia dan menarik tangan gia dengan kasar.


"Kak kenapa pelan-pelan kak, tangan gia sakit,". Kemal lalu memangku tubuh gia dan meletakannya di tempat tidur masih tanpa berbicara hanya sorot mata yang penuh amarah yang gia lihat.


"Kak cukup, ada apa sebenarnya,". " kamu diam saja, aku hanya ingin membuktikan apa yang dikatakan laki-laki brengsek itu benar atau salah,".


"Berhenti kak, kak kemal mau apa?, membuktikan apa?," teriak gia yang kaget kemal menarik tali bathrobe nya.


Gia yang melakukan perlawanan semakin membuat kemal kesal. "Aku suami mu gia, diamlah aku ingin melihat tubuhmu, apa kamu pernah memperlihatkan tubuh indahmu ini pada laki-laki lain ?,".


Gia tersentak mendengar ucapan kemal,"apa maksud nya kak?, kak kemal meragukan gia?, gia gak pernah seperti itu,". "Kalau begitu diamlah aku akan membuktikan sendiri,".


Akhirnya kemal pun berhasil membuka bathrobe mandi gia, terpampanglah tubuh indah istrinya itu tanpa dibalut apapun, karena gia memang belum memakai apa-apa hanya bathrobe saja. Gia pun menjerit dan menangis, kemal yang sangat emosi tidak memperhatikan tangisan istrinya.


Kemal sangat mengagumi tubuh istrinya itu, dia mulai menyentuh setiap inchi tubuh gia, dan kemal benar-benar melihat apa yang dikatakan lelaki brengsek itu benar, ada tanda lahir ditubuh gia. "Gi jujurlah apa kamu pernah memperlihatkan tubuhmu ini pada lelaki lain sebelumnya?, kenapa dia bisa tahu kamu memiliki tanda lahir ini?,".


Gia sudah tidak bisa berkata-kata, hatinya sangat sakit, sekarang suaminya menelanjangi dia secara paksa, gia sangat malu dengan keadaan nya sekarang, gia hanya diam. "Jawablah gi, jawablah kumohon kenapa dia bisa sampai tau?,".


Gia benar-benar tidak ingin berbicara lagi dengan kemal, kemal semakin kesal.

__ADS_1


Kemal membuka seluruh pakaiannya, sekarang kemal dengan buas mencumbui gia, "kak hentikan kak kemal kenapa seperti ini?," ucap gia dengan lemas karena sudah habis tenaga gia untuk memberontak.


"Aku ingin bukti gia, biarkan aku membuktikan sendiri aku suami mu, aku berhak untuk semuanya ini,". " berarti kak kemal gak percaya sama gia, lakukanlah yang mau kak kemal lakukan, tapi ingat setelah ini gia akan sangat membenci kak kemal," ucap gia dengan nada parau dan air mata yang terus mengalir dimatanya.


Kemal benar-benar hilang kendali lagi, tanpa memperhatikan tangisan gia, kemal melakukan hal yang dia inginkan yang dia sebut pembuktian, sampai akhirnya kemal sadar dan tersentak begitu dia memasuki tubuh gia, ternyat istrinya itu masih perawan, sesuatu yang sudah pasti kemal pahami, karena selama ini kemal belum pernah merasakannya, gia pun menangis kesakitan gia menjerit sambil menagis, tapi kemal tetap melanjutkan hasratnya yang sudah menggebu kepada istrinya itu, terlebih kemal merasa seperti ini pengalaman pertamanya yang luar biasa, dia tidak ingin berhenti kalau tidak menahannya.


"Maafkan aku sayang, sekarang kamu adalah milikku seutuhnya, maafkan aku sudah kasar, aku tersulut emosi oleh si brengsek itu, aku akan mencari dan menghancurkan hidupnya,". Ucap kemal sambil mendekap dan mencium kepala gia.


Gia tidak menjawab apapun gia hanya memejamkan matanya, sudah tidak karuan yang gia rasakan, sakit ditubuhnya sudah pasti, karena ini pengalaman pertamanya dan kemal melakukannya dengan kasar, tapi yang lebih sakit lagi adalah hatinya, kemal lelaki yang dia cintai itu, sangat tidak mempercayainya sampai membutuhkan pembuktian seperti ini, gia sungguh sakit hati, apa dimata kemal gia bukan gadis baik-baik.


Dalam hati kemal menyesali apa yang dia lakukan tapi rasa emosi nya kalau sudah soal gia, seperti kemal berubah menjadi orang lain, sambil terus memeluk istrinya kemal terus mengucapkan maaf, tak lama kemal pun tertidur.


Gia merasakan kemal sudah tidak berbicara lagi, perlahan-lahan gia mencoba melepaskan diri dari pelukan kemal. Seluruh tubuh gia terasa sakit, gia pun hanya bisa menangis menahan nya, agar kemal tidak terbangun.


"Kak, kak kemal sudah keterlaluan kak kemal gak percaya sama gia, istri kak kemal sendiri, sampai kak kemal berbuat seperti ini, tadi sudah gia bilang kalau kak kemal melanjutkannya gia akan sangat benci kak kemal," ucap gia pada kemal yang masih terlelap tidur.


Dipagi hari kemal terbangun, dia merasakan tidak ada gia yang semalam dia dekap dengan erat. Kemal duduk di tempat tidurnya, bayang-bayang kejadian semalam terlintas jelas di pikiran kemal, tuhan gia sayang maafkan aku, maafkan suami mu ini, aku sunggung sangat keterlaluan, bagaimana bisa aku memperkosa istriku sendiri, maafkan aku sayang," rutuk kemal dalam hati sambil memegang kepalanya menyesali semua perbuatannya.


Kemal pun segera membuka selimut yang dia pakai dan turun untuk mencari gia, tapi begitu dia berdiri terlihat olehnya, bercak darah gia, semalam kemal sudah memaksa gia menyerahkan semuanya. Kemal semakin merasa bersalah.

__ADS_1


__ADS_2