
Setelah selesai berdiskusi mencari solusi untuk kehamilan gia, mereka sekeluarga termasuk danny yang diminta alice untuk tetap disana dan makan malam bersama pergi ke ruang keluarga, kecuali kemal yang segera pergi ke kamarnya, untuk menemani gia.
Tanpa mengetuk pintu kemal masuk ke kamarnya, dilihatnya ada nora yang sedang duduk di sofa sambil bermain hp, sedang istrinya gia sedang tertidur dengan nyenyak nya.
“Kak, udah selesai diskusi nya?, apa solusi nya kak?,” tanya nora pada kemal.
Mendengar ada suara dikamarnya gia pun terbangun.
“Kak kemal,” panggil gia, kemal pun segera menghampiri gia. “iyah sayang, kamu sudah baikan?,”
“Gia masih pusing kak,”
“Yasudah sebentar lagi dokter kandungan nya dateng sayang, sini aku pijitin dulu biar pusingnya berkurang,”
“Gak apa-apa kak, gak usah, gimana kak apa solusinya buat kita?,”
“Kamu akan berhenti sekolah disini gia, dan kamu akan pindah ke german,” ucap kemal pelan-pelan takut istrinya sangat kaget.
“Apa,!!!,” ucap gia dan nora, ternyata bukan hanya gia yang kaget nora adik iparnya pun ikut kaget dengan keputusan kemal.
“Terus sekolah gia gimana kak?,”
“Kamu tetap sekolah tapi dari rumah, nanti aku yang urus semuanya,”
“Terus kak kemal, apa bakalan nemenin gia kesana?,”
“Iyah, tapi kalau aku ada urusan di indonesia aku akan pulang untuk beberapa hari, untunglah papah dan danny bisa membatu, jadi aku bisa ikut dengan kamu ke german,” jelas kemal pada istri kecilnya itu.
“Syukurlah, gia takut kalau kak kemal gak ikut, kalau kak kemal gak ikut gia disini ajah gak mau kemana-mana,” ucap gia sambil memeluk kemal dengan erat.
“Iyah sayang, aku akan selalu nemenin kamu,”
“Ehemmm-ehemm,.kalian lupa yaa kalau ada anak dibawah umur disini,” ucap nora yang merasa dikacangin oleh kakak dan sahabatnya sendiri.
“Eh maaf nor, aku sampai lupa,” ucap gia lalu melepaskan pelukannya pada kemal sambil tersenyum malu.
“Sudah keluar sana bocah kakak mau berdua ajah sama gia,”usir kemal pada adiknya itu.
“Habis manis sepah dibuang, bisa-bisa nya kalian yaa,” gerutu nora sambil pergi dari kamar kakak nya itu.
Tak disangka diluar sudah ada ghani yang hendak mengecek keadaan gia.
“Nora, gimana gia?, apa udah bangun?,” tanya ghani
“Udah kak, baru ajah gia bangun,” jawab nora.
“Ehh-ehh jangan masuk kak, jangan dibuka!,” seru nora begitu melihat ghani hendak membuka pintu kamar kemal.
“Kenapa?, bukan nya gia sudah bangun?, kakak Cuma mau cek keadaan gia sebentar sebelum dokter kandungannya datang,”
__ADS_1
“Masalahnya mereka lagi melakukan hal-hal dewasa didalam kak, aku ajah ini diusir sama kak kemal,”
“Oh kak kemal ada di dalam?,”
“Iyah ada kak kemal, mereka langsung mesra-mesraan sampai lupa ada aku disana,” gerutu nora.
“Oh baiklah,” ucap ghani lalu berlalu pergi begitu saja dari nora.
“Kenapa yahh, kakak ku yang satu itu?, kenapa mukanya jadi kusut begitu, bukannya dulu kak ghani selalu ceria, kenapa sepulang dari german jadi lebih pendiam, ah sudahlah nanti aku tanya lagi sama kak ghani,” ucap nora sambil menatap kepergian kakak keduanya itu.
Tak berselang lama dokter kandungan pun datang, sesuai permintaan kemal dokter kandungan yang datang pun adalah seorang wanita. Papah daud pun merekomendasikan dokter kandungan yang masih saudaranya,Mamah alice mempersilahkan dokter kandungan itu masuk, dan mengantarkan nya ke kamar kemal.
Mamah alice mengetuk pintu kamar kemal, kemal pun membukakan pintunya, “Sayang dokter kandungannya sudah datang,” ucap mamah alice.
“Oh iyah, silahkan masuk dok,”
Begitu masuk dokter kandungan muda bernama Sarah itu sangat kaget dengan pasangan suami istri didepannya itu, terlebih melihat gia.
“Kemal ini adalah dokter sarah, saudara papah, kamu masih ingat?,” tanya mamah alice
“Maaf mah kemal lupa, saking banyaknya saudara papah,” jawab kemal dengan datar.
“Selamat siang dokter,” sapa gia ramah.
“Selamat siang nona gia, saya dokter sarah,” sapa sarah juga pada gia.
Dokter sarah pun segera melakukan pemeriksaan terhadap gia,
“Bagaimana dokter sarah, apa saya benar hamil?,” tanya gia yang sangat tidak sabar mendengar hasil pemeriksaan nya.
“Iyah gia, selamat yaa, usia kehamilannya baru sekitar dua sampai tiga minggu,” jelas dokter sarah.
Kemal dan mamah alice pun mengembangkan senyuman diwajah mereka, “Alhamdulillah, sayang terimakasih, sudah mengandung cucu pertama mamah,” ucap mamah alice sambil memeluk dan menciun menantu nya.
Kemal pun segera menghampiri istrinya, memberikan ciuman manis di bibir istrinya itu, tapi gia yang malu segera mendorong tubuh kemal.
“Kak, jangan macem-macem,” ucap gia sambil melotot
“maaf sayang aku sampai lupa ada mamah sama dokter disini,” ucap kemal.
“Bukan lupa kamu memang gak tau malu seperti papah kamu, maaf yah sarah, anak tante ini memang seperti itu,” ucap mamah alice
“Gak apa-apa kok tante, namanya juga bahagia mendapatkan momongan, saya sering melihat malah ada yang lebih dari kak kemal,” jawab dokter sarah.
“Tuh kan mah, ada yang lebih parah dari kemal,”
“iyah-iyah terserah kamu ajah,”
“oh iyah gia berapa usianya?,” tanya dokter sarah
__ADS_1
“Saya 16 tahun dok,” jawab gia yang sebenarnya sedikit malu.
“ohh masih sangat muda sekali, harus dijaga dengan baik yaa kehamilannya, mengingat hamil di usia sangat muda, untuk menjaga kehamilan nya sebaiknya tidak melakukan dulu hubungan suami istri,” ucap dokter sarah.
Mamah alice langsung terseyum mengejek kemal mendengar penjelasan dokter sarah.
“Tapi dok,” ucap kemal yang refleks, gia langsung melototkan matanya kepada suaminya yang mesum itu.
Dokter sarah pun tersenyum “Iyah maaf, tapi bukan tidak boleh sama sekali, hanya jika mau melakukannya harus lebih hati-hati,” jelas sarah lagi.
“Oh syukurlah,” jawab kemal refleks lagi, membuat gia dan mamah alice sangat malu dengan kelakuan kemal itu.
“Oh iyah pemeriksaan nya sudah selesai saya pamit undur diri dulu ya gia,”
“Iyah, terimakasih yaa dokter,” ucap gia
“Sama-sama, ini resep obatnya yaa jangan lupa diminum teratur,”
“Makasih yah sarah udah memeriksa menantu tante ayo tante anter ke bawah,” ucap alice lalu pergi mengantar dokter sarah keluar.
“Dokter itu sembarangan ajah kalau ngomong, masa aku gak boleh melakukan itu sama kamu sayang,” ucap kemal sambil memeluk gia.
“Kak kemal apa-apa an sih tadi malu-malu in ajah, emang gak boleh tau, dengerin dokternya tadi,”
“Boleh kok sayang aku bakalan hati-hati,” jawab kemal sambil memeluk erat istrinya.
“Kak kemal, dokter sarah tadi saudaranya papah, emang kak kemal gak inget sama sekali?,” tanya gia
“Enggak sayang, silsilah kekeluargaan papah itu sangat panjang, jadi entahlah terlalu rumit aku juga jarang ikut berkumpul dari kecil, jadi mana aku ingat,” jawab kemal dengan jujur, karena memang kemal lebih banyak tinggal di luar negeri.
“Tapi tadi sepertinya dokter sarah kenal sama kak kemal, malah tadi ada sekali dia bilangnya kak kemal,” ucap gia.
“Masa, aku gak denger, yah mungkin dia kenal aku, tapi aku engga kenal, memangnya kenapa sayang?,”
“Gak kenapa-kenapa ko kak, Cuma pengen tau ajah sodara-sodara papah, yaudah kak gia mau turun ke bawah dong,” ucap gia yang sebenarnya sedikit aneh dengan pandangan dokter sarah tadi kepada kemal.
“Kamu kuat emangnya sayang?,”
“kuat kak,”
“Yasudah ayo, sekalian aku mau beli resep obat kamu ke apotek,”
“Jangan kak kemal yang beli, gia gak mau ditinggalin sama kak kemal,” ucap gia manja.
“Benarkah, senangnya kamu manja begini biasanya aku terus yang gak mau jauh dari kamu, yasudah nanti aku suruh pak asim yang beli,” ucap kemal
Gia pun tersenyum senang mendengar jawaban suaminya itu.
Kemal pun segera memapah gia turun ke ruangan keluarga sesuai keinginan istrinya itu.
__ADS_1