Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Makan malam keluarga


__ADS_3

Akhirnya pagi pun datang, gia yang sangat lemas akibat ulah suaminya itu baru terbangun dari tidurnya, "awwhh, ya ampun badanku sakit semuanya, kak kemal benar-benar, kemana dia sekarang, bagaimana aku sekolah?, ini sudah jam berapa?," ucap gia sambil memakai kemeja piyama kemal yang ada ditempat tidur untuk menutupi tubuh polosnya, gia pun berusaha bagun dari tempat tidurnya.


Baru dua langkah gia berjalan gia malah ambruk, kemal pun masuk melihat istrinya yang tiba-tiba ambruk dilantai, untung saja lantainya dilapisi karpet empuk dan tebal.


"Ahhh,.." teriak gia.


Kemal dengan sigap menghapiri istrinya "sayang kamu kenapa?," tanya kemal yang datang dengan bertelanjang dada dan penuh keringat.


"Kenapa...?," tanya balik gia sambil melotot.


Kemal pun mengerti maksud gia, dia pun hanya bisa cengengesan dan minta maaf pada istrinya itu, "ehh sayang iyah pasti karena aku yaa, maaf yahh sayang, aku benar-benar gak bisa menahannya sayang,".


"Kalau sudah berbuat kenapa gak tanggung jawab, gia lemes kak sekarang, kak kemal malah kemana, kenapa juga keringetan begini?,"


"Maaf sayang, aku habis nge gym dibawah, aku kira kamu masih tidur, dan masih lama bangunnya,"


"Apa....???,ngegym...???,".teriak gia.


"Iyah sayang aku habis ngegym dibawah barusan,"jawab kemal dengan entengnya.


"Ya tuhan, bagaimana nasibku malam-malam selanjutnya, bagaimana bisa setelah semalaman dia membuatku bahkan susah berjalan, dia masih bisa dengan semangat ngegym, ini benar-benar sangat mengerikan," ucap gia dalam hati sambil menepuk jidatnya.


"Kenapa sayang?, apa kamu sakit kepala?, tenang ajah aku udah nelpon nora tadi untuk memintakan izin kalau kamu hari ini gak masuk sekolah, karena gak enak badan,".


"Apa,??" Seru gia lagi,


"Ya tuhan apalagi ini, apa ada anak sekolah seperti aku ini, yang izin gak masuk sekolah karena kelelahan melakukan itu," ucap gia dalam hatinya sambil memijat-mijat kepalanya walaupun tidak pusing.


"Sayang kamu mau kemana biar aku bantu," tanya kemal lagi.


"Anterin gia ke kamar mandi, gia lemes banget kak,"


"Baiklah ayo sayang, apa kamu mau mandi sayang?, gimana kalau aku bantu kamu mandi, kamu kan masih lemes badannya, sekalian aku juga mau mandi,".


"Enggak kak, gausah gia kuat kok, gia mandi sendiri ajah," jawab gia yang sebenarnya takut kemal bakalan meminta lagi kalau mereka mandi bersama.


"Tapi sayang aku khawatir kamu jatoh nanti,"


"Engga kak gak bakalan, udah kak kemal mandi di kamar gia yaa di bawah gia mandi disini," ucap gia lagi. "Baiklah, ayo aku antar ke kamar mandi" setelah sampai dikamar mandi gia segera menutup rapat pintunya.


"Dasarr istri kecil ku ini tau ajah kalau aku punya niat yang lain," ucap kemal sambil tertawa kecil.


Kemal pun segera turun kebawah untuk mandi di kamar mandi gia.

__ADS_1


"Ya ampun, gara-gara terlalu waspada sama kak kemal aku sampai lupa bawa baju ganti, sudahlah aku cepet-ceper keluar dulu ajah, takut keduluan kak kemal," gia pun keluar dengan menggunakan handuk saja.


"Aku harus pakai apa?, ah iyah lemari kak kemal segede ini masa tidak ada yang bisa aku pakai," pikir gia lalu membuka lemari baju kemal.


"Yang mana yahh, ahh ini ada celana boxer yang masih baru aku pakai ajah, kaya nya pas di aku, atasannya mana yaa, nah ini ajah kaos nya cukup oversize jadi gak akan terlalu terlihat aku gak pakai bra," setelah memilih-milih gia pun segera memakainya.


"Enak juga baju ini dipakainya,hoammm," ucap gia sambil menguap. "Aku masih ngantuk banget, tidur lagi ajah ahh," karena masih lelah dan mengantuk tak lama gia pun kembali tertidur.


Kemal pun sekarang sudah selesai kemal segera ke atas untuk melihat istrinya, takutnya gia lapar karena mereka belum sarapan. Tapi begitu sampai dikamar nya kemal hanya tersenyum melihat istrinya yang ternyata sedang tertidur lelap.


Kemal pun membaringkan dirinya disamping gia, "sayang, sepertinya aku benar-benar terlalu berlebihan semalam,"ucap kemal sambil tersenyum dan memeluk istrinya itu yang sedang tertidur memunggunginya.


"Apa ini, gia gak pakai dalaman," ucap kemal yang merasakan tubuh istrinya saat dia memeluk gia.


Kemal pun menyingkap selimut yang gia pakai, "ya ampun dia memakai celana dan bajuku, tapi tidak memakai bra, gadis ini selalu saja tidak sadar kalau tingkahnya itu bisa menggodaku,".


"Sudahlah, tahan dulu sebentar kemal, dia sedang lelap sekali," ucap kemal menghibur dirinya sendiri kemal pun berusaha dengan tenang tidur disamping gia.


Menjelang siang gia mulai membuka matanya, "Akhirnya badanku lumayan segar," ucap gia sambil merentangkan tubuhnya.


Gia turun dari tempat tidurnya mencari kemal suaminya yang tidak dia temukan di kamar.


"Sayang, kamu sudah bangun kamu pasti lapar, ini aku sudah pesankan pizza untuk kamu,"


"Ayo makanlah sayang,"


Gia pun mengangguk dan segera memakan pizza nya dengan lahap.


"Sayang, kita berangkat ke rumah mamah jam berapa?," tanya kemal pada gia yang baru saja selesai makan.


"Terserah kak kemal ajah,"


"Yaudah agak maleman ajah yaa sayang?,"


"Ok, tapi kenapa malem kak?, kak kemal ada urusan dulu?," tanya gia.


Bukannya menjawab kemal malah segera menghampiri gia dan menarik istrinya itu "iyah, aku ada urusan dulu sama kamu sayang?," jawab kemal lalu tangannya mulai masuk ke dalam kaos yang dipakai gia.


"Ya ampun, lagi...?," pikir gia dalam hati


Kemal lalu mendorong tubuh gia mendekati sofa, setelah sampai kemal mendudukan gia di sofa.


"Kak,,,mmhhh" belum lagi gia selesai berbicara kemal langsung mencium bibir istrinya itu.

__ADS_1


"Sayang, ayo kita berangkat,"


"Iyah sebentar kak, gia belum beres,"


"Dasarrr,,, bisanya ngeburu-buru memangnya siapa yang bikin jadi telat gini," gerutu gia sambil bersiap untuk pergi kerumah mertuanya.


"Sudah sayang?,"


"Udah, kenapa sih kak kemal cerewet banget, kan kak kemal yang bikin telat," kini memprotes suaminya yang sangat cerewet padahal ulahnya tadi yang meminta jatah lagi sore-sore.


"Heheh iyah-iyah sayang, maaf-maaf, tapi kamu udah mulai suka kan sayang?," tanya kemal dengan genit.


Gia pun hanya melotot sambil mencubit kemal, gia sebenarnya memang sudah mulai menyukai kegiatan suami istrinya dengan kemal, terlebih kemal selalu membuat gia kaget dengan perlakuannya, seperti tadi sore kemal melakukan nya pada gia di sofa, untung saja mereka hanya tinggal berdua di apartement itu.


Didalam perjalanan menuju rumah mamahnya, kemal yang tetap saja merasa cemburu pada ghani meminta gia untuk tidak dekat-dekat dengan ghani, apalagi memeluknya walaupun kemal tau gia tidak pernah punya maksud apapun.


Sesampainya dirumah alice, kemal dan gia disambut dengan meriah, "selamat ulang tahun sayang, semoga semakin sukses dan selalu bahagia bersama menantu mamah yang cantik ini," ucap mamah alice pada kemal.


"Makasih mah," ucap kemal dengan memeluk dan mencium ibunya itu, yang lain pun bergiliran mengucapkan selamat pada kemal.


"Selamat ulang tahun kak," ucap ghani sambil memeluk kakak nya itu


"Makasih ghan, bagaimana kabar kamu?,"


"Baik kak,"


"Syukurlah kakak senang mendengarnya,"


"Gia sayang, tadi mamah dengar dari nora kamu sakit sayang, sampai izin sekolah, tadinya mamah mau ke apartement buat nengok, tapi kata papah kemal juga izin buat jagain kamu jadi mamah gak jadi kesana, gimana sekarang sayang sudah baikan?," tanya alice


Gia yang tidak terbiasa berbohong apalagi pada ibu mertuanya bingung mau jawab apa, untunglah kemal segera membantu menjawab.


"Udah baikkan kok mah, kan kemal yang jagain," jawab kemal sambil melirik usil pada gia.


"Jagain dari mana, justru gara-gara dia aku jadi bolos sekolah," gerutu gia di dalam hatinya.


Sedari tadi ghani terus memperhatikan gia, gia semakin cantik dan juga semakin dewasa dari cara berpakaian dan sikapnya, gia hanya menyapa ghani sekali walaupun sudah lama tidak bertemu, gia seperti menjaga jarak dengannya.


"Gi, kamu kasih makan apa tadi kemal dirumah, ko papah rasa suami kamu itu ceria sekali hari ini?," tanya papah daud yang heran dengan sikap kemal yang biasanya selalu tidak suka dengan pesta ulang tahunnya.


"Ahh, ga dikasih apa-apa kok pah, mungkin kak kemal lagi bahagia karena kita semuanya kumpul malam ini, termasuk kak ghani," jawab gia.


Mereka sekeluarga pun berkumpul ditaman dan makan bersama dengan ceria.

__ADS_1


__ADS_2