
Gia dan alena masih asik mengobrol di ruangan alena.
“Gi, aku benar-benar masih tidak percaya kalau kamu lah ternyata yang duluan mencintai suami kamu, tapi sepertinya sekarang kamu sudah membalikkan keadaan, justru suami kamu lah yang terlihat cinta mati sama kamu gi,” ucap alena.
“Benarkah ?, apa terlihat seperti itu?,” tanya gia dengan wajah bahagia.
“Tentu saja, butuh berapa lama kamu menaklukkan suami kamu itu gi, secara aku lihat dia sangat ketus dan dingin,” tanya alena lagi sambil bergidik ngeri membayangkan kemal.
“Entahlah kak, dari awal pernikahan kami, dia sudah sangat perhatian dan baik, pas awal menikah gia tidak menyangka kalau kak kemal bakalan seperti itu, dan dia sudah mesum dari awal kami menikah,” ujar gia sambil tertawa kecil.
“Siapa yang gak akan mesum kalau liat gadis cantik seperti kamu di hadapannya gi, mungkin suami kamu jatuh cinta pada pandangan pertama,” ucap alena.
“Iyah mungkin kak kemal juga pernah bilang gitu sama gia, kak kemal pertama melihat gia di rumah sakit, ketika ayah meninggal, gia pingsan di pelukan kak kemal,” kenang gia dengan wajah sedikit sendu.
“Tuhan sudah mengambil ayah kamu, tapi dia maha adil, dia langsung memberikan gantinya untuk kamu di saat itu juga gi,” ucap alena sambil memegang tangan gia.
“Iyah kak, makanya gia selalu bersyukur untuk semuanya, walaupun gia yatim piatu, tapi tuhan sudah mengirimkan suami yang sangat gia cintai, juga keluarga nya yang sempurna, gia tidak kekurangan apapun, ada mamah, papah, kak ghani, dan adik juga sahabat seperti nora, apalagi sekarang ada anak kak kemal di sini,” ujar gia sambil mengelus perutnya yang sudah mulai terlihat besar itu.
“Iyah kamu benar, dan kamu hebat untuk itu, kamu memutuskan hamil di usia muda,”
“Ini sebenarnya di luar rencana kak,” Ucap gia sambil tersenyum.
“Maksudnya ?,”
“Maksudnya gia sama kak kemal tidak sekamar di awal-awal pernikahan kami kak, malah gia cenderung takut untuk kontak fisik dengan kak kemal, tapi lama-lama gia sadar kalau kak kemal butuh itu, apalagi dia pria dewasa dan pernah punya pacar, “ ucap gia.
“Aku ajah pernah di labrak sama pacar kak kemal,”
“Oh yaa, lalu,”
“Yah berhubung suamiku itu sangat jahat, dia memutuskan hubungannya begitu ajah, dan bahkan menciumku di depan pacarnya,”
“Wahh suamimu memang sangat hebat gi, apa kamu tidak cemburu gi, pasti masih banyak wanita yang naksir suami kamu,”
__ADS_1
“Gia sudah menerima masa lalu kak kemal kak dan gia juga sudah memberikan seluruh kepercayaan yang gia punya untuk kak kemal dan masa depan kami ,”
“Sungguh kamu membuatku malu gia, kamu sangat dewasa padahal usia kamu masi belasan,”
“Kak alena ini bisa ajah, gia rasa semua orang akan berubah sesuai kondisi yang dibutuhkan,” tak lama handphone gia pun berbunyi.
“Kak alena, sepertinya ngerumpi kita cukup dulu untuk sekarang, kak kemal ngechat katanya sudah di depan,” ucap gia setelah cukup lama dia dan alena mengobrol tentang kisah cintanya dan kemal.
“Iyah gia, terima kasih sudah berbagi cerita denganku,”
“Iyah kak, gia pergi dulu yaa,” ucap gia lalu mereka pun berpelukan.
“Sudah selesai sayang?, bagaimana keadaan puteraku ini?,” tanya kemal sambil membelai lembut perut istrinya.
“Alhamdulillah, semuanya baik kak, malah berat badannya sudah bertambah dari terakhir gia check up,”.
“Owhh yahh, syukurlah, terima kasih yaa sayang, sudah menjaga anak kita di tubuh kamu ini,” ucap kemal lalu mencium pipi gia.
“Kak, ini di tempat umum,”
Alena memperhatikan kedua sejoli itu menjadi malu sendiri.
“Kak, kak alena liatin kita,” bisik gia pada kemal, kemal pun seketika melihat ke arah alena, tapi tentu saja kemal tidak akan pernah merasa malu dengan sikapnya pada gia di hadapan orang lain.
“dokter alena, terima kasih,”
“Iyah pak kemal,”
“Kak alena, jangan panggil pak kemal, sekarang panggil kak kemal, kaya kak ghani, iyah kan kak?,” ucap gia.
“Iyah tentu saja, maafkan atas perlakuan adikku, aku harap anda bisa memberikan kesempatan pada ghani, dia adalah laki-laki yang baik, bahkan lebih baik dariku, semoga kalian selalu bahagia bersama,” ucap kemal pada alena.
Alena tidak bisa berkata-kata hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pada kemal. Setelah beberapa saat mereka pun berpamitan, sekarang gia dah kemal sedang dalam perjalanan untuk membeli baju-baju hamil untuk gia.
__ADS_1
“Kak, sebelum beli baju kita makan dulu yaa, gia laper,”
“Apa sayang, kamu laper ?, tumben sekali,”
“Iyah gia laper kak,”
“Ohh iyah aku ingat, ibu hamil memang kadang sering laper,” ucap kemal.
“Benarkah?, kak kemal tahu dari mana?,”
“Sayang, aku ini kan akan menjadi ayah, tentu saja aku mempelajari semuanya dari berbagai sumber, seperti internet, buku-buku, juga aku sering sharing sama papah,” ucap kemal
Gia tersenyum memperhatikan suaminya yang selalu sangat siap dalam segala hal itu, “Ternyata suamiku ini, suami siaga juga yaa, hebat sekali, apa ajah yang udah kak kemal pelajari ?, ajarin dong ke gia juga, biar gia juga tau,”
“Banyak sayang, aku sudah mempelajari banyak hal soal kehamilan dan ibu hamil, termasuk yang semalam aku ajarkan sama kamu,” ucap kemal sambil mengerlingkan matanya pada gia.
“Kak....dasar mesum, gia gak mau di ajarin yang seperti itu,” teriak gia yang sontak kaget dengan ulah suaminya itu.
“Yasudah nanti aku ajarin yang lain yaa,,. Maksudku gaya yang lain hahaha,” ucap kemal lagi membuat gia semakin kesal dan malu membayangkan hal-hal seperti itu.
“Gak, gia gak mau, udah ayo cepetan gia laper,” seru gia sambil cemberut kesal, dan kemal hanya tertawa melihat istrinya yang selalu menggemaskan jika di goda seperti itu.
Setelah kepergian gia alena pun menemui ghani yang berada di ruangan lain di kantornya itu, “ Keluarlah ghani kakakmu sudah tidak ada ,” ucap alena yang sedikit membuka pintu ruangan tempat ghani bersembunyi.
Bukannya keluar dari ruangan itu, ghani malah menarik lengan alena hingga kini alena masuk ke dalam ruangan itu kemudian dengan cepat ghani mengunci pintu ruangan itu, dan menghimpit tubuh alena di pintu yang kini sudah tertutup rapat dan terkunci itu.
“A...mphhh,” alena yang hendak pertanya ada apa pada ghani, seketika terbungkam dengan ciuman ghani yang tiba-tiba di bibirnya.
Ghani melmat bbir alena dengan sangat rakusnya, alena yang bertubuh mungil pun tidak bisa melawan ghani.
Alena memukul-mukul dada ghani, hingga akhirnya ghani pun melepaskan ciuamannya tapi ghani masih tetap mencengkram pinggang kecil alena dengan kuat dan menempelkan keningnya pada kening alena lalu ghani pun berbisik.
“I need you alena, and I want you, now,” ucap ghani lalu kembali mencium alena dengan bergairah, tangannya meraba-raba tubuh alena, bahkan jas dokter yang alena kenakan pun sudah dilepaskannya dengan cepat.
__ADS_1
Alena yang kewalahan dengan sikap ghani kemudian berusaha mendorong tubuh suaminya itu, yahh suami, mulai tadi pagi ghani adalah suami dari dokter alena.