Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Awal baru


__ADS_3

"Kak gia berangkat sekolah dulu yaa,, pulangnya gia gak pulang kesini lagi kak, gia pulang ke apartement kak kemal,".


"Iyah sayang, semoga kalian selalu bahagia,"


"Makasih yaa kak,"


Gia pun memeluk kakaknya itu.


Kemal yang melihat gia memeluk danny, segera menghampiri mereka dan melepaskan gia dari danny, "sudah-sudah kalian ini seperti tidak akan bertemu lagi saja,".


"Bilang aja kamu cemburu, dasar mesin tua,"


"Aku gak cemburu, kamu kan kakaknya gia,"


"Sudahlah kamu gak bisa bohong padaku kemal, sudah sana pergi, ingat perlakukan adikku dengan baik, sekali lagi kamu bikin masalah, aku gak akan memaafkan kamu kemal,".


"Itu tidak akan terjadi, ayo sayang kita berangkat," ajak kemal lalu menggenggam tangan gia pergi.


"Kak nanti kak kemal gak usah jemput gia ajah pulangnya," ucap gia diperjalanan pada kemal.


"Loh memangnya kenapa?,"


"Kak kemal kan baru sembuh, biar gia nebeng nora ajah, takutnya kak kemal kecapean,"


"Ga apa-apa kok sayang, aku udah sehat, lagian kita kan pertama pulang kerumah lagi, masa gak bareng-bareng,"


"Yaudah gimana kak kemal ajah, kalau kak kemal yakin ga apa-apa, gia cuma takut ajah,"


Sesampainya di depan gerbang sekolah gia pun berpamitan pada kemal. "Kak gia sekolah dulu yaa, kak kemal hati-hati dijalan jangan lupa makan ya kak, dan ini obatnya udah gia siapin buat diminum habis makan siang nanti, diminum semuanya yah kak," ucap gia panjang lebar membuat kemal tersenyum melihatnya.


"Iyah sayang, aku pasti minum obatnya, kamu hati-hati disekolah yah,"


Gia pun tersenyum dan mengangguk lalu mencium tangan kemal.


"Asalamualaikum kak,"


"Waalaikumsalam," jawab kemal yang sangat senang sekali gia sudah kembali seperti dulu.


"Sayang," panggil kemal lagi begitu gia hendak membuka pintu.


"Sebenernya aku pengen cium kamu tapi nanti aku gak boleh cium lagi dong," ucap kemal dengan wajah sedih nya.


"Ya ampun kak kemal beneran menganggap dan menuruti semua yang aku katakan, lucu sekali, padahal aku kan hanya bercanda," ucap gia dalam hatinya.


"Cuppp," gia mencium pipi kiri kemal cukup lama lalu beralih ke pipi kanan suaminya itu.


"Sudah, semoga cepet sembuh suamiku, hati-hati dijalannya, dan tenang ajah barusan gia yang cium kak kemal jadi gak mengurangi kuota atau jatah cium nya kak kemal," ucap gia lalu bergegas pergi meninggalkan suaminya yang sedang melayang entah kemana.


"Anak itu, usianya baru enam belas tahun tapi bisa bikin jantungku hampir copot begini, dasar kamu gia benar-benar menggemaskan, tunggu saja nanti dirumah giliran aku yang cium kamu,".


"Hai, tumben banget kalian dateng lebih dulu dari aku," sapa gia pada teman-temannya termasuk nora yang sudah ada dikelas.


"Sebenernya sih bukan kita yang dateng lebih dulu, tapi tadi ada yang dianterin tapi gak turun-turun dari mobil,hehehe," ucap anne membuat gia malu dan berpikir apa ada yang lihat yang dia lakukan pada kemal didalam mobil.


"Owhh hehe, itu aku siapin obat dulu buat kak kemal, kan dia sakit kemarin," jawab gia sambil memberi kode pada nora.


"Iyah bener, kakak ku sakit dari hari sabtu dan dia cuma dengerin gia buat minum obat," timpal nora.

__ADS_1


"Kebiasaan kamu gi, emang ngapain ajah tadi kamu didalam mobil ama kak kemal?,"bisik nora pada gia


"Yah biasalah namanya juga suami istri nor," jawab gia sambil cengengesan.


"Iyah deh yang udah baikan,"


"Gi kamu masih ingat kan lusa kak kemal ulang tahun loh," tanya nora pada gia


Sekarang keempat sekawan itu sedang makan di kantin sekolah.


"iyah nor aku inget, tapi aku belum tau mau kado apa?, sepertinya gak ada yang spesial buat kak kemal, dia bisa membeli semuanya sendiri, dan lagi ini yang pertama kali aku harus kado sama kak kemal,"


"Yang special yahh kamu gi buat kak kemal," jawab nora


"Iyah nora bener, kamu kadoin ajah diri kamu gi,"jawab diana


"Kamu ini ngasih ide yang bener dong," ucap gia


"Hehehe yahh gak tau aku juga gi," jawab dianna lagi


"Kalau ada pesta, undang kita loh yaa nor,"ucap anne sekarang.


"Mana ada pesta, kak kemal gak suka hal kaya gitu ann,"


"Paling mamah ngadain makan malam sekeluarga doang,"


"Yahhh..."


"Hai sayang,"


"Hai kak,"menyapa balik suaminya itu sambil mencium tangan kemal.


"Udah sayang, semua yang kamu suruh aku pasti laksanakan dengan baik,"


"Syukurlah,:"


"Kak, dirumah ada bahan makanan gak?, kalau gak ada kita belanja dulu yahh,"


"Ada kok sayang, kemaren aku minta sama orang yang beres-beres rumah sekalian penuhin kulkas juga,"


"Wahh hebat banget, bagus deh gia gak usah belanja,"


"Iyah sayang," ucap kemal sambil mengelus kepala istri kecilnya itu.


Sesampainya di apartement gia buru-buru masuk ke dalam, "akhirnya sampai juga,".


"Wahhhh kak kemal renovasi yaah?,"


"Engga kok sayang, cuma ganti beberapa furnitur nya ajah, biar ganti suasana, kamu suka gak?,"


"Suka dong kak,"


"Syukurlah semoga kedepannya kita selalu bahagia disini dan mulai hari ini kita memulai awal yang baru buat hubungan kita ini," ucap kemal sambil memeluk gia dari belakang.


"Amin, iyah kak, kak gia mau mandi dulu yaah, udah sore gia nanti mau masak buat makan malam, kak kemal ke kantor lagi gak?,"


"Untuk hari ini engga dulu sayang, aku masih kangen sama kamu," jawab kemal lalu mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Iyah tapi gia nya mau mandi dulu kak, gia bau keringet habis sekolah,"


"Engga kamu wangi kok sayang,"


"Yaudah terserah kak kemal kalau gitu gia masak dulu ajah, baru nanti mandi,".


Gia pun menuju dapur untuk memasak dengan kemal yang masih tidak mau lepas memeluknya.


"Kak, gia susah masaknya kalau kak kemal gini terus, kak kemal tunggu di sofa dulu sana,"


"Engga ga apa-apa gini ajah,"


"Hadeuuh yasudahlah," gia pun melanjutkan masaknya walaupun berat dengan kemal yang menempel dipunggunya itu.


"Akhirnya selesai juga masaknya walaupun digangguin gini," ucap gia sambil mencubit lengan kemal yang terus saja memeluknya.


"Kak, mau bantu gia gak?,"


"Bantuin apa sayang,"


"Tolong kak kemal tatain makanannya di meja makan yaa, gia mau beresin dulu bekas masaknya.


Setelah selesai makan malam bersama gia pun berlari kabur dari kemal agar gia bisa mandi dulu.


Kemal pun akhirnya mengalah dan pergi juga ke kamarnya untuk mandi.


Selesai mandi gia merebahkan tubuhnya di tempat tidur, "rasanya hari ini melelahkan sekali aku mau tidur cepat ahh," ucap gia lalu memejamkan matanya. Baru saja sesaat memejamkan mata gia sudah dikagetkan oleh kemal yang tiba-tiba sudah memeluknya.


"Kak, berat dong kak,"


Kemal tidak menghiraukan ucapan gia, "kak jangan tindihin gia gini, kak kemal badannya kan gede gia berat jadinya,"


Kemal pun bangun lalu menatap gia, "kamu udah mau tidur?,"


"Iyah kak, gia berasa cape hari ini, ditambah perut sudah kenyang jadi mau tidur cepet,"


"Heh, sebelum tidur mana jatah ku dulu,"


"Inget terus yahh,"


Kemal pun menatap gia dan dengan cepat menarik gia didekatnya lalu mencium gia.


Kali ini gia hanya membiarkan kemal, gia tidak berulah lagi karena sudah mengantuk.


"Kak...gia mau peluk kak kemal," ucap gia manja


Kemal pun segera menghentikan aksinya lalu melihat gia.


"Kak, mau gak kak kemal tidur disini malam ini nemenin gia, gia gak akan macem-macem kok, cuma mau tidur sambil peluk kak kemal doang,"


"Sayang sepertinya kamu mencuri dialog ku, yang harusnya ngomong seperti itu kan aku bukan kamu, kamu mau macem-macem juga ga apa-apa," ucap kemal sambil tertawa karena lucu sekali ucapan istrinya itu.


Tanpa menanggapi ucapan kemal gia langsung menghamburkan tubuhnya pada kemal hingga mereka pun tertidur dikasur dengan kepala gia di dada kemal.


"Gia kangen banget sama kak kemal, bolehkan gia tidur sambil meluk kak kemal begini?,"


"Tentu saja boleh sayang, tidurlah gadis cantikku," ucap kemal sambil mengelus kepala gia.

__ADS_1


Tak berselang lama gia pun tertidur di pelukan kemal.


__ADS_2