
Akhirnya yang ditunggu-tunggu pun tiba saatnya liburan setelah kemarin acara kenaikan kelas, Gia, nora dan teman-temannya libur selama dua pekan.
Sesuai jadwal yang sudah diberikan kemal, hari ini Nora dan teman-temannya juga shani pergi ke maldives sedangkan dia sendiri dan gia akan berangkat ke paris besok.
"Hati-hati di jalan ya nor, jaga diri kamu disana jangan macem-macem kamu disana, jangan jauh-jauh dari shani, mamah gak mau kamu ada yang kecoel sedikit pun," ujar alice mewanti-wanti puterinya itu.
"Siap mah, nora ga akan macem-macem ko,"
"Hati-hati ya nor, sekali lagi maafin yaa aku ga bisa ikut kamu, sebenernya aku mau ikut sama kamu kesana," ucap gia yang sudah dua hari ini memang menginap di rumah mertuanya.
"Ga apa-apa gi, lagian kalau kamu ikut kak kemal pasti ikut, tar anak-anak bisa curiga sama hubungan kalian,"
"Owhh iya juga sih, yasudah kak shani dah nunggu dari tadi tuh,"
"Hati-hati sayang, kalau ada apa-apa kamu telpon papah yaa," giliran daud yang melepas nora pergi.
"Pasti pah,"
"Udah cepetan bocah tengik nanti ketinggalan pesawat lagi," seru kemal.
"Iyah-iyah kak, aku berangkat sekarang,"
"Hati-hati," ucap kemal sambil mencium kepala adiknya itu nora hanya mengangguk.
"Shani kamu harus jaga adik ku ini jangan sampai kenap-kenapa disana, nora sedikit susah diatur, kamu jangan lengah,"
Shani pun menggangguk pada kemal.
Nora pun berlalu pergi liburan, gia sekarang merasa kesepian.
"Kamu kenapa sayang?," tanya kemal pada istri kecilnya itu sambil masuk kerumah.
"Aku ngerasa ada yang aneh dirumah ini kalau gak ada nora, biasanya aku selalu bareng nora,"
"Kan ada aku, kamu bisa ganti nora jadi aku, kamu kan biasanya sama nora peluk-pelukan, aku juga bisa, kalian biasa mandi bareng, aku juga bisa mandi bareng kamu, terus abis mandi bareng kita juga bisa tidur bareng ko sayang, pokoknya yang nora lakuin sama kamu aku juga bisa," ucap kemal panjang lebar.
"Ishhhh mulai deh mesumnya," celetuk gia sambil mencubit perut sixpack suaminya itu.
"Aduhh duh, sakit sayang, sepertinya kamu mulai suka cubit-cubit perutku,"
"Memang, sekarang aku mau cubit lagi," ujar gia yang memang langsung mencubit lagi perut suaminya itu.
"Kamu suka sayang sama perutku?,"
"Iyah, perut kak kemal keras,"
__ADS_1
"Benarkah, harusnya jangan dicubit doang dong kalau suka,"
"Terus maunya diapain dong,"
"Udah nanti ajah dehh kalau kamu udah..." ucap kemal tidak diteruskan.
"Udah apa?,"
"Sudahlah percuma bilangnya sekarang,"
"Kalian ini ribut-ribut terus, kemal jangan gangguin istri kamu terus dong," ucap alice yang dari tadi melihat kemal dan gia. "Iyah nih mah kak kemal nyebelin terus, udah ah gia mau mandi terus nanti bantuin mamah siapin makan malam ya mah," jawab gia. "Iyah sayang,"
Kemal yang melihat gia pergi segera hendak menyusulnya tapi Daud menghentikan kemal.
"Hei mau kemana kamu?, udah kaya amplop nempel terus sama istri kamu, ikut papah ada yang mau papah bicarakan sama kamu,"
"Papah gangguin kesenangan kemal ajah," ucap kemal tapi sambil berjalan mengikuti papah nya itu.
"Ada apa pah?," tanya kemal pada daud sesampainya di ruang kerja daud.
"Kemal, apa kamu sudah mempersiapkan untuk acara di paris nanti?,"
"Sudah pah, kemal sudah siapkan semua keperluan untuk acara disana, "
"Bagus kalau begitu nak, kamu memang selalu cermat dalam segala hal seperti ayah mertua mu itu,"
"Iyah pasti pah, gia juga tidak suka acara-acara seperti itu, kemal usahakan untuk tidak lama-lama diacara itu, dan untuk pembicaraan bisnis lainnya, gia sendiri bilang tidak mau ikut kemal, gia mau menunggu di kamar hotel saja katanya,"
"Iyah mungkin itu lebih baik nak, cuma ingatkan istri kamu itu untuk hati-hati kalau kamu sedang tidak ada, anak gadis papah dua-duanya pergi keluar negeri, papah benar-benar tidak tenang sebetulnya,"
"Tenang ajah pah, semuanya pasti baik-baik saja, papah gak usah khawatir, gia adalah tanggung jawab kemal sepenuhnya, sedangkan nora, awas saja kalau sampai nora kenapa-kenapa, si shani itu tidak akan punya kepala," ucap kemal.
"yasudahlah, semoga semuanya berjalan lancar,"
"Iyah pah, kalau gitu kemal pamit ya pah,"
"Yaudah sana, kamu ini pasti gak sabar mau ganggu istri kamu lagi,"
"Papah ini kaya gak pernah muda ajah,"jawab kemal sambil segera bergegas menuju kamar adiknya.
Di kamar nora gia baru keluar dari kamar mandi dengan menggunakan bathrobe dan sedang sibuk mengeringkan rambutnya yang basah sehabis mandi, tanpa dia sadari kemal sudah masuk dari tadi dan sedang memperhatikannya.
Tanpa basa-basi lagi kemal langsung memeluk gia dari belakang, sampai-sampai gia kaget dan menjerit akibat ulah kemal itu.
"Aaaaaaakkkkkhh....!!!!,"
__ADS_1
"Kak kemal, apa-apaan sih bikin kaget ajah,"seru gia sambil melepaskan pelukan kemal.
"Kamu ini liat suami sendiri udah kaya liat setan, aku tidur disini sama kamu sekarang pokoknya,"
"Terserah kak kemal ajah, yang penting kak kemal gak macem-macem dan sekarang kak kemal keluar dulu gia mau pakai baju,"
"Kenapa mesti keluar, semuanya kan miliku aku boleh melihatnya," ucap kemal sambil melihat gia dari atas sampai bawah.
"Engga, bukan sekarang," jawab gia menanggapi ucapan kemal itu.
"Terus kapan dong sayang?," tanya kemal dengan tatapan berharap.
Melihat tatapan kemal sebetulnya gia merasa sangat bersalah, kemal pria dewasa pasti mendambakan pernikahan yang sesungguhnya dan memiliki istri yang seutuhnya, tapi gia masih ragu bukan karena tidak mencintai kemal, tapi waktu pernikahan yang terlalu cepat, gia selalu merasa tidak siap.
Gia pun mendekat dan memegang lembut wajah suami nya itu, " sabar yak kak, gia pasti akan memberikan hak nya kak kemal, tapi waktunya kapan gia juga belum tau, tugas kak kemal yang harus yakinin gia,"
"Iyah sayang aku akan selalu menunggu kamu,"jawab kemal yang kemudian langsung mencium bibir istrinya itu. "Mmmhhh...sudah kak, aku mau bantuin mamah nyiapin makan malam," ucap gia pada kemal sambil mendorong dada suaminya itu yang sedari tadi terus mencium dan memeluknya.
"Sebentar lagi yaa sayang," pinta kemal yang kembali menarik tubuh gia kepelukannya. "Sudah kak, aku mau pakai baju dulu," gia kembali mendorong kemal. " yasudah sana, selalu apa-apa gak boleh," ucap kemal sambil cemberut.
"Haduhhh gaya apa lagi ini, ko ambeukan kaya anak kecil gini, menggemaskan sekali," gumam gia dalam hati sambil menatap gemas pada kemal.
"Cuppp," gia pun menarik baju suaminya itu lalu mencium pipi kemal dengan gemas. "menggemaskan sekali suamiku ini, nanti dilanjutkan yaa, sekarang gia harus bantuin mamah nyiapin makan malam dulu, nanti kan katanya kak kemal mau gantiin nora buat tidur sama gia," ucap gia pada suaminya yang sekarang seperti anak anjing yang sangat penurut hanya bisa menganggukkan kepalanya dan segera pergi keluar.
Selesai berpakaian gia segera menuju dapur dan membantu alice menyiapkan makan malam. Seusai makan malam alice segera menyuruh gia istirahat karena besok pagi harus berangkat ke paris, penerbangan pagi. Sedangkan kemal masih membicarakan masalah-masalah kantor dengan papah nya.
Di kamar nora gia sedang membersihkan diri dan segera mengganti baju nya dengan baju tidur, lalu dia segera merebahkan badannya, "mumpung si suami mesum itu belum datang lebih baik aku cepat-cepat tidur, takutnya dia menagih melanjutkan yang tadi," ucap gia dalam hati lalu segera masuk ke selimut dan memejamkan matanya.
Baru sajah gia memejamkan mata, sudah terdengar suara pintu dibuka, " aduh kenapa cepat sekali datangnya, yaudah aku pura-pura tidur ajah deh," gumam gia dalam hati.
Kemal menyadari kalau gia pasti pura-pura tertidur, karena tidak biasanya gia tidur dengan cepat begitu. Kemal pun merebahkan diri disamping gia, lalu tangannya memeluk istrinya itu dengan erat dari belakang.
"Kamu tidak bisa berbohong sayang, ayo bangun, kalau masih pura-pura tidur aku akan....," Gia yang mulai ketakutan langsung berbalik menghadap suaminya itu hingga posisi mereka kini saling berhadapan.
"Kamu ini aku belum selesai ngomong ajah sudah takut, masih berani pura-pura tidur segala,"
"Kalau cuma ngomong doang gia gak takut kak, tapi ini nih, udah ngelayap kemana-mana," ucap gia sambil mencubit tangan kemal yang memang tadi menyentuh dan sempat meremas pelan dadanya.
"Aduduhh sakit sayang, maaf yaa maafin aku, aku suka gemas dan hilang kendali kalau deket kamu, segini ini sudah aku tahan sayang, kalau gak aku tahan, aku sudah makan kamu dari dulu,"
"Ikhh dasar,, udah ayo tidur kak, besok kan kita harus berangkat pagi-pagi,"
"Iyah-iyah sayang, tapi tidurnya sambil peluk yaa,"
"Tapi awas tangannya jangan ngelayap kemana-mana,"
__ADS_1
"Iyah-iyah engga sayang, udah ayo kita tidur," ucap kemal sambil memeluk istrinya itu.