
Ketika kemal menjemput gia, kemal heran dengan sikap istrinya yang terus diam. "Sayang kamu kenapa ?," tanya kemal
"Ah gak apa-apa kak, gia cuma ngantuk ajah," jawab gia, padahal gia masih terpikir soal tadi tentang ghani.
" sudahlah aku gak mau menebak-nebak, semoga itu tidak benar, semoga cuma perasaan kak kemal ajah yang memang cemburuan." Ucap gia dalam hatinya.
"Sayang, aku pulang lagi ke kantor yaa, ada yang harus aku urus, kamu juga gak usah nunggu aku makan malam aku ada pertemuan sambil jamuan makan,jadi pulangnya mungkin sangat telat,"
"Iyah ga apa-apa kak,"
"Maaf yaa sayang, kamu ga marah kan?," tanya kemal sambil mengelus pipi mulus istrinya itu.
"Enggak dong kak, kan suami gia lagi kerja masa gia marah, asal kak kemal nya jangan macem-macem ajah," jawab gia sambil mencubit perut suaminya.
"Aduuhh duhh sakit sayang, Mana mungkin aku bisa macem-macem aku sudah punya yang seperti ini," lanjut kemal sambil membelai lagi pipi gia dan turun ke bibir istrinya yang berwana merah muda itu, yang selalu membuat kemal gila ingin terus menciumnya.
"Awas ajah, kalau macem-macem!"
"Enggak akan pernah sayang, ayo kasih aku booster dulu biar aku semangat kerjanya,"
Gia yang mengerti maksud kemal lalu menarik dasi suaminya itu agar semakin dekat dengannya, lalu gia mencium pipi suaminya itu.
"Sudah, hati-hati yaa kak, Asalamualaikum,"
"Waalaikumsalam sayang,"
"Kak anterin nora ke toko buku yuu," ajak nora pada ghani.
"Gak ahh nor, kakak lagi mager, gak pengen kemana-mana, sama shani ajah kan dia sopir kamu," jawab ghani
"Kak shani udah pulang kak, kan tugasnya cuma anter jemput nora sekolah,"
"Coba ajah telpon, pasti juga dia mau anterin kamu ke toko buka doang sebentar,"
"ishhh menyebalkan banget sihh, padahal biasanya suka langsung mau anterin nora, yaudah deh nora telpon kak shani dulu," ucap nora yang jengkel sekali pada kakak nya itu.
Nora tidak menyadari kalau dulu ghani selalu bersemangat mengantar nora kemana pun karena disitu gia pasti ikut juga dengan nora.
"Hallo,"
"Iyah non," jawab shani
__ADS_1
"Kak, maaf nora mau ganggu, apa kak shani bisa anterin nora ke toko buku ?, sebentar kok kak gak akan lama," tanya nora dengan ragu pada shani, karena takutnya ini bukan jam kerja nya.
"Ohh bisa-bisa non, sekarang saya kesana," jawab shani dengan segera.
"Makasih yah kak," ucap nora lagi lalu menutup telpon nya.
Nora pun segera menunggu shani di depan teras rumahnya.
Akhirnya yang ditunggu nora datang juga, shani segera turun dari mobil dan menghampiri nora.
"Kak shani ini mobil siapa?," tanya nora yang melihat shani datang dengan mobil yang mewah.
"Ini punya bos saya nona,"
"Bos? Tapi ini bukan mobil papah,"
"Maksud saya bos saya yang satunya non, saya kan bekerja part time juga di yang lain jadi sopir,"
"Ohh terus ini emang ga apa-apa yaa kak shani pake buat anterin nora?,"
"Gak apa-apa non, saya sudah izin,"
"Owhh yasudah ayo kita jalan,"
Sesampainya di toko buku, "kak shani anterin nora yahh ke dalem, nora gak nyaman kalau gak ditemenin," pinta nora pada shani.
"Baik non,"
Mereka pun berjalan menuju toko buku itu.
Nora asik memilih-milih buku, shani mengikutinya dari jauh karena tidak berani terlalu dekat dengan nora.
"Hai, cantik boleh kenalan, udah punya pacar belum?," tanya seorang pemuda pada nora.
Inilah yang selalu membuat nora tidak nyaman pergi sendirian, selalu saja ada cowok-cowok nora yang kurang ajar pada nya.
Shani dari jauh pun melihat banyak sekali anak laki-laki sebaya maupun diatas nora, memperhatikan nora.
"Maaf saya sudah punya pacar," jawab nora ketus.
"Ayolah nona cantik kita berkenalan, siapa namannya? Walaupun sudah punya pacar kan pacarnya lagi gak ada disini," tanya pria yang lain pada nora sambil mengulurkan tangannya hendak menyentuh tangan nora.
__ADS_1
Dengan otomatis nora menghempas tangan laki-laki itu. Shani segera datang menghampiri nora, begitu melihat shani nora langsung memeluk tangan shani dan berkata pada pemuda-pemuda yang dari tadi terus mengganggunya.
"Ini pacar saya lihatlah baik-baik dengan mata kepala kalian, kalau jadi manusia itu harus tahu dirilah sedikit, bagian mana dari diri kalian yang bisa dibandingkan dengan pacar saya ini ?, sepertinya tidak ada, sudah mengerti kan sekarang, spec sampah mau menggoda Nora Adnan, rasanya ingin muntah," ucap nora dengan kencang seakan meluapkan emosi nya.
Shani yang melihat gaya nora berbicara dan mendengarkan kata-katanya benar-benar tertegun, shani pun hanya menyunggingkan senyuman.
"Ayo sayang kita pulang, lebih baik kita beli di toko buku lain, disini sangat kotor banyak sampah," ucap nora lagi, laki-laki itu pun tidak berani berbicara karena melihat shani yang sudah dewasa dan perawakannya tinggi tegap kalau berkelahi pun pasti langsung kalah.
Nora pun pergi dari toko buku itu dengan tangannya yang terus memeluk tangan shani, sampai naik ke mobil pun nora yang biasa duduk dibelakang sekarang duduk didepan bersebelahan dengan shani.
"Kak shani maaf yaa tadi, kak shani jadi tamengnya nora, abisnya nora kesel banget kalau digituin,"
"Gak apa-apa non, tadi non nora keren banget, saya rasa non nora sangat persis dengan tuan kemal,"
"Iyah semua orang emang bilang begituh, tapi ga apa-apa dari pada lemah lembut kaya kak ghani,"jawab nora
"Oh iyah kak shani nora duduk didepan yaa, tanggung tadi takut cowok itu lihat, masa kita pacaran tapi nora duduk di belakang,"
"Iyah non ga apa-apa,"
Sepanjang jalan tanpa nora sadari shani terus tersenyum ke arahnya. Mereka pun menuju toko buku yang lain karena tadi belum sempat membeli buku yang nora butuhkan.
Setelah selesai membeli buku shani pun mengantarkan nora pulang, tapi kali ini shani turun dari mobil dan meminta izin pada nora untuk bertemu dengan daud.
Tanpa berpikir apapun nora tentu saja mengizinkannya. Sesampainya mereka di ruang tengah daud dan alice sudah duduk sambil mengobrol.
"Mah pah," sapa nora
"Selamat malam tuan nyonya," sapa shani sambil menganggukkan badannya.
"Malam shani," jawab daud dan alice
"Nor, kok lama banget beli bukunya, tadi izin ke mamah gak lama?,"
"Iyah mah, maaf tadi nora sama kak shani keliling-keliling dulu soalnya buku nya susah,"
"Yasudah gak apa-apa makan dulu sana,"
"Iyah mah,"
"Tuan saya mau ada yang dibicarakan," ucap shani pada daud.
__ADS_1
"Baiklah, ikut aku keruang kerjaku," jawab daud lalu mereka berdua pun pergi ke ruang kerja daud.