Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Belanja bersama


__ADS_3

Tidak terasa waktu terus berjalan ghani sudah liburan di indonesia selama lebih dari satu bulan, sehingga besok lusa dia harus segera kembali lagi ke german untuk melanjutkan study nya.


“Sayang kamu mau bawa apa saja dari sini untuk disana nanti?,” tanya alice yang sedang mempersiapkan bawaan untuk putera keduanya itu.


“Gak usah banyak yang dibawa mah, nanti ghani kerepotan bawanya, yang penting-penting ajah mah, baju juga jangan banyak-banyak mah, disana juga baju ghani banyak,” ucap ghani.


“Baiklah sayang,” ucap alice lalu melanjutkan membereskan bawaan anaknya.


Di sebuah apartement, sepasang suami istri yang kian hari kian harmonis itu terlihat sedang berenang bersama karena kebetulan ini adalah hari jumat jadi kemal pulang belum terlalu sore, dia pun mengajak istri cantiknya untuk berenang bersama.


“sayang kamu sedang menggodaku yah?,” tanya kemal yang sudah gemas dengan tingkah gia istrinya yang terus saja mengelus-ngelus perutnya.


“Menggoda apanya?, gia Cuma suka aja pegangnya kak,”jawab gia dengan jujur karena memang entah kenapa akhir-akhir ini gia menjadi lebih ingin dekat sekali dengan suaminya.


“iyah tapi kamu sudah mengaktifkan sesuatu dibawah sana sayang, kamu harus bertanggung jawab sekarang,” ucap kemal lalu segera membawa gia berenang ketepi kolam dan menghimpit tubuh gia diantara tepian kolam dan tubuhnya.


“mau apa kak?,”


“Peluk leherku sayang,” ucap kemal sambil menaruh tangan gia dipundaknya, gia pun menuriti saja apa yang suaminya katakan, kemal lalu memangku gia.


“kak ini, kak kemal mau apa ?, jangan bilang mau melakukan itu disini,”


“memangnya mau apa lagi sayang, ini kan karena ulah kamu, kamu peluk aku yang erat,” ucap kemal lalu dia mulai mencumbui istrinya.


Tidak cukup melakukan penyatuan di kolam renang kemal membawa gia ke kamarnya, mereka pun melanjutkan kegiatan panas mereka dikamar.


“kak ada telpon,” ucap gia yang mendengar handphone kemal terus berbunyi tapi kemal tidak menggubrisnya, kemal tetap saja selalu menempel ditubuh gia, walaupun percintaan mereka sudah selesai. “Biarkan saja sayang,” Cuma itu jawaban kemal lalu dia melanjutkan lagi kegiatannya.


“Kak, angkat telponnya takutnya penting,” ucap gia lagi sambil mendorong pundak suaminya itu.


“Sayang kamu ganggu aku ajah, aku kan sedang melatih kamu,” ucap kemal lalu duduk didepan gia.


“Melatih apa?, bilang ajah kak kemal emang mesum,” ucap gia lalu bangun dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


“Melatih kamu kalau nanti kita punya anak, kan kamu harus menyusui,”


“kak kemal....!!!,” teriak gia sambil memukuli suaminya itu dengan bantal.


“iyah -iyah ampun sayang ampun,” ucap kemal sambil tertawa, lalu dia turun dari tempat tidurnya dan langsung mengambil handphone nya.


“Hallo, iyah mah,”


“Ok mah, nanti kemal kabarin gia dulu yaa mah, ok bye,” ucap kemal sambil menutup telpon nya lalu menghamburkan dirinya lagi memeluk gia.


“apa kata mamah kak?,”


“mamah ngundang kita nginep disana, mau quality time keluarga katanya, sekalian perpisahan ghani yang mau balik ke german nanti hari senin malam,” jawab kemal.


“yaudah ayo kita kesana kak, gia kangen sama mamah sama papah juga,”ucap gia sambil memeluk tangan kemal.

__ADS_1


“kenapa kamu semangat sekali, apa karena ghani juga mau pergi?,” ucap kemal dengan ketus.


“kak, ngomong apa sih?,” seru gia dengan cemberut karena kesal mendengar ucapan kemal.


“Yaudah kita ke sana tapi dengan satu syarat,”ucap kemal yang tidak mau istrinya itu cemberut.


“Syarat apa kak?,” tanya gia heran.


“kamu harus tidur dikamarku nanti disana, jangan tidur sama nora, kebiasaan kamu kalau kesana maunya tidur sama nora,” ujar kemal.


“emang kenapa kak?, kan gia kangen juga sama nora,”


“aku jadi gak bisa itu dong sama kamu, rugi kan,”


“gak bisa apa?,” tanya gia yang pura-pura tidak mengerti maksud suaminya itu.


“Gak bisa gini..!,” seru kemal lalu menarik selimut gia dan menarik tubuh istrinya itu ke tempat tidur.


“Kak, sesekali enggak, gak apa-apa kan, dirumah kan kak kemal udah minta setiap hari dan gak kenal waktu juga tempat, kalau ditempat mamah izinin dong gia tidur ama nora yaa,” pinta gia sambil mendorong tubuh kemal yang menindihnya, karena dia ingin berbicara.


“Gak bisa sayang, kalau setuju kita kesana kalau engga yah maaf kita dirumah ajah,”


“ishh curang banget sihh, yaudah iyah gia tidur sama kak kemal,”


“nahh gitu dong,” ujar kemal dengan tersenyum penuh kemenangan.


Sementara itu dirumah keluarga daud, alice sedang sibuk mendata apa saja yang akan dia beli untuk acara keluarganya, rencananya alice akan mengajak nora untuk berbelanja ke supermarket sekarang, diantar oleh shani.


“Mah, kita jadi belanja gak sih?,” bisik nora pada ibunya alice.


“Ahh sayang, maaf mamah lagi seru nih, kamu telpon shani yaa, suruh dia nemenin kamu belanja mamah mau ngobrol-ngobrol dulu disini sama temen-temen mamah,” ucap alice.


“Ikhh mamah ini tau gitu dari tadi nora belanja nya,” gerutu nora lalu pergi sendiri.


Nora pun belanja dengan asik sendirian sambil mendorong troli belanjaan nya dengan membaca rincian dari mamahnya.


Nora yang sedak asik memilih-milih tidak menyadari kalau ada anak kecil yang sedang berlari-lari sambil mendorong troli, dengan tidak sengaja menabrak rak susu yang menumpuk, akhirnya dus-dus susu itu pun hendrak ambruk diatas nora, beruntung shani segera datang menarik nora ke pelukannya hingga nora tidak terkena runtuhan dus-dus itu.


Nora pun kaget, karena sebelumnya dia tidak melihat dus itu akan jatuh mengenai dirinya. “kak shani, terimakasih banyak,” ucap nora pada shani masih dalama pelukan shani. “ga apa-apa non, non nora ga kenapa-kenapa kan?,” tanya shani.


“Engga nora gak apa-apa,” jawab nora sambil mendorong tubuh shani yang masih memeluknya.


“Oh maafkan saya non, saya tidak sopan,”


“Gak apa-apa kak, makasih banyak untung ajah ada kak shani, kok kak shani ada disini?,” tanya nora karena setau dia shani menunggu di mobil.


“Tadi nyonya nelpon saya buat nemenin non nora belanja, makanya saya langsung kesini,” jawab shani.


“oh iyah, yasudah kebetulan kalau gitu nora jadi ada yang bantuin,”

__ADS_1


“Iyah non sini troli nya biar saya yang dorong non,” pinta shani lalu mengambil troli nya dari nora.


“Mari non,” ajak shani sekarang.


Nora pun hanya mengangguk menjawab ajakan shani sambil berjalan ke tempat product yang selanjutnya akan dia beli.


“ishh tinggi banget sih ini, gimana aku ambilnya,” ucap nora dalam hati sambil berjinjit-jinjit ingin mengambil sebuah dus camilan kesukaannya.


Shani yang melihat nora sedang kesusahan segera menghampiri nora dan langsung mengambilkan makanan kesukaan nora itu, tapi shani tidak sadar dengan jarak mereka yang sekarang sangat dekat.


Begitu nora berbalik wajah shani sangat dekat dengan wajahnya, mereka pun saling bertatapan sampai akhirnya nora sadar.


“Ah sini kak, itu yang mau nora ambil, makasih udah bantu ambilin,” ucap nora yang terlihat canggung lalu memasukan makanan itu ke troli dan dia bergegas pergi. Shani pun hanya tersenyum memperhatikan nora.


Setelah selesai berbelanja, shani dan nora pun kembali menghampiri alice yang masih mengobrol dengan teman-temannya.


“Mah udah selesai,” ucap nora pada alice


“Eh siapa itu alice, ganteng amat, udah nikah belum ?, boleh buat anakku gak?,”ucap salah satu teman alice begitu melihat shani yang berdiri disamping nora.


“Wah bener banget, siapa namanya?, ko ganteng banget sih, udah punya pacar belum ?,” tanya teman alice yang lain yang malah dengan berani menghampiri shani dan menepuk lengan nya.


“ah belum tante, maaf saya ke mobil duluan,”


Entah kenapa nora jadi kesal melihat ulah teman-teman mamahnya itu, dia pun segera ikut shani berpamitan untuk menunggu di mobil.


“Mah, nora juga ke mobil duluan yaa, tante-tante semuanya nora duluan yaa,” pamit nora.


“Iyah sayang, hati-hati, sampaikan salam dari tante untuk si ganteng itu yaa,”ucap temannya alice.


“Kalian ini genit sekali, dia shani anak kerabat suamiku,”


“owhh pantesan ganteng banget, sodaranya daud toh, gimana udah punya cewek belum?,”


“entahlah, yasudah aku pulang dulu yaa, sampai ketemu nanti di acara arisan,” ujar alice lalu pergi meninggalkan teman-temannya.


Di parkiran mobil nora nelihat shani sedang memasukan barang belanjaan nya ke mobil, tanpa bicara apapun nora langsung masuk ke mobil dengan wajah kesal.


"Dasar tante-tante genit, bisa-bisa nya masih menggoda kak shani, malah ada yang mau jodohin dengan anaknya segala," gerutu nora dalam hatinya.


"Eh kenapa aku kesal begini, engga-engga aku ga apa-apa kan," ujar nora lagi sambil menepuk-nepuk kepalanya agar tersadar.


Shani pun masuk ke mobil, disusul dengan alice yang baru saja tiba.


"Sayang maaf yaa, mamah keasikan ngobrol tadi, shani maaf yaa kamu jadi bantuin nora belanja,"


"gak apa-apa nyonya,"


"yasudah ayo kita pulang shan, makasih yaa udah nemenin nora belanja," ucap alice

__ADS_1


"iyah nyonya sama-sama,"ucap shani lalu segera menjalankan mobilnya menuju rumah.


__ADS_2