Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Ny. Kemal Adnan


__ADS_3

"Ice cream nya memang sangat enak," ucap kemal setelah melepaskan ciuman nya. Gia masih bengong, selalu saja dia kecolongan oleh ulah suaminya itu.


"Kak, sesekali jangan curi-curi kesempatan bisa gak sih?," celetuk gia sambil cemberut.


"Orang beneran mau nawarin ice cream nya juga," lanjutnya lagi.


Kemal tertawa mendengar protes dari istrinya itu, " haha maaf sayang, karena bibir kamu lebih menarik dari pada ice cream itu,". "Ikhhh dasar mesum," ucap gia masih dengan muka cemberutnya.


Tak terasa waktunya untuk acara dinner bersama sudah sebentar lagi, kemal dan gia pun sedang bersiap-siap, seperti biasa gia memakai baju yang di siapkan ibu mertuanya. Kemal selalu terpukau dengan gadis kecilnya itu, gia memang lebih banyak ke mamah nya yang berdarah italia ketimbang ayahnya. Kalau kemal sendiri campuran arab dan italia nya seimbang.


"Sayang kamu selalu sangat cantik,". "Makasih kak, kak kemal juga..,". Ucapan gia terhenti, membuat kemal penasaran.


"Juga apa sayang?,". "Juga sangat ganteng, nanti disana awas yaa pasti banyak yang lirik-lirik kak kemal, mungkin mantan-mantan kak kemal ada disana," gerutu gia.


"Sayang, aku ini cuma begini sama kamu, aku gak pernah ramah sama cewek lain kalau tidak ada untungnya, " .


"Terus sekarang kalau ada cewek yang ngasih keuntungan atau peluang bisnis bagus kak kemal mau?,".


Kemal langsung menarik gia ke pelukannya, "sayang, kalau sekarang semua keberuntungan dan kebanggaan ku, ada pada mu sayang, jadi aku sudah tidak memikirkan lagi keuntungan lain,".


Gia mendorong tubuh suaminya itu,"yasudah kita liat ajah nanti awas kalau macem-macem, ayo kita berangkat kak, jangan mulai lagi, aku udah rapi,".

__ADS_1


Kemal pun tersenyum dan mengangguk melihat istrinya.


Setelah tiba di ruang makan malam, seseorang segera menghampiri mereka, "ternyata kamu membawa gadis kecil ini kesini kemal,ada urusan apa memangnya dia di acara seperti ini," Laura mantan kekasih kemal.


"Kenapa kamu tidak mengajak ku berkenalan nona, kalau memang kamu ingin tahu ada kepentingan apa aku disini,"ucap gia, yang sekarang entah kenapa sangat kesal melihat laura, dulu dia merasa bersalah padanya sudah merebut kemal, tapi sekarang gia tidak peduli pokoknya tidak boleh ada wanita lain di hidup kemal.


"Owhh baiklah, aku laura bagaskara, puteri bungsu dari Krisna bagaskara, pemilik Pt.Indoaskara, dan seperti yang sudah kamu ketahui aku adalah manta pacar kemal," sebut laura dengan bangga.


"Ok nona laura, perkenalkan aku Gia Daniella Adiratama, puteri tunggal Adam Adiratama, dan juga presiden direktur Pt. Adiratama Holding, dan ini tuan kemal adnan dia wali dan juga suamiku, jadi mulai saat ini kamu bisa memanggilku Ny. Kemal adnan, yah walaupun umur kita jauh tapi status ku memang sudah bukan nona lagi aku sudah menjadi nyonya, benarkan sayang?," ucap gia pada kemal membalas semua perkataan laura.


"Tentu saja sayang, kamu adalah nyonya muda pertama keluarga adnan,"jawab kemal lalu mencium pipi dan leher istrinya itu didepan laura.


Laura hanya mendengus kesal melihat mereka, terlebih sekarang mereka berlalu begitu saja, melewati dirinya.


"Sayang tadi kamu panggil aku sayang juga, mulai sekarang panggil aku begitu yaa," pinta kemal pada gia yang sangat senang istri kecil nya itu memanggilnya sayang.


"Itu kan untuk membalas mantan pacar kak kemal itu, aku sangat kesal melihatnya," gerutu gia.


Kemal tersenyum senang melihat gia, tidak menyangka istri kecil nya itu sangat berani jika cemburu.


"Hai gi, ". Sapa danny. "Hai kak,".

__ADS_1


"Kenapa kamu cemberut begitu gi, apa suami kamu ini bikin kamu marah?," tanya danny. "Engga ko kak, cuma tadi gia ketemu lalat yang menyebalkan ajah, lalatnya gangguin kak kemal terus, mungkin suka sama kak kemal,". Jawab gia.


Danny pun mengerti maksud gia itu, adik kecilnya itu sedang cemburu.


Mereka bertiga pun segera makan malam dimeja yang sama, Danny sudah benar-benar menerima keadaan dan menerima kemal sebagai adik iparnya, kemal pun merasakan danny tulus pada gia, jadi kemal tidak mempermasalahkan kedekatan mereka, karena memang kemal juga tahu gia sangat menyayangi danny sebagai kakaknya satu-satunya.


Rangkaian acara demi acara sudah mereka saksikan, gia selalu ditatap sinis oleh wanita-wanita disekitarnya karena kemal tidak pernah sedetik pun melepaskan tangannya dari pinggang istrinya itu, dia selalu merangkul istri kecilnya itu, terlebih danny pun selalu berada disamping gia, mereka bertanya-tanya sebenarnya siapa wanita itu. Tapi tidak berani untuk bertanya karena kemal dikenal dingin dan galak.


Setelah selesai gia dan kemal pun kembali ke kamar mereka, "akhirnya selesai juga, gia udah mulai bosen kak disini, gia kangen mamah sama papah, kangen nora juga, kapan sih kita pulang?," tanya gia pada kemal dibalcon kamarnya, rasanya walaupun disini sangat indah tapi terasa membosankan ga ada mamah sama papah daud juga sahabatnya nora.


"Lusa sayang, lusa kita pulang yahh," jawab kemal lalu memeluk perut ramping istrinya itu. "Beneran yaa kak?,". "Iyah sayang masa bohong, kamu memangnya gak betah liburan sama suami kamu sendiri,".


"kalau liburan gia sih pasti suka kak, tapi kan ini bukan liburan, kita aja ga pernah jalan-jalan keluar cuma dikamar terus, ke pesta lagi, membosankan," cemberut gia.


"yasudah besok gimana kalau kita jalan keluar?," "beneran kak?,". "iyah sayang," jawab kemal yang sedang sibuk mencium tengkuk istrinya. "kak cukup cium-ciumin gia nya, gia belum mandi," ucap gia lalu melepaskan pelukan kemal dan sekarang mereka berhadapan, "ga apa-apa sayang, kamu sangat wangi,". "ishhh dasar orang aneh, udah yaa gia mandi dulu kak," "harus cium dulu,". melihat gia yang sudah diam kemal segera memeluk pinggang istrinya itu lalu mencium bibir gia cukup lama sampai-sampai gia mencubit perut sixpack suaminya itu.


"Aduhh,," teriak kemal . "Mau sampai pagi kak kemal cium gia?, gia mau mandi kak,". "Haha iyah maaf kamu yang bikin aku begini," . "Ikhh kenapa nyalahin, udah ahh gia mau mandi dulu,".


Gia pun masuk ke kamar mandi, kemal menunggu sambil membuka-buka file dan duduk di ranjang mereka, tak lama handphone gia berbunyi, kemal pun membiarkan saja, kemal tidak mau mengganggu privasi gia. Tapi telpon terus berbunyi dan gia tidak mendengarnya karena sedang asik mandi.


Kemal pun dengan ragu mengangkat telpon nya, karena kemal lihaf itu nomor baru.

__ADS_1


Begitu kemal angkat yang terdengar suara laki-laki, "Hallo gia sayang, kapan kita bisa ketemu lagi?," . Deghh hati kemal seakan diterkam, darahnya langsung mendidih mendengar itu.


__ADS_2