Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Sudah siap


__ADS_3

Siang hari di rumah keluarga daud, setelah makan siang bersama mereka semua berkumpul kembali di taman, kali ini untuk meramaikan suasana, nora mengajak gia bermain bulu tangkis di taman.


Nora dan gia pun asik bermain bulu tangkis dan anggota keluarga lain menonton mereka sambil mengobrol.


Gia dengan asik bermain bulu tangkis dengan nora tapi setelah hampir setengah jam berlalu kepala gia terasa berputar, pusing, dan lemas. Tanpa memikirkan yang sedang dia rasakan gia terus memaksakan bermain. “Aduh kenapa aku ini, kenapa tiba-tiba kepala aku puyeung begini,” pikir gia dalam hati. Nora pun memperhatikan gerak-gerik gia yang aneh. “Gi kamu kenapa?,” tanya nora yang heran dengan gia yang tiba-tiba memegang kepalanya.


“Gi..gia..!!!.. kak kemal gia..!” teriak nora pada kakak nya dan langsung berlari menghampiri sahabatnya itu yang kini tengah ambruk di depan matanya. Kemal yang mendengarkan teriakan adiknya pun segera berlari menghampiri gia. “Sayang...sayang..kamu kenapa sayang,” ucap kemal sambil memeluk dan menepuk-nepuk pipi istrinya.


“Nor, gia kenapa nor?,” tanya kemal pada adiknya.


“nora gak tau kak, tadi kita asik-asik ajah main tapi tiba-tiba gia pijit-pijit kepala, nora tanya udah gak jawab, gak lama gia pingsan kak,”.


Kemal pun segera menggendong gia menuju kamarnya, “Ghani, tolong periksa gia, aku bawa gia ke kamarku dulu,” seru kemal pada ghani. Ghani yang juga khawatir akan keadaan gia segera berlari menuju kamarnya untuk membawa stetoskopnya.


Kemal pun membaringkan gia di tempat tidurnya, Alice dan daud yang tak kalah panik pun sudah ada di kamar kemal sekarang, mereka semua berkumpul dengan wajah yang sangat panik menunggu ghani yang sedang memeriksa gia. Kemal yang tidak mau menjauh terus memeluk istrinya, dia menyandarkan gia ke tubuhnya dan terus memeluknya. “Sayang kamu kenapa sayang?,” ucap kemal yang terlihat sangat putus asa melihat gia.


“Kemal kamu sini dulu nak, biar ghani leluasa memeriksa gia nya,” ucap alice pada puteranya itu. “Kemal gak mau mah, kemal gak mau jauh dari gia,” jawab kemal.


“Sudahlah mah, biarkan saja,” tambah daud yang mengerti perasaan kemal yang sangat kalut dan ketakutan akan keadaan istrinya.


“Gimana ghan, gia kenapa?,” tanya kemal segera begitu ghani selesai memeriksa istrinya dan sepertinya wajah ghani tidak menunjukan hal yang baik. “Gia hanya kelelahan kak, tekanan darahnya juga sangat rendah, ditambah sepertinya gia,”


“Sepertinya gia kenapa ghan?,” tanya kemal


“Iyah giaa kenapa nak?,” tanya alice juga


“Seperti nya gia hamil, tapi ini masih perkiraan ghani mah, sebaiknya nanti gia melakukan test kehamilan dan pengecekan ke dokter kandungan untuk lebih jelasnya,” terang ghani.


Senyum pun langsung mengembang di wajah semua yang mendengarnya terutama kemal dan alice. “Apa benar ghan, aku akan punya anak ?, mah pah kemal bakalan jadi papah,” ucap kemal dengan kebahagian yang sangat tergambar diwajahnya.


“Iyah sayang, mamah juga bakalan jadi nenek, iyah kan pah,” ucap alice dengan bahagia.


“Iyah mah rumah ini bakalan ada suara tangisan bayi, rasanya tidak sabar, padahal baru saja kita tau gia hamil,”


“Yeayyy nora jadi aunty kak,” teriak nora dengan riang.


Tapi kegembiraan itu tak berlangsung lama begitu daud mengingat sesuatu. “Tunggu sebentar, kita memang bahagia kemal dan gia akan memiliki anak, tapi kalian jangan lupa gia baru kelas tiga sma sekarang,” ucap daud memecah kebahagian yang sedang keluarganya rasakan.


Semuanya menjadi termenung seketika, “Kemal akan memikirkan jalan keluarnya pah,”ucap kemal. “Iyah nak papah juga akan membantu, kamu tidak usah bingung, ini adalah rezeki dari Allah, berarti kalian sudah mampu untuk memiliki seorang anak,” ujar daud sambil menepuk pundak kemal.


“Iyah pah, kemal akan bertanggung jawab untuk semuanya,” tambah kemal lagi, kemudian dia melepaskan pelukannya dari gia, dan segera mengambil handphonenya.

__ADS_1


“Kamu mau menelpon siapa sayang?,” tanya mamah alice


“Kemal mau menelpon danny mah,” jawab kemal


“Ahh iyah sayang telponlah danny dulu, agar kita bisa membicarakan bagaimana gia kedepannya dengan danny juga,”


Setelah ditelpon kemal tak lama danny pun datang, danny langsung diantar oleh bi tina ke kamar kemal. “Kenapa ini kemal, kenapa semuanya berkumpul disini?, Gia..,” ucap danny begitu melihat gia yang sedang tertidur, gia masih lemas dan belum siuman dari pingsannya.


“Kenapa gia kemal?,” tanya danny dengan panik lalu menghampiri adiknya gia yang sedang terbaring di tempat tidur.


“Gia hamil danny, tadi dia pingsan di taman ketika sedang bermain bulu tangkis dengan adikku” jawab kemal


“Gia hamil, benarkah itu kemal?, aku akan punya keponakan, ini berita yang bagus, akhirnya keluargaku bertambah anggota baru,” seru danny dengan bahagia.


“Tapi kenapa kalian seperti sedang bingung, apa kalian tidak bahagia, adikku sedang mengandung,” tanya danny lagi.


“Nak, kami bukan tidak bahagia, tapi kami sedang memikirkan solusi untuk gia,” ucap alice


“Solusi?, solusi apa tante??” tanya danny pada alice.


“Danny kamu sudah lupa, adik kamu itu baru kelas 3 sma, sekarang dia hamil, otomatis gia harus berhenti sekolah, belum lagi kalau keluarga adiratama kalian mengetahui gia hamil, pasti mereka akan menggunakan nya sebagai alasan, ketidaklayakan gia menjadi pemimpin perusahaan adam,” jelas daud yang menjawab pertanyaan danny.


Danny lalu memukul – mukul tubuh kemal dengan guling yang baru saja dia ambil dari samping gia.


“ini semua gara – gara kamu mesin tua, aku sudah bilang dari dulu jaga nafsu liar mu itu, adik ku masih kecil, kamu ini benar – benar, bisa – bisa nya kamu menghamili adikku dia baru 16 tahun, kamu tau kan,” seru danny sambil terus memukuli kemal.


“Iyah aku minta maaf, tapi mau bagaimana lagi gia istri ku, aku sangat mencintainya,” ucap kemal lalu mengambil guling di tangan danny, “Sudah jangan memukuli aku terus lebih baik kamu bantu kami mencari solusi terbaik untuk gia,” seru kemal.


“Gia hamil karena perbuatan kamu, kamu pikirlah sendiri jalan yang terbaik, awas saja kamu kalau merugikan adikku, jangan berani kamu memukulku, aku kakak ipar kamu kemal,” seru danny lagi pada kemal yang sekarang sudah merebut guling itu darinya.


Daud dan alice hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan danny dan kemal.


“Kak, kak kemal,.” Ucap gia yang ternyata sudah siuman tapi belum membuka matanya gia terus memanggil nama kemal, sehingga menghentikan pertengkaran antara suami dan kakaknya itu.


“Sayang kamu sudah bangun?,” ucap kemal kemudian menyandarkan gia di tubuhnya. “Gi kamu sudah bangun sayang?, apa yang kamu rasakan?, kakak disini gi,” ucap danny sambil memengang tangan gia.


“Kak danny,..kakak disini ?,” tanya gia begitu melihat danny.


“Iyah sayang, kakak disini, gimana keadaan kamu sayang?, apa ada yang sakit?,” tanya danny lagi.


Gia pun menggelengkan kepalanya. “Enggak kak, gia baik – baik aja, Cuma pusing doang kok kak tadi,” jawab gia.

__ADS_1


“Syukurlah sayang,” ucap danny.


“Danny ayo ikut om keruang kerja, semuanya lebih baik keluar dulu, biar kemal yang berbicara dulu dengan gia,” ujar daud kepada semuanya.


“Iyah om,” jawab danny


“Kemal setelah selesai kamu langsung susul kami ke ruangan papah yah,” ucap daud pada kemal sekarang


“Iyah pah,” jawab puteranya kemal.


Mereka pun segera keluar semuanya tak terkecuali nora dan alice. “ Kak ada apa ini?, kenapa semuanya kumpul di sini?,” tanya gia.


“Sayang ada yang mau aku katakan padamu,” ucap kemal memulai ingin memberi tahu gia tentang kehamilannya. Kemal tidak tau apa yang dipikirkan gia nanti selama ini mereka tidak pernah ada pembicaraan khusus soal kehamilan, kemal paling hanya menjadikannya sebagai bahan candaan saja, karena dia tidak berpikir gia akan hamil secepat ini.


“Gi, maafkan aku,” pinta kemal sambil menundukkan pandangannya dari gia.


“Maaf kenapa kak?,” tanya gia heran lalu membelai lembut wajah suaminya itu.


“Gia sayang, kamu sekarang sedang hamil, kamu sedang mengandung anakku, maafkan aku gi, aku bahkan belum sempat bertanya, apakah kamu bersedia mengandung anakku, tapi sekarang kamu sudah mengandung sayang,” ucap kemal dengan hati – hati menceritakan nya pada gia.


“Gia hamil kak?,” tanya gia yang shock mendengarnya, tapi terlihat gia tersenyum bahagia.


“Iyah sayang kamu hamil, kamu sedang mengandung anakku gi,” ucap kemal sambil membelai lembut perut gia.


“Anakku?, kenapa kak kemal terus berbicara anakku?, ini anak kita kak, gia sedang mengandung anak kita,” ucap gia lalu gia mengikuti tangan kemal juga membelai lembut perutnya yang masih rata.


“Sayang, kamu tidak marah atau kecewa?,” tanya kemal


“Kak kemal ini bagaimana, hamil itu adalah rezeki, bagaimana gia bisa marah?,” jawab gia dengan riangnya


“Tapi kamu masih sekolah sayang, aku takut kamu belum siap,”


“Kak, kalau gia sudah diberi kepercayaan seperti ini, itu artinya gia sudah dianggap siap kak,” jawab gia yang berhasil menenangkan suaminya.


“Benarkah sayang?, kamu senang mengandung anakku?,”


“Anak kita kak, gia senang bisa mengandung anak dari orang yang gia cintai, ini adalah pemberian yang tidak bernilai harganya,” ucap gia


“Syukurlah kalau begitu, tadi aku sangat takut kamu belum siap sayang,” ucap kemal lalu memeluk erat istri kecilnya itu.


“Yasudah sayang, sekarang aku mau membicarakan ini dengan papah dulu nanti aku suruh nora nemenin kamu yaa sayang,” ucap kemal lalu mencium istrinya itu dan pergi keluar kamar

__ADS_1


__ADS_2