
Di perjalanan mengantarkan sarah pulang, ghani tidak lupa membeli dulu cake coklat kesukaan gia, setelah tadi dia membelikan resep obat untuk gia.
“Maaf yahh kak sarah, pulang nya jadi lama, kue pesanan gia ini harus menunggu,” ucap ghani pada sarah.
“Gak apa-apa ghani, aku juga tidak sedang terburu-buru,” jawab sarah yang memang lumayan cukup mengenal ghani walaupun tidak dekat, mungkin karena sempat beberapa kali bertemu karena profesi mereka yang sama-sama seorang dokter. Ghani juga menghormati sarah sebagai kakak sepupunya ditambah usia sarah yang memang tidak jauh dari kakak nya kemal.
“Oh iyah ghani kenapa aku tidak menerima undangan pernikahan kak kemal dan gia?,” tanya sarah pada ghani.
“Kak kemal memang tidak mengadakan pesta pernikahan yang meriah kak, mungkin nanti menyusul,” jawab ghani asal saja.
“Gia sangat beruntung yaa, sepertinya bukan hanya kecantikannya saja yang sempurna tapi tuhan juga memberikan takdir yang sempurna untuknya,” ucap sarah sambil menatap kedepan.
“Maksud kak sarah ?,” tanya ghani yang heran dengan ucapan sarah itu.
“Iyah, gia sangat beruntung bisa menikah dengan laki-laki seperti kak kemal, disayang oleh seluruh anggota keluarga kalian, tadi aku melihat kalian sangat memanjakan gia,” ujar sarah dengan wajah kecewa yang sangat jelas terbaca oleh ghani.
“Maaf kak sarah, bukannya sebagai dokter kita selalu ditanamkan untuk mempelajari dan meneliti dulu segala sesuatu dengan benar tanpa membuat hipotesis, karena diagnosa tidak bisa disimpulkan melalui hipotesis,” ucap ghani
“Seperti itu juga dengan kehidupan gia, kak sarah belum sampai satu jam melihat gia, tapi sudah membuat banyak hipotesis,”ujar ghani lagi
“Memangnya aku salah ghani?, aku hanya berbicara seperti yang aku lihat tadi,”
“Itu salah kak, salah besar,”
“Pertama bukan gia yang beruntung mendapatkan kak kemal, tapi kak kemal lah yang sangat beruntung nendapatkan gia, keluarga kami lah yang beruntung mendapatkan menantu seperti gia, kedua gia tidak memiliki takdir yang sempurna, gia harus kehilangan ibu nya setelah dia dilahirkan, dan sekarang gia menjadi yatim piatu setelah ayahnya juga meninggal belum lama ini,” terang ghani.
“Jadi bagaimana kita yang masih memiliki kedua orang tua bisa menyebut takdir gia itu sempurna, sedang gia selalu menderita, tapi gia tetap jadi gadis yang baik hati dan dewasa, bukan hanya wajahnya yang cantik hati nya pun sangat cantik,” lanjut ghani.
Sarah pun kaget mendengar penjelasan ghani, karena dia juga baru tau ternyata gia adalah seorang anak yatim piatu.” kalian kakak beradik ternyata bisa mencintai gadis yang sama, aku bisa melihat dari cara ghani membela gia,” gumam sarah dalam hati.
“Ya tuhan, maafkan kakak ghani, kakak tidak tau kisah gia, maaf karena sudah menyimpulkan seenaknya,” ucap sarah segera.
“Iyah, sudahlah kak, mungkin wajar bagi seseorang yang diluar dari keluarga kami tidak mengenal gia dengan baik,” ucap ghani dengan kesal.
Sarah pun menjadi sedikit tersinggung karena ucapan ghani itu.
Di rumah keluarga adnan, gia sedang melakukan ritual mandi nya entah kenapa gia sangat ingin berendam, memakai banyak aroma terapi yang wangi nya bisa menenangkan pikirannya yang sedang kesal gara-gara mengetahui ada wanita yang bernama sarah, yang selalu mendambakan suaminya.
__ADS_1
Cukup lama gia dikamar mandi sampai-sampai tidak mendengar ketukan pintu dari kemal dan juga telpon kemal ke hp nya, setelah keluar dan melihat hp nya gia baru sadar ternyata suaminya dari tadi mengetuk pintu kamarnya, gia pun bergegas membukakan pintu kamarnya.
“Kak maaf gia tadi habis berendam, kak kemal udah lama diluar?,” ucap gia begitu membukakan pintu untuk suaminya itu.
“Iyah ga apa-apa sayang, tapi lain kali bilang dulu kalau mau berendam, aku kan jadi bisa ikutan juga,”ucap kemal lalu memeluk istrinya itu dengan sangat erat.
“Kamu sangat harum sayang,”ucap kemal yang masih memeluk gia dengan erat sambil menciumi leher istrinya itu.
“Kak, boleh gia tanya sesuatu ?,”
“Tanya apa sayang?,”
“Kalau dulu kak kemal gak nikah sama gia, dan di jodohin sama cewek lain kak kemal mau nerima gak,”
“Hah,! Aku di jodohin?, gak mungkinlah aku mau sayang,” ucap kemal.
“Terus kak kemal dijodohin juga kan sama gia kok kak kema mau nerima gia,”
“Yah karena aku suka sama kamu sayang,”
“Sejak kapan?,”
“Terus?,”
“Yah begitu aku lihat kamu, ternyata wajah istriku sangat – sangat cantik, dan entah kenapa hati ku merasa ingin menjaga dan memiliki kamu,”
“Benarkah ?,”
“Setelah yang kita alami selama ini kamu masih meragukan aku sayang?,” tanya kemal
“Bukan, gia cuma mau tanya ajah kak,”
“Yasudah ayo makan dulu kue coklatnya,”ucap kemal tapi gia malah menatap suaminya itu.
“Kak kemal memang ganteng, dia juga sukses, pantas saja banyak yang suka, tapi dia cuma boleh jadi milikku,” pikir gia dalam hati sambil menatap dalam suaminya.
“Sayang kenapa ?,” tanya kemal yang heran pada istrinya itu.
__ADS_1
Bukannya menjawab gia malah meraih leher kemal dan mencium bibir suaminya itu.
Kemal sangat kaget sampai membelalakan matanya mendapat ciuman mendadak dari sang istri yang sangat jarang terjadi ini, dia pun sangat menikmati ciuman istrinya itu bahkan sekarang kemal lah yang lebih menguasai permainan.
Setelah puas mencium suaminya gia tak lantas melepaskan kemal, kini gia memeluk kemal dengan erat.
“Aku tidak peduli mau dokter sarah atau siapa pun, kak kemal adalah milikku, tidak akan aku biarkan siapapun mendambakan suamiku,”ucap gia dalam hati lalu melepaskan pelukannya dari kemal.
“Gia mau makan cake coklatnya sekarang kak,” ucap gia sambil tersenyum manis pada kemal, setelah melepaskan pelukannya dari kemal.
“Sekarang kamu dulu yang aku makan sayang,”ujar kemal lalu menarik kembali gia ke dalam pelukannya.
Kemal langsung menciumi gia, bahkan hendak menarik bathrobe yang dipakai istrinya itu. “Kak, tunggu-tunggu, kak kemal kenapa?,” tanya gia heran.
“Kenapa?, kamu yang kenapa sayang?, tadi kamu tiba-tiba menciumku seperti itu, membuatku menginginkan lebih,” ujar kemal dengan tatapan yang sudah pasti sangat gia mengerti.
“Kak, tapi kita gak boleh melakukan itu,” ucap gia ragu, karena melihat suaminya sudah sangat bersemangat sekali.
“Aku akan pelan-pelan sayang,” ucap kemal lagi lalu menggendong gia ke tempat tidur.
Gia pun hanya bisa mengikuti kemauan suaminya itu,”aku tidak tau kalau tadi aku akan memancing singa buas ini,” gumam gia dalam hati.
Setelah selesai memenuhi hasrat nya kemal masih menahan gia di tempat tidurnya, “Kak ayo kita mandi dulu, sebentar lagi makan malam,” ucap gia. “Aku masih nyaman begini sayang,” jawab kemal yang masih saja memeluk gia.
“Kak, gia laper,” ucap gia manja, kemal yang sedang memejamkan matanya pun sengera bangung.
“Kamu laper sayang?,”
Gia pun menganggukkan kepalanya pada kemal. Dengan segera kemal menggendong gia ke kamar mandi. “Kak gia mandi sendiri ajah kak kemal jangan begini,” teriak gia yang sangat kaget kemal langsung menggendong tubuhnya yang masih polos.
Kemal tidak mendengarkan gia dan langsung membantu istrinya itu membersihkan diri, setelah selesai kemal juga membantu istrinya mengeringkan rambutnya. “Sudah selesai sayang, ayo kita kebawah,” ajak kemal pada gia.
“Iyah makasih yaa kak,” ucap gia lalu menggandeng tangan suaminya itu.
Setelah selesai makan malam bersama, danny yang sudah dari siang berada di rumah keluarga adnan pun pamit undur diri. Selama makan malam alice meminta kemal dan gia tetap tinggal dirumahnya selama mereka belum pergi ke german, karena alice ingin menjaga menantunya itu.
“Kak, hati-hati yahh di jalan nya, nanti kakak main lagi kesini ya kak, gia bakalan ada terus disini,” ucap gia pada kakak nya danny.
__ADS_1
“Iyah sayang, nanti kakak mampir lagi kesini, kamu sehat-sehat yahh jaga kesehatan kamu dan juga keponakanku, kalau suami kamu mau macam-macam terus, kamu telpon kakak yaa,”ujar danny sambil melirik tajam pada kemal.
Gia hanya bisa tersenyum mendengarkan nasihat kakaknya, “Andai saja kak danny tau, tadi saja suamiku itu sudah macam-macam,” gumam gia dalam hatinya sambil melirik kemal yang hanya bisa tersenyum karena kelakuan nya itu.