Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Iba


__ADS_3

Sesampainya dikamar, kemal segera pergi ke kamar mandi dia melihat cermin, ternyata dirinya sudah sangat tidak terawat, beard nya pun sudah tidak rapi, segera kemal mandi dan merapikannya, kemal melihat cermin lagi, memang dia agak kurusan tapi masih cukup kekar ko, sixpack nya pun masih ada, cuma dia memang tidak pernah olahraga lagi.


Setelah menyelesaikan rangkaian perawatan dirinya di kamar mandi kemal segera keluar untuk mencari gia. Kemal berjalan cepat menuju ruang keluarga lagi, tapi begitu sampai tak tampak gia dihadapannya yang ada hanya mamah nya alice dan nora yang sedang melongo melihat penampilan kemal yang sekarang sudah kembali ke sedia kala, mereka pun saling lirik dan tersenyum.


"Berhasil mah," bisik nora pada alice.


"Dimana gia mah?," tanya kemal. "Gia baru saja pulang sayang, kita baru saja mengantarnya ke depan," jawab alice dengan wajah masih tersenyum karena melihat kemal yang sudah berubah kembali seperti dulu. "Pulang..?, dengan siapa?," tanya kemal kembali. "Dengan danny sayang, tadi danny kesini jemput gia,".


"Owhhh," sahut kemal dengan lemas, padahal dia sangat berharap sekali bertemu dengan istrinya itu.


"Nyonya, tuan meminta nyonya ke ruang kerjanya," ucap bi tina asisten keluarga daud.


"Iyah bi, saya akan segera kesana," timpal alice


"Bi, tolong siapkan makanan untuk kemal yang seperti biasa ya, antarkan ke kamar kemal kalau sudah beres," pinta kemal pada bi tina, berhasil membuat nora dan alice melongo.


"Iyah tuan, segera saya siapkan," jawab bi tina.


"Mah nora ikut mamah ke ruang kerja papah yaa," ucap nora lalu menarik tangan alice pergi.


Diperjalanan ke ruang kerja daud nora dan alice terus tertawa mentertawakan kemal.


"Ada apa?, kenapa kalian tertawa seperti itu?," tanya daud yang heran melihat istri dan puteri nya.


"Ini loh pah, kak kemal langsung berubah, terus langsung minta makan tadi, padahal biasanya gak pernah mau makan, giliran dibilangin gia gak suka cowok kurus dia langsung makan, haha". Terang nora pada papahnya.


"Benarkah, dasar anak itu,".


"Owhh iyah ada apa pah?, tadi kata bi tina papah


nyuruh mamah kesini," tanya alice pada suaminya.


"Iyah papah ada yang mau dibicarakan, tapi nanti ajalah," jawab daud. "Loh kenapa karena ada nora yaa pah?, yaudah deh nora ke kamar dulu, nora mau nelpon gia dulu, mau berterimakasih sama gia, rencana kita sudah berhasil soalnya.

__ADS_1


"Yaudah sana, selamat tidur yaa sayang," ucap daud lalu mencium kepala nora.


Di kamar nora pun menelpon gia untuk mengucapkan terimakasih.


"Gi...kita berhasil..!!!


"Nora pelan-pelan dong ngomongnya, telinga aku sakit, apa nya yang berhasil?,"


"Kak kemal gi, kak kemal langsung merubah penampilannya, terus dia mau makan tadi gi,"


"Benarkah nor?, apa secepat itu?, memangnya karena aku yaa?,"


"Yah terus karena siapa lagi, cuma kamu yang bisa merubah hidup kak kemal gi, walaupun dia kasar tapi memang aku akui cinta dia besar banget buat kamu gi, mungkin benar kata papah sama mamah,"


"Apa kata papah sama mamah nor?," tanya gia yang langsung terpikirkan kemal mendengar kata-kata nora, memang gia juga merasakan kalau kemal sangat baik padanya, apa cinta kemal untuknya sebesar itu?, pertanyaan baru muncul dibenak gia.


"Mamah bilang kak kemal baru pertama kali ini mencintai seorang gadis gi, bisa dibilang kamu ini cinta pertama kak kemal, walaupun kak kemal pernah mempunyai hubungan lain sebelumnya, makannya papah juga bilang kak kemal jadi gak tau caranya mencintai seseorang itu bagaimana, dia sedikit keterlaluan,".


Gia semakin merenung mendengarkan ocehan nora, ada rasa bimbang dan iba di hatinya terhadap kemal, apakah benar yang dia lakukan ingin berpisah dari kemal, atau dia harus memaafkan kemal, karena tidak mau kehilangan cinta kemal yang begitu tulus dan besar untuknya.


"Gi...kamu masih disana kan?, ko dieum ajah, atau kamu tidur gi?,' tanya nora yang heran karena gia sama sekali tidak berbicara.


"Ahh iyah nor, aku sangat ngantuk, aku mau tidur dulu yaa, sampai jumpa besok disekolah ya nor,".jawab gia yang sepertinya dirinya sudah tidak mau memikirkan kemal lagi.


"Iyah gia, have a nice sleep, sekali lagi makasih banyak,"


"Sama-sama nor, aku ngelakuin ini untuk mamah, aku gak mau mamah sedih lagi,".


"iyah gi, tadi ajah mamah udah bisa senyum.dan tertawa sama aku, karena melihat perubahan kak kemal,".


"syukurlah kalau begitu, aku senang mendengarnya,


"Biarlah waktu yang akan menjawab hubungan ku dengan kak kemal, entah akan seperti apa nantinya, yang pasti untuk saat ini aku masih belum bisa memaafkan sikapnya," ucap gia setelah memutuskan telponnya dengan nora.

__ADS_1


Setelah selesai makan kemal membaringkan tubuhnya untuk tidur, tapi bayang-bayang gia tidak bisa hilang dari pikiran kemal, kemal pun segera menelpon danny.


"Hai dan,"


"Owhh hai kemal kebetulan sekali baru aja aku mau nelpon kamu,".


"Oh yaa, ada apa dan?, apa kalian sudah sampai rumah?," . "Iyah sudah, kami sudah dirumah, gia sudah di kamarnya, itu kan yang mau kamu tanyakan?,".


"Iyah apalagi, gak mungkin aku menanyakanmu,".


"Sudahlah kemal aku ada perlu dengan mu, aku butuh bantuanmu,".


"Bantuan apa?,"


"Selama seminggu atau mungkin dua munggu ini aku akan ke italy, kamu bisa kan tolong antar jemput gia ke sekolah,"


"Apa...?, benarkah...?, tentu saja aku sangat bisa, untuk gia apapun aku pasti bisa melakukannya, tapi apa gia mau aku antar, dia pasti menolakku," jawab kemal kemudian dengan nada kecewa dan sedih.


"Kenapa kamu sudah pesimis duluan seperti itu?, kamu sudah menyerah sama gia?,".


"Gak mungkin aku menyerah dari gia, itu tidak akan pernah terjadi, aku cuma gak mau gia histeris lagi kalau dekat-dekat denganku, aku ga mau gia semakin benci padaku,".


"Sudahlah aku yang akan bicara dengan gia, atau kalau kamu gak mau, yah aku bisa mencarikan sopir seperti shani untuk gia," canda danny pada kemal berhasil menyulut emosi kemal.


"Jangan pernah berani macam-macam kamu danny adiratama, gak akan ada laki-laki lain buat gia selain aku, aku akan kerumahmu besok pagi untuk menjemput gia,".


"Heii, yang jangan macam-macam itu kamu, awas kamu macam-macam pada adikku, kali ini ga akan ada kesempatan kedua,".


"Tidak akan pernah,".


"Yasudah, awas besok jangan telat,"


"Iyah, danny terimakasih banyak,"

__ADS_1


"It's ok,"


Mereka pun mengakhiri sambungan telpon dan kemal bergegas tidur agar besok dia tidak terlambat menjemput pujaan hatinya sekolah.


__ADS_2