
🌠🌠ðŸŒ
Gia dan nora sedang bersantai sambil membaca buku di balkon kamar nora, sambil sesekali asik bercerita ini itu, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
"Siapa yaa itu,?"
"Biar aku yang buka nor,"
Gia pun beranjak membukakan pintu,
"Hai, kamu belum tidur?,"
Ternyata Kemal yang mengetuk pintu, Gia sangat senang sekaligus gugup melihat kemal didepannya dan sedang tersenyum padanya.
"Hai kak, belum kak, kakak baru pulang semalam ini, kaka udah makan?"
"Mmhhhhh,kenapa malah mesra-mesraan depan pintu sihh, sana cari tempat dong," seloyor nora
"Ishhhh, apa sih kamu nor, "
"Bener kata nora, ayo kita cari tempat, ada yang mau aku bicarakan sama kamu," ucap kemal dan langsung menarik tangan Gia.
Kemal ternyata menarik Gia ke kamar nya.
"Kak, kenapa ke sini, kan bisa bicara nya di taman ajah,
"Aku mau mandi dulu kamu tunggu disitu,"
"Kakak udah makan atau belum, kalo belum aku kebawah dulu siapin makan yaa, nanti kalo udah mandinya kakak makan dulu, gimana?,"
Kemal hanya mengangguk menerima tawaran Gia, memang dia belum makan karena sangat sibuk, mengurusi dua perusahaan sekaligus.
"Lagi apa Gi?,"
tanya ghani yang heran melihat gia di dapur menyiapkan makanan, padahal kan tadi mereka sekeluarga makan malam bersama.
"Eh, kak ghani, Gia lagi nyiapin makan buat kak kemal,"
Seketika raut wajah ghani berubah, ghani tidak bisa menutupi perasaan nya yang sakit mendengar Gia sangat perhatian dengan kemal sudah seperti suami istri pada umumnya.
"Owhh, kak kemal udah pulang yaa,"
"Iyah kak, baru pulang sekarang lagi mandi,"
"Gia, boleh aku tanya sesuatu?,"
"Tanya ajah kak, kenapa?,"
"Apa kamu menerima pernikahan ini Gia?,apa kamu menerima kak kemal sebagai suami mu?,"
"Kenapa kakak tanya begitu?," gia heran mendengar ghani bertanya soal pernikahannya.
"Aku hanya mau tau ajah, karena aku hanya ingin kamu bahahia Gia,"
"Pantesan nyiapin makan nya lama sekali kalian malah mengobrol disini," Suara kemal terdengar kesal menyentakan Gia dan Ghani.
"Maaf kak, ini udah ko, aku kesana sekarang yaa,"
"Aku duluan yaa kak ghani,"
Ghani hanya mengangguk dan memandangi kepergian gia yang meyusul kemal ke kamarnya.
"Kenapa lama sekali, apa yang kalian bicarakan tadi?," tanya ghani yang memang melihat dari jauh gia dan ghani sedang asik mengobrol sampai membuat dia sangat kesal.
"Bukan apa-apa kak, cuma obrolan biasa ajah,"
"Ini dimakan dulu kak,"
Kemal pun menyantap makanan yang di siapkan istrinya itu.
Sambil menunggu kemal makan gia membaca-baca berkas-berkas kantor yang ada dimeja kemal.
Tak lama kemal pun menghampiri Gia.
"Gia, lusa nanti, adalah acara peresmian pengalihan posisi mu pada ku, apa kamu sudah siap?,"
"Iyah kak,"
"Baiklah, ayo kita susun text untuk kamu berpidato nanti, kamu harus hapalkan, jangan membawa kertas,mengerti?,"
"Ok kak,"
____________________<<<>>>_________________
"Begitu, apa sudah benar kak?,"
"Ehmmm, bagus kamu cepat menghapal juga ternyata,"
"Istriku memang harus begini, gadis kecil yang pintar," ucap kemal sambil mengelus pipi Gia
"Gadis pintar dan juga cantik, sangat cantik," lanjutnya dengan semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Gia.
Sontak Gia kaget dan segera berdiri.
"Kalo sudah benar, aku ke kamar nora yaa kak, aku sudah mengantuk,"
"Selamat malam kak,"
Ucap gia sambil berjalan setengah berlari keluar kamar kemal, tanpa menunggu kemal menjawab nya.
Kemal hanya tersenyum melihat tingkah istri kecil nya itu.
__ADS_1
"Tunggu saja kamu gadis kecil, aku pasti akan mencium mu secepatnya,"
"Haduuuhhh,, gawatt ini gawatt bangett,,,"
Gia masuk ke kamar nora sambil memengang dadanya yang ga berenti berdebar kencang, gara-gara kelakuan kemal tadi.
"Kenapa Gi, liat setan ?," tanya nora yang heran melihat tingkah temannya itu.
"Kak kemal nor, kak kemal,"
"Kenapa kak kemal?,"
"Barusan dia, dia,_____"
"Ngomong yang jelas dong ahhh, dia kenapa?,"
"Dia mau cium aku nor,"
"Atau cuma perasaan aku ajah yaa,"
"Whattt!!!,,serius Gi?,"
"Gerak cepat banget tuhh si balok es,"
"Ngomong apa kamu nor, kok balok es,"
"Ehh lupa gw ngomong depan istri bucin,. Iyah kak kemal itu emang kaya balok es gi, dia dingin banget jadi pasti cewek yang nyosor-nyosor banget ke dia duluan baru deh kalo udah mentok dia ladenin,"
"Masa sihh, kak kemal kan dulu pernah punya cewe nor, bahkan sekarang juga punya,"
Terang Gia dengan wajah sedihnya.
"Iyah kak kemal punya dua atau tiga mantan Gi, tapi itu pasti ada hubungannya degan bisnisnya atau apalah, dan cewe nya duluan yang maksa-maksain,"
"Kalo kak kemalnya belum pernah aku liat dia tertarik ama cewe manapun, bahkan aku sama mamah sempet curiga kak kemal itu belok,"
"Hah,,,yang bener? Masa mamah juga berpikiran begitu nor,"
"Beneran, abisnya anak temen-temen mamah seusia kak kemal itu pada udah punya anak dua atau tiga, nah kak kemal malah belum pernah ngenalin cewe ke mamah,"
"Ternyata mungkin kak kemal fedofil yaa,,hahaha sukanya ama lo Gi,"
"Apa'an sihh kamu nor, emang kak kemal setua itu, emang ga cocok yaa ama aku,"
"Dia emang tua, untung ajah tuhan ngasih muka kaya gitu and dia rajin olahraga jadi ga keliatan,"
"Dulu kan mamah lama banget mau punya anak lagi, jarak dari kak kemal ke kak ghani ajah jauh, kak kemal umur 10 tahun waktu punya adik kak ghani,"
"Jadi dia ama lo beda 15 tahun Gi,, hahaha,"
"Kenapa lo jadi bengong gitu Gi, berubah pikiran?,"
"Yaudah selamat yaa, aku sih yakin kak kemal tertarik ama lo gi,"
"Aku ga yakin sih nor, liat nanti ajah, soalnya kak kemal selama ini selalu dekat sama cewe-cewe cantik spec model, lah aku kaya gini, masa iya dia tertarik,"
"Ditambah dia kan dari kecil udah tinggal diluar negeri pasti selera nya juga tinggi,"
"Gak gitu ko, mau taruhan,?"
"Ga usah taruhan-taruhan segala ayo kita tidur dah malem banget nih,"
🌅🌅🌅
"Pagi anak-anak mamah yang cantik,"
Sapa Mamah Alice ketika Nora dan gia tiba dimeja makan untuk sarapan
"Pagi mah,"
Seperti biasa Nora dan Gia menjawab dan langsung mencium pipi mamah alice lalu Papah Daud.
"Pagi, kak ghani," sapa gia pada ghani
Tak lama Kemal datang, Gia langsung menundukkan kepalanya, Gia masih malu kalau ingat kejadian semalam.
"Kemal Gia, bagaimana kemarin apa berjalan lancar,"
"Lancar pah, cuma yaa seperti dugaan si reno itu tidak setuju,"
"Sudahlah dia tidak setuju juga tidak berpengaruh, owhh iyah bagaimana dengan Danny,"
"Dia ga ada pah, hanya perwakilan nya yang datang, tapi tidak banyak berkomentar,"
"Emang sedang dimana kakak mu itu Gia?,"
"Kak Danny lagi di Italia pah, biasanya setiap enam bulan sekali ayah meminta kak danny untuk mengurus yayasan disana,"
"Lalu kenapa dia tidak pulang, apa dia tidak tau soal adam,"
"Mungkin pah, Gia juga sudah lama tidak menghubungi kak Danny, keluarga nya tidak suka kalo kak danny dekat dengan Gia,"
"Keterlaluan sekali mereka itu," gumam Daud
"Sayang mana makananku ko belum kamu siapkan," ucapan kemal menghentakan semua orang apalagi Gia.
"Owhh iyah kak, sebentar aku tadi bicara sama papah dulu,"
"Ehemm..ehemm,.. pagi-pagi dah sayang-sayangan," olok nora
"Sirik aja kamu bocah tengik," jawab kemal
__ADS_1
"Dasar balok es,"
Daud dan Alice hanya tersenyum melihat mereka.
Setelah selesai makan, Gia dan Nora pamitan ke sekolah diantarkan ghani.
Gia pun berpamitan pada kemal, dengan mencium tangan kemal, tanpa diduga kemal membalikan tangan Gia dan membalas mencium tangan Gia.
Sontak Gia kaget dengan kelakuan kemal itu,"hati-hati yaa, awas jangan macam-macam disekolah,"
"Ghan, jaga kakak ipar kamu ini yaa," lanjut Kemal dan menegaskan kata kakak ipar disitu,
Sebenarnya kemal curiga kalo ghani menyukai Gia, makanya dia akan selalu menunjukkan pada ghani posisinya, bukan dia tega tapi ini demi kebaikannya, karena kemal tidak akan pernah melepaskan Gia.
Ghani yang sedari tadi sudah menahan perasaan nya hanya bisa terdiam dan mengangguk.
"Kemal, kamu serius kan sama gia sayang?, gimana perasaan kamu sama Gia?," tanya mamah Alice setelah mereka pergi, mamah alice sangat ingin memastikan kalo anaknya itu sungguh-sungguh dan tidak akan menyakiti Gia.
"Kemal cinta sama Gia mah, kemal juga ga ngerti kenapa, baru kali ini kemal merasa sangat tertarik dan ingin memiliki seseorang, sebelumnya ga pernah mah,"
"Alhamdulillah,. Akhirnya,,.mamah kira selama ini kamu____"
"Kenapa mah?,mamah kira kemal kenapa?,"
"Mamah kira selama ini membelok dari kodrat,,hehe,"
"Apa?!!, ko bisa mamah berpikir bergitu, liat nanti ya mah aku akan buktikan, pasti bentar lagi mamah gendong cucu,"
"Heiii, sembarangan kalau ngomong" sergah Alice sambil menjitak kepala anak sulung nya itu.
"Kenapa, emangnya mah?, emang mamah ga mau cepet-cepet punya cucu?,"
"Bukan begitu sayang, tapi kamu sadar yang kamu nikahin itu gadis 16 tahun, SMA ajah belum lulus,"
"Whattt,!!! 16 tahun,! Kemal hampir lupa mah, kemal lupa kalo Gia itu seumuran nora,"
"Tapi yasudahlah, beda umurnya jauh juga ga masalah, kemal kan selalu menjaga badan selalu fit, jadi ga akan ketara perbedaan nya,heheh"
"Bener,,anak mamah ini kan ganteng dan gagah, ga akan terlihat tua,"
"Hahaha" mereka pun tertawa bersama
Akhirnya, hari yang dinanti-nanti pun tiba acara serah terima jabatan Gia pada Kemal.
Para laki-laki keluarga Daud sudah siap dengan setelan jas mereka yang sudah mamah Alice siapkan, begitu pun dengan gaun para gadis nya, mamah Alice menyiapkan secara detail.
"Ghani, apa mamah mu belun selesai juga?,"
"Iyah pah belum, tadi ghani ketuk pintu mereka masih berdandan katanya,"
"Sudahlah pah, namanya juga wanita pasti butuh waktu yang sangat lama, apalagi bertiga, haduuhh," timpal kemal.
"Iyah, bener juga kamu,"
Tak berselang lama terdengar suara hentakan heels beriringan, mereka bertiga sontak berbalik dan melihat ke arah suara itu.
Ternyata Alice, Gia, dan nora sudah selesai berdandan, begitu terpesonanya Kemal melihat Gia dengan gaun yang sangat cantik berjalan menuruni tangga, Gia tampak sedikit dewasa dan sexy malam ini.
Daud pun tak kalah terpesona melihat istrinya, mereka memang pasangan yang sangat romantis walaupun usia semakin bertambah tapi perlakuan daun pada Alice selalu tetap sama.
"Sayang kamu sangat cantik," ucap Kemal yang segera mengampiri Gia
"Makasih kak," jawab gia malu karena terus dipandang oleh kemal.
"Kalo semuanya sudah siap ayo kita berangkat," ajak Ghani yang sebenarnya ingin menghampiri gia juga, dan mengatakan kalo gia sangat cantik.
Mereka berenam pun bergegas pergi ke tempat acara peresmian, mereka berangkat dengan tiga mobil beriringan, Kemal dan gia, Ghani dan nora, sedangkat Daud dan alice menggunakan sopir mereka.
Sesampainya di tempat acara, keluarga adnan datang saling berpasangan, dan bergandengan, membuat iri setiap mata yang melihat.
Apalagi melihat pasangan baru Kemal dan Gia, semua tatapan wanita - wanita tampak iri dan kesal melihat Kemal yang mereka kenal sangat dingin bisa menggandeng bahkan menatap wanita dengan penuh cinta seperti itu, siapa wanita itu bahkan mereka baru melihat nya.
Ghani pun tak kalah menjadi sorotan, Pemuda tampan dengan tatapan mata lembut dan ramah, ghani memang baru pertama kali ini menghadiri acara seperti ini, Ghani sangat tidak tertarik dengan bisnis, yang dia inginkan hanya menjadi dokter bedah yang hebat.
Ghani menghadiri acara kali ini semata-mata karena berhubungan dengan Gia.
Nora dan gia yang selalu diperhatikan oleh wanita dan pria di acara tersebut sudah tidak nyaman, semua mata seakan menatap dan mencuri-curi pandang, bertanya-tanya siapa dua gadis belia dan cantik ini.
Acara pun dimulai, Mc memanggil Gia selaku Ahliwaris dari Adam Adiratama, Semua orang tercengang, yang sedari tadi bertanya-tanya sekarang menemukan jawabannya, begitu pun dengan Ghani dan Nora karena dalam pidatonya Gia menyebutkan satu per satu keluarga Daud Adnan dan mengucapkan terimakasih.
Setelah pengesahan jabatan Kemal sebagai Presiden direktur dan juga wali Gia, acara utama pun selesai sekarang para tamu dipersilahkan menikmati jamuan dan acara hiburan.
Gia pun disibukan dengan menjamu tamu yang mengucapkan selamat dan bela sungkawa atas kepergian Adam, untung saja Kemal selalu disampingnya jadi gia tidak usah banyak bicara, karena dia sudah tidak nyaman dengan acaranya.
"Sayang, apa kamu mau istirahat sebentar ?, aku lihat kamu sangat lelah," tanya kemal pada Gia
" Gia ga lelah kak, cuma bosan dan gak nyaman, disini banyak sekali orang," jawab Gia sambil cemberut dan dengan suara kesalnya, yang tampak cantik dan menggemaskan di mata kemal.
Kemal pun segera menarik Gia pergi dari keramaian itu.
"Nah kita istirahat dulu disini yaa sayang," ucap kemal setelah membawa gia ketempat yang sepi dari keramaian orang- orang di pesat itu.
"owhh iyah kak,,disini lebih tenang," sambil tersenyum sumringah dan menengadahkan wajahnya menatap kemal.
" kak, makasih yaa dari tadi kak kemal bantu gia terus ngadepin orang-orang itu, kalo ga ada kak kemal gia ga tau harus apa, karena ini pertama kali buat gia,"
" kamu ini, itu udah seharusnya aku lakuin sayang, sekarang kan aku suami kamu," jawab kemal sambil membelai pipi mulus dan putih istri kecil nya itu
Pergerakan kemal sangat mencurigakan bagi gia, karena selain mengelus pipinya kemal terasa semakin mendekat, gia pun hendak menjauh tapi terlambat.
Kemal dengan cepat dan lembut menahan tengkuk gia kemudia mencium bibir gia dengan lembut dan penuh kasih sayang.
__ADS_1