
Tamu tak diundang
Kemal dan gia pun saling pandang cukup lama masih dalam posisi yang sama,sampai akhirnya kemal hendak mencium bibir gia, tapi belum juga kemal melakukannya pintu bel berbunyi.
"Shitt,, siapa itu mengganggu saja, ga usah diperdulikan sayang ayo kita lanjutkan,"
"Ishh kakak ini, coba buka ajah dulu, bel nya bunyi terus, siapa tau penting,"
"Baiklah,awas saja kalau tidak penting," gerutu kemal, gia hanya tertawa kecil melihat kemal yang marah-marah terlihat jelas dia sangat terganggu tadi.
"Hallo sayang kemana ajah kamu, akhirnya kamu bisa ditemuin juga sayang," seorang wanita langsung masuk dan memeluk kemal begitu pintu dibuka.
Gia yang melihat dari jauh langsung merasa sesuatu yang tidak nyaman di hatinya, rasanya gia tau siapa wanita cantik itu, pasti itu kekasih yang pernah kemal ceritakan.
"Lepasin aku laura, kamu tau kan aku tidak suka sembarangan disentuh,"
"Kamu itu masih saja menjaga jarak dengan ku padahal aku sudah 5 bulan jadi pacar kamu sayang,"
"Itu siapa, sayang adik kamu?," tanya laura yang sekarang sudah sadar akan keberadaan gia.
Gia hanya terdiam tidak tau harus menjawab apa.
"Bukan, dia istriku," jawab kemal tanpa ragu.
"Apa maksudmu istri, gadis kecil itu?, kamu mau mencoba menipuku kemal,"
"Untuk apa aku menipu mu, tidak ada untungnya untuk ku, kebetulan kamu kesini, aku katakan kepada mu mulai detik ini jangan lagi panggil aku kekasihmu, kamu tau dengan jelas kan kenapa dulu aku menerima mu, cuma alasan bisnis, sekarang itu sudah selesai,begitu pun hubungan kita,"
"Gak semudah itu, kemal adnan, apa maksud kamu mencampakan aku seperti ini demi gadis tidak jelas seperti itu,"
"Jaga mulut kamu, aku tidak pernah mencampakan kamu, karena aku tidak mengganggap kamu siapa-siapa dihidupku, kamu tau dari awal akan seperti ini bukan,"
Gia yang melihat pertengkaran kemal dan laura menjadi kasihan dan merasa bersalah pada laura, bukan kah kata-kata kemal itu terlalu kasar untuk diucapkan pada seorang wanita.
"Tidak, aku tidak percaya kalau gadis itu adalah istrimu, kamu hanya mencari alasan untuk mengakhiri hubungan kita,"
Mendengar kata-kata laura itu, kemal segera menghampiri gia, memeluk pinggang ramping istrinya itu lalu mencium bibir gia dengan lembut.
Cukup lama kemal mencium bibir gia, dan disaksikan oleh laura dengan penuh amarah, walaupun gia berusaha melepaskan nya tapi kalah tenaga dengan suaminya itu.
"Bagaimana apa kamu sudah percaya sekarang?,"
"Kamu sungguh keterlaluan kemal, kamu tidak memiliki perasaan sedikitpun," ucap laura yang langsung pergi meninggalkan apartement kemal.
Laura percaya kalau gadis itu pasti berarti untuk kemal, karena kemal bisa mencium bibir gadis itu dengan lembut dan dalam waktu cukup lama, dimana laura tau kemal tidak pernah mau mencium bibir gadis manapun termasuk dia sendiri.
Gia masih hanya terdiam di tempatnya tadi, kejadian barusan membuat pikiran gia kacau.
"Sayang, maafkan aku, kamu tidak apa-apa kan?,"
"Entahlah kak, aku mau istirahat dulu kak," jawab gia yang terlihat masih lemas, melihat suaminya dipeluk oleh wanita lain, dan gia juga merasa kasihan dengan laura karena perlakuan kemal.
"Sayang,.." kemal menarik tangan gia lalu memeluk gia dengan erat.
"Maafkan aku sayang, aku pasti membuat mu sedih, aku janji ini yang terakhir, setelah ini hanya akan ada kamu dan aku selamanya,"
"Apa kamu percaya padaku gia?, tidak akan ada yang aku tutupi darimu, aku memang bukan laki-laki sempurna untuk mu gia, aku pernah melakukan salah, tapi percayalah hanya kamu cinta pertama ku gia,"
__ADS_1
Ucapan kemal itu membuat gia sangat bahagia, gia sungguh tidak percaya kalau kemal laki-laki yang dia cintai dari dulu, cinta pertama gia juga mencintainya dan mengatakan kalau gia adalah cinta pertamanya.
Gia pun akhirnya tak kuasa menangis mendengar pengakuan cinta kemal itu.
"Sayang maaf aku sudah bikin kamu nangis,"
"Ga apa-apa kak, gia ga kenapa-kenapa, gia ke kamar dulu ya kak,"
"Iyah sayang,," setelah mencium kening gia dan mengantarkan gia ke kamar, kemal pun pergi ke kamarnya.
Esok pagi nya gia suda bangun pagi-pagi sekali untuk menyiapkan sarapan untuknya dan kemal, setelah itu dia baru memakai baju seragam sekolahnya.
Kemal turun dari kamarnya melihat gia yang sedang merapikan meja makan.
"Pagi kak, ayo sarapan, semoga kak kemal suka juga masakan gia kali ini," ucap gia dengan senyum manis nya menyambut kemal.
"Pagi sayang,.cupp," kemal langsung menghampiri dan mencium gia kali ini bukan di bibir hanya di pipi gia.
"Kakak ikhhh,..."
"Kenapa sayang?, mau lagi?," canda kemal pada istrinya itu yang selalu saja kecolongan.
Kemal pun segera sarapan sambil senyum-senyum sendiri, bahagia karena sudah mengganggu istri kecilnya.
"Makasih sayang sarapannya sangat enak,"
"Sama-sama kak, ayo kak kita berangkat aku takut telat,"
"Enggak akan telat ko sayang, kan dari sini ke sekolah kamu ga terlalu jauh, kaya dari rumah papah,"
"Owhhh iyah,"
"Aduhh malu banget deh rasanya, gara-gara kejadian kemaren semuanya jadi natap aku kaya gini sihhh," gumam gia dalam hati.
Begitu masuk kelas, anne dan diana mulai heboh mencari tau soal sahabatnya dan kemal kemarin.
"Hallo tuan puteri, sini dulu dong, kayanya ada yang harus kamu ceritain deh,"
"Cerita apa, gak ada kok,"
"Apalagi, kalau bukan soal pangeran tampan menjemput tuan puterinya,"
"ishh kalian ini, gak ada yang mesti diceritain, emang aku artis segala harus klarifikasi,"
"Pagi cantik..." sapa ray pada gia yang otomatis langsung membuat wajah gia badmood, apalagi sedari di perjalanan tadi kemal udah wanti-wanti banget harus jauh-jauh dari ray.
"Loh, ko pagi-pagi udah bt gituh sih," lanjut ray.
"Halo semuanya, pagi ," sapa nora yang baru datang dan langsung mencoba heboh sendiri agar si ray itu merasa terabaikan dan pergi jauh dari gia.
Usaha nora berhasil, ray pun pergi ke meja nya. "Makasih nor," bisik gia pada sahabat sekaligus adik iparnya itu.
Anne dan diana masih terus menanyakan perihal kemal, tapi gia tidak menjelaskan pada teman-teman nya itu, gia janji suatu saat nanti gia akan bilang tapi bukan sekarang, akhirnya teman-teman nya itu mengerti.
"Kemaren gimana gi, kak kemal kenapa?," tanya nora sambil berbisik pada gia.
"Kak kemal cemburu sama ray nor, dia marah hebat kemarin, aku baru lihat kak kemal bisa semarah itu,"
__ADS_1
"Emang dasar tuh curut satu, bikin masalah ajah ga bisa diomongin, udah loh tolak juga,"
"Iyah nor, aku juga dah kesel banget sama tuh cowok kok ga tau malu banget,"
"Iyah udah keliatan dia tuh cowok brengsek gi,"
"Gi, nanti minggu depan kamu ama kak kemal disuruh nginep dirumah, kita mau bikin acara keluarga, buat perpisahan ama kak ghani,"
"Kak ghani?, kak ghani udah mau pergi ke german nor?,"
"Iyah, hari minggu depan, jadi mamah mau bikin makan malam special dulu hari sabtunya nanti minggu nya kita bareng-bareng anter kak ghani ke bandara,"
"Owhh ok, nanti aku bilang kak kemal nor,"
Setelah pelajaran selesai gia bergegas membereskan buku-buku nya, dia tidak mau ray mengikutinya lagi ke depan.
"Nor, aku ikut kamu ya sekarang, tadi kak kemal chat aku katanya ga bisa jemput ada meeting mendadak,"
"Ok, kakak ipar,"
"Hei, jangan kenceng-kenceng nanti kedengeran yang lain,"
"Uppss,,lupa,"
Gia dan nora buru-buru ke luar gerbang sekolah dan memasuki mobil ghani.
"Kenapa kalian ini, seperti dikejar hantu ajah?,"
"Ini loh kak, kemaren ada yang cemburu buta gara-gara istrinya jalan deket-deket cowok jadi sekarang cari aman,"
"Apa sihh nor, gausah diceritain," ucap gia yang malu pada ghani.
"Kak, maaf gia mau ngerepotin kak ghani, boleh gia minta dianterin pulang, soalnya kak kemal ga bisa jemput,"
"Tentu gi," jawab ghani yang sangat senang bisa mengantar gia lagi, walaupun sekarang mengantarkan nya kerumah kakaknya.
"Makasih ya kak, nor, kalian gak mampir dulu?,"
"Engga deh gi, lain kali ajah, kalau ada kak kemal, biar bisa gangguin kalian," jawab nora sambil cengengesan.
"Ishhh kamu ini nor,"
Setelah berpamitan dengan ghani dan nora, gia pun segera naik ke apartementnya, membuka smartlock dipintu yang hanya gia dan kemal yang tau sandi nya.
Merasa sendirian dirumah dan jam makan malam masih lama gia pun terpikir satu hal,
"Besok akan ada ujian renang di sekolah aku sudah lama sekali ga berenang, aku berlatih berenang dulu deh, mumpung ga ada kak kemal,"
"Owhh iyah aku ga sama sekali bawa baju renang baju renang seragam sekolah pun lupa dibeli kemarin waktu belanja, yaudah nanti minta nora bawain deh besok,"
"Sekarang aku renang pakai pakaian dalam ajah deh, kan sendiri juga disini ga apa-apa kali yaa," pikirnya dalam hati.
Gia pun segera menuju ke kolam renang pribadi kemal, "wah kolam nya bagus banget sangat terawat walaupun jarang dipakai,"
Gia mulai membuka cardigan sekolahnya, lalu membuka ikatan rambutnya, kemudian kancing baju seragam nya satu persatu dia buka sampai rok nya kini sudah terbuka.
Tampaklah gia yang hanya memakai bra dan ****** ***** highwaist nya, "untung aku selalu pakai yang oneset jadi walaupun berenang ga pakai baju renang setidaknya mirip baju renang hehe," gumam gia dalam hati.
__ADS_1
Gia pun langsung memceburkan diri ke kolam, berenang dengan asiknya sampai-sampai dia tidak melihat sepasang mata yang sedari tadi terperangah melihat adegan yang sungguh membuat nya merasakan sesuatu yang hebat di dalam dirinya, iyah sedari tadi kemal melihat dari awal adegan eksotis gia.