
Gia yang masih bingung untuk menjawab permintaan kemal untuk menciumnya itu, tiba-tiba muncul di benaknya sebuah ide untuk menjahili suaminya itu, "Owhh aku tau, ada bagusnya kak kemal begini, aku akan ngasih dia pelajaran,".
"Gi,.." ucap kemal sambil memegang tangan gia.
Gia pun mengangguk dan tersenyum pada kemal.
Kemal yang sudah mendapat persetujuan segera mencium kening gia, tapi ciuman kemal terus turun ke hidung hingga sekarang kemal mencium bibir gia dengan lembut.
Kemal masih belum menyudahi ciumannya, sepertinya kemal terbawa suasana diluar sana yang hujan deras ditambah dia memang sudah lama tidak mencium istrinya itu.
Gia pun membalas ciuman kemal, gia juga memeluk pinggang suaminya itu, meraba tubuh suaminya itu, gia meletakkan tangannya didada kemal.
Apa yang dilakukan gia membuat kemal gila, sepertinya kemal sangat menikmatinya dan sangat menginginkan lebih, gia terus mengikuti ciuman kemal, disaat kemal juga meraih pinnggangnya
gia tiba-tiba tersentak.
"Kak,. Udah kan cium nya?, gia cuma izinin cium untuk satu kali sehari, inget janji kak kemal yaa, sekarang gia mau ke mamah dulu kak," tanpa basa basi lagi gia bergegas meninggalkan kemal yang sedang bengong dan terlihat kecewa itu.
Gia pun keluar kamar kemal sambil tertawa kecil agar kemal tidak mendengarnya, "hahaha rasain tuh kak kemal emang enak, siapa suruh dulu kak kemal kaya gituh, sekarang rasakan balasannya," ucap gia lalu pergi ke dapur.
Kemal yang ditinggal gia dalam keadaan seperti itu terlihat sangat frustasi, "Tuhan, aku benar-benar tidak bisa menahannya, kuat kan aku, tapi tadi kenapa aku merasa gia menggodaku, tidak-tidak itu pasti akunya saja yang terlalu mesum,".
"Sayang, bagaimana apa kemal mau makan?," tanya alice begitu melihat gia
"Mau mah, ini sup buatan mamah udah habis dimakan sama kak kemal,"
"Dasarr bocah itu, giliran sama kamu mau, malah sampai habis,"
"Sayang, boleh mamah tanya sesuatu?,"
"Iyah mah, tanya apa?,"
"Apa kamu sudah memaafkan kemal nak?,"
"Iyah mah, gia udah maafin kak kemal,"
"Ahh syukurlah, mamah sangat senang mendengarnya," ucap alice lalu memeluk menantunya itu.
"Maafin gia yaa mah, gia udah bikin mamah sedih soal hubungan kami,"
"Gak apa-apa sayang, mamah yang harusnya minta maaf oleh sikap kemal itu,"
"Yasudah ayo sekarang giliran kamu yang makan, bayi besar kamu kan sudah makan sayang,"
"Bayi besar?, "
"Iyah itu suami kamu siapa lagi hehe,"
"Mamah ini ada-ada ajah,"
Selesai makan gia dan nora hanya diam dikamar menonton film-film yang memang mereka rencanakan untuk di tonton bersama saat gia menginap kerumahnya.
"Gi malam ini kamu tidur dimana?,"
"Tidur sama kamu dong,"
"Ohh kirain tidur ama kak kemal hehe,"
"Engga ahh tidur ama kamu ajah, tapi liat nanti deh nor," jawab gia lagi, "gimana nanti deh, kalau nanti malam ada kesempatan kaya tadi lagi, aku bakalan nginep di kamar kak kemal hehe," ucap gia dalam hatinya.
Gia memang memutuskan untuk memberi pelajaran pada kemal, berhubung suaminya itu sangat mesum gia berencana akan terus menggoda kemal dan meninggalkan kemal disaat kemal sudah mulai tergoda padanya atau di saat kemal sudah tidak dapat menahan lagi godaan gia.
"Ehh udah sore ajah, aku ke kak kemal dulu yah nor, waktunya minum obat,"
__ADS_1
"Ciee istri yang baik,"
"Iyah dong, kamu juga bakalan jadi istri yang baik nanti, aku percaya,"
"Apa'an sih loh,"
"Hahaha" gia meninggalkan kamar nora sambil tertawa.
Gia sekarang menuju dapur untuk membuat makanan sehat untuk kemal, setelah selesai gia pun segera menyiapkan nya dan menyimpannya dalam nampan.
"Sayang sedang apa?,"
"Ini mah gia habis bikin makanan buat kak kemal, sekarang waktunya minum obat yang sore,"
"Ya ampun mamah baru ajah mau bikin, menantu mamah ini memang the best,"
"Mamah ini bisa ajah, yaudah gia ke kamar kak kemal dulu yahh mah,"
"Iyah sayang,"
"Eh sayang tunggu sebentar, ini mamah tadinya mau mengoleskan ini dibadan kemal, apa kamu bisa bantu mamah, atau kalau kamu gak mau biar kemal ajah yang balurin sendiri ketubuhnya yaa, papah kalau pakai ini cocok mamah balurin ke dada sama punggungnya,"
"Owhh iyah mah, nanti gia bantu balurin ke kak kemal,"
"Makasih yaa sayang,"
"Iyah mah, sudah tugas gia,"
"Kemal anakku, kamu memang sangat beruntung mendapatkan gia, walaupun usianya masih sangat muda tapi dia mampu jadi istri yang baik buat kamu, kamu benar-benar beruntung sayang, semoga ghani juga nanti mendapatkan istri yang seperti gia,".ucap mamah alice setelah gia pergi
Tanpa mengetuk pintu gia masuk ke kamar kemal, kemal masih tidur mungkin pengaruh obat yang tadi siang dia minum.
"Ohh syukurlah panasnya sudah turun sekarang," ucap gia begitu meraba dahi kemal.
"Kak kemal, ayo bangun kak,"
"Sayang,.." kemal pun akhirnya bangun.
"Kak waktunya makan sama minum obat lagi, owh iyah gia bantu kak kemal bersih-bersih dulu yaa,"
Gia pun segera ke kamar mandi dan begitu keluar dia membawa sebuah handuk yang sudah gia basahi dengan air.
"Kak, mau buka baju sendiri atau gia yang bukain ?, gia mau bersihin badan kak kemal,"
Kemal sangat senang mendengarnya dia pun segera menjawab.
"Kamu ajah yang buka sayang,"
"Ok," gia pun menyunggingkan senyuman penuh arti tanpa kemal lihat.
"Sekarang mukanya dulu," gia pun mengusap wajah kemal dengan lembut memakai handuk basah itu setelah selesai gia menyimpan dulu handuk dan memulai membuka baju piyama kemal.
Gia meletakkan tangannya dia dada kemal, membuka dengan perlahan kancing pertamanya lalu kancing kedua dengan gaya yang membuat kemal meremang oleh kelakuan gia itu, "sayang biar aku saja yang buka bajunya," ucap kemal karena sudah tidak nyaman melihat gia yang membuka bajunya.
Kalau kemal yang dulu pasti sudah menerkam gia, begitu dia merasa tergoda oleh istrinya itu, tapi sekarang tidak bisa, kemal sudah berjanji untuk tidak sembarangan menyentuh gia.
"Sudah sayang," kemal dengan cepat membuka bajunya.
"Owhh iya, sekarang gia seka badan kak kemal yaa,"
Kali ini gia tidak membuat ulah, gia hanya benar-benar menyeka tubuh kemal dengan handuk, tanpa kemal ketahui gia sudah menyiapkan rencana lain.
Setelah selesai menyeka badan kemal, gia pun membawa handuk kering dan mengeringkan tubuh suaminya itu.
__ADS_1
"Kak sekarang gia olesi minyak ini dulu yaa, ini dari mamah katanya kalau gak enak badan bagus pakai ini,"
"Iyah sayang,"
Gia pun memulai rencananya, gia membaluri punggung kemal sambil membelai lembut punggung kemal itu, entahlah gia belajar dari mana, pokoknya gia berusaha untuk membuat gerakan pijat yang biasa tapi juga untuk menggoda suaminya itu.
"Sayang bisa kamu lebih cepat menggosoknya, aku masih mengantuk," ucap kemal dengan frustasi, padahal dia tidak mengantuk sama sekali, bagaimana bisa mengantuk sedangkan tangan istrinya yang halus itu sedang bergerileya di tubuhnya.
"Jangan ngantuk dulu dong kak, kan kak kemal belum makan, terus makan obat, lagian ini baru punggungnya dadanya kan belum gia balurin pakai ini," ucap gia
"Apa?,,,dada juga ?, "
"Iyah mamah bilang punggung sama dada yang dibalurin,"
"Gak usah sayang dada nya sama aku ajah, jangan sama kamu,"
"Loh kenapa memangnya kak?, kak kemal gak mau diurusin sama gia?, katanya kak kemal nyuruh gia jadi istri kak kemal lagi, tapi kok gia gak boleh ngurusin kak kemal," ucap gia dengan pura-pura sedih.
"Bukan gitu sayang maksudku, kamu gak akan ngerti,"
"Ngerti apa memangnya kak?,"
"Yasudahlah kamu saja yang olesi gak apa-apa," ucap kemal putus asa.
Gia hanya tersenyum mendengarnya.
Benar saja kenapa kemal tidak mau diolesi dadanya oleh gia, kali ini yang kemal rasakan lebih hebat dari ketika dibalur dibagian punggung.
Kemal hanya bisa mencengkram spray tempat tidurnya menahan tekanan sentuhan yang dibuat istrinya itu.
"Udah kak, ini pakai bajunya gia udah siapkan baju bersihnya,"
Kemal pun memakai bajunya sebisa mungkin terlihat normal dihadapan gia padahal tubuhnya masih menegang sebenarnya.
"Kak gia suapin yahh,"
Kemal pun mengangguk dan memulai makannya. Seperti biasa kemal menghabiskan makanannya lalu meminum obatnya.
"Kak kemal pinter banget makanannya habis, obatnya juga sudah diminum,"
"Kalau aku pinter harusnya dapat hadiah dong,"
"Hadiah apa memangnya?,"
"Misalnya ciuman,"
"Dasarrr mesum kan tadi siang udah, gia kan udah bilang sehari cuma boleh satu kali cium,"
"Udah ayo istirahat lagi, nanti malam gia cek lagi keadaan nya kak kemal yahh, kak kemal harus udah lebih seger dari sekarang,"
"Malam?, kamu nginap disini sayang?," tanya kemal dengan girangnya.
"Iyah gia nginap disini kak,"
"Yaudah sini tidur disini,"
"Engga makasih kak, gia tidur sama nora ajah,"
"Kenapa disini ajah dong sayang,"
"Kak, udah ikhh jangan kaya anak kecil, istirahat yaa sekarang," gia pun mendorong tubuh kemal agar rebahan lalu memakaikan selimut pada suaminya itu.
"Udah cepet tutup matanya, gia tunggu disini sampai kak kemal tidur," ucap gia sambil menepuk-nepuk tubuh kemal agar tertidur kebetulan kemal selalu diberi obat untuk dia bisa istirahat jadi tak lama kemal pun mengantuk.
__ADS_1
"Selamat tidur suamiku," ucap gia lalu mencium kening kemal yang saat itu masih setengan sadar tapi karena sudah sangat mengantuk kemal pun tak lama terlelap.