Menikahi Kakak Tertua Sahabatku

Menikahi Kakak Tertua Sahabatku
Adik ipar yang luar biasa


__ADS_3

Pagi-pagi sekali setelah menyiapkan sarapan, gia kembali ke kamar nya untuk membangunkan suaminya kemal, karena pagi ini mereka ada jadwal untuk pemeriksaan pertama di rumah sakit.


“Kak, kak kemal bangun kak,” panggil gia sambil menggemingkan tangan kemal.


Tapi kemal tetap terlelap.


Gia pun punya ide untuk mencium suaminya itu agar bangun. Gia mencium pipi kemal beberapa kali tapi tetap tidak bangun. Gia pun kembali membangunkan suaminya itu kali ini gia mencium bibir suaminya itu tanpa gia sangka kemal langsung memeluknya dan membawa nya tidur, sehingga posisinya sekarang kemal sedang mengukung gia.


“Kamu sedang menggodaku sayang?, pagi-pagi begini apa kamu mau kita melakukannya?,” ucap kemal pada gia.


“Bukan-bukan kak, gia cuma mau bangunin kak kemal ajah, ayo mandi kak sarapan nya sudah siap,”jawab gia sambil mendorong-dorong tubuh kemal.


“Bagaimana kalau kita sarapan yang lain dulu sayang?, ini kan masih sangat pagi, kita kan benar-benar sudah jarang melakukannya,”ucap kemal dengan wajah yang terlihat sangat kasihan.


“Kak, jangan macem-macem dulu, kita kan mau ke dokter kandungan, udah sana kak kemal mandi,”


“Tapi sayang,”


“Udah mandi sana, gia juga mau siap-siap,”ujar gia lagi lalu dengan paksa dia pun bangkit meninggalkan suaminya itu.


Ghani sudah tiba di meja makan duluan barulah sekarang kemal datang dengan wajah sedikit masam seperti kurang bersemangat hingga membuat adiknya ghani bingung.


“Kak kemal kenapa?, apa kurang tidur ?,” tanya ghani pada kakaknya itu.


“Bukan ghan, aku gak kurang tidur cuma kurang yang lain ajah,” jawab kemal sambil melirik gia, gia jadi malu dan kikuk dibuatnya.


“Ayo kita sarapan dulu, gia udah gak sabar pengen liat baby nya nanti,” ucap gia


“Iyah gi,” jawab ghani mereka pun segera sarapan pagi bersama.


Sesampainya dirumah sakit kemal segera mengurus semua administrasi nya sebagai suami haruslah kemal yang melakukannya, sedang gia diantar oleh ghani ke tempat dokter alena teman ghani.


“Pagi dokter Alena,” sapa ghani begitu sudah dipersilahkan masuk oleh asisten dokter alena ke dalam.


“Pagi dokter ghani, ini...” ucap alena yang terkejut melihat ghani datang bersama gia.


“Ini gia, istri kakak ku, yang aku ceritakan waktu itu,” jawab ghani gia pun mengangguk sambil tersenyum kepada alena.


“Oh iyah, aku tidak menyangka kalau gia itu akan semuda ini,” ucap alena.


“Iyah gia memang masih muda, baru 16 tahun,”


“Baiklah, hai gia salam kenal, aku alena dokter kandungan kamu sekarang, dan aku juga teman adik ipar kamu ini,”


“Salam kenal dokter, senang sekali bisa menjadi pasien dokter alena, kata kak ghani dokter sangat hebat,”


“Benarkah?, dokter ghani mungkin terlalu memuji,” ucap alena


“Gi, aku liat kak kemal sebentar yaa kamu tunggu disini ajah,”


“Iyah kak,”

__ADS_1


Alena memperhatikan interaksi ghani dan juga gia, ghani sangat lembut dan perhatian pada gia.


“Kak ?,gia kamu memanggil adik ipar kamu kak?,” tanya alena.


“Iyah dokter, udah kebiasaan aku dari kecil manggil kak ghani seperti itu, gak nyaman kalau dirubah,” jawab gia sambil tersenyum.


“Oh begitu, aku pernah dengar memang dari ghani kalau kalian sudah kenal sejak lama, ah iya gia, aku baru lihat loh ternyata dokter ghani bisa perhatian juga sama cewek, biasanya dia sangat cuek,” ucap alena pada gia sambil tertawa kecil.


“Alena kamu ini ngomong apa?,” seru ghani


“Benarkah?, malah kak ghani ini sangat ramah, berbeda dari dua saudaranya yang lain,” ucap gia sambil berbisik dan tersenyum


“Oh kalau begitu mungkin karena kamu kakak iparnya jadi dokter ghani sangat perhatian sekali, dokter ghani ini adik ipar yang luar biasa yaa,” ujar alena lagi.


“Iyah sangat luar biasa,” ucap gia.


Tak lama kemal pun datang keruangan itu setelah selesai mengurus semuanya.


“Kak, sudah beres ?,”


“Sudah sayang,” ucap kemal sambil merangkul istri nya itu.


“Ini kak kemal suamiku dokter,” ucap gia memperkenalkan suaminya pada alena.


“Ah iyah,” alena pun tersenyum pada kemal, sedang kemal hanya memasang wajah datar nya tapi menganggukkan kepalanya dengan sopan pada dokter alena.


“Yasudah ghani keluar dulu yaa kak, silahkan dokter alena,” ucap ghani


“Baiklah ayo gia, berbaringlah kita cek baby nya dulu,” ucap alena dengan ramah


Dokter alena pun segera melakukan usg pada gia menunjukkan bayi gia dan menjelaskan bagian-bagua tubuh nya, “Sayang lihatlah anak kita,”seru kemal pada gia sambil terus mencium tangan dan juga kening istrinya itu.


“Makasih ya sayang, sudah mau mengandung anakku di dalam rahim kamu ini,” bisik kemal pada gi tapi masih terdengar oleh alena.


“Romantis sekali kakak nya dokter ghani ini, pantas saja gia yang masih belia dan cantik ini bisa menyerah dan sampai hamil olehnya. Keluarga dokter ghani itu memiliki kelebihan dalam soal wajah tapi tidak dengan sikap, mereka sangat dingin sekali pada wanita, ah aku mungkin harus belajar dari gia bagaimana cara meluluhkan pria dingin,” gumam alena dalam hatinya.


“Gia, ini resep obatnya yaa, semoga selalu sehat, ah iyah ini nomor handphone ku kamu jangan sungkan untuk menghubungi ku kalau ada yang mau ditanyakan,” ucap alena


“Ah iyah terimakasih yaa dokter,” ucap gia


“Sama-sama,” gia dan kemal pun pergi meninggalkan ruangan pemeriksaan itu.


“Terimakasih dokter,” ucap kemal pada alena


“Sama-sama pak kemal,”


Setelah obat nya kemal ambil, gia dan kemal juga kembali ke apartemen, sedang ghani masih melanjutkan kuliahnya. kemal sudah memesan makanan untuk mereka makan siang.


“Kak gia sudah kenyang, sepertinya jadi mengantuk, gia tidur dulu yaa,” ucap gia pada kemal.


“Iyah sayang tidurlah, aku mau mengecek email dari papah dan danny sebentar, nanti aku nemenin kamu tidur yaa,” jawab kemal gia pun hanya menganggukkan kepalanya dan berlalu ke kamar.

__ADS_1


Setelah selesai bekerja dari laptopnya kemal masuk ke kamarnya, dilihatnya gia sedang tertidur pulas, “Sayang, gadis kecilku yang cantik,” ucap kemal lalu mencium pipi istrinya yang sedang tertidur nyenyak, gia pun sedikit bergerak karena geli dengan ciuman kemal yang memiliki beard tipis diwajahnya.


“Kak, kak kemal udah selesai kerjanya?,” tanya gia yang terbangun karena suaminya.


“Sayang maaf, aku membangunkanmu yaa,”


“Ga apa-apa kak, gia mau udah cukup kok tidur nya,” jawab gia lalu bangun dari tempat tidurnya.


“Oh ini masih siang yaa, gia kira udah sore,”


“Iyah sayang masih siang, ghani ajah belum pulang kuliah, memangnya kenapa?,”


“Tadinya gia mau masak kak, yasudah gia mandi dulu yaa kak,” ucap gia pada kemal.


“Iyah sayang mandilah, hati-hati yaa di kamar mandi, atau perlu aku bantu?,”


“Gak usah kak,” seru gia dan langsung masuk ke kamar mandi.


“ Kemana kak kemal kok gak kelihatan,” gumam gia begitu selesai mandi dan tidak melihat suaminya di kamar.


Ketika berganti pakaian gia teringat akan ajakan kemal tadi pagi yang dia tolak sehingga membuat kemal sedikit kecewa dan muram.


“Ya ampun aku terlalu fokus pada kehamilanku, sampai-sampai aku lupa kebutuhan suamiku sendiri,” pikir gia dalam hati yang mengingat perkataan kemal kalau mereka sudah jarang melakukan hubungan suami istri seperti dulu. Mungkin kemal juga ingin menjaga kehamilan istrinya tapi gia menjadi kebablasan dan jadi lupa memenuhi kewajibannya.


Gia pun bergegas berdandan dengan cantik dan pergi keluar mencari kemal.


“Kak gia nyariin dari tadi ternyata kak kemal disini,”ucap gia begitu menemukan suaminya yang sedang berolahraga gym dengan peralatan olahraga yang memang tersedia di apartemen ghani.


“Ada apa sayang apa kamu perlu sesuatu?,” tanya kemal gia pun menggelengkan kepalanya.


“Enggak kak, kak kemal kenapa olahraga siang-siang?,”


“Mencari kesibukan ajah,” jawab kemal


“Stop,” seru gia yang langsung menghentikan trademil yang sedang kemal pakai.


“Kenapa sayang?,” tanya kemal bingung dan makin bingung lagi melihat gia yang ikut naik ke atas trademilnya.


Tanpa berkata apapun gia langsung memeluk suaminya itu. “Sayang kenapa?, aku bau keringat, sebentar aku ambil handuk dulu yaa,” ucap kemal yang merasa memang tubuhnya yang sedang bertelanjang dada itu tengah penuh dengan keringatnya.


“Gak apa-apa kak gia suka kok,”


“Sayang, kamu kan baru selesai mandi nanti kotor lagi dong,”


“Ga apa-apa nanti mandi lagi,”


“Kamu ini menggemaskan sekali, mana sini aku lihat, mommy kecil anakku ini,” ucap kemal lalu gia pun menengadahkan wajahnya melihat kemal.


Begitu pandangan mereka bertemu gia lalu berjinjit untuk mencium suaminya itu.


Mendapat ciuman mendadak dari sang istri kemal pun sangat kaget. “Kak, apa ajakan kak kemal tadi pagi masih bisa diperhitungkan?,” bisik gia ditelinga kemal.

__ADS_1


__ADS_2