
Jam backer berbunyi sangat keras. Seorang wanita cantik berambut pirang sepunggung itu seketika, meloncat dari ranjangnya, berdiri di atas ranjang, saat mendengar berisiknya jam backer miliknya. Sialnya dia yang baru saja tidur harus terganggu suara jam yang berisik. Dia segera beranjak turun dari ranjang, dan berlari menuju kamar mandi. Sampai di dalam kamar Mandi, ia balik lagi keluar, ternyata handuknya ketinggalan.
“Shitt!! Lupa lagi handukku ketinggalan,” umpat kesal wanita itu, dan langsung meraih handuk di balik pintu kamarnya. Lalu masuk kembali ke kamar mandi.
Hanya 10 menit waktu mandi dan bersiap. Hari ini, hari pertamanya ia akan datang untuk interviuw di sebuah restauran kecil di kota. Ia berdandan secantik mungkin dengan balutan make up tipis dan kemeja yang nampak memang kusut sih, serta rok span pendek berwarna hitam, dengan sepatu high heels hitam membalut telapak kakinya.
Gak hanya sial karena bangun kesiangan, dia juga lupa menyetrika bajunya sendiri, maklum bagi wanita seumurannya ia benar-benar
Yeri Angelista, wanita yang bisa di bilang sangat cantik, berbalut wajah putih dengan lekuk bulu mata tebal miliknya, mata hitam dan rambut berombak berwarna coklat sangat memesona para laki-laki yang melihatnya.
__ADS_1
Dia segera meraih sepedah kesayangannya. Dan di ayunkan sepeda itu, keluar dari halaman rumah. Sepeda itu semakin giat mengayunkan sepedanya secepat kilat, melewati gang sempit untuk keluar menuju jalan raya.
Hufft…
Hufftt…
Hufftt…
“Aku harus cepat sampai ke restauran. Bisa mati aku kalau telat interviuw di restauran. Ini satu-satunya harapanku bekerja dengan baik!!” wanita cantik yang bisa di bilang sangat tomboy itu, kini mengayuh sepeda sekencang mungkin untuk menuju ke restauran, yang lumayan jauh dari rumahnya. Mungkin jika naik sepeda 30 menit jarak tempuh waktunya.
Wanita cantik itu menerobos kerumunan pejalan kaki, dengan terus berteriak keras.
__ADS_1
“Woy, minggir! Minggir!”
“MINGGIR!!”
Seorang pejalan kaki itu meloncat minggir seketika mendengar teriakan keras Yeri.
“Ehh… Kamu bisa naik sepeda gak, sih!!” umpat kesal pejalan kaki yang hampir saja dia tabrak.
“Gak perduli aku telat!!” jawab Yeri yang terus mengayuh sepedanya semakin cepat.
“BUK… CEPAT MINGGIR…!!!” teriak Yeri buru-buru.
__ADS_1
Ibu-ibu dengan belanjaan dua kantong keresek penuh di dua tangannya itu melompat ke pinggir jalan. dengan umpatan kasar keluar dari bibirnya.
“Kalau naik sepeda, jangan ngebut-ngebut dong. Anak muda gak punya sopan santun!!” umpat salah satu pejalan kaki yang hari ini di buatnya kesal. Bahkan dia hampir saja menyerempetnya. Tapi untung lah, gak kejadian sih. Dia masih selamat, dan wanita itu juga masih mengayun sepeda itu semakin kencang. Ia tak perduli berbagai umpatan keluar dari para pejalan kaki yang kesal dengan ulahnya.