Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
mabuk


__ADS_3

Angel pergi mencari taksi. Sedangkan Arga segera melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke rumahnya. Di tengah perjalanan Yeri mulai tersadar.


"Di mana aku?" gumam Yeri, mencoba untuk membuka matanya kembali. Ia menyentuh tubuhnya yang tiba-tiba tertutup jas hitam.


Ia membuka di balik jas hitam. Tubuhnya terbuka tanpa halaman kain dan hanya sisa dalaman yang kasih dia pakai.


"Apa yang kamu lakukan padaku, tadi?" tanya Yeri yang masih belum sepenuhnya sadar. Ia memeluk lengan Arga.


"Gadis bodoh ini sudah gila." gumam Arga melepaskan tangannya. Dan kembali fokus mengemudi mobilnya..


Sampai di apartemen miliknya. dia mengangkat tubuh Yeri. "Sayang, kenapa kamu panik begitu." ucap Yeri tersenyum melingkarkan tangannya di leher Arga.


Wajah Arga yang masih sangat kesal, wajahnya memerah memendam amarahnya. Dia berjalan tanpa membuka mulutnya sama sekali.


Arga membuka pintu apartemennya. Dan berjalan masuk dengan langkah langsung tertuju ke kamar mandi. Ia menceburkan tubuh Yeri di atas bathup yang sudah penuh berisikan air. Laki-laki itu mencelupkan semua tubuhnya dengan tangan kanan menekan kepalanya .


"Hah... Hah.. Hah... Seakan Yeri baru saja tenggelam dalam air. Ia mengusap wajahnya berali-kali. Memeluk tubuhnya.


Arga terus mencelupkan lagi kepalanya membuat dia harus ekstra menahan napasnya. "Arga... Apa yang kamu lakukan?" teriak Yeri setelah beberapa menit di dalam air dia mulai tersadar dari mabuknya.


"Apa kamu bilang?" tanya Arga yang masih terlihat kesal.


"Aku gak suka tubuh ini di jamah laki-laki lain." Arga mencengkeram erat tengkuk leher Yeri, menariknya ke belakang, lalu menariknya berdiri. Ia memutar tangannya mencengkeram leher Yeri.


"Aw--" rintih Yeri.


"Aku gak akan segan-segan menyakitimu jika kamu berani bermain dengan laki-laki lain." Geram Arga. Yeri memegang lengan Arga yang hampir saja membunuhnya. Ia memutar tubuhnya. Menatap wajah Arga yang di penuhi dengan marah.


"Apa yang di lakukannya tadi padamu?" bentak Arga. Dia menceburkan lagi tubuh Yeri kasar. Ia mengusap sekujur tubuh Yeri.


"Aku gak suka ada bekas laki-laki lain di tubuh kamu." pekik Arga.


"Arga... Sakit hentikan. Apa kamu mau membunuhku." ucap Yeri. Yang terus di tenggelamkan dalam air. Merasa puas. Arga menarik tubuhnya, menyeretnya kasar, ia menyalakan shower. Dan membasuh tubuh Yeri. Rasa kesalnya saya melihat laki-laki itu membuat dia merasa jijik ada bekasnya di tubuh Yeri.


"Apa kamu sudah melakukan malam pertama kamu dengannya." bentak Arga. Ia mencengkeram tengkuk leher Yeri. Mendorong tubuhnya yang kini tanpa helaian kainpun yang menempel di tubuhnya.


Arga mengecup leher Yeri. Membalikkan tubuhnya. Melayangkan sebuah kecupan penuh kemarahan di bibirnya. Jari tangannya mulai menjelajah tubuhnya.

__ADS_1


"Arga... Hentikan!" gumam Yeri.


"Hentikan kataku? Apa kamu lebih suka di sentuh olehnya. Seperti ini." Arga bermain dengan tangannya untuk ke dua kalinya.


Yeri terdiam seketika. Ia hanya diam terpojok dinding kaca. Wajahnya terlihat menikmati.


"Karena kamu telah mengeluarkan ******* ini pada laki-laki lain. Aku tak mau mendengarnya kecuali ******* kesakitan darimu nanti"


Tangan Arga terus bermain di setiap lekuk tubuh Yeri. Sediakan membuat wanita itu mendesah keras. Dia melakukannya sangat kasar. Lebih kasar dari sebelumnya.


"Dia masih virgin? Jadi laki-laki itu belum mengambilnya dariku. Tapi sama saja. Dia sudah menyentuh dengan batas kelewatan milikku." gumam Arga dalam hatinya.


Arga yang tak sabar lagi. Dia terus di penuhi rasa kesal dan amarah memasukan miliknya yang berhasil menembusnya secara paksa dan sedikit kasar. Membuat teriakan keras keluar dari mulut Yeri. Menrintih kesakitan. Ia mencengkeram erat punggung Arga. Jari-jarinya menancap dipunggungnya meninggalkan bekas di sana.


"Arga..." teriak Yeri. Memejamkan matanya tak berdaya.


Ia meluk tubuhnya, saat Arga mengangkat tubuhnya. Dengan punggung menyadar di dinding kaca. Hentakan keras itu, semakin cepat. Darah segar itu perlahan keluar dari miliknya. Tanda dia memang masih belum di sentuh laki-laki. Arga terus menghentikan mempercepat ritmenya. Membuat tubuh merek saling menyatu, dalam sebuah irama yang selaras.


"Arga... em.." Yeri meringis menahan sakitnya. Ia tak kuasa lagi, terus meneteskan air matanya di setiap hentakan keras tubuh Arga. Laki-laki itu mulai ganti posisi. Dan semakin mempercepat permainannya.


Tak mau lepas dari tubuh Yeri. Arga menggendong tubuh Yeri yang masih mendekatinya sangat serta. Menjatuhkan di atas ranjang. Dan mulai melakukannya Dengan leluasa sesuka hatinya sekarang.


Permainan itu berlanjut sampai malam. Dan membuat mereka beradu kelelahan dan terlelap bersama. Dengan posisi Arga memeluk erat tubuh Yeri dari belakang. Dia bahkan belum melepaskan miliknya. Entah kenapa tubuhnya dirinya tiba-tiba ketiduran.


 


Keesokan harinya. Matahari sudah menampakkan sinar terangnya. Ke dua pasang suami istri itu masih tertidur lelap. Saling memeluk satu sama lain. Dengan tubuh yang masih belum tersentuh kain.


Arga perlahan mulai membuka matanya. Ia mengernyitkan matanya, melihat Yeri yang masih berbaring di sampingnya. Ia melihat jelas tubuh Yeri di depannya. Baru kali ini ia begitu ganasnya meluapkan nafsunya pada Yeri.


Arga membaringkan tubuhnya. Dengan tangan menyangga kepalanya. Ia menyentuh dari pundak sampai paha Yeri dengan jarinya.


"Malam ini.. Sungguh luar biasa. Kamu memuaskan, sayang!" ucap Arga. Yeri mebaringkan tubuhnya miring membelakangi Arga. Arga hanya tersenyum, memeluk tubuhnya dari belakang. Mengecup lembut tengkuk lehernya yang masih tersisa helaian tipis rambutnya.


"Yeri... Makasih!" ucap Arga. Helaian napasnya yang berdesir di telinganya. Membuat Yeri mulai membuka matanya perlahan. Dia terkejut melihat tangan seseorang memeluk tubuhnya. Dan semakin lebih terkejut lagi saat mendapati tubuhnya tanpa helaian kain sekalipun yang menempel.


"Aahhh.... Apa yang terjadi padaku?" tanya Yeri beranjak menutupi tubuhnya dengan selimut miliknya.

__ADS_1


"Kamu lupa, kita berdua sudah menghabiskan malam dahsyat sampai menjelang pagi." gumam Arga. Menarik sudut bibirnya.


"Sekarang, aku mau pergi ke kantor. Kamu segera mandi. Dan siapkan semua pakaianku." ucap Arga. Ia beranjak berdiri. Menarik kaki Yeri, menyeretnya hingga mendekat tepat di depannya. Arga duduk di ranjang. mendekatkan wajahnya. "Malam tadi permainan kamu begitu hebat, Yeri." ucap Arga memberikan sebuah kecupan selamat pagi untuk Yeri.


Yeri terdiam. Ia mencoba mengingat kembali apa yang di lakukannya tadi malam. Dirinya perlahan mulai mengingat gimana saat Arga mencoba memasukan paksa. Dan ia juga ingat jika dirinya juga terlihat sangat ganas di atas tubuh Arga. Seperti bukan dirinya yang sebenarnya.


"Aaarrgg.... Gak mungkin! Apa yang aku lakukan semalaman. Gak mungkin aku seperti itu." gumam Yeri.


"Kamu sudah ingat. Kalau begitu cepat siapkan baju kerjaku. Dan ingat kembali apa yang kamu lakukan di dalam kamar , di sebuah club malam dengan seorang laki-laki. Aku melakukannya karena aku tidak suka melihat kamu dengan laki-laki lain." ucap Arga.


"Kamu cemburu padaku?" tanya Yeri.


Arga menoleh, menarik sudut bibirnya tipis. "Siapa yang cemburu dengan kamu. Ingatlah! Kamu hanyalah istri bayaranku. Tidak lebih dari itu." tegas Raga. Membuat hatinya yang semula sangat senang jika Arga cemburu. Perlahan raut wajahnya berubah. Ia tertunduk seketika.


"Baiklah! Aku paham." ucap Yeri. Dia meraih handuk di atas centelan samping ranjang. Dan mulai membalut tubuhnya, dari dada sampai pahanya. Dan segera berlari menyiapkan baju kerja Arga. Meski dirinya menahan sakit hati dan air mata yang tiba-tiba membasahi ke dua pipinya.


Selesai mandi Arga keluar dnegan rambut yang masih basa. "Cepat keringkan rambutku." pinta Arga melemparkan handuknya tepat di wajah Yeri.


"Kamu bisa keringkan sendiri."


"Kalau kamu tidak mau menurut apa kataku. Aku akan cabut semua fasilitas perawatan ayah kamu sekarang di rumahku."


"Jangan!" Yeri menatap ke arah Arga.


"Baiklah! Aku akan lakukan semua perintah kamu. Asalkan kamu tetap bantu aku merawat ayahku."


Arga hanya tersenyum tipis. Yeri segera mengeringkan rambut Arga. Ia sudah menyiapkan baju dan mulai memakaikan ke tubuhnya sesuai dengan perintahnya. Yeri membantu memakaikan jas, hingga darinya. Bahkan semua helaian kain yang menempel di tubuh Arga. Semua Yeri yang memakaikan. Melihat Yeri tak berdaya, menjadikan kesenangan baru untuknya.


Arga memeluk tubuh Yeri dari belakang yang masih terbalut handuk.


"Jangan pernah lagi kamu berani keluar dari sini. Jika aku belum pulang kerja. Dan karena kamu telah mengundurkan diri dari kantor. Kamu harus tetap diam di rumah. Layani aku." bisik Arga mengecup leher Yeri. Meninggalkan bekas di leher. Yeri mendesah menikmatinya. Saat tangan Arga mulai menyentuhnya lagi. Membuka handuk itu hingga terjatuh ke bawah.


"Ingatlah! Kamu istrimu sekarang. Jadi jangan pernah main-main denganku. Apalagi sampai tidur dengan laki-laki lain." ucap Arga. Ia memegang pinggang Yeri. Menariknya masuk dalam dekapannya. Dengan tangan kiri menyentuh dada Yeri.


"Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Yeri.


"Tubuhmu. Sekarang yang aku inginkan tubuhmu." ucap Arga. Melemparkan tubuh Yeri di atas ranjang. Arga melangkahkan kakinya pergi meninggalkannya sendiri. Ingin sekali tangannya mencoba mencegahnya pergi. Tapi ia tak sanggup untuk berbicara. Seakan mulutnya terkunci rapat.

__ADS_1


Kemana dia akan pergi? Kenapa sama sekali dia tak mau memandangku sebelum dia melangkahkan kakinya pergi. Setidaknya dia pergi untuk kembali. Semoga saja tidak pergi jauh. Setelah apa yang di lakukannya. Tubuhku seakan sudah terikat padanya.


__ADS_2