Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
Skandal 2


__ADS_3

Oma yang dulu sangat menyayangi dia. Sekarang berubah jadi dendam. Hanya karena sifat dia yang berubah semenjak jadi artis. Arga yang mendengarnya yang di katakan oma. Langkahnya terhenti tepat di depan pintu. Dan segera berjalan untuk mencari tahu lagian apa yang di katakan oma.


"Kamu harus buat dia malu. Aku gak mau jika dia terus mendekati cucuku. Ingat. Jangan biarkan karirnya melambung." tegas Oma. lalu menutup telponnya.


Arga yang semula mendengarkan apa yang di katakan oma. Dia segera berlari masuk ke dalam kamarnya sebelum oma tahu.


Seketika Arga berjalan menuju kamar mandi. dia cemas jika Cia akan terpuruk nantinya. Merasa sangat penasaran apa yang terjadi nantinya pada Cia.


"Sepertinya aku harus ke pesta dia nanti. Aku gak akan tinggal diam." gumam Arga.


Dia menarik napasnya dalam-dalam. Lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Mengguyur tubuhnya dengan air shower. Pikirannya melayang saat dia tahu jika Cia masih menjaga miliknya dengan baik.


Arrggg…


Arga mengepalkan tangannya, memukul dinding kamar mandi itu.


"Dia gak mungkin wanita ******. Apalagi dia masih menjaganya dengan baik." gumam Arga. Pikirannya kacau, sempat terbesit dalam pikirannya untuk mencoba dengannya. Tetapi dia sudah janji tidak akan melakukannya jika tidak menikah dengannya nanti.


"Arrgggg.. Kenapa Cia selalu mengganggu pikiranku. Apa dia memang sengaja ingin membuat aku terus merasakan rasa cinta yang berlebihan padanya." gumam Arga mengangkat tangannya, membuka telapak tangannya. Dia menatap telapak tangannya yang baru saja menjamah tubuh seksi Cia.


"Kenapa aku tidak bisa melupakannya. Tubuhnya! Argg..Enggak, aku sekarang sudah punya istri. Aku harus selesaikan kontrak aku dengan Yeri secepat mungkin. Dan aku akan segera menikahi Cia. Iya, ku akan menikahinya. Sesuai janjiku yang pernah aku katakan padanya." gumam Arga. Meski dalam hati kecilnya dia berkata lain.


Di sisi lain dia merasa tidak tega harus melukai hati Yeri. Apalagi Yeri adalah orang yang selama ini disukai oleh oma. Dan oma juga pasti tidak akan tinggal diam.


 


Selesai membasuh tubuhnya. Arga berjalan dengan langkah ringan keluar dari kamar mandi.Ke dua matanya tertuju pada ponselnya di atas ranjang yang menyala.


Arga segera meraihnya. Dan sebuah chat dari Jun. Ke dua katanya menatapnya ponselnya mengamati Video apa yang di kiriman Jun padanya.


Sebuah Video tentang hubungannya dengan Cia. Dan gimana tadi dia berciuman panas di danau. Dan di mobil. Kenapa berita menayangkan, tayangan kotor ini


"Kurang agar!" gerutu Arga. menggema tangannya kesal. Dia tak habis pikir apa yang di lakukannya tadi jadi berita trending topik. Dan adegan panas itu sebagian dapat kecaman. Semua tersusun jelas menyudutkannya dan Cia. Sampai dia pulang ke danau. Dan sampai di rumahnya.


"Dasar wartawan kurang kerjaan. Ini privasi dan kalian menyebarkannya." gerutu Arga. Dia segera menghubungi Jun ke dua kalinya. Dan langsung terhubung oleh Jun.


"Maaf, tuan! Tadi saya hanya ingin memberitahu tuan. Sebelum oma tahu, apa yang tuan lakukan tadi." ucap Jun menyela pembicaraan lebih dulu. Dia takut jika Arga akan marah padanya nanti. Dan di kirim dirinya yang menyebarkan itu.


"Aku tidak tanya itu. Nanti kamu bisa jelaskan di rumah. Sekarang aku hanya ingin. Kamu membaikot semua berita yang memberitakan tentang aku dan Cia."


"Dan hapus semua situs yang menulis berita macam-macam denganku. Dan aku gak mau menunggu lama. Sekarang juga kamu harus di bereskan semuanya." jelas Arga terus bicara tanpa hentinya. Tak mau jika dirinya akan terus tersudutkan. Dan karir Cia akan terancam nantinya. Itu semua pasti akan membuatnya jadi down.


"Baik, tuan! Saya akan segera melaksanakan." tegas Jun.


"Dan itu lagi. Kamu kirim surat pada Cia. Agar dia tidak buka televisi atau telp nya untuk beberapa hari nanti. Biar semua berita di bereskan dulu dengan sempurna."


"Apa perlu aku ancam mereka semua agar tidak menyebarkan berita itu lagi."

__ADS_1


"Penjarakan semua yang berani menentang. Kalau perlu buat semua stasiun tv itu bangkrut jika berani menyebarkan berita itu lagi."


"Baik, tuan. Biar saya urus semuanya." tegas Jun. Arga mematikan ponselnya dan melemparnya tepat di atas ranjang miliknya.


Gimana bisa mereka melakukan itu. Aku tidak akan segan-segan menghukum siapa. Yang melakukan itu semua. Kalau oma jelas tidak mungkin. Dia tidak akan mau semua reputasi cucunya hancur hanya karena skandal itu.


Arga terdiam sejenak. Dia mengingat tentang mobil oma di sebuah salon tadi. Pikirannya mulai memikirkan tentang Yeri dan Lucas.


"Bentar! Tadi mobil oma? Apa Lucas mengantarkan Yeri perawatan?" gumam Arga. "Dapat uang dari mana dia? Gerutu Arga sedikit kesal.


"Yeri…. Kenapa kamu tidak bilang padaku? Kenapa kamu pergi tanpa bilang padaku." gumam Arga kesal.


 


Di sisi lain Yeri masih berjam-jam perawatan. Dan sekarang dia masih facial tubuh, wajah, hingga treatment, dan terus dia akan pergi ke salon. Semua di lakukan. Hanya karena ingin terlihat lebih cantik di depan Arga nantinya.


Dan Lucas masih diam menunggu Yeri yang belum juga kelar. Sudah hampir 2 jam berlalu. dia belum juga selesai. Dan entah masih nunggu berapa lama lagi.


"Lucas.." panggil Yeri. Dia masih pakai masker. Kali ini dia ingin tampil lebih cantik. Dan pastinya kulit halus lebih kenyal.


"Iya, non." jawab Lucas, berjalan menghampiri dan menunduk di depannya.


"Kamu ambilkan aku buah." ucap Yeri.


"Buah apa, non?" tanya Lucas sedikit kesal. Dia tidak suka jika terus menunggu. Bahkan oma tidak pernah menyuruhnya untuk menunggu lama. Dan baru wanita itu yang harus membuat dia bekerja lebih ekstra lagi.


"Buah jeruk. Dan tolong kupaskan sekalian. Lalu suapi aku.."


"Ih, iya. Aku lupa. Eh.. gak jadi." gumam Yeri. "Ambilkan aku ponsel.. Dan cari makan oma di sana."


"Tapi, non. Memangnya boleh aku buka tas anda."


"Gak apa-apa, gak ada isinya macam-macam." gumam Yeri. Lucas segera meraih tas Yeri. Dia tak hentinya terus menghela napasnya kesal.


Ia membuka tas milik Yeri. Dan mulai mengeluarkan semua barang di dalamnya. Ke dua matanya mengkerut saat mendapati sebuah kotak kecil di dalamnya. Dengan bungkus seperti roti.


"Apa ini?" gumam Lucas. Ia memegangnya, dan merasakan benda itu terlihat sangat lembut.


"Apa ini punya wanita?" gumam Lucas.


"Lucas.. Gimana ada gak ponselnya?" ucap Yeri dengan nada suara lirihnya.


"Enggak! Ada." jawab Lucas. Memang ponsel Yeri tak ada di dalam tasnya.


"Tapi aku menemukan ini? Memangnya ini apa?" tanya Lucas memberikan itu tepat di tangan Yeri. Yeri memegangnya.


"Lucas…." decak kesal Yeri.

__ADS_1


"Kembalikan di tempatnya." pinta Yeri kesal.


"Memangnya ini. Apa?" tanya Lucas mengambil kembali benda itu.


"Pembalut." jawab kesal Yeri.


"Apa itu?" tanya Lucas yang semakin penasaran.


"Gak usah tahu. Kalau kamu ingin tahu, tanyakan saja pada pacar kamu." ucap Yeri.


Tak lama seseorang datang dan mulai membersihkan maskernya.


"Gimana aku mau tanya, sedangkan pacar saja gak punya." gerutu Lucas.


Yeri terkekeh kecil.


"Makanya cari, biar punya pacar. Lagian kamu terlalu serius bekerja sampai lupa tidak punya pacar."


"Karena saya tidak mau pacaran. Saya ingin langsung menikah non." jawab Lucas. "Kalau pacaran semakin nambah beban saya. Gimana tidak, nanti baru pacaran apa-apa minta di belikan. Sekalian di halalin saja, baru aku turuti apa yang di katakan. Kalau pacaran putus. Nanti nyesel, non. Udah terlanjur habis banyak."


Wajah Yeri yang sudah mulai bersih, ia seketika beranjak duduk. Menatap ke arah Lucas. Mengerutkan ke dua matanya.


"Kamu itu laki-laki langka. Dari pada pacaran. Kamu juga bisa terjerumus dalam perbuatan gak benar."


"Aku dulu pacaran. Tapi setelah 4 tahun pacaran. Dia tidak kunjung menikah. Dan malah dia minta lebih. Aku tinggalkan saja diam" gumam Yeri. Yang entah dari mana pikiran itu. Otaknya tiba-tiba ingin menceritkan semua pada Lucas.


"Anda curhat pada saya?" tanya Lucas.


"Enggak! Aku hanya menghitung jari tadi." Ucap Yeri kesal, menarik sudut bibirnya. Sembari memutar matanya malas.


Dasar nyebelin juga itu, assisten oma. Sama saja nyebelinnya dengan Arga. entah apa semua yang ada di rumahnya sifatnya jadi sama seperti dia. Dan juga Gio. Si tukang perayu itu juga sama. Hanya oma yang lebih baik dari pada mereka.


"Sekarang aku hampir selesai. Kamu pilihkan aku beberapa gaun yang bagus."


"Tidak usah. Di rumah oma sudah menyiapkan semuanya untuk anda." ucap Lucas.


"Lebih baik sekarang kita pulang."


"Enggak, aku masih mau ke salon dulu. Perawatan rambut. Hanya sebentar saja. Ya, mungkin sekitar 3 sampai 4 jam lagi.


Lucas hanya diam, ia menghela napasnya. Bagaimanapun juga dia tidak bisa menolaknya. Jika dia menolak, dan lebih memilih pergi nanti. Oma juga pasti akan marah. Dari pada kena masalah dengan oma. Lebih baik cari aman saja.


"Oh, ya. Mana ponselnya?" tanya Yeri.


"Tolong carikan ponselku." ucap Yeri.


Wanita ini bener-bener ya. Semua minta di layani. Kenapa juga pak bisa suka dengannya. wanita ini terlihat matre. Dan gak mungkin juga kalau dia tidak minta minta pada tuan Arga. Gumam Lucas.

__ADS_1


Dia segera mencari ponsel Yeri. Yang ternyata masih tergeletak di atas meja. Lucas segera mengambilnya, laku memberikan pada Yeri.


"Kalau mau telpon, oma. Telfon sendiri."


__ADS_2