Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
Kedatangan cinta pertama


__ADS_3

Keesokan harinya. Yeri kembali ikut Arga ke kantornya. Entah apa tujuan Arga mengajaknya ke kantor. Bahkan beberapa pegawai seakan sinis melihat dirinya jalan di samping tuan Arga. Bahkan mereka terdengar membicarakan Yeri di belakang. Namun Yeri tidak pedulikan akan hal itu. Dia akan jadi istri Arga. Meski hanya pura-pura. Pastinya dia kana sering di ajak ke kantor. Atau bahkan di ajak meeting bersama. Lebih baik menyesuaikan diri terhadap lingkungan keras orang kaya. Pasti orang miskin seperti dirinya akan di pandang snagat rendah oleh orang lain.


"Tuan, ada tamu!" ucap seorang pegawai wanita yang baru saja masuk.


"Siapa?" Arga mengangkat kepalanya. Pandangan matanya tertuju pada pegawainya.


"Dia bilang teman tuan!" kata pegawai itu.


Arga menghela napasnya. Tanpa memberi tahu namanya. Arga bahkan sudah tahu siapa yang datang. Bahkan dari tadi dia sudah menunggu kedatangannya.


"Baik, suruh dia masuk!" pinta Arga.


"Baik, tuan!" pegawai itu menundukkan kepalanya. Dan, segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"Siapa?" tanya Yeri penasaran.


"Nanti kamu juga akan tahu sendiri," jawab Arga.


Tak berapa lama. Suara pintu terbuka mengejutkan Yeri. Dia menoleh ke sumber suara. Kedua mata itu menyipit memastikan laki-laki yang tak asing baginya. Dia mengganti sangat detail setiap langkah laki-laki itu. Seketika kedua mata Yeri melebar sempurna Saat melihat sosok laki-laki sangat tampan di depannya.


"Ando?" gumam Yeri beranjak berdiri. Ando yang sadar, dia menatap Yeri tersenyum ramah padanya.


Yeri terdiam memikirkan kejadian itu. Dia bahkan tanpa malu mengecup bibir Ando. Hal yang paling memalukan baginya. Apalagi saat semua orang melihatnya mengatakan cinta pada Ando. Bukannya di terima. Dia bahkan hanya tersenyum padanya. Membuat dirinya merasa sangat malu.


"Hai..  Apa kabar?" tanya Ando, mengibaskan tangannya ke depan. Senyum sumringah menunjukan gigi putihnya yang tertata rapi.


Yeri tersenyum paksa, melirik sekilas ke arah Arga. Menarik sudut bibirnya sembari mencibir pelan. Tatapan mata menajam.


"Sialan!" umpat Yeri. Astaga, kenapa aku jadi grogi seperti ini. Dia menapaki? Kenapa dia tersneyum padaku. Bahkan bicara padaku. Saat aku sudah bersama Arga. Kenapa tidak dari dulu, Ando. Gerutu Yeri dalam hatinya.


Apa yang di rencanakan dia. Apa dia mau aku bertemu dengannya. Atau jangan-jangan dia memang sengaja mempertemukan aku dengannya.


Arga mengganti setiap gerak gerik Yeri yang terlihat sangat gugup. Dia kembali menatap Ando, yang ternyata dia juga sedang mengamati wajah Yeri sama dengannya. Ando sepertinya sangat tertarik dengan Yeri. Atau, mereka ada hubungan serius. Arga tidak tahu akan hal itu.

__ADS_1


Ehem...


Suara daheman membuat Yeri menyadarkan dirinya dari lamunannya. Dia mengerjaokan kedua matanya. Segera kembali menata pandangan matanya tertuju pada Arga.


Arga beranjak dari tempat duduknya, berjalan dengan langkah ringan memeluk pundak Yeri menariknya dalam dekapannya. Dia seolah seperi teman yang begitu dekat.


Yeri melirik tajam. Sembari mencibir pelan. Dia memberikan beberapa sikutan pada perut Arga. "Apa yang kamu lakukan, lepaskan tanganmu," kesal Yeri lirih.


"Diamlah!" pinta Arga lirih.


"Kalian saling kenal?" tanya Arga basa-basi.


Yeri menoleh memelotot tajam, dengan bibir menguntup beberapa senti. Dan di balas dengan senyum tipis olehnya.


"Kalian.."


Yeri menyiku perut Arga, "Jangan bilang macam-macam." cibir lirih Yeri. Dan hanya di balas dengan senyum tipis.l olah laki-laki dengam tubuh tegap hang berdiri di sampingnya.


"Eh.. Dia bukan siapa...."


Yeri berdengus kesal, menginjak keras kaki Arga. Membuat dia seketika meringis menahan sakit.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Yeri lirih. Sembari melotot tajam. Seakan bersiap untuk menerkamnya.


"Kamu kenapa?" tanya Ando pada Arga.


"Enggak apa-apa, hanya ke injak kaki gajah." ucapnya menarik dua sudut bibirnya membentuk senyuman lebar mengarah pada Yeri. Wanita berambut ombak itu menggeram kesal, mengepalkan tangannya, seakan sudah siap melayangkan beberapa pukulan sekaligus ke arah Arga. Niatnya terhenti di saat melihat senyum manis Ando, yang melelehkan hatinya.


"Memangnya ada kaki gajah?" tanya Ando heran


"Ada di sebelahku," ejek Arga tersenyum mengejek pada Yeri.


Yeri memelotot semakin tajam, seakan dia sudah siap menerkam mangsanya yang sudah di ingatnya dari tadi. Kobaran api kekesalan itu menyala membalas kedua bola matanya.

__ADS_1


"Apa kamu bilang? Siapa kaki gajah, heh.. Apa kamu gak lihat. Kalau kaki aku kecil, badanku juga kecil." cerocos Yeri tanpa sela, sembari menggerakkan badan dan menyentuh kakinya.


Ando tertawa kecil, "Kalian benar-benar pasangan yang sangat lucu," ucap Ando. Kedua mata Yeri seketika berbinar melihat wajah tampan yang ada di depannya. Wajah laki-laki ya g sudah sangat lama dia idam-idamkan. Dia bahkan selalu curi pandang saat dulu pernah bekerja di restauran. Dimana Andi sering makan di sana. Bahkan restauran itu dekat dengan kantor Ando.


"Kalian pasangan serasi," ucap Ando.


Yeri melebarkan kedua kelopak matanya. Bola mata hitam pekat itu hampir saja keluar dari kerangkanya.


"Siapa yang pasangan dengannya?" ucap Yeri menatap jijik Arga. Sembari memutar kedua bola matanya malas.


Arga memalingkan wajahnya! menarik sudut bibirnya mencibir pelan. "Lagian siapa juga yang mau jadi pasangannya. Kaki gajah!" ledek Arga.


"Tuan Arga?" Yeri tersenyum semringai, menatap wajah tegang Arga berjalan menghampirinya. Dia menarik turunkan Alisnya bergantian.


"Apa tuan! sedang demam?" tanya Yeri ragu. Sedikit menunduk memincingkan matanya heran. Ke dua matanya menatap setiap mimik wajah Arga, yang diam yang diam tanpa suara.


Apa yang sedang di rencanakan olehnya. Kenapa dia tiba-tiba baik padaku. Apa jangan-jangan ini juga rencananya. Gerutu Arga dalam hatinya.


"Duduk!" pinta Yeri.  Dia mendorong tubuh Arga menjauh darinya. Dia sengaja terus mendorong Arga untuk duduk di kursi kerjanya.


"Duduklah!" pinta Yeri pada Arga.


"Jangan banyak bicara, atau bahkan jangan banyak gerak. Kamu sakit!" kata Yeri. Sok perhatian dengannya. Pandangan matanya lalu fokus menatap ke arah Ando lagi. Dia tersenyum tipis padanya.


Yeri menelan ludahnya susah payah. Ando adalah laki-laki yang di cintai olehnya. Entah kenapa hatinya sangat senang saat bertemu dengan Ando. Yeri tidak mau nenyia-nyiakan kesempatan bisa berhadapan dan berbicara pada Ando meski hanya sebentar.


"Kalian saling kenal?" tanya Arga.


"Iya," jawab Ando. Seketika Yeri gugup, menatap memelas pada Ando. Berharap agar Ando tidak mengatakan tentang dirinya.


"Oo, begitu. Tapi, dia menurutmu gimana?" tanya Arga.


"Dia cantik, baik, dia tidak pantang menyerah, suka bercanda, lucu, dan menggemaskan!" jawab Ando.

__ADS_1


Yeri memincingkan matanya heran. Kenapa dia bicara seperti itu sekarang? Kenapa dulu dia bahkan menolaknya. Membuat malu dirinya di depan orang banyak. Bahkan seorang wanita seperti dia di buat malu oleh laki-laki. Bahkan tanpa rasa bersalah sama sekali. Dan, sekarang dia memiliki. Apa dia sengaja agar Arga tidak marah?


Apa Ando juga ada rasa dengan Yeri sejak awal melihatnya? Apa Yeri akan bertahan dengan cinta pertamanya? Apa dia ingin  mengejarnya lagi?


__ADS_2