Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
Berhubungan Dengan mantan


__ADS_3

Di sebuah kamar milik Arga.


"Cia," mereka saling menatap satu sama lain. Kedua mata mereka saling beradu. Dia mendekatkan wajahnya. Hanya berjarak dua telunjuk tangannya. Hembusan mereka berdua siapa yang lebih cepat.


Perlahan bibir merrka saling menempel. Dia menghukum bibir Arga. Dia merasa bahagia berhasil mengambil alih hati Cia lagi. Arga yang semula sempat terkejut. Dia menatap kedua mata Cia. Terbawa arus permaianan Cia. Arga menjatuhkan tubuh Cia di atas ranjang. Membalas permainan bibir Dia penuh gairah. Jemari tangan Arga berhasil membaut Cia tanpa helaian benang pun yang menempel di tubuhnya.


Jemari tangan itu menelusuri setiap lekuk tubuh Cia. Mereka berada dalam satu gairah yang sama. Hingga hubungan itu terjadi begitu panas. Suara deshaan dari luar seketika mengejutkan Yeri yang ingin masuk ke kamar Arga. Yeri menghentikan langkahnya. Hatinya mulai berkecamuk mendengar ******* itu. Dia yang penasaran membuka pintunya. Dan, benar saja. Kedua mata Yeri hampir saja kekuar dari kerangkanya. Melihat mereka berhubungan badan. Bahkan terlihat jelas Arga yang begitu menikmati permainan itu. Cia berada di atas tubuh Arga.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Yeri. Arga beranjak duduk. Dia memeluk tubuh Cia. Dia terkejut melihat Yeri berada di depannya.


"Yeri,"


Yeri hanya diam. Dia berlari sembari meneteskan air matanya. Sementara Dia. Dia tidak mau melepaskan arga. Dia terus membuat Arga tidak berhenti untuk mendesah berdua dengannya.


"Jangan pergi, kita belum selesai!" ucap Cia. Dia berhasil mengambil Arga dari Yeri. Arga membalikkan badan Dia. Dia berada di bawah. Hentakan keras Arga seketika membungkam bibir Via. Dia mempercepat ritme gerakan tubuhnya. Suara keras Dia itu terdengar sampai keluar. Bahkan pintu yidak di kunci kembali oleh Yeri. Mereka tidak peduli ada orang yang lewat. Arga terus mempercepat gerakannya. Hingga sampai pada puncaknya. Dia berhasil mengeluarkan cairan panas itu. Dia tahu arga sudah keluar. Tapi, dia sengaja memeluk tubuh Arga. Agar tidak mengeluarkan di luar.


"Cia, apa yang kamu lakukan?" Arga terkejut. Saat cairan itu berhasil masuk ke dalam milik Cia.


"Kenapa? Aku mau punya anak darimu, sayang!" kata Cia. "Setelah ini, aku mau lagi. Kamu istirahat saja sebentar." ucap Cia. Dia memang belum merasa puas.


Arga teringat tentang Yeri. Bahkan dirinya belum melakukan program hamil dengan Yeri. Dia belum berhubungan dengannya. Tapi, dia sudah menanam bibir pada wanita lain. Arga berbaring di samping Cia. Wanita itu memeluk tubuh Arga. Di bantu dengan selimut tebal berwarna putih.


Arga yang hanya diam tanpa suara setelah apa yang dia lakukan tadi pada Yeri. Arga sudah berhasil melukai hati Cia. Tapi, entah kenapa. Dirinya tidak bisa lepas dari Cia. Arga merasa jika Dia sangat berharga baginya. Tapi, entah kenapa dia hampir saja berhasil membaut Dia jatuh dalam palukannya.


"Apa yang aku lakukan tadi salah?" tanya Arga pada dirinya sendiri.


Arga mengusap wajahnya berkali-kali. Ia menyadarakan punggungnya di kepala ranjangnya. Dia segera menghubungi Jun untuk mencari tahu informasi tetang Cia di America. Sebelum dia salah melangkah. Dia ingin sekali melihat kebenarannya. Setidaknya dia tahu mana yang benar. Dan Arga tak mau salah memilih nantinya.

__ADS_1


Jun yang menyetujuinya. Dia langsung berangkat ke America hanya untuk mencari tahu informasi terangnya. Dan Arga hanya menerima waktu 3 hari di sana. Dia juga harus mengumpulkan semua informasi.


Keesokan harinya. Arga kembali bekerja lagi seperi biasanya. dia bahkan tidak bertemu Yeri lagi sejak kejadian itu. Dan, Dia selalu datang ke ruangannya. Dia bahkan menggodanya juga di ruangan kerjanya. Mereka masih sempatnya berhubungan di dalam kantor. Yeri melihat lagi untuk kesekian kalinya. Entah kenapa hatinya merasa sangat hancur.


Jun sudah mendapatkan informasi tentang Dia. Tapi perangkap Cia membaut dia tidak berhasil lepas darinya. Beberapa kali dia menggodanya. Dan, beberapa kali juga Arga tergoda olehnya.


Tapi kali ini sedikit lega. Semua masalahnya dia selesaikan secara perlahan. Dia teringat tentang dokumen milik Yeri. Arga beranjak berdiri. Ia melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Sudah menunjukan pukul 15.30. Dan sebentar lagi semua karyawan juga sudah menyelesaikan pekerjaannya.


Arga membawa dokumen Yeri. Dia berjalan dengan langkah cepat keluar dari ruangannya.


"Sore pak" sapa salah satu pegawai. Dan dirinya hanya diam. Tanpa membalas sama sekali. rga terus berjalan dengan langkah cepat. Menuju ke meja kerja Yeri.


Braakkk….


Suara lemparan keras dokumen di atas meja kerja Yeri. Membuat wanita yang duduk fokus dengan pekrjaannya itu tersentak seketika.


"Apa ini?" tanya Arga meninggikan suaranya.


"Maksud kamu apa?" tanya Yeri.


"Ini.. Lihatlah ini." pekik Arga lagi.


"Apa kamu terlalu bodoh melakukan semua perkejaan ini." Suara tinggi Arga membuat semua pegawai menatap ke arahnya. Wajahnya memerah seketika. Dia terlihat begitu marah pada Yeri.


Yeri memutar matanya, menatap sekelilingnya. seakan sedang berbincang di belakangnya. Ia merasa malu, menundukkan kepalanya. Dengan dengusan napas kesalnya keluar dari hidungnya.


Yeri hanya diam, ia tertunduk menelan ludahnya susah payah. Rasa malu mulai menyelimuti hatinya. Rasanya ingin sekali dia marah.

__ADS_1


"Aku gak mau tahu lagi. Sekarang bereskan semuanya. Jika kamu harus lembur aku tidak perduli. Asalkan semuanya selesai sekarang juga. Wanita bodoh seperti kamu kenapa bisa masuk ke perusahaan ini." ucapan Arga sontak membuat hatinya sangat terpukul Yeri mengepalkan ke dua tangannya tepat di atas pahanya. Ia berdengus kesal.


Braakk….


Yeri menggebrak mejanya sangat keras. Sembari beranjak berdiri. "Apa yang kamu katakan? Kalau memang aku bodoh. Aku akan keluar dari sini. Dan ingatlah. Jangan pernah bilang aku bodoh lagi. Sekarang juga aku keluar dari sini. Dan lebih baik aku cari pekerjaan baru." pekik Yeri sembari menatap ke arah Arga. Ia menunjuk wajah Arga, penuh kebencian di ke dua matanya. Merasa puas membuat Arga terdiam. Ia meraih tas di atas kursinya. dan segera beranjak pergi, mendorong bahu Arga yang menghalangi langkahnya.


Angel meringis di depan Arga. dia segera mengikuti Yeri pergi.


"Yeri… Yeri.. Tunggu. Kamu mau kemana?" teriak Angel. Mencoba meraih pundak Yeri.


"Kamu mau kemana?" tanya Angel lagi.


"Pergi. Buat apa lagi aku bekerja di sini jika aku tak di anggap." pekik Yeri kesal.


"Yeri.. Udah jangan di ambil hati. Mungkin Arga memang lagi ada masalah. Jadi jangan pikir macam-macam. Kamu sekarang kembali ya." ucap angel mencoba untuk mengingatkan Yeri lagi.


Yeri menghela napasnya. "Tidak! Aku gak bisa. Aku akan tetap pergi." gumam Yeri.


"Kamu tahu gak, betapa malunya aku di bentak di depan semua orang. Apa dia gak mikir tentang itu. Oke.. Aku memang bodoh. Tapi setidaknya bicara berdua lebih baik. Dari pada menghinaku di depan pegawai lainya." pekik Yeri membalikkan wajahnya menatap Angel yang masih berdiri di belakangnya.


Angel terdiam seketika. Iya. Dia tahu Yeri pasti sangat malu. Apalagi semua pegawai banyak yang tak suka dengannya dan mereka bisa berspekulasi dengan otaknya masing-masing.


"Sekarang aku harus pergi. Jika aku tak bekerja di sini lagi. Kamu harus tetap samangat kerjanya. Dan kita bisa bertemu jika kamu libur kerja nantinya." ucap Yeri menfiba untuk tersenyum di atas luka yang di alaminya sekarang.


"Nanti aku akan bawa kamu ke suatu tempat. Setidaknya aku akan traktir kamu makan." ucap Angel. mencoba untik tersenyum.


"Baiklah!" ucap Yeri. Membalas senyuman Angel. Dan segera beranjak pergi.

__ADS_1


Dari kejauhan Arga melihat mereka bebincang. Dia mendengar apa yang di katakan Yeri pada temannya. Entah kenapa hatinya kerasa sangat bersalah telah berbicara kasar dengan Yeri tadi. Tapi semua sudah terlambat. Dan sekarang dia pergi.


"Gimanapun dia pergi. Nanti juga pasti akan bertemu denganku lagi." gumam Arga. Dia kembali berjalan menuju ke ruangannya.


__ADS_2