
Masalahnya dengan Arga baginya begitu berat. Yeri memutuskan untuk pergi ke club malam. Dia sengaja mengajak Angel teman kerjanya untuk menemani dia. Yeri merasa pikirannya berguru penat.
"Yeri.... Apa kamu sudah gila. Kenapa kamu pergi clubbing." gumam Angel. Dia yang masih belum pulang dari kantor. Gara-gara di suruh lembur oleh bossnya. Demi membantu Yeri untuk menyelesaikan pekerjannya tadi. Dan kini Angel segera bersiap merapikan mejanya. Memasukan semua barangnya ke dalam.tas buru-buru.
"Yeri.... Aku khawatir padaku sekarang. Pasti kamu minum banyak. Apalagi di club banyak laki-laki hidung belang." gerutunya. Angel meraih tas miliknya dan segera berjalan dengan langkah cepat. Mencoba untuk segera keluar dari kantor. Wajahnya terlihat sangat gelisah, cemas dan khawatir jadi satu. Angel tak tahu lagi harus gimana.. Dia sekarang ingin menyeret Yeri keluar dari club malam agar tak terjadi sesuatu padanya nanti
"Ada apa? Kenapa kamu gelisah" tanya Arga menghentikan langkahnya. Memegang lengannya. Arga tahu dia teman kerja yang paling akrab dengan Yeri .
"Nah, kebetulan, pak. Sekarang Yeri sedang di club malam. Dan saat dia telfon saya tadi. Dia sedang mabuk. Dan pastinya banyak laki-laki yang menggodanya nanti. Apalagi di club malam banyak laki-laki..." ucapan Angel terhenti.
"Apa katamu? Di club malam?" tanya Arga memastikan lagi. mencengkeram erat lengan Angel. Dengan ke dua matanya melebar tak percaya.
"Iya.. Sekarang dia ada di sana. Aku juga mau pergi temui dia." ucap Angel buru-buru.
"Baiklah! Sekarang kamu pulang bersamaku. Kita cari Yeri. Sebelum terlambat." Arga yang semula terlihat biasa saja. Ia mulai khawatir dengan Yeri. Dia segera berlari keluar dah di ikuti oleh Angel yang juga tak kalah pabriknya. Mereka segera masuk ke dalam mobilnya.
"Dia di club malam sebelah mana?" tanya Arga.
"Kita cari saja dekat-dekat sini dulu. Dia tadi juga tidak bilang padaku. lebih baik sekarang kuta cepetan. Tadi waktu telfon aku dia terlihat sudah lemas. Mungkin terlalu banyak minum."
"Gadis bodoh itu kenapa lagi selalu buat masalah." gumam Arga kesal. Dia segera mengemudi mobilnya keluar dari halaman kantor. Dan pastinya Arga tahu di nana letak club malam yang dekat dengan kerjaannya. Mereka langsung menuju ke sana.
Sedangkan Yeri, dia yang sudah tak sadarkan dirinya. Dia di bawa ke sebuah kamar yang berada di atas.
"Ternyata dia cantik juga. Setidaknya aku ingin memilikinya hanya sekali saja. Untuk malam ini!" ucap laki-laki itu Menarik sudut bibirnya tipis. Dia mulai mengecil leher Yeri . Perlahan menarik ke arah baju seksi miliknya. Laki-laki itu mulai menyentuh setiap lekuk tubuhnya.
"Sepertinya menarik jika bermain dengan tubuhnya malam ini." ucapnya penuh gairah.
Laki-laki itu mengecup setiap lekuk tubuh Yeri. Dia mulai menyentuh setiap bagiannya. "Emmm... Apaan sih," Yeri yang mulai sadar. Perlahan dia membuka matanya. Ke dua matanya samar-samar melihat laki-laki di atas tubuhnya itu. Yang sudah mengecup leher sampai sekujur tubuhnya.
"Siapa?" tanyanya. Dibungkam dengan sebuah kecupan lembut yang penuh gairah olehnya.
"Emm... Em..." Yeri mencoba mendorongnya Tubuhnya yang lemas tak bisa menyalurkan tenaga sama sekali. Laki-laki itu memulai menyentuh daerah sensitif. Sentuhan yang membuatnya menggeliat seketika.
__ADS_1
"Bermainlah denganku sekarang," ucap laki-laki itu berbaring di sampingnya.
"Bukanya kamu wanita yang jual online sebagai pacar sewaan, kan? Dan pastinya kamu mengingatku. Aku salah satu pelanggan kamu. Dan hari ini aku ingin meluapkan rasa penasaran ada tubuhnya saat sekian lama." Tangan itu mulai menerobos masuk ke dalam hotpend milik Yeri. Membuka sedikit kancingnya.
"Emm.... Siapa kamu?" desah Yeri. Tubuhnya yang semula ingin menolaknya. Ia terima, merasakan permainan jarinya membuat dia hanya bisa mendesak pelan. Hingga tubuhnya tak sadar lagi.
"Aku laki-laki yang diam-diam tertarik padamu." permainan laki-laki itu membuat Yeri menggeliat mencengkeram erat sprei di sana. Meski belum melakukan inti. Tangan itu mengingatkannya gimana saat Arga memainkan miliknya tadi.
"Nikmatilah, sayang. Aku tahu. Kamu pasti menikmatinya." bisik laki-laki itu.
"Ternyata kamu masih Virgin. Setidaknya aku bisa bermain dengan kamu sekarang." gumam laki-laki itu yang sangat bahagia mendapatkan bonus yang luar biasa dari tubuhnya yang belum pernah di sentuh laki-laki.
Sedangkan Arga. Dia berjalan masuk ke dalam sebuah club malam. Dia dengan langkah cepat dia mencoba mencari Yeri. Namun ia tidak melihatnya di sana. Ke dua matanya mengkerut melihat ponsel dan tas miliknya di sana.
"Angel.. Kamu cari dia di bawah. Lihat di semua toilet. Aku akan cari dia di atas." ucap Arga terbeuru-buru."
"Tas dia ada di sini. Dan gak mungkin jika dia pergi dari sini. " gumam Arga.
Dan kamar terakhir di paling ujung. Ia mendengar suara ******* suara yang tak asing di telinganya. Dengan segera Arga mendobrak pintu itu dengan kakinya. Membuat laki-laki yang sedang bercumbu dengan menyetubuhi tubuh Yeri itu terkejut dan menghentikan aksinya. Yeri yang masih menutup matanya. Dengan bibir yang terus mendesah membuat telinga Arga sangat kesal mendengarnya. Dia mengisyaratkan pada dirinya jika ******* itu hanya untuknya. Tidak boleh terdengar oleh orang lain.
"Siapa kamu?" tanya laki-laki itu kesal." ia menarik tangannya.
Arga menatap setiap tubuh Yeri yang lemas tak berdaya di atas ranjang. Dengan pakaian yang yang sudah terbuka hanya menyisakan dalaman saja. Membuat dirinya naik pitam. Ke dua tangannya mengepal seketika. Seakan aliran darinya mulai naik. Memenuhi wajahnya yang terlihat mulai memerah.
"Apa yang kamu lakukan padanya?" tanya Arga kesal. Mengangkat kepalanya menatap tajam wajah laki-laki di depannya.
"Aku hanya menikmatinya sesaat." ucap laki-laki itu tanpa dosa. Arga berjalan melepaskan jas miliknya.Menutupi tubuh Yeri. Ia menoleh menatap tajam lagi laki-laki yang masih tetap berdiri di belakangnya itu.
"Apa kamu bilang? Kamu berani menyentuh milikku?" gertak Arga.
"Milikmu? Siapa? Dia? Wanita murahan itu?"
"Jaga mulut kamu."
__ADS_1
Bug.. Bug... Bug... Bug..
Sebuah pukulan bertubi-tubi melayang di wajah laki-laki depannya. Hingga laki-laki itu tersungkur ke lantai. Darah segar keluar dari ujung bibirnya.
"Bug... Bug.. Apa kamu sudah gila? Kamu berani menyentuh milik orang lain. Maka kamu harus tanggung sendiri akibatnya. Bug... Bug.."
"Udah... Udah... Apa yang kalian lakukan." seorang penjaga mencoba untuk melerai mereka.
"Lepaskan aku! Aku gak akan tinggal diam"
"Sudah... Lebih baik kalian bawa pergi saja dia." ucap penjaga bar itu.
"Dasar kurang ajar. Aku gak akan segan-segan membuat kamu masuk penjara nanti." ucap Arga yang masih belum selesai meluapkan emosinya.
"Sudah tenangkan dulu emosi anda." penjaga itu mencegah Arga agar tidak melakukan tidak kekerasan lagi.
Angel segera berlari masuk ke dalam kamar. Melihat tubuh Yeri yang tergeletak di ranjang. Dia segera membantunya untuk berdiri. Menutup tubuhnya dengan jas hitam milik Arga.
"Lepaskan aku!" Arga menarik tubuhnya dari cengkeraman laki-laki itu.
"Jangan pikir kamu bisa lolos dariku." tegas Arga meninggikan suaranya penuh emosi. Dia langsung saja. Arga segera menghubungi polisi. Setelah itu beranjak keluar. Saat melihat Angel. Mulai membawanya keluar dari kamar. Arga yang masih emosi menendang pintu itu hingga menimbulkan suara kerasnya.
Semua orang menatap ke arahnya. Arga yang tidak bisa lagi tubuh wanitanya itu bisa di lihat orang nantinya. "Biar aku yang bawa dia." ucap Arga memegang pundak Angel. Menghentikan langkahnya.
"Baiklah!"
Arga mengangkat tubuh Yeri. Berlari keluar dari club malam itu. Dan berjalan masuk menuju ke mobilnya.
"Kalian langsung saja pulang. Aku mau naik taksi."
"Kamu yakin?" tanya Arga memastikan. Ia mengatakan tubuh Yeri di kursi depan mobilnya.
"Iya.. Lagian udah biasa naik taksi. Lebih baik anda sekarang jaga Yeri." ucapnya.
"Baiklah! Hati-hati. "
__ADS_1