Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
Cemburu?


__ADS_3

"Apa yang di katakan mereka semua benar. Jadi jangan salahkan mereka juga," ucap Yeri.


"Yeri… Kamu jangan terlalu polos, deh. Membuatku gregetan tahu gak. Meskipun itu benar. Mereka juga tidak perlu ikut campur hubungan kalian. Itu privasimu. Jadi jangan sampai orang luar membicarkannya di belakangmu."kata temannya yabg saat ini sangat akrab dengannya. Angel, selalu memberi tahu banyak hal pada Yeri.


"Tapi sudah banyak orang yang membicarakannya. Tetapi aku tetap senang. Dan, aku akan menjadikannya sebuah semangat baru menjalani hidup. Aku akan membuktikan pada mereka." gumam Yeri menatap ke arah Angel. Mencoba untuk tersenyum. Meskipun hatinya terasa sakit.


Semuanya sudah tahu sekarang. Entah apa yang bisa aku lakukan. Aku bahkan di cap sebagai perebut calon suami orang. Padahal Aku hanyalah istri bayarannya. Jika habis kontrak maka semuanya akan berakhir. Tetapi tetap saja mereka semua menganggap aku salah. Gumam Yeri dalam hatinya.


"Yeri… Kamu melamun lagi?" tanya Angel. Menepuk pundak Yeri.


Yeri segera menyadarkan dirinya dari lamunanya. Dan kembali menatap ke arah Angel. Ia kembali tersenyum lagi.


"Enggak, kok." ucap Yeri.


"Baiklah! Mulai sekarang kamu harus terus tersenyum seperti itu. Jangan hiraukan apa yang mereka semua,katakan," ucap Angel. Memeluk bahu Yeri mereka saling menempelkan pipinya.


"Iya, ngapain juga berlarut dalam kesedihan!" ucap Yeri. Menarik turunkan Alisnya.


"Nah, gitu dong. Tetap senyum!" goda Angel.


"Kamu gak boleh sedih lagi. Harus tersenyum. Biar tambah cantik." ucap Angel. Mencubit ke dua pipi Yeri.


"Kamu, ya. Memang membuatku selalu ingin tertawa." gumam Yeri.


"Nah, sebagai taman. Aku harus membuat kamu selalu tertawa. Dan gak akan sedih lagi." ucap Angel.


"Baiklah! Sekarang kita cepat kerja. Bukanya ini udah mulai bekerja, ya?" tanya Yeri.


"Udah, tapi santai saja. Bos juga belum datang." ucap Angel.


Yeri menatap ke arah Angel. Mengerikan ke dua keningnya bingung.


"Dia belum datang?" tanya Yeri memastikan.


"Belum? Memangnya kamu gak tahu?" tanya Angel.


"Belum." jawab Yeri. Ia kembali menatap ke depan.


Bukannya dia tadi bersama dengan Jun. Tapi apakah Jun sudah datang? Entahlah…


"Eh… Kamu lihat Jun, gak tadi?" tanya Yeri.

__ADS_1


"Jun… Sekertaris boss, kah?" tanya Angel memastikan.


"Iya.. Apa dia sudah datang?" tanya Yeri.


"Sepertinya.. Aku belum melihat dia. Tapi tadi aku melihat laki-laki tampan yang baru saja datang. Oh… Senangnya aku.. Bisa berpas-pas'an dengannya." gumam Angel. Menggenggam tangannya. Meletakkan di depan dadanya sembari memejamkan mata. Membayangkan wajah tampan laki-laki yang baru saja dia lihat tadi.


"Hey… Jangan menghayal pagi pagi." ucap Yeri, mengibaskan tangannya tepat di wajahnya.


"Kenapa?" tanya Angel. Menarik ke dua alisnya bersamaan.


Yeri hanya diam. Ia memikirkan di mana Arga dan Jun? Pergi kemana dia? Apakah dia ada masalah penting? Atau memang belum berangkat.


Pikiran Yeri mulai berkecamuk. Mulai khawatir dengan Arga. Dia tak bisa jika melihat Arga kenapa-napa. Atau pergi dengan wanita itu.


"Yeri… Kenapa kamu hanya diam?" tanya Angel kesal.


Yeri menyadarkan lamunanya. Saat Angel menepuk bahunya. Membuat dirinya terkejut.


"Iya… Iya.. Memangnya kamu tadi cerita apa?" tanya Yeri, tersenyum tipis.


"Aku tadi lihat laki-laki super duper dingin. Dia jutek, tampan, tapi aku tertarik."


"Oh, ya. Yeri. Tari aku lewat di depannya. Dan dia menatapku. Meski wajahnya terlihat datar. Tapi tatapannya membuat hatiku merasa luluh seketika."


"udah jangan bicara tentang laki-laki sekarang. Ayo cepat kerja. Sudah banyak kerjaan menumpuk." ucap Yeri kembali denganoekerjaannya.


"Yeri… Dengarkan dulu." rengek Angel menarik narik tangan Yeri.


"Nanti, saja. Lagian masih banyak waktu buat cerita. Nanti saat jam istirahat juga bisa." jelas Yeri.


"Hah… Kamu nyebelin!!" ucap Angel kesal. Menghela napasnya berkali-kali. Angel menguntupkan bibirnya. Dengan ke dua tangan berkacak pinggang.


"Ya, udah. Nanti kamu harus dengar ceritaku. dan beri tahu namanya jika aku bertemu dengannya lagi." ucap Angel dengan nada sedikit memaksa.


"Iya… Bawel." ucap Yeri.


Yeri dan Angel. Segera melakukan tugasnya masing-masing. Dan Yeri menyibukkan dirinya. tapi pikirannya masih terbayang tengan ucapan beberapa orang padanya. Dia merasa ingin sekali lari dari kenyataan. Pikiran itu selalu mengganggunya. Dan membuat dia tak konsen dalam pekerjaannya. Dan Yeri berusaha menghilangkan pikirannya tentang hubungan Cia dan Arga. Dia mencoba untuk kembali fokus dengan pekerjaannya.


"Yeri… Kamu gak apa-apa, kan?" tanya Angel. kenapa wajah Yeri yang terlihat lesu.


"Apa kamu lapar?" tanya Angel lagi. Di saat dirinya belum juga mendapatkan jawaban dari Yeri.

__ADS_1


"Enggak!" ucap Yeri. Memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Kalau kamu sakit. Aku akan belikan kamu obat, gimana?" tanya Angel.


"Gak usah, Ngel. Aku gak apa-apa, kok. Lagian. Aku hanya sedikit sakit." jawab Yeri. Ia tak mau bicara jika hatinya sekarang yang sakit. Membuat kepalanya juga ikut sakit tak tertahankan lagi.


Angel menghela napasnya. Dia tahu jika Yeri temannya itu. Pasti banyak pikiran. Dia tahu siapa yang membuat semua ini terjadi. Ya, Siapa lagi kalau bukan suaminya sang boss itu. Meski dia tahu sebenarnya tetapi Angel tak mau bicara dengan Yeri.


"Ngel. Apa aku boleh tanya?"


Angel menarik kursinya mendekat ke arahnya. "Boleh, memangnya mau tanya apa?" tanya Angel antusias.


"Kamu tahu semua tentang boss kamu gak?" tanya Yeri menatap ke arah Angel.


"Mau jawaban jujur gak?" tanya Angel.


"Tapi kamu jangan marah padaku. Atau jangan sedih. Aku gak mau jawaban jujur membuat kamu tambah sedih nantinya." ucap Angel.


"Sudahlah! Ceritakan saja. Aku mau kamu jujur." ucap Yeri.


"Baiklah!"


"Apa benar jika Arga itu sudah lama kenal dengan Cia? Dan mereka pernah pacaran?" tanya Yeri.


Entah kenapa Yeri begitupemasaran dengan Cia. Meskipun hubungan mereka hanya sebatas pernikahan kontrak. Tapi, hatinya merasa ada yang ganjal. Dia tidak mau jika Arga kembali pada masa lalunya.


"Eemm... Lumayan, lama!" ucap Angel. "Iya, memangnya kenapa?" lanjutnya.


"Gak apa-apa, sih. Aku hanya tanya. Karena banyak sekali menganggap mereka serasi, kan. Beda denganku." Yeri menundukkan kepalanya. Mengerutkan bibirnya beberapa senti.


"Udah, deh. Mulai lagi. Bukanya tadi kamu sudah senyum. Udah, jangan du pikirkan hal itu. Lagian sekarang kamu adalah istrinya. Jaga hubungan dengannya. Jangan sampai pelakor masuk kedalam hubungan kalian." Angel terus memberi semangat pada Yeri.


"Jangan bahas itu." tegas Angel.


"Oke,"


"Yeri, kamu gak mau dekat dengan bos lagi. Nanti keburu Cia yang dagang ke ruangannya."


Yeri menggekrkan kepalanya pelan. Dia melirik ke arah wanita yang entah kenapa dia sudah ada di sampingnya.


"Gak, aku percaya dengan suamiku," jawab Yeri. Sembari melayangkan senyuman.

__ADS_1


__ADS_2