Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
Kenapa dia marah?


__ADS_3

Yeri menelan ludahnya susah payah. Tubuhnya gemetar seketika. Ingin rasanya dia berlari. Namun ke dua kakinya rasanya terikat dengan ribuan tangan yang mencegahnya pergi. Dia ingin marah, tapi amarah itu tak bisa di keluarkan dari bibirnya yang tiba-tiba terasa terkunci dangat rapat. Hatinya semakin teriris melihat mereka bercumbu di depannya.


Arga melirik ke arah Yeri. Dengan tangan masih menjamah tubuh Cia. Sepertinya laki- laki itu memang sengaja membuat Yeri marah padanya atau sekedar cemburu.


"kemarilah!" pinta Arga. Yeri dengan langkah sangat berat. Terpaksa dia menuruti apa yang di katakan Arga dia berjalan mendekat dengan wajah memaling tanpa melihat apa yang sedang mereka lakukan. Dia tak mau terus mengotori matanya.


Arga meraih tangannya. Membuat tubuh Yeri mendekat ke arahnya. Ke dua mata mereka saling tertuju.


Tubuhku tak bisa berkutik saat menatapnya. Kenapa aku tubuhku terasa terus mengikuti kemanapun dia pergi.


"Aku ingin malam ini kamu temani aku." bisiknya lembut. Membuat sekujur tubuh Yeri seketika bergidik geli. Bisikan penuh gairah itu seketika memanggil tubuhnya untuk terus mendekat.


Malam ini? entah apa yang di katakan Arga. Tubuhnya terdiam kaku seketika. Meski dirinya sedang bermesraan dengan wanita lain. Arga meraih tengkuk leher Yeri. Mengecup bibirnya begitu ganasnya. Membuat Cia yang berada di jangkauannya sangat kesal. dia beranjak dari pangkuan Arga. Dan mulai menarik turun gaun yang tersingkap ke atas menunjukan belakan miliknya.


Aku tidak bisa menolaknya. Tubuhku merasa menginginkan hal sama dengan Cia.


"Emm…. Emm…" Yeri mencoba untuk melepaskan kecupan Arga. Ke dua matanya mengedip-gedipkan tak percaya. Arga begitu ganasnya mengecup bibirnya. Mengulumnya penuh gairah.


Arga yang merasa Cia tak ada di jangkauannya. Ia menarik tubuh Yeri untuk duduk di atas pangkuannya Ia menarik tangannya agar menyentuh miliknya. Ke dua katanya semakin melebar.


"Apa ini? Aku.… Aku menyentuhnya? Kenapa laki-laki ini…" gumam Yeri dalam hatinya. Arga menydahi kecupannya. Jemari tangannya mengusap lembut oahanya. Ia menarik turunkan. Seketika Yeri menggeliat menikmati.


"Apa kamu suka?" tanya Arga. Ia mengusap aie mata yang masih tersisa di wajahnya.


"Jangan pernah menangis. Aku dengan Cia gak pernah ada apa-apa, dan aku hanya ingin melakukannya dengan kamu. Tapi terserah kamu sekarang di sini atau di rumah," bisik Arga lembut. Bibirnya mengecup leher Yeri. Meninggalkan bekas di sana. Menimbulkan suara ******* dari mulut Yeri.


Tubuhnya semakin menggeliat merasakan setiap kecupan Arga. Perlahan turun di bawah dagunya. "Apa ini nikmat yang di rasakan Cia. Sampai dia menggoda suamiku lagi dan lagi. Sampai membuat dia merasa sangat ketagihan."


Cia yang merasa sangat kesal. Ia meraih tas miliknya. Mencoba untuk kabur. Tapi langkahnya terhenti saat dia merasakan sebuah tangan mencengkeram erat pergelangan tangannya.


"Kamu mau pergi kemana?" tanya Arga.


"Bukannya kamu sedang bercumbu dengan istri kamu." ucap Cia kesal.


"Kalian sama-sama, wanitaku. Dan aku tak ingin membuat kalian berdua terluka." gumam Arga. Ia menarik tangan Cia mendekat lagi ke arahnya. Ke dua tangan laki-laki itu terlihat bermain di paha yang berbeda. Seakan dia memang sengaja memainkan dua wanita di dalam ruanganya itu


Hingga memang membuat Yeri dan Cia mendesah bersaamaan. Ketika sebuah tangan masuk bersamaan ke dalam goa miliknya.


"Kenapa kamu memilih kita berdua?" tanya Yeri memastikan. Meski dalam hati dia merasa sangat kesal. Tapi rasa ingin lagi itu membuat tubuh Yeri tak bisa jauh darinya

__ADS_1


"Tidak hanya kalian berdua? Memang aku suka dengan banyak wanita? Tapi aku tidak suka berhubungan badan dengan mereka." jawab Arga. Cia yang semula berdiri ia tertunduk di atas meja. Dengan ke dua tangan mencengkeram erat. Dan Yeri berada di jangkauannya. Dia yang semula menolak kali ini mulai menikmatinya. Seakan lupa dengan apa yang di lakukan Arga dengan Cia.


Kenapa tubuh aku tak bisa menolaknya. Padahal dia melakukan ini tak hanya denganku. Bahkan Cia.. Dia juga ada di belakangku. Apa memang dia memilih kita berdua? Tetapi aku gak mau di madu.


Saat mencapai puncak bersamaan. Milih mereka bisa bersamaan. Dan Arga menyudahinya. Dua beranjak berdiri. Mendorong tubuh Yeri menjauh darinya.


"Pergilah kalian." pinta Arga tanpa menatap ke arah mereka.


"Maksud kamu?" tanya Cia dan Yeri bersamaan.


Cia segera merapikan gaunnya yang berantakan. Dia mengusap rambutnya. Menyisirnya ke belakang dengan sela-sela jarinya.


"Aku bilang pergilah. Bagi aku kalian hanyalah teman bermainku. Dan bukan teman tidur yang sesungguhnga. Aku tidak akan mudah berbaring dengan kalian. Satu lagi. Pergi dari sini. Setelah kalian puas. Kalian bisa pergi. Bukannya itu yang kalian mau saya menggoda." ucap Arga membelakangi Yeri dan Cia. Sementara Cia yang kesal dan meraih tas miliknya di atas meja Arga. Dan berjalan keluar dari ruangan itu dengan wajah kesalnya.


"Dasar laki-laki, bedebah. Seenaknya saja bermain dengan dua wanita dan setelah puas kamu membuangnya." gumam Cia. Dia berjalan mendekati Arga. Perlahan sebuah tamparan keras mendarat di pipinya.


"Apa yang kamu katakan tadi?" ke dua mata Yeri tak hentinya terus meneteskan air matanya. Dia berjalan menyeret ke dua kakinya yang terasa sangat kaku. Dengan langkah ringan berdiri tepat di belakang punggungnya.


Cia berjalan keluar, membuka pintunya kasar. Lalu menutup pintunya lebih kasar lagi. Dia terlihat lebih kesal dengan apa yang di lakukan Arga tadi.


"Maaf! Kamu juga pergilah. Aku kira kamu wanita polos. Ternyata sama saja? Wanita murahan. Dan kamu tergoda olehku dengan perbuatan tadi?" Arga membalikkan badannya. Ia menarik satu sudut bibirnya sinis.


"Apa yang kamu katakan? Bukannya kamu yang mempermainkan aku. Dan sekarang kamu anggap aku wanita murahan? Asal kamu tahu… aku belum pernah melakukan itu sebelumnya. Dan baru kali ini ada laki-laki yang melecehkanku." pekik Yeri kesal.


Arga terkekeh kecil. "Memangnya siapa yang melecehkanmu? Aku suami kamu. Dan aku berhak atas tubuh kamu."


"Dan aku berhak melakukannya di mana saja. Di mobil, kantor atau kamar nanti." lanjut Arga.


Kerasukan setan apa dia? Kenapa udaranya terdengar lebih vulgar dari biasanya. Di dalam kamar berdua saja. Dia selalu menghindar dariku. Sebenarnya apa yang di rasakannya sekarang?


"Sekarang pergilah!" pinta Arga. Dia berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Belum sempat masuk semakin dalam. Langkahnya terhenti.


"Sekarang pergilah. Aku gak mau melihat kamu di ruanganku. Dan soal tadi. Anggap saja tidak pernah aku menyentuhmu. Tadi hanyalah sebuah kesalahan yang memalukan. Aku mendapatkan dua wanita murahan." gumam Arga.


Merasa ada yang berbeda dari Arga. Yeri menarik matanya dalam-dalam. Dan seketika berlari memeluk tubuhnya sangat erat dari belakang. "Aku tahu, hati kamu sedang bimbang." ucap Yeri.


Arga menarik ke dua tangan Yeri dari perutnya. Ia melepaskan kasar pelukannya. "Pergi! Apa kamu belum sadar juga. Kalau aku ingin lihat kamu pergi dari sini." bentak Arga meninggikan suaranya. Membuat Yeri seketika bergidik takut.


"Baiklah!" ucap Yeri.

__ADS_1


"Maafkan aku!" Yeri langsung berlari keluar menjauhi Arga. Entah apa yang terjadi pada suaminya itu. Dia terlihat begitu berbeda. Meski hatinya juga merasa sangat sakit ketika Arga mulai menjamah tubuh Cia. Rasa sakit itu seakan turulang lagi. Kali ini hatinya benar-benar sudah hancur. Dan tak ada harapan lagi untuk terus berharap pada orang yang sama sekali tidak pernah melihatnya.


Yeri berlari keluar dari ruangan itu. Para pegawai yang tak suka melihatnya seketika tertawa di atas penderitaannya.


"Eh.. Sepertinya tadi boss bermesraan dengan artis. Tapi apa dia tahu tadi? Terus dia marah? Dan kecewa."


"Sepertinya dia patah hati sekarang."


"Rasain. Salah sendiri merebut calon suami orang. Dan itulah akibatnya."


"Iya… dan boss juga pasti akan memilih dia. yang jauh lebih seksi dan pintar tentunya. Sepadan dengan boss kita."


Suara desas desus itu terdengar sampai ketelinganya. Membuat Yeri merasa terdiam menghentikan langkahnya. Ia bingung kenapa dirinya begitu bodoh. Terjebak dalam cinta dan pernikahan yang salah.


Semoga aku bisa kuat. Setidaknya sampai ayahku sembuh. Aku harus tetap bertahan. Dan setelah itu akan pergi selamanya dari kehidupan Arga. Dan tak akan pernah kembali lagi dengannya. Yang hanya memberikan sebuah luka. Tanpa mengobatinya. gumam Yeri dalam hatinya. Ia tak menghiraukan lagi ocehan mereka di belakangnya.


----


Yeri beranjak pergi. Dan kembali ke ruangan kerjanya. Dan di sana ada Angel yang sudah panik menunggunya.


"Yeri… Kenapa kamu menangis?" tanya Angel memegang ke dua bahu Yeri.


"Gak apa-apa," Yeri memalingkan wajahnya. Mengusap air mata yang membasahi pipinya. Sebelum berhadapan dengan temannya itu.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Angel.


Yeri hanya diam, ia terus menggelengkan kepalanya. Ia tak tahu gimana rasanya ingin sekali marah. Tapi dia tak bisa meluapkan emosinya. Yeri tiba-tiba memeluk tubuh Angel. mendekatinya sangat erat.


"Angel... Apa aku salah?" tanya Yeri membuat Angel semakin bingung.


"Salah apa?" tanya Angel memastikan.


"Apa aku salah mencintai orang?" tanya Yeri. Tak tahan lagi ke dua matanya terus meneteskan air matanya. Ia menangis tersedu-sedu dalam delapan tubuh Angel. Merasa kasihan Angel mengusap punggung Yeri.


"Kamu gak salah. Hati memang bisa saja mencintai orang yang salah. Tapi kamu jangan pernah menangis hanya karena cinta Buktikan padanya. Jika kamu bisa tersenyum tanpa cinta." ucap Angel melepaskan pelukannya Yeri. Ia semakin mencengkeram erat ke dua bahu Yeri.


"Yeri… Hati, tidak bisa di salahkan. Hati juga tak tahu dengan siapa kita akan jatuh cinta. Dan ternyata kita yang salah memilih pelabuhan cinta." jelas Angel.


"Sekarang, buanglah jauh air mata kamu itu. Cinta tak pantas untuk terus di tangisi. Buktikan pada Cinta jika kamu Bisa tersenyum, meski di hati kamu terluka. jangan pernah tunjukan air mata kamu. Apalagi pada orang yang kamu cintai." ucap Angel sok bijak.

__ADS_1


__ADS_2