Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
Kenyataan tentang Arga


__ADS_3

Praakkk…


"Aahhh…. Ponselku?" teriak Yeri. Ponselnya terjatuh tepat dibawahnya.


"Ehh… Lucas.. tolong ambilkan. Ponselku!" pinta manja Yeri.


Lucas memicingkan salah satu matanya.


"Bukanya bisa ambil sendiri." ucap Lucas melangkahkan kakinya pergi. Dan Yeri hanya diam mengatupkan bibirnya kesal. Melipat ke dua tangannya di atas dadanya.


Ke dua mata Yeri melotot saat melihat Lucas melangkahkan kakinya pergi meninggalkannya sendiri.


"Kenapa dia malah pergi, sih." gerutu Yeri. Ia dengan terpaksa mengambil ponselnya sendiri.


"Semoga saja ponselku masih aman." gumam Yeri. Ia membolak-balikkan ponselnya. Mencoba untuk mengamati. Apakah masih aman atau tidak.


Merasa tidak ada lecet sedikitpun. Yeri menghela napasnya lega.


Merasa tenang karena ponselnya yang di berikan Arga itu aman. Dia segera membayar semua perawatannya. Dan berlari keluar menuju ke salon yang tak jauh dari tempat dia berdiri sekarang.


Lucas yang berdiri, bersandar di mobil menatap ke arahnya yang tiba-iba berlari.


"Non, Yeri mau kemana lagi?" tanya Lucas.


Lucas menggelengkan kepalanya. Ia merasa sudah lelah harus menunggunya berjam-jam


Yeri menoleh. Ia tersenyum tipis.


"Kamu belum pulang ternyata?" gumam Yeri.


"Cepat pulang. Oma sudah menunggu." pinta Lucas.


"Sebentar saja. Aku mau ke salon. Kalau kamu mau pulang, gak apa-apa, pulang saja. Dan nanti kamu, bilang pada oma. Jika aku masih perawatan rambut di salon.


"Memangnya non, Yeri ngapain di salon?" tanya Lucas sedikit kesal.


"Perawatan rambut. Mungkin nanti sekitar 4 jam lagi." gumam Yeri sedikit kesal.


Gimana gak kesal dia sudah bilang kalau mau perawatan rambut lagi. Tapi Lucas malah tanya lagi dan lagi.


"Apa??" Lucas memelototkan ke dua matanya.


"Kenapa?" tanya Yeri, mengerutkan ke dua alisnya.


Lucas melirik jam tangannya yang melingkar di pergelangan tangannya. Jarum jam menunjukan pukul 2 dan dia tadi sudah menunggu Yeri berjam-jam sekarang harus nunggu 4 jam lagi. Seketika dia hanya bisa menghela napasnya kesal.


Bisa botak lama-lama rambutku. Gerutu Lucas.


"Baiklah! Aku akan pulang. Nanti aku akan jemput kamu. Atau Jun yang akan jemput kamu di sini. Yang, paling penting aku bisa di rumah makan dulu. Dari pada nunggu kamu." tegas Lucas kesal. Bahkan dia memanggilnya seperti memanggil.temannya sendiri.


"Memangnya Kenapa? Bukanya nanti kamu bisa makan."


"Keburu mati kelaparan aku." decak kesal Lucas.


Yeri tersenyum tipis, menyipitkan matanya, dengan mengangkat dua jarinya ke atas. "Udah… cepat pergi. jangan emosi, ya " gumam Yeri mengeluarkan senyum manisnya.


Wajah Lucas terlihat sangat datar. Meninggalkan Yeri sendiri. Sekarang bagi Lucas tugasnya untuk jaga Yeri udah selesai. ini sudah melebihi batasannya.


 


Sementara Arga. dia segera bersiap untuk keluar kembali dari rumah oma. Hanya karena ingin membawa Yeri. Dia teringat tentang Yeri berada di salon. Kali ini dia ingin terlihat baik di depan oma. Agar dia tidak terlalu curiga lagi padanya.


"Arga.." panggil oma. Berjalan menghampirinya.


Arga berjalan keluar dari rumahnya. Langkahnya terhenti saat mendengar seseorang memanggilnya.


Arga menoleh melihat oma sudah berdiri di belakangnya. "Ada apa?" tanya Arga jutek.


"Kamu mau kemana lagi?" tanya oma.


"Aku mau bawa Yeri, ke sini oma." tegas Arga.


"Jangan bohong pada oma." geram oma.


Arga menghela napasnya kesal. "Oma. Aku gak bohong. Aku mau jemput Yeri sekarang. Kalau gak percaya oma ikut saja."


"Gak usah! Udah cepetan jemput dia sekarang." ucap Oma. "Awas saja kalau kamu bohong. Aku tidak akan tinggal diam." ancam omanya.


"Iya.. Oma. udah, aku pergi dulu." ucap Arga tak mau lama-lama. Dia melangkahkan kakinya pergi meninggalkan Oma sendiri. Arga segera masuk ke dalam mobil sport warna hitam miliknya.


 


Tak butuh waktu lama mibil Arga melesat begitu cepatnya. Hanya dengan waktu 15 menit sampai di tujuan. Dan Yeri hanya diam melotot menatap mobil yang ada di parkiran depan.

__ADS_1


"Itu… Bukanya itu mobil Arga? Kenapa dia ada di sini? Apa dia? Astaga? Apa dia sekarang sedang mencariku? Gimana nih? Sepertinya aku harus sembunyi." Yeri beranjak berdiri.


"Mbak.. Jadi perawatan?" tanya pegawai salon.


"Bentar, ya, mbak." Yeri tersenyum tipis. Wajahnya terlihat panik dan terus menatap ke arah luar salon.


Dia segera berlari bersembunyi di balik pot bunga besar yang ada di dalam, di balik dinding. Ia duduk mencengkeram ponsel dan tasnya dalam dekapan tubuhnya. Ia duduk di bawah.


"Mbak, kenapa anda di sini," tanya salah satu pegawai yang melintas ke arahnya.


"Sstttt…" Yeri menarik tangan pegawai itu, sedikit ke belakang. Agar tak terlihat oleh Arga yang mulai berjalan masuk ke dalam salon itu.


"Nanti kalau laki-laki itu cari aku.. Bilang kalau aku gak ada di sini. Kalau dia sampai tahu, aku gak jadi perawatan nanti." ucap Yeri.


"Baiklah!"


"Udah.. sana pergi." usir Yeri.


Sesekali ia melirik ke arah Arga.


Gawat kalau sampai arga tahu. dia pasti sangat marah. Apalagi aku belum juga sampai di rumah oma.


Baru saja dia melangkahkan kakinya masuk. Semua wanita berlari ke arahnya. Menatap kagum laki-laki tampan dengan kaca mata hitam menutupi matanya. Arga melepaskan kaca matanya. Melihat sekeliling salon yang nampak sangat luas itu.


Ia mengamati semua yang melakukan perawatan di sana.


"Di mana Yeri? Kenapa dia tidak ada di sini?" gumam Arga. Matanya tak henti terus berkeliling.


"Beberapa orang juga sengaja curi pandang pada Arga. Tetap saja Arga mengacuhkannya.


"Apa hebatnya dua? Kenapa juga banyak wanita yang suka dengannya?" gumam Yeri menarik sudut bibirnya.


"Eh… itu bukannya yang di gosipkan dengan artis itu?"


"Iya.. Sepertinya dia."


"Ternyata dia sangat hot, ya."


"Lebih tampan aslinya."


"Iya, tapi katanya dia ciuman dengan artis itu."


"Iya.. Mereka uwu bareng aku lihat."


"Apaa, itu?"


Yeri yang mendengarnya, seketika mengangkat kepalanya. Menatap beberapa wanita yang bergerombol di depannya. Mereka tak hentinya terus berbicara tentang Arga. Membuat Yeri yang semula duduk. Dia beranjak berdiri. Ke dua matanya menajam. berjalan mendekati wanita di depannya.


"Apa yang kamu katakan?" tanya Yeri.


"Ih.. kamu siapa?" tanya wanita, dengan wajah jijiknya tak suka.


"Aku tanya padamu? Siapa yang kamu maksud tadi?" tanya Yeri geram.


"Oo.. Tadi. Tuh, cowok. Dia yang ada di video panas." ucap wanita itu sembari menunjuk ke wajah laki-laki yang mulai berjalan mendekatinya. Yeri menoleh sekilas, menatap wajah Arga.


"Video panas gimana maksud kamu?" tanya Yeri.


"Video panasnya dengan Artis. Masak kamu tidak tahu. Padahal Video itu baru saja heboh. Dalam 10 menit saja sudah jadi trending topik di semua berita ini dan tv." jelas wanita itu. Ekspresi wajahnya terlihat sangat centil.


"Mana videonya. Apa kamu menyimpannya? Atau enggak, kamu kasih linknya biar aku lihat." Hati Yeri terasa terbakar saat mendengar desas desus itu.


Awas saja kalau kamu sampai ketahuan terlibat skandal dengan artis. Aku gak akan memaafkan kamu. Gumam Yeri dalam hatinya.


Sedangkan wanita di depannya. Dia mengeluarkan ponselnya dari tas miliknya. dan mulai membuka video yang baru saja dia download tadi sebelum semuanya di take down.


Yeri menariknya cepat. Dia menatap sekilas video itu. Di mana saat dia berada di danau bermesraan dengan seorang wanita. Arga yang tahu ada Yeri di sana. dia berjalan cepat dan segera meraih ponsel di tangan Yeri. Dan…


Praakkkk…


Arga melemparkan ponsel itu begitu kerasnya. "Sekarang jika kalian simpan video itu. aku tidak akan segan-segan merestart semua data di ponsel kalian semua." tegas Arga.


"Ponselku…" wanita di depan Yeri itu berlari mengambil ponselnya yang sudah pecah berantakan di lantai.


Arga meraih tas Yeri. Dan mengambil uang cash yang masih banyak di tasnya. dia memberikan uang itu 20jt pada wanita di depannya.


Yeri hanya diam. Dia bingung gimana bisa tahu kalau dirinya ada uang.


"Buat ganti ponsel kamu." gumam Arga. Melemparkan uang itu tepat di depan wanita yang duduk di lantai menangisi ponselnya.


Semua wanita di sana bergidik takut melihat kemarahan Arga.


"Memangnya kamu bisa?" tanya salah satu wanita itu.

__ADS_1


"Kamu belum tahu aku. Aku bisa merestart semua ponsel dari berbagai merek ponsel kalian semua. Menghapus semua data yang ada di sana. Jadi jika kalian ketahuan masih menyimpan video itu. Aku akan menonaktifkan jaringan di ponsel kalian semuanya." ancam Arga dengan pandangan mata menajam.


Beberapa orang yang ada di salon itu segera mengeluarkan ponselnya. Ke dua tangan mereka gemetar melihat kemarahan Arga. Mereka segera menghapus semua video yang ada di ponselnya.


Sedangkan Yeri hanya diam. Ia menatap wajah Arga penuh kekesalan. Arga menatap wajah Yeri. Ia melotot tajam. Meraih tangan Yeri menariknya keluar dari salon itu. Dan mendorongnya masuk ke dalam.


"Maaf, sepertinya aku harus bawa kamu pulang." Ucap Arga. Segera memasang seat belt milik Yeri. Menutup pintu mobilnya. Dan segera masuk ke dalam mobilnya.


Wajah Arga nampak masih sangat tegang. Ke dua matanya bahkan tak melirik sama sekali ke arah Yeri.


Dan Yeri juga sama dia merasa sangat kecewa dengan Arga. Gimana bisa dia malah berhubungan dengan wanita lain.


Jadi Arga tadi pergi lebih dulu, hanya ingin bertemu dengannya. Dan bermanja berdua. Aku yakin jika itu pasti Cia. Si, artis yang sedang tenar. Dan apa yang di lakukannya di luar batas. Membuat aku merasa jijik saat melihatnya.


Yeri melirik sekilas ke arah Arga. Dia terlihat jutek, ingin, bahkan aura di dalam mobil terlihat sangat menakutkan. Ke dua mata Arga selalu fokus pada jalan di depannya. Tanpa melirik lagi ke arahnya.


"Kenapa kamu diam?" tanya Arga memecahkan keheningan di antara mereka. Tanpa melirik ke arahnya sama sekali.


"Apa ada yang ingin kamu tanyakan padaku?" tanya Arga lagi.


Yeri segera menyadarkan dirinya dari lamunannya.


"Ada, sangat banyak." ucap Yeri.


"Tanyakan saja. Jika aku bisa jawab. Aku akan jawab semuanya. tetapi, jika aku tidak bisa jawab. Ya, terpaksa aku hanya diam. Dan kamu bisa cari tahu sendiri jawabannya." jelas Arga. Meski dia menjawab ucapan Yeri. Tetapi Arga sama sekali tidak mau melihat ke arahnya.


"Baiklah! Aku hanya ingin tanya sesuatu padamu. Satu pertanyaan." ucap Yeri menatap ke arah Arga.


"Apa?"


"Apa yang kamu lakukan tadi pada Cia?" tanya Yeri. Membuat Arga seketika menginjak remnya mendadak. Membuat tubuh mereka terpental ke depan. Dan Yeri terbentur dashboard mobil. Darah segar menetes di dahinya. Wanita itu tak perduli Dia menatap ke arah Arga menunggu jawaban darinya.


Arga mengerutkan keningnya. Mencoba melihat dahi Yeri. "Kening kamu berdarah?" ucap Arga memegang ke dua pipinya. Membalikkan wajahnya ke kanan dan ke kiri mencoba memastikan lagi. Ada yang luka atau tidak.


Arga segera mengeluarkan sapu tangan miliknya. Sapu tangan itu adalah sapu tangan kenangan dari seseorang waktu dia kecil dulu. Dan saputangan itu menjadi semangatnya saat ini.


Arga segera membersihkan darah segar di keningnya. Mengusapnya lembut. Yeri menatap ke dua mata Arga terlihat ada ketulusan dalam matanya. Yeri memegang pergelangan tangan Arga.


"Jangan sentuh lagi." ucap Yeri datar.


"Baiklah, bersihkan sendiri." jawab jutek Arga melemparkan sapu tangan ke arahnya.


Yeri hanya diam. Menghela napasnya kesal. Dan dia tetap berusaha untuk tegas menghadapi laki-laki jutek di depannya itu.


"Aku mau tanya padamu." ucap Arga.


"Tanya apa? Bukanya tadi pertanyaanku belum kamu jawab. Kalau kamu jawab pertanyaanku. Aku akan balik jawab apa yang kamu tanyakan." ucap Yeri jutek.


"Apa?"


"Tentang apa yang kamu lakukan dengan Cia."


"Bercumbu." jawab singkat Arga sontak membuat Yeri melebarkan matanya. Ia menelan ludahnya susah payah. Tubuhnya seketika lemas, mendengar sebuah jawaban yang membuatnya merasa sangat gerah. Gimana tidak, ke dua matanya tak berhenti menatap ke arah Arga.


"Kenapa?" tanya Arga jutek. Menatap ke arahnya.


"Apa kamu cemburu?" tanya Arga memastikan.


Yeri mencoba untuk tetap tersenyum. Meski dalam hati. Entah sejak kapan dia merasakan sangat sakit.


"Aku tidak apa-apa, jika kamu mau pergi dariku. Silahkan!" ucap Yeri membuat arga semakin bingung. Ia menatap ke arahnya.


"Pergi? kamu lupa perjanjian kita. Sebelum perjanjian itu berakhir. Aku tidak akan pergi ninggalin kamu."


"Jadi kalau perjanjian.. itu.. sudah berakhir. Apa kamu mulai kembali dengan Cia?" tanya Yeri.


"Entahlah!"


Arga menatap ke arah Yeri. Ke dua matanya tak berhenti mengamati setiap gerak gerik wajahnya.


"Apa kamu cemburu?" tanya Arga mendekatkan wajahnya.


"Tidak!" tegas Yeri.


"Yakin?" Arga meriah dagu Yeri menariknya, membuat kedua mata mereka saling tertuju.


"Cepat pulang. Aku mau cepat sampai rumah. Kamu telah mengacaukan segalanya." Yeri menepis tangan Arga kasar.


Arga meraih tangan Yeri, menariknya, mendaratkan sebuah kecupan lembut di bibirnya. Yeri yang terkejut dia hanya mengedipkan matanya.


Kenapa dengan hatiku. Kenapa hatiku merasa gundah. Aku gak bisa berkutik sama sekali.


Arga mengusap lembut rambutnya. Melepaskan kecupannya. Tanpa banyak tanya lagi. Arga segera mengemudi mobilnya melaju menjauh dari bahu jalan. Dan melanjutkan pergi ke rumahnya.

__ADS_1


Yeri hanya diam. Ia memegang bibirnya, kecupan itu sangat lembut. Menggetarkan hatinya. Meredamkan emosinya. Hatinya yang semula panas berubah dingin dalam sekejap.


Apa maksud dari kecupan tadi? Apa dia suka denganku? Tapi.. Itu gak mungkin. Gak mungkin. Yeri memalingkan wajahnya menatap ke arah kaca mobil. Melihat pemandangan di luar.


__ADS_2