
“Selamat malam semuanya, malam ini kita akan adakan pesta dansa dan kalian harus berdansa dengan pasangan masing-masing. Tapi kita lihat dulu seorang Tuan muda kita berdansa. Apa kalian semua siap?” teriak Mc yang berdiri di depan, dengan mic di tangannya.
“Arga! Arga! Arga!” ucap kompak semua tamu yang datang di pesta yang sebenarnya dia yang mengadakan. Karena hanya ingin menikmati kesuntukannya. Tak hanya temannya, teman adiknya juga banyak yang datang.
Arga yang berdiri di samping mc menatap ke arahnya mc beberapa detik, lalu memutar matanya melihat wanita yang berdiri di depannya. Pandangannya tertuju pada wanita di samping adiknya. Dia menarik ujung bawah jas hitam miliknya, lalu melangkahkan kakinya mendekati Yeri yang dari tadi hanya diam menatap ke depan, dengan tangan masih memeluk tangan adik Arga. Seakan dia melakukannya dengan sempurna, pura-pura jadi teman kencannya.
Arga mengulurkan tangannya ke depan, dengan menggerakkan kepalanya sedikit ke kanan, memberi kode padanya agar segera menerima uluran tangannya.
Kenapa jadi rumit seperti ini? Dan kenapa juga dia harus ajak aku? Apa di sini gak ada wanita lain.
“Temani kakak aku dansa, lagian dia belum pernah dansa dengan seorang wanita!!” ucap Gio, membuat Yeri mendongakkan kepalanya, dia melebarkan kelopak matanya membuatnya ke dua alisnya ikut terangkat ke atas, tak percaya dengan apa yang di katakan Gio tadi.
Aku bingung!! Sebenarnya aku temani dia atau kakaknya. Gimana kalau kakaknya nanti mempermalukan aku. Gumam Yeti dalam hatinya.
Terima! Terima! Terima! Terima!
Suara riuh dari para tamu undangan membuat Yeri semakin bingung, dia ingin sekali menolaknya tapi mulutnya seakan sudah susah sekali untuk terbuka dan berkata ‘tidak’ pada Arga.
Yeri dengan berat hati, dan terpaksa dia harus menerima uluran tangan Arga, dan berjalan ringan mengikuti langkah kaki Arga yang menuntunnya ke tengah kerumunan para tamu.
Perlahan musik romantis terdengar jelas, suara riuh para tamu membuat semakin gaduh.
Yeri menerik bibir bawahnya sedikit ke dalam, kepalan tangannya mencengkeram erat ujung gaunnya, ia merasa sangat gugup saat tangannya harus memegang pundak Arga. Bahkan laki-laki itu hanya diam tanpa suara keluar, ke dua kaki mereka mulai bergerak selaras menikmati musik yang begitu romantis. Tubuh mereka mulai serong ke kanan dan ke kiri.
Arga menyentuh pinggang Yeri, menariknya ke dalam dekapannya, dengan ke dua tangan kiri mereka di atas. dan tangan kanan arga memegang pinggang rampingnya. Ke dua mata mereka saling tertuju, terkunci dalam diam.
Apa segugup ini jika dansa dengan laki-laki? Perasaanku campur aduk di buatnya, aku ingin sekali pergi dari sini, tapi perasaan nyaman ini membaut aku bertahan dengan posisi gugup memandang wajahnya.
Arga menyilakan helaian rambut tipis yang menyilang di wajahnya, ke belakang telinga.
“Wanita murahan. Ternyata memang benar. Kamu sangat mudah untuk di rayu!!” bisik Arga, merapatkan tubuhnya ke tubuh Yeri.
Tatapan kagum berrubah mengobar seketika,
__ADS_1
Yeri menguntupkan bibirnya.“Jangan coba macam-macam denganku!!” jawabnya melebarkan katanya mengancam.
“Aku berhak perlakukan ini padamu, syang!!” ucap Arga membuat Yeri semakin geram, dia menginjak kaki Arga seketika membuat laki-laki itu terjingkat melepaskan tangannya dari belakang punggungnya.
Semua yang melihat hanya menatapnya heran dengan apa yang di lakukan Yeri yang begitu berani melawan tuan muda seorang ceo terkenal. “Jangan kamu pikir aku wanita murahan!! Aku masih punya harga diri, jangan seenaknya kamu samakan aku dengan wanita yang berkali-kali tidur dengan kamu,” pekik Yeri kesal, dia menghentakkan kakinya, membalikkan badannya. Baru mengangkat kakinya satu langkah ke depan, langkahnya terhenti. Sebuah tangan, menarik lengannya, hingga dia berbalik cepat terjatuh dalam dekapan hangat tubuhnya. Ke dua tangan Yeri tak sengaja menyentuh dada bidang Arga yang nampak sangat atlentis. Sepertinya memang dia suka fitnes membuat tubuhnya sangat perfeck. Dan banyak di incar para wanita hanya untuk tidur dengannya.
Deg! Deg!
Deg! Deg!
Jantung mereka saling berpacu, dengan ke dua mata hitam itu saling tertuju, terkunci dalam pusaran perasaan. Arga mendekatkan wajahnya, dengan tangan kiri memegang kepala belakang Yeri, lalu sedikit menariknya semakin dekat. Bibir mungil Arga mendaart tepat di bibir tipis Yeri, menggulumnya bibir mungil Yeri penuh gairah.
“Wuaa… Mereka ciuman?” teriak histeris para tamu wanita.
“Apa aku gak salah lihat?” ucap wanita lainya.
“Baru kali ini, melihat Tuan Arga berani dengan wanita seperti itu,” sambung lainya.
Suara desas desus itu terdengar jelas di telinga Yeri.
Yeri mencoba melepaskan kecupan Arga, memukul dada bidang laki-laki itu. Namun dekapan tangannya sangat erat di belakang punggungnya. membuat tubuhnya semakin menempel padanya, seperti perangko yang tak bisa lepas dari amplopnya.
Arga yang sudah puas menggulum bibir mungil wanita itu, dia melepaskan bibirnya, lalu mengusap bibirnya dengan ibu jarinya tangannya. Tatapannya sangat licik membuat wanita di depannya itu semakin murka dengan apa yang sudah di melakukannya.
“Ciuman ini akan aku beri harga 20 juta!!” bisik Arga. “Nanti jika mau lebih dari itu, pergilah ke kamarku,”
Plakk…
Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Arga, hingga meninggalkan bercak merah tangan di pipinya. Semua tamu menatapnya bingung, mereka tak menduga hal itu akan terjadi. Bagi mereka itu sebuah penghinaan terhadap tuan muda Arga. Bahkan para wanita melihat Yeri yang semula kagum kini, para wanita melihatnya dengan tatapan penuh amarah. Karena sudah membuat laki-laki pujaan para wanita itu di tampar depan umum.
“Jangan anggap aku wanita murahan. Aku bukan wanita murahan seperti yang kamu bilang. Dan ingat aku gak butuh uang kamu,” ucap tegas Yeri, mengusap bibirnya bekas kecupan lembut Arga dengan punggung tangannya. Ke dua matanya mulai berkaca-kaca, tak bisa menahan air mata yang ingin sekali menguap keluar dari kantong matanya. Yeri menatap ke belakang, semua mata tertuju padanya membuatnya semakin malu, dia mengepalkan tangannya sangat erat, mencengkeram samping gaunnya. Dan segera berlari jauh meninggalkan semuanya.
Apa aku salah? Kenapa dia menangis? Baru kali ini aku melihat wanita seperti dia. Gumam Arga menatap kepergian Yeri.
__ADS_1
Yeri berlari pergi, air matanya tak bisa tertahankan lagi. Dia tetua berlari tanpa perdulikan teriakan amarah para wanita yang kesal dengannya.
“Yeri!!” teriak Gio mencoba mengejar Yeri, langkahnya terhenti sebuah tangan menghalanginya untuk mengejar Yeri.
“Biar aku saja yang kejar dia!!” ucap Arga.
“Tapi kak…!”
“Sudahlah… Kamu urus semua tamu, dan nikmati pesta.”
Gio hanya mengangguk, dia tidak bisa menolak apa yang di katakan kakaknya. Dan Arga bergegas pergi berlari mengejar Yeri.
Arga merasa bersalah telah membuat seorang wanita menangis akibat ulahnya.
“Apa mungkin dia malu?” tanya Arga pada dirinya sendiri.
-------
Sedangkan Yeri sudah berlari jauh, menerobos guyuran hujan yang sangat lebat, dia berjalan dan terus menangis.
“Kenapa aku harus bertemu dengan wanita seperti itu, dia berani melecehkan aku di depan semua orang. Aku masih punya harga diri, meski aku hanyalah pacar bayaran.” Yeti memeluk tubuhnya sendiri, berjalan dengan tubuh yang mulai menggigil kedinginan.
Sebuah mobil sport hitam berdiri tepat di samping Yeri berdiri, seorang laki-laki keluar dari mobil itu membawa payung, Dia berdiri di belakang Yeri, “Kenapa kamu pergi?” tanya Arga, memegang pundak Yeri.
“Maafkan aku!! Mungkin aku tetlaku berlebihan!!”
Tubuh Yeri yang mulai lemas kedinginan, bahkan dia dari tadi pagi belum makan sama sekali.
Yeri menoleh, pandangannya sudah terlihat samar-samar melihat laki-laki di depannya.
“Siapa kamu?” tanya Yeri, sembari tangan kanannya memegang kepalanya yang terasa sangat pusing, dan. Brukk…
Tubuh Yeri lemah lunglai seakan yak bertulang terjatuh, dengan sigap laki-laki itu menyangga tubuhnya, membiarkan payung yang dia pegang yadi terjatuh, dan membuat hujan juga mengguyur tubuhnya.
__ADS_1
“Eh… Bangun!! Jangan buat aku bingung!!” Arga menepuk-nepuk pipi Yeri, hingga merasa tidak ada jawaban sama sekali, dia segera mengangkat tubuh yeti masuk ke dalam mobilnya.