Menjadi Istri Bayaran

Menjadi Istri Bayaran
Sentuhan lembut membiusku


__ADS_3

“Sekarang aku akan suapi kamu,” ucap Arga, mengambil satu mangkok soup jahe yang baru saja di berikan oleh bi Inem.


“Apa ini?” tanya Yeri, menatap mangkok di depannya, harus jahe menyeruak masuk ke dalam penciumannya.


“Cobalah agar tubuh kamu hangat!!” Arga mencoba mengkat satu sedok soup di arahkan tepat di bibir Yeri.


“Gak mau!!” Yeri menggelengkan kepalanya pelan, dia mejauhan tangan Arga.


“Lihat tubuh kamu masih menggigil, kan?”


“Mengigil gimana. Aku gak sakit!!”


“Yakin?”


“Iya, aku yakin!!”


“Baiklah!! Kalau begitu aku yang akan hangatkan kamu.” ucap Arga beranjak berdiri.


Yeri menatap wajah Arga, seketika dia mengerutkan keningnya sata melihat Arga mulai mencoba mendekatinya, dengan badan sedikit menunduk, seakan sudah siap mengangkat tubuhnya.


“Eh… Eh… Apa yang kamu lakukan, menjauh dariku…” uampat kesal Yeri. “Jauh-jauh sana, Dasar mesum!!”


Arga memegang dagu Yeri, hembusan napas beratnya terasa mangalir di kulitnya. “Jangan panggil aku mesum, kalau kita belum merasakan!!” bisik Arga.


Yeri menautkan ke dua alisnya. Orang ini kenapa? Apa dia benar-benar sudah gak waras. Kenapa tiba-tiba jadi berubah baik, dan sedikit mesum.


Melihat bibir Yeri yang terlihat sangat pucat, dengan pandangan mata sedikit menunduk. Arga menarik dagu Yeri sedikit ke atas, ia mendaratkan bibirnya, menggulum bibir mungil Yeri yang sangat menggoda.


Deg!


Deg!


Kecupan tiba-tiba, membuat Yeri terbelalak, ke dua mata mereka saling tertuju.


Kenapa jantung aku? Aku gak mau kalau sampai terpesona dengan laki-laki mesum ini.


Empp…


Yeri mendorong tubuh Arga menjauh darinya. “Dasar otak mesuk!!” Eh… Asal kamu tahu, aku bukan wanita gampangan yang bisa semudah itu kamu cium!!" Yeri beranjak berdiri, dengan ke dua tangan berkacak pinggang.


“Aku tahu semua tentang kamu, kalau kamu nurut dan minum ini. Aku akan berikan apa yang kamu mau. Tenang saja, aku tidak akan melecehkanmu!!” jelas Arga, menarik ke dua alisnya ke atas.


Yeri menarik bibir bawahnya ke dalam sela-sela giginya, ia memutar bibirnya sembari menatap mangkok soup jahe yang baru saja di berikan untuknya.

__ADS_1


“Bi Inem sudah buatkan untuk kamu. Tapi kamu tidak menghargai orang tua sama sekali!!” decak kesal Arga.


Yeri menarik bibirnya tipis, ia menatap pembantu Arga yang dari yadi di dapur memejamkan matanya, gara-gara melihat adegan kecupan Arga dan Yeri tadi.


“Baiklah!! Aku minum karena aku menghargai orang tua, bukan karena kamu!!” decak Yeri, beranjak duduk kembali, dia meletakkan sendok di meja makan tepat di sampingnya, dengan segera dia meneguk soup jahe hangat tanpa tersisa. Yeri mengusap bibirnya dengan punggung tangannya.


“Sudah, sekarang aku mau pulang!!” ucap Yeri beranjak berdiri.


Arga meraih lengan Yeri, mencegahnya pergi.


“Pulang ke mana? Sekarang rumah ini, adalah rumah kamu juga.”


Yeri mengerutkan keningnya bingung. “Maksud kamu apa?” tanya Yeri.


“Tinggalah di sini!! Jika kamu tidak mau ayah kamu kenapa-napa!!” ancam Arga.


Yeri bangkit dari duduknya, dia berdengus kesal, ke dua tangannya menarik kerah baju Arga.


“Jangan berani mengancam. Kamu belum tahu siapa aku. dan ingat jangan sampai kamu menyentuh ayahku. Aku tidak akan tinggal diam!!”


Arga terkekeh kecil. “Memangnya kamu siapa? Apa kekuasan kamu sehingga kamu berani denganku,”


Arga melepaskan tangan Yeri yang menyentuh kerahnya, dia memegang pinggang wanita berambut sepunggung itu. Menariknya masuk ke dalam pelukannya.


Ke dua mata mereka saling tertuju.


“Aku hanya menawarkan sesuatu padamu. Aku akan membayar sesuai keinginan kamu. Jika mau orang yang paling kamu sayangi sembuh dan keluar dari rumah sakit. Maka aku akan berikan uang sesuai yang kamu inginkan!!”


Yeri manrik satu sudut bibirnya. Dia mendorong tubuh Arga kasar. “Jangan basa-basi, denganku. Tuan yang terhormat.”


“Baiklah!! Aku mau kamu jadi istri bayaranku. Kita tidak menikah, dan tidak akan pernah menikah. Pernikahan kita hanya status. Dan aku akan membuat semua menjadi nyata. Dan tenang saja aku tidak akan menyentuh tubuh kamu!!” jelas Arga, menarik ke dua alisnya ke atas.


Arga mendekatkan wajahnya. Dan berbisik pelan.


“Pikirkan baik-baik!! Jika kamu mau, maka aku akan bantu biaya ke ayah kamu. Dan memberikan dia pengobatan yang terbaik!!”


Mendengar hal itu, pikiran Yeri mulai berkecamuk.


Aku memang butuh uang, apalagi setelah yang aku dapatkan satu bulan hanya cukup untuk biaya ayahku, untuk kehidupanku saja masih kurang. Apa aku terima tawaran dia?


Arga meletakkan tangannya di pundak Yeri, “Pikirkan baik-baik!!” ucap Arga mengusap lembut ujung kepala Yeri, membuat gadis itu tersipu dengan usaha bayi memerahnya.


Deg!

__ADS_1


Apa yang aku rasakan, sentuhanya sangat lrmbut? Beda seperti laki-laki kasar yang aku temui kemarin.


“Aku mau mandi, kamu tunggu di sini!!”


“Mandi?” guman Yeri teringat jika tadi dia hujan-hujan, dia menarik bola matanya ke atas, mengingat kembali apa yang terjadi. Seketika dengan wajah panik dia melihat ke bawah, dengan ke dua tangan memegang daster yang pas untuknya.


"Wuaa… Kenapa aku pakai baju ini? Apa jangan-jangan kamu yang memakaikan baju ini " ucap Yeri, mengerutkan wajahnya. Dengan bibir sedikit manyun ke depan. Dia menatap wajah Arga dengan ke telunjuk tangan sudah tepat di depan wajah Arga.


“Dasar otak mesum!! Beraninya kamu menyentuhku!!”


Arga mengulurkan telunjuk tangan kanannya, mengarahkan ke kening Yeri, mendorongnya ke belakang pelan.


“Tanya sama bi Inem!!” ucap Arga menarik bibirnya tipis, dia membalikkan badannya melangkahkan kakinya pergi. Dan Yeri hanya diam, menyentuh keningnya dengan bibir manyunnya.


“Dia begitu imut!!” ucap Yeri lirih, dia menarik dua sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman tipis.


“Non!!” panggil Bi Inem. Berjalan dengan langkah ringan mendekati Yeri.


“Iya, ada apa?” tanya Yeri sopan.


“Non, wanita pertama yang di bawa tuan Arga ke vila ini. Dan non juga yang membuat tuan Arga bisa tersenyum kembali!!”


Yeri menguntupkan bibirnya. Ke dua alisnya menaut.


“Maksud bibi apa?” tanya Yeri.


“Apa non pacar tuan Arga?” tanya bi Cici yang langsung menyerobot pertanyaan penasarannya.


“Apan sih kalian, aku saja baru kenal hari ini. Dna mana mungkin aku pacaran dengan dia. Pertemuan satu hati saja bikin aku muak!” ucap Yeri, tiba-iba tertegun, menutup mulutnya seketika.


“Maksud non?” tanya bi Inem.


“Enggak lupakan saja!!” Yeri tersenyum, mengibaskan ke dua tangannya ke depan. “Ingat aku bukan pacar tuan kalian!!” jelas Yeri.


"Tapi sepertinya tuan Arga jatuh cinta dengan non!!


“Iya, non. Dia baru pertama kali tersenyum. Dan tadi dia juga terlihat sangat panik saat non pingsan!!”


“Sudah jangan bahas itu, aku mau pergi dulu ke kamar, lagian sepertinya sudah malam aku pulang besok. Dan bilang pada yuan kalian, aku menginap di sini malam ini!!” kata Yeri, melangkahkan kakinya pergi meninggalkan para pembantu yang masih berdesas desus membicarakan tuannya dengan wanita cantik yang baru saja bicara dengan mereka.


Apa yang mereka bilang? Gak mungkin juga cinta pada pandangan pertama itu terjadi. Itu hanyalah mitos!! Yeri yang memang tidak pernah percaya akan namanya cinta dia selalu mengelak saat dirinya mulai nyaman dengan laki-laki.


Sudah ratusan laki-laki kencan dengannya, tidak ada satupun yang bisa mengikat hatinya. Tidak ada yang membuatnya terbelunggu dalam cinta.

__ADS_1


__ADS_2