Mentari di Langit Malam

Mentari di Langit Malam
Masa Lalu : Natasha


__ADS_3

"Kalian sama dengan keluarga pada umumnya,” gumam Felix begitu Carlista sudah tidak terlihat.


"Lalu kamu kira kita berhubungan hanya karena bisnis?" balas Arthur sinis.


"Itu imej yang kalian berikan kepada publik."


"Sesuatu yang belum pernah kamu lihat, bukan berarti sesuatu itu tidak pernah ada," balasku memotong Arthur yang sudah ingin mengeluarkan berbagai macam kalimat ke Felix.


"Natasha adalah orang pertama yang memberiku kehidupan. Dia yang pertama kali memberikanku beasiswa saat melihat permainan bolaku karena aku bisa mencetak gol paling banyak diantara anak-anak lainnya. Saat itu, aku sudah menyerah karena aku sudah tidak bisa membayar biaya pendidikan formalku dan juga biayaku di klub bola tetapi siapa sangka Tuhan mengirimkan sebuah kesempatan dalam bentuk seorang gadis bernama Natasha. Dia menyelamatkan seorang yatim piatu yang sudah kehilangan arah hidupnya di usianya yang ke-11. Kehadirannya menyelamatkan anak itu. Sejak saat itu aku berjanji kepada diriku sendiri untuk terus melindunginya, menyayanginya, dan mencintainya karena dia menyelamatkanku di saat aku sudah menyerah dengan hidupku."


"Apa yang baru saja kamu ucapkan?" tanya Arthur dengan wajahnya yang jijik mendengar perkataan Felix. Arthur memang membenci semua hal yang menggelikan seperti ini.


"Zeta bertanya kepadanya apa yang dia sukai dari Natasha. Dia baru memberikan jawaban setelah 20 menit aku menanyakan pertanyaan itu," balasku.


"Ah," jawab Arthur dengan tidak semangat.


"Tunggu, tadi kamu mengatakan jika Natasha orang pertama yang memberikanmu beasiswa? Bukankah kalian berdua sama-sama penerima beasiswa?" lanjut Arthur menyadari ada yang ambigu dari ucapan Felix dan membuatku ikut memikirkan kembali apa yang baru saja diucapkan Felix.


Felix mengubah posisi tubuhnya dari yang tadinya berdiri menyandar pada dinding menjadi duduk di kursi seberang tempatku dan Arthur duduk. Beberapa kali dia mengeratkan tangannya, seolah sedang mengumpulkan keyakinan dalam dirinya. Arthur menyadari jika pembicaraan ini akan lebih serius dari yang dia bayangkan. Arthur meminta para pengawal untuk mengawasi kami dari tempat yang lebih jauh dari tempat dimana sekarang mereka berada. Melihat kode yang diberikan Arthur, para pengawal langsung berjalan menjauh meninggalkan Paman Stephan yang masih berada di tempatnya. Hanya Paman Stephan yang mendapatkan kepercayaan dari Arthur untuk tetap berada sedekat mungkin dengan kami dan jujur aku juga hanya mempercayai Paman Stephan dibandingkan pengawal lainnya.


Paman Stephan memang bekerja untuk ayah tetapi ada saat dimana paman benar-benar seperti bekerja hanya untuk kami. Aku rasa hingga saat ini ayah belum tahu kebenaran tentang Natasha juga karena paman tidak mengatakan apapun kepada ayah, sesuatu yang awalnya tidak bisa paman janjikan kepadaku tetapi berubah menjadi hal yang paman rahasiakan dari ayah.


"Natasha adalah cucu dari Keluarga Tindall."


Aku dan Arthur saling bertatapan begitu fakta yang sebenarnya sudah kami tahu dari saat Carlista mengenalkan dirinya tetapi tidak kami percayai karena sangat mustahil anggota Keluarga Tindall hidup tanpa satupun kemewahan. Terlebih, Natasha tidak pernah mengatakan apapun tentang keluarganya, walaupun aku tahu itu privasinya tetapi jika dia mengatakan yang sebenarnya maka Ken tidak akan kesulitan mencari cara agar mereka bisa bersama. Selama ini Natasha juga tidak pernah menyebutkan 'Tindall' di dalam namanya dan tidak mungkin pihak sekolah tidak tahu hal itu kecuali Natasha yang menyembunyikannya.


"Ibu Natasha adalah penerus Keluarga Tindall dan hal itu tentunya membuat Natasha secara langsung menjadi penerus berikutnya," lanjut Felix.


"Apa Ibu Natasha menikahi seseorang yang tidak selevel dengannya?" tanya Arthur membuatku sekali lagi menatap ke arahnya dengan terkejut.


"Benar, Ibu Natasha bertemu dengan seseorang dari kalangan biasa, seseorang yang membuatnya mengerti arti dunia. Kakek Natasha tidak menyetujui hubungan anaknya dengan seseorang yang tidak sepadan dengan mereka, semua cara dilakukan olehnya untuk memisahkan kedua orang tua Natasha tetapi tidak ada satupun cara yang bisa membuat keduanya berpisah hingga akhirnya Ibu Natasha diusir dari rumah. Membutuhkan waktu untuk seseorang yang terbiasa hidup seperti seorang putri kerajaan tiba-tiba hidupnya berubah drastis dan Ibu Natasha juga membutuhkan waktu untuk bisa beradaptasi bahkan hampir menceraikan suaminya karena tidak sanggup hidup serba kekurangan hingga akhirnya lahirlah Natasha. Kehadiran Natasha membuat keluarga kecil itu menjadi lebih bahagia dan membuat perceraian yang sudah hampir keluar dari mulut Ibu Natasha tertahan."


"Perlahan Kakek Natasha luluh dengan kehadiran cucu pertama dalam hidupnya. Kakeknya ingin memberikan semua yang dibutuhkan oleh keluarga kecil itu tetapi anak-anaknya yang lain cemburu karena menganggap Ibu Natasha sudah keluar secara hukum dari keluarga mereka dan tidak pantas mendapatkan sepeserpun uang hasil kerja mereka di perusahaan. Menurut kalian apa yang selanjutnya terjadi?"


"Haruskah aku benar-benar menebaknya?" balas Arthur dengan tidak bersemangat.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan melanjutkan cerita ini tanpa mencoba membuat kalian menebaknya," ucap Felix sembari tertawa kecil karena mendengar balasan yang diberikan oleh Arthur.


"Nenek Natasha memberikan bantuan kepada anak perempuan pertama mereka tanpa sepengetahuan anak-anak lainnya dengan menggunakan harta yang diwariskan Keluarga Oswald.”


"Tunggu, Keluarga Oswald bukankah itu Keluarga Nichole?" potong Arthur.


"Ya, benar. Aku tahu apa yang ingin kamu tanyakan, tapi bisakah aku menyelesaikan ceritaku dahulu?" tanya Felix begitu melihat Arthur berusaha membuat mulutnya kembali untuk mengajukan pertanyaan lain. Arthur langsung memasang wajah masa bodohnya dan aku memberikan tanda kepada Felix untuk melanjutkan ceritanya.


"Berlian dimanapun akan tetap menjadi berlian, bukan? Hanya dengan modal kecil yang diterimanya, Ayah dan Ibu Natasha bisa membangun sebuah usaha kecil, usaha swalayan dan pesan antar. Usaha yang dipandang sebelah mata oleh anggota keluarga lainnya tetapi siapa sangka usaha itu berkembang dengan pesat. Selain karena kemampuan kedua orang tua Natasha yang sangat baik, mereka juga sangat pandai membangun hubungan dengan rekan bisnis mereka hingga akhirnya banyak perusahaan-perusahaan yang mencoba menjalin kerja sama dengan swalayan kecil itu. Swalayan yang dipandang sebelah mata itu berubah menjadi swalayan yang besar, aku rasa kalian pernah mendengar nama swalayan itu, 'Poppy’. Orang-orang diluar sana pasti akan menjawab pernah mendengar nama Swalayan Poppy jika aku bertanya kepada mereka. Swalayan yang hanya dipandang sebelah mata berubah menjadi perusahaan menengah dengan banyak convenience store lainnya."


Swalayan Poppy, swalayan yang sangat tidak asing karena aku sering berbelanja disana saat aku di sekolah dasar. Ayah bahkan menjadikan teknik marketing dan manajemen swalayan itu sebagai salah satu bahan belajar William. Aku mengingatnya karena ayah membawa kami bertiga ke swalayan itu agar William bisa mengamati perbedaan yang ada dengan swalayan lainnya. Aku tidak tahu apa yang berbeda karena aku hanya bermain bersama Arthur dan berbelanja banyak cokelat di sana.


Satu hal yang membekas diingatakanku adalah suasana hangat yang ada di swalayan itu, seolah ketika aku melangkahkan kakiku memasukinya aku sudah menjadi bagian di dalamnya, seperti sebuah taman bermain yang aku rindukan. Aku berhenti mengunjungi swalayan itu setelah diakusisi oleh Perusahaan Tindall.


"Swalayan itu diakuisisi oleh keluarganya…”


"Kita tahu saat akusisi itu terjadi, berita tentang proses akuisisi itu ada dimana-mana. Bahkan aku rasa salah satu dari anggota Keluarga Tindall meminta bantuan ayahku untuk ikut mengakuisisi swalayan tetapi ayahku menolak karena tahu ke depannya swalayan itu akan hancur jika berhasil diakuisisi oleh Tindall. Dan tebakan ayahku benar, kenapa mereka harus bersusah payah mengakuisisi perusahaan yang tidak bisa mereka jaga?" potong Arthur, sepertinya dia sudah lelah mendengarkan cerita panjang lebar melihat dari raut wajahnya yang benar-benar berubah menjadi lebih gelap.


"Untuk menyingkirkan Ibu Natasha."


"Swalayan itu bisa diakuisisi karena mereka membunuh orang tua Natasha."


"..."


"Mereka menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh kedua orang tua Natasha yang saat itu sedang dalam perjalanan pulang dari liburan bersama dengan Carlista. Dan boom, mereka mengalami kecelakaan yang menyebabkan kedua orang tua Natasha tewas di tempat dan membuat Carlista kehilangan pendengarannya."


"Hentikan," potong Arthur dengan nada memaksa.


"..."


"Zeta, ayo kita cari makan. Aku lapar, kita belum makan apapun.”


Arthur berdiri dari tempatnya duduk dan menarik tangan kananku yang langsung aku tepis. Arthur sedikit terkejut dengan sikapku tetapi dia kembali duduk begitu aku menyuruhnya duduk kembali.


Arthur hanya tidak ingin aku mendengar cerita menakutkan seperti ini karena dia tahu aku akan berpikir jika keluarga lain bisa melakukan hal kejam dan menakutkan seperti itu, maka tidak mungkin Keluarga Allison tidak melakukan hal seperti itu. Dia hanya tidak ingin aku membenci keluarga kami lebih dalam hanya karena cerita yang bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan keluarga kami. Atau dia hanya tidak ingin aku tahu betapa gelapnya dunia yang kami tinggali ini.

__ADS_1


"Lanjutkan," ucapku pelan karena Felix tidak melanjutkan ceritanya dan hanya diam mengamatiku dan Arthur bergantian.


"Kakek dan Nenek Natasha tahu siapa dalang dibalik semua itu tetapi mereka tidak bisa memberikan hukuman kepada para pelaku, bahkan untuk mengumumkannya ke publik juga tidak bisa mereka lakukan karena mereka harus melindungi anak-anak mereka sendiri yang sudah membunuh anak mereka yang lain. Sangat ironis bukan, saat kedua orang tua melindungi kesalahan anaknya dan merelakan anak lainnya untuk meninggalkan dunia ini tanpa sebuah keadilan.”


“…”


“Keluarga Oswald juga tidak tahu mengenai keberadaan Natasha dan Carlista karena ketika Ibu Natasha terusir, Keluarga Oswald ikut memutus hubungan dengannya. Keluarga Oswald terkenal dengan dedikasi mereka saat mengirimkan anak perempuan mereka menjadi anggota keluarga lainnya, mereka akan menghormati setiap keputusan yang dibuat oleh keluarga baru anak perempuan mereka yang dalam hal ini adalah nenek Natasha dan mendukung setiap keputusan yang dibuat tanpa ada keinginan untuk ikut campur. Dan karena itu, Nichole tidak tahu apapun tentang Natasha."


"Aku ingin bertanya satu hal, darimana Natasha kenal dengan keluarga Nakamoto? Tidak mungkin mereka diam-diam mengawasi setiap orang yang ada di sekolah hanya untuk membuat Ken menjauh dariku," tanyaku.


"Kedua orang tua Natasha berteman dengan kedua orang tua Kak Alvin. Saat dimana kedua orang tuanya mengalami kecelakaan, Natasha langsung meminta bantuan kepada keluarga Nakamoto. Siapa sangka, orang yang sudah Natasha anggap sebagai keluarganya sendiri ternyata membantunya dengan mengharapkan imbalan. Mereka selama ini menjalin hubungan dengan kedua orang tua Natasha hanya sebatas bisnis."


"Kenapa kamu menceritakan semua ini kepada kami? Aku rasa cerita ini seharusnya diceritakan oleh pemilik aslinya bukan oleh pengamat sepertimu."


"Kak Arthur," panggilku.


"Natasha percaya kepadamu, Zeta."


"Apa yang dia percayai dari adikku?"


"Kamu akan menolongnya."


"Kak Arthur!!" teriakku begitu tangan Arthur sudah berada di kerah baju Felix. Arthur sangat membenci seseorang yang menceritakan kemalangan yang dideritanya hanya untuk mendapatkan pertolongan dari kami. Dia sangat membenci tipikal orang seperti itu karena baginya semua orang memiliki kekuatan yang sama untuk berdiri sendiri tanpa perlu kisah yang dilebih-lebihkan agar orang lain membantu mereka.


Teriakanku ternyata cukup membuat beberapa pengunjung rumah sakit dan juga tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit ikut terkejut, terlebih setelah mereka melihat Arthur yang hendak memukul Felix. Beruntung Paman Stephan dan pengawal lainnya langsung mengamankan suasana dan mengatakan semua ini hanya kesalahpahaman remaja. Paman Stephan juga sudah mendekati kami, berusaha melepaskan cengkraman tangan Arthur di kerah Felix.


"Apa yang sebenarnya kamu inginkan dari adikku?" tanya Arthur masih dengan emosi begitu Paman Stephan berhasil melepas cengkramannya.


"Sama halnya dengan Natasha yang menolongku saat aku sudah menyerah, tidak bisakah kamu menjadi penolong Natasha yang juga sudah menyerah saat ini?"


"Felix!!!" panggil Arthur penuh amarah.


"Aku mohon," balas Felix sembari berlutut, membuatku dan Arthur langsung meminta Paman Stephan untuk membuat Felix kembali berdiri.


"Apa kamu tahu jika selalu ingin menjadi tokoh antagonis dalam hidup seseorang?" ucapku sebelum akhirnya berjalan meninggalkan Felix.

__ADS_1


...-----...


__ADS_2