Mentari di Langit Malam

Mentari di Langit Malam
Masa Lalu : Percobaan


__ADS_3

Baru satu hari yang lalu aku meminta dilakukan tes poligraf kepadaku dan juga Ken untuk mengetahui perasaan yang kami miliki dan sekarang aku sudah menyelesaikan tes itu. Aku ingin tahu perjanjian apa yang ayah dan Ken lakukan dengan Paman Parker hingga akhirnya paman menyetujui tes ini. Kemarin saat aku membahas hal mengenai pembatalan perjodohan, semua orang menentang ide yang aku berikan dan terus mengatakan jika tes poligraf tidak bisa mendeteksi kebohongan 100%. Aku juga tahu hal itu tetapi setidaknya dengan tes poligraf, mereka bisa mengamati setiap perubahan tekanan darah, denyut nadi, ataupun nafasku yang tentunya berakhir dengan mengetahui apakah aku sedang berbohong atau tidak.


Sejujurnya, tes ini adalah satu-satunya cara yang bisa aku lakukan untuk membuktikan secara ilmiah perasaan yang aku miliki, sesuai dengan syarat yang tertera di surat perjanjian.


Ibu memberitahuku jika surat perjanjian pembatalan perjodohan dilakukan tepat satu hari sebelum kematian Tante Lily. Surat perjanjian yang ada merupakan usul dari Paman Parker dan tentunya hasil yang tertulis di surat perjanjian bukanlah hasil yang diinginkan oleh tante maupun ibu.


Baik ibu maupun tante menginginkan pembatalan perjodohan bisa dilakukan kapanpun tanpa adanya syarat apapun karena mereka tidak ingin di masa depan aku maupun Ken merasakan apa yang mereka rasakan akibat kisah cinta yang belum berakhir dari masing-masing kisah cinta yang mungkin akan kami temukan di masa depan. Lebih tepatnya ibu dan tante tidak ingin aku merasakan apa yang sudah mereka alami selama pernikahan mereka. Mereka tidak ingin aku juga merasakan sebuah pengkhianatan pada janji suci pernikahan yang akan terucap. Tante Lily takut jika Ken akan menuruni sifat ayahnya dan ibu takut karma milik ayah akan mengincarku.


"Kamu yakin sudah baik-baik saja? Wajahmu masih pucat."


Kualihkan perhatianku dari burung-burung yang berterbangan di taman rumah sakit ke arah sumber suara yang sekarang sudah duduk di sampingku. Aku membalas tatapan matanya dan tersenyum sembari mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukannya. Aku dan Ken memulai tes poligraf pada waktu yang sama tetapi aku menyelesaikannya lebih dulu. Tidak mungkin dia mendapatkan pertanyaan tambahan ataupun pertanyaan lain karena semuanya sudah diatur dan disetujui oleh ayahku secara langsung sehingga tidak mungkin ada kecurangan.


"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini? Apa kamu memiliki acara lain?"


"Aku ada kencan dengan Kak Alvin, kencan yang seharusnya aku lakukan minggu lalu."

__ADS_1


"Jadi, pakaian yang kamu kenakan saat ini, apakah itu pakaian perpisahan untukku atau untuk Kak Alvin?"


Aku tertegun mendengar pertanyaan itu. Aku bahkan tidak memikirkan jika saat ini aku sedang mengenakan pakaian perpisahan.


"Berarti aku masih memiliki satu kesempatan lagi untuk melihat baju perpisahan milikmu, bukan?" tanya Ken sembari tertawa seolah sudah tahu jawaban dari pertanyaannya.


"Apa yang ingin kamu lakukan?" tanyaku akhirnya menyerah untuk tetap diam menghadapi ocehan Ken.


"Mencintaimu dengan benar."


"Zeta, tidak bisakah aku mendapatkan kesempatan kedua untuk menunggumu selama waktu yang kamu butuhkan."


Aku langsung memutar kepalaku ke arahnya dan sudah mendapati tatapan lembut miliknya. Kalimat yang baru saja dia ucapkan sama seperti kalimat yang Alvin ucapkan. Seseorang sepertinya tidak mungkin bisa memikirkan kalimat seperti itu. Tidak mungkin dia mendengarkan semua percakapanku dengan Alvin di ruang musik bukan?


"Maafkan aku karena mendengarkan pembicaraan kalian tanpa izin," lanjutnya seolah sedang memberikan jawaban atas pertanyaan yang aku berikan melalui tatapanku.

__ADS_1


"Ken, kamu tidak membayar orang-orang di dalam untuk memanipulasi hasil tesnya bukan?" tanyaku dengan takut.


"Ayahmu sangat ingin membatalkan perjodohan kita dan mereka semua orang-orang yang dipilih langsung oleh ayahmu. Bagaimana mungkin aku bisa membayar mereka saat mereka sudah mendapatkan bayaran yang cukup besar? Dan bagaimana bisa aku membuat mereka berkhianat saat ayahmu juga memberikan ketakutan yang besar kepada mereka?"


"..."


"Aku tidak melakukan hal bodoh, Zeta. Dan sejujurnya aku sudah cukup senang dengan hasilnya."


Ting.


Ting.


Ting.


"Aku rasa sekarang waktu untukmu berkencan dengan Kak Alvin. Pergilah, pengawalmu juga terus melihat ke arah kita daritadi. Nikmati waktumu."

__ADS_1


...-----...


__ADS_2