MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 10 Di Padepokan Elang Sakti


__ADS_3

Keesokan paginya.


Mereka semua yang sudah menemukan sebuah penginapan, masih ada yang tertidur pulas. Karena merasa kelelahan setelah berjalan kaki, yang lumayan jauh untuk mencari sebuah penginapan di desa ini.


Sedangkan Yasa yang sudah bangun, ia pergi mencari kucing peliharaanya. Untuk memberikan makanan kepada kay kucing peliharaannya.


"Kay sayang! Kamu di mana?" ucap Yasa, mencari kucing peliharaanya.


Yasa yang sedang menundukkan kepalanya ke bawah, mencari keberadaan kucingnya, di semua sudut yang berada di bawah lantai. Ketika ia hendak mengangkat kepalanya, tidak sengaja berpapasan dengan Riska, yang sedang keluar dari kamar mandi.


Riska yang merasa Yasa, mau mengintipnya yang sedang mandi, langsung menampar pipi Yasa.


"Plaaaak," suara tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Yasa.


"Aawww! Kamu apa-apaan sih Ris? Main tampar aku aja?" Yasa mengusap pipinya yang di tampar oleh Riska.


"Kamu ngapain? Di depan pintu kamar mandi. Pasti mau ngintip aku, iyakan?" Riska menuduh Yasa.


"Lagi-lagi kamu menuduh tanpa bertanya? Asal kamu tahu saja yah? Aku itu mencari Kay, kucing peliharaan ku. Bukan mau ngintip kamu!" Yasa yang kesal di tuduh oleh Riska. Langsung pergi meninggalkannya, dan ia memutuskan untuk tetap pergi mencari kucing peliharaannya.


Riska yang merasa bersalah telah menuduh Yasa sembarangan, ia segera pergi ke dalam kamarnya. Untuk berganti pakaian, dan memutuskan  membantu Yasa mencari keberadaan kucing Kay yang hilang.


"Sudah ketemu belum Yas? Kucing Kay nya?" tanya Riska yang sudah berada di dekat Yasa.


" Belum!" jawabnya ketus.


"Maafin aku Yas,  jangan marah lagi dong. Aku bantu cariin kucing Kay yah." Riska mencoba merayu Yasa, supaya berhenti marah kepadanya, dan mau memaafkan atas kesalah pahaman ini.


" Hmmmz," hanya suara deheman yang keluar dari mulut Yasa.


Riska yang membantu Yasa mencari kucing peliharaanya, terus memperhatikan sekitar penginapan ini.


"Yas. Yasa, itu kucing Kay lari ke arah sana!" teriak Riska memanggil Yasa.


"Dimana Ris?"  Yasa pun pergi menghampiri Riska.


"Itu disana Yas!" Riska menunjuk jari telunjuknya, ke arah kucing Kay yang sedang berlari.


Yasa dan Riska pun pergi mengikuti jejak kucing Kay, yang terus berlari dan berpindah-pindah tempat.


"Kay, kamu mau kemana sih sayang? Emangnya kamu gak lapar? Ayo sini," Yasa mencoba membujuk kucing Kay, untuk datang menghampirinya.


"Meong, meong," kucing Kay yang melihat Yasa dan Riska, hanya menengok sebentar, lalu kucing Kay langsung pergi berlari kembali.


Mereka berdua pun mengikuti kucing Kay, yang masuk ke sebuah bangunan besar.


"Yasa kucing Kay masuk ke dalam sana!" tunjuk Riska ke sebuah bangunan besar.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita masuk ke dalam. untuk mengambil kucing Kay." Yasa memegang tangan Riska, dan mengajaknya masuk ke dalam.


Riska yang di pegang tangannya oleh Yasa. Merasakan degup jantungnya, berdetak lebih kencang, dan terus mengamati pegangan tangan dari Yasa yang menarik tangannya.


"Ini seperti sebuah bangunan Padepokan saja? Tapi aku tidak melihat ada siapa-siapa di sini?" ujar Riska sambil mengamati bangunan besar ini.


"Mumpung di sini tidak ada siapa-siapa! Lebih baik, kita segera masuk kedalam. Untuk pergi mengambil kucing Kay." Yasa mengajak Riska untuk masuk ke dalam, mencari keberadaan kucing Kay peliharaannya.


Riska yang masih diam berdiri melihat bangunan besar itu, di tarik oleh Yasa.


"Ayo Ris, ngapain di situ aja?"


Yasa dan Riska masuk ke dalam, tanpa mereka sadari, bahwa mereka berdua telah memasuki Padepokan Elang Sakti.


***


Murid-murid Padepokan Elang Sakti, yang baru pulang dari perjalanan berlatih ilmu bela diri, yang di adakan di luar Padepokan Elang Sakti, semuanya memasuki Padepokan Elang Sakti, untuk beristirahat di kamarnya masing-masing.


Akan tetapi salah satu murid Padepokan Elang Sakti, melihat ada dua orang yang mengendap masuk ke dalam kamarnya,  ia pun kembali keluar untuk memanggil teman-temannya.


"Rizal. Sarip sini!" ucap Lutffy mengajak kedua temannya, untuk menangkap kedua orang penyusup yang masuk ke dalam kamarnya itu.


Rizal dan Sarip mendekati Lutffy.


"Ada apa sih Lutffy?" tanya mereka berdua berbarengan.


Lutffy mengangkat satu jari telunjuk ke arah mulutnya, agar kedua temannya jangan berisik.


Mereka semua pun masuk ke dalam kamar Lutffy, dan melihat Yasa dan Riska yang berada di kamar Lutffy, sambil menggendong kucing Kay yang berhasil mereka berdua tangkap.


"Hey penyusup, mau lari ke mana kamu?" Lutffy dan kedua temannya menghadang Yasa dan Riska.


"Kami berdua bukan penyusup!" sahut Yasa mencoba menjelaskan.


"Memangnya kami akan percaya begitu saja, dengan ucapan kalian berdua. Apalagi kalian berdua masuk ke  sini, dalam keadaan Padepokan Elang Sakti. Sedang pergi belajar di luar Padepokan Elang Sakti, ayo teman-teman kita tangkap mereka berdua," geram Lutffy, dan menyuruh teman-temannya untuk segera menangkap Yasa dan Riska.


Di ruangan kamar yang sangat kecil. Yasa dan Riska menghadapi ketiga murid Padepokan Elang Sakti, yang seperti ingin segera menangkap mereka berdua.


"Riska, kamu alihkan mereka bertiga. Untuk melawan mu, aku akan mengeluarkan ilmu sihir manusia batu," bisik Yasa di telinga Riska sebelum berkelahi dengan, ketiga murid Padepokan Elang Sakti.


Riska yang mendengarkan bisikan dari Yasa, menganggukkan kepalanya.


Ketiga murid Padepokan Elang Sakti, maju melangkah menyerang mereka berdua. Yasa segera mengeluarkan ilmu sihir manusia batu, dan ketiga murid Padepokan Elang Sakti yang terkena ilmu sihir itu. Langsung berubah menjadi patung batu, meski hanya sementara waktu mereka bertiga menjadi patung batu. Kesempatan itu Yasa dan Riska gunakan dengan baik, untuk segera pergi keluar dari dalam kamar itu.


Akan tetapi murid-murid Padepokan Elang Sakti, masih ada yang berkeliaran di sekitar tempat persembunyian Yasa dan Riska.


Kucing Kay yang berada di gendong Yasa pun terlepas, dan menimbulkan suara.

__ADS_1


"Meong, meong."


Murid Padepokan Elang Sakti, yang melihat ada seekor kucing, segera pergi menghampiri kucing itu, dan kemudian murid Padepokan Elang Sakti melihat Yasa dan Riska, yang berada di tempat persembunyiannya.


"Penyusup! Ada penyusup di sini?" teriak murid Padepokan Elang Sakti.


Semua murid Padepokan Elang Sakti menghampiri teriakan temannya, sedangkan Yasa dan Riska mencoba melarikan diri, menuju pintu keluar Padepokan Elang Sakti.


Tapi mereka berdua di hadang oleh murid-murid Padepokan Elang Sakti.


"Kamu tidak bisa pergi dari sini," ucap salah satu murid Padepokan Elang Sakti.


Murid-murid Padepokan Elang Sakti pun membuat sebuah lingkaran, untuk bisa menangkap Yasa dan Riska.


"Riska kita hadapi semuanya bersama, meski dalam keadaan seperti ini. Jangan sampai kita tertangkap oleh mereka semua," lirih Yasa kepada Riska.


Mereka berdua pun mengeluarkan pedang yang ada di pinggang mereka berdua, dan mencoba melawan semua murid Padepokan Elang Sakti.


Yasa mengeluarkan jurus pedang kilauan, cuaca yang sangat panas. Sangat cocok untuk mengeluarkan jurus pedang kilauan, karena jurus Pedang Kilauan bisa membuat mereka semua tidak bisa melihat dengan jelas. Karena jurus Pedang Kilauan menunjuk ke arah sinar matahari, membuat sinar matahari yang sangat terik, menghalangi penglihatan mereka semua, karena berkilau sangat terang.


akan tetapi, jurus pedang kilauan Yasa. Tidak bisa berkilau. Karena sinar mataharinya di halangi oleh murid Padepokan Elang Sakti, dengan menggunakan jurus terbang.


Murid Padepokan Elang Sakti yang menggunakan jurus ilmu terbang, mengikuti arah pedang Yasa. Karena murid Padepokan Elang Sakti ingin menghalangi sinar matahari, agar jurus pedang kilauan Yasa, tidak bisa menunjuk ke arah matahari.


"Uuuuh sial! Jurus ini tidak bisa di gunakan," gerutu Yasa.


Murid-murid Padepokan Elang Sakti yang membuat lingkaran, menyerang Yasa dan Riska secara bersamaan.


Yasa dan Riska pun berkelahi melawan murid-murid Padepokan Elang Sakti. Meski jumlah mereka semua banyak, tidak membuat Yasa dan Riska takut.


Yasa yang melihat Riska akan tertangkap oleh murid Padepokan Elang Sakti, mendekati Riska dan menyerang orang itu dengan sangat cepat. Menggunakan jurus pedang putaran angin, pedang Yasa yang berputar sangat cepat. Mengeluarkan angin yang sangat kencang, dan mengenai murid-murid Padepokan Elang Sakti. Hingga mereka semua terpental jatuh ke tanah.


Riska segera pergi menghadang murid Padepokan Elang Sakti, yang akan menyerang Yasa dari arah belakangnya. Riska meloncat terbang ke arah Yasa, lalu mengeluarkan jurus Pedang  Merah, dan jurus Pedang Merah itu berhasil terkena oleh murid Padepokan Elang Sakti.


Yasa dan Riska bekerja sama dengan baik, mereka berdua bisa mengalahkan beberapa murid Padepokan Elang Sakti.


"Kamu masih kuat bertahan Ris?" tanya Yasa.


"Iya," jawabannya singkat sambil mengatur nafasnya agar tetap stabil.


Murid-murid Padepokan Elang Sakti, yang terkena ilmu sihir manusia batu. Sudah kembali normal, dan mereka datang membawa teman-temannya yang lain. Untuk menangkap Yasa dan Riska.


Murid-murid Padepokan Elang Sakti yang sangat banyak jumlahnya, memudahkan mereka semua. untuk menangkap Yasa dan Riska.


"Akhirnya penyusup ini! Berhasil kita tangkap juga," ucap Lutffy tersenyum senang.


"Terus kita bawa kemana mereka berdua ini?" tanya Sarip yang memegang kuat tangan Yasa.

__ADS_1


"Kita bawa mereka berdua ke ruangan bawah tanah terlebih dahulu. Sebelum kita memberi tahukan keberadaan mereka berdua, kepada Ketua Erlangga," tutur Rizal.


Yasa dan Riska pun di bawa oleh murid Padepokan Elang Sakti, dan mengurung mereka berdua di ruangan bawah tanah Padepokan Elang Sakti.


__ADS_2