MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 41 Berhasil Mendapatkan Informasi


__ADS_3

Yasa yang merasa tidak enak kepada dua orang, yang telah di cakar oleh kucing Kay. Sudah meminta maaf kepada mereka berdua, tapi ucapan permintaan maaf Yasa di hiraukan begitu saja oleh Rudi dan Wawan.


" Sekali lagi aku minta maaf ya kak, aku tidak tahu kenapa kucing peliharaanku. Tiba-tiba saja mencakar kakak berdua " ucap Yasa kembali meminta maaf kepada kedua orang itu.


" Meong '' kucing Kay terus mengeong.


" Maaf saja tidak cukup, lukaku sakit dan perih. Ini semua gara-gara kamu, yang tidak bisa menjaga dengan baik kucing peliharaan kamu itu " Wawan marah kepada Yasa dan kucing peliharaannya. Yang telah mencakar Wawan dan juga Rudi.


Robi dan teman-temannya segera menghampiri Yasa. Karena melihat Yasa sedang berseteru, dengan dua orang yang mereka semua tidak kenal.


" Yasa ada apa " tanya Riska yang sudah berada di dekat Yasa.


" Meong " kucing Kay yang terus mengeong sangat kencang, seperti orang yang sedang marah.


" Ini kucing Kay mencakar mereka berdua " tunjuk Yasa ke arah Rudi dan Wawan.


" Lihat nih gara-gara kucing kamu itu, aku dan temanku terluka seperti ini " Rudi menunjukkan lukanya ke arah Robi dan teman-temannya. Karena luka cakaran kucing Kay yang begitu banyak menyerang Rudi dan Wawan.


" Meong " kucing Kay benar-benar seperti orang yang sedang marah. Bahkan ia memberontak ingin terlepas dari gendongan Yasa.


" Yasa sebaiknya kamu tenangkan kucing Kay terlebih dahulu. Dan menjauh dari sini, biar aku obati luka mereka berdua " ucap Aira yang menyuruh Yasa dan kucing peliharaannya, untuk pergi meninggalkan tempat ini.


" Baik kak " Yasa pun langsung membawa pergi kucing Kay, menjauh dari tempat mereka semua.


" Yasa aku ikut " Riska berlari pergi menghampiri Yasa.


" Kak aku obati dulu yah " ujar Aira sambil tersenyum ke arah Rudi dan Wawan.


" Iya " sahut Rudi dan Wawan berbarengan.


" Kak Yudi tolong carikan dedaunan, untuk menyembuhkan luka mereka berdua yah " Aira menyuruh Yudi untuk mencarikan dedaunan. Agar bisa menyembuhkan luka Rudi dan Wawan.


" Iya " Yudi pun bergegas pergi mencari dedaunan yang di suruh oleh Aira. Karena Yudi sudah mengetahui dedaunan yang khusus menyembuhkan luka.


" Kak Robi bawa air minum tidak " tanya Aira kepada Robi.


" Tidak Ai, minumannya tidak aku bawa saat pergi mengejar kucing Kay. Aku menaruhnya di tempat tadi " jawab Robi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Tolong ambilkan yah kak " pinta Aira kepada Robi.


Robi menjawab dengan mengagukan kepalanya, lalu pergi meninggalkan Aira dan Firman serta kedua orang itu.


" Kalau aku apa kak " Firman juga ingin membantu Aira. Yang akan mengobati luka mereka berdua yang terkena cakaran kucing Kay.


" Kamu bersihin luka teman yang satunya " kini Aira menyuruh Firman membersihkan luka Rudi. Sedangkan Aira membersihkan luka Wawan.

__ADS_1


Aira dan Firman yang sedang mengobati luka Wawan dan Rudi, dan tengah fokus membersihkan luka mereka berdua. Tidak menyadari kalau mereka berdua itu adalah temannya Indra. Pemuda kampung yang berasal dari Desa Bukit Duri, yang menjadi pengikut Padepokan Black.


Rudi dan Wawan saling lirik, dan kemudian mereka berdua menganggukkan kepalanya. Dan mengeluarkan Mantra sihir kejujuran, yang telah di ajarkan oleh Rimba ketua Padepokan Black.


Hembusan angin Mantra sihir kejujuran, mulai masuk ke dalam pikiran Aira dan Firman.


Aira dan Firman anggota badannya bergerak, seperti tersengat aliran listrik. Karena Mantra sihir kejujuran, telah masuk sepenuhnya ke dalam tubuh mereka berdua.


Rudi dan Wawan pun siap beraksi, untuk menanyakan tentang rencana mereka semua. Dan memberikan informasi itu kepada Indra bosnya, dan juga Rimba ketua Padepokan Black.


" Apa tujuan kalian semua pergi " tanya Wawan kepada Aira dan Firman, yang sudah terkena Mantra sihir kejujuran.


" Aku mau pergi mencari keberadaan Malik dan seorang wanita " jawab Firman.


" Malik dan seorang wanita " lirih Rudi yang bingung, dengan seorang wanita yang di maksud oleh Firman.


" Wanita yang bernama siapa " tanya Wawan lagi. Karena ia penasaran dengan wanita yang di maksud oleh Firman.


" Itu ibu...... "  belum sempat Aira menjawab pertanyaan dari Wawan. Robi sudah datang menghampiri mereka semua.


" Aira ini minumannya " panggil Robi kepada Aira. Sambil menepuk pelan pundak Aira, lalu memberikan minuman ke arah Aira.


Aira yang sudah sadar dari pengaruh Mantra sihir kejujuran. Karena Robi telah menyadarkan ia dari pengaruh Mantra sihir kejujuran, dengan cara menepuk pelan pundak Aira. Sehingga Aira sudah tidak terpengaruh lagi, dengan Mantra sihir kejujuran yang di keluarkan oleh Wawan dan Rudi.


" Ini minum " Aira memberikan minuman itu kepada Wawan.


" Terima kasih " sahutnya.


Sedangkan Firman yang belum sadar dari pengaruh Mantra sihir kejujuran. Kesempatan itu di lakukan oleh Rudi, untuk bisa mengetahui siapa wanita yang di maksud Firman. Dengan cara mendekat ke arah telinga Firman, karena Rudi berada di dekat Firman yang sedang membersihkan lukanya.


" Siapa nama wanita itu " bisik Rudi di telinga Firman.


Robi dan Aira yang merasa heran dengan sikap Rudi. Yang tengah berbisik di telinga Firman, menjadi curiga kepada Rudi dan Wawan.


" Nama wanita itu...... Siapa yah, aku lupa " ucapan Firman terdengar oleh Robi dan Aira.


Aira yang berada tidak jauh dari tempat duduknya Firman. Dan juga mendengar suara ucapan Firman, yang mengatakan nama seorang wanita. Menjadi curiga kepada Rudi dan Wawan, dan ingin mengetahui apa yang di katakan oleh Rudi ditelinga Firman.


" Firman " Aira memanggil nama Firman, sambil menyenggol lengan Firman.


" Iya kak " Firman pun tersadar dari pengaruh Mantra sihir kejujuran. Karena Aira menyenggol lengan Firman, dan menyadarkannya dari pengaruh Mantra sihir kejujuran, yang di keluarkan oleh Rudi dan Wawan.


" Kamu tadi di bisikin apa sama orang itu " tanya Aira sambil berbisik di telinga Firman.


" Apaan sih kak, aku tidak tahu " sahut Firman yang bingung dengan pertanyaan dari Aira.

__ADS_1


Rudi dan Wawan merasa cemas, karena kemungkinan besar, mereka semua sudah curiga kepada Rudi dan Wawan.


" Kedua orang itu sangat mencurigakan " gumam Aira di dalam hatinya.


Dan tidak lama kemudian Yudi datang. Sambil membawakan dedaunan, untuk menyembuhkan luka Rudi dan Wawan, yang terkena cakaran oleh kucing peliharaannya Yasa.


" Ai, ini dedaunannya " Yudi memberikan dedaunan yang ia cari kepada Aira.


" Iya kak, terima kasih " Aira pun mengambil dedaunan yang sudah di cari oleh Yudi, untuk menyembuhkan luka Rudi dan Wawan.


Aira segera membuat dedaunan itu, menjadi halus dengan menggunakan ilmu sihirnya. Dedaunan yang sudah menjadi ramuan, untuk menyembuhkan luka Rudi dan Wawan, langsung Aira balurkan ke arah luka mereka berdua.


" Sini aku obati dulu " Aira membalurkan dedaunan itu, ke arah luka Rudi dan Wawan secara bergantian.


" Aduh aduh perih sekali " rintihan Rudi yang kesakitan. Karena dedaunan yang di balurkan oleh Aira.


" Tahan sebentar ya " ucap Aira. Lalu Aira juga membalurkan dedaunan itu kepada Wawan.


" Aawww " jerit Wawan menahan rasa sakit, saat dedaunan itu dibalurkan di tempat lukanya.


" Sebentar lagi juga akan sembuh " ujar Aira yang sudah selesai, membalurkan dedaunan itu kepada Wawan dan Rudi.


" Iya terima kasih " Wawan mengucapkan rasa terima kasih kepada Aira, yang sudah menyembuhkan lukanya dan juga Rudi.


" Kalau begitu kami berdua pamit " Rudi mengajak Wawan untuk segera pergi dari sini. Karena ia merasa Aira dan teman-temannya, sudah merasa curiga kepada mereka berdua.


" Iya " sahut Robi mempersilahkan Rudi dan Wawan pergi dari sini.


Rudi dan Wawan pun segera pergi menjauh dari tempat ini, dan meninggalkan Robi dan teman-temannya.


Setelah kepergian Rudi dan Wawan. Aira segera mengatakan kecurigaannya kepada teman-temannya.


" Aku curiga dengan kedua pemuda itu " ucap Aira.


" Iya Ai, aku juga sama curiga kepada mereka berdua " timpal Robi yang merasakan kecurigaan yang Aira rasakan juga. Kepada dua orang yang mendapatkan cakaran dari kucing Kay.


" Curiga kenapa sih kak " tanya Firman penasaran.


" Tadi kamu di bisikin apa sama orang itu Fir " Robi bukannya menjawab pertanyaan dari Firman. Tapi ia yang malah bertanya kepada Firman, tentang bisikin Rudi di telinga Firman.  Karena Robi merasa curiga kepada Rudi dan Wawan.


" Perasaan mereka berdua tidak ada yang berbisik di telingaku, yang berbisik di telingaku tadi cuman kak Aira " sahut Firman menjelaskan.


" Udahlah jangan pikirkan kedua orang itu, lebih baik kita semua pergi menyusul Yasa dan Riska " Yudi mengalihkan pembicaraan mereka bertiga, yang sedang merasa curiga kepada Rudi dan Wawan.


" Ya sudah ayo kita pergi " Robi pun mengajak teman-temannya. Untuk segera pergi menghampiri Yasa dan Riska, yang pergi menjauh dari tempat ini.

__ADS_1


__ADS_2