MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 61 Berkumpul di Ruangan Tabib Padepokan Black


__ADS_3

Indra dan teman-temannya, yang sudah berada di tempat Tabib Padepokan Black. Segera mengetuk pintu masuk Tabib Padepokan Black, karena mereka bertiga ingin bertemu dengan Tabib Padepokan Black.


"Tok-tok," mereka bertiga mengetuk pintu ruangan Tabib Padepokan Black.


Tidak lama kemudian Tabib Padepokan Black membukakan pintu ruangannya.


Tabib tidak bisa melihat Indra yang berada di dekatnya. Tapi ia bisa merasakan keberadaan Indra, yang datang bersama dengan Rio dan Udin ke tempat Tabib Padepokan Macan Putih.


"Ada apa kamu menemuiku?" tanya Tabib Padepokan Black.


"Tabib, tolong bantu aku! Aku ingin bisa terlihat lagi seperti semula." Indra meminta bantuan kepada Tabib Padepokan Black. Agar ia bisa terlihat lagi seperti semula.


"Oh, baiklah. Kalian semua masuk ke dalam ruangan ku. Nanti akan aku buatkan ramuannya terlebih dahulu. Agar kamu bisa terlihat lagi seperti semula." Tabib mempersilahkan Indra dan teman-temannya. Untuk masuk ke dalam ruangannya.


"Terima kasih Tabib," ucap Indra yang mengucapkan rasa terima kasih kepada Tabib Padepokan Black.


Mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Black.


Ketika Tabib akan menutupkan pintu, ia di panggil oleh Roy dan Surya kedua murid Padepokan Ular Naga, yang membawa Henry murid Padepokan Black yang menyamar menjadi Malik.


Tabib yang tidak mengijinkan Roy dan Surya, membawa Henry yang masih menyamar menjadi Malik ke dalam ruangannya. Karena Tabib belum mengetahui rencana Rimba, yang menyuruh Henry menyamar menjadi Malik murid Padepokan Macan Putih.


Roy dan Surya yang dilarang masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Black, mereka berdua tetap masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Black.


[ Pembicaraan antara Tabib dan Roy serta Surya ada di episode 60 ]


"Hey, kalian berdua! Jangan masuk ke dalam ruanganku. Karena aku tidak mau sampai ketua Rimba mengetahui, kalau kalian berdua membebaskan murid Padepokan Macan Putih, yang dikurung di ruang bawah tanah Padepokan Black." Tabib berusaha mencegah Rio dan Surya, yang akan masuk ke dalam ruangannya.


"Aku kan sudah bilang! Nanti aku akan menceritakan semuanya. Setelah dia sadar, jadi sekarang! Tabib sembuhkan lukanya, yang terkena jurus pedang beracun," ucap Rio sambil membawa Henry masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Black.


Indra dan Udin serta Rio sangat kaget melihat Roy dan Surya, yang datang membawa Malik murid Padepokan Macan Putih, masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Black.


"Rio. Udin, itu bukannya murid Padepokan Macan Putih?" tanya Indra kepada Rio dan Udin.


"Iya bos," sahut Rio.


"Itu Roy dan Surya murid Padepokan Ular Naga, kalau yang mereka berdua bawa, baru benar murid Padepokan Macan Putih," tutur Udin yang menjelaskan.

__ADS_1


"Kalau itu. Aku sudah tahu Udin," kesal Indra kepada Udin, yang tidak mengerti akan tentang pertanyaannya.


"Kalian berdua mau apa datang ke sini?" Surya yang sudah berada di dekat Indra dan teman-temannya, menanyakan tentang kedatangan mereka.


"Harusnya, aku yang bertanya kepada kalian berdua? Kenapa kamu membawa murid Padepokan Macan Putih, ke tempat Tabib Padepokan Black?" tanya Indra kepada Surya, tanpa menjawab pertanyaan dari Surya.


"Ini bukannya suara Indra? Tapi di mana orangnya?" ucap Roy yang mengenal suara Indra.


"Kalian semua tidak bisa melihat Indra, karena Indra telah terkena ilmu sihir tak terlihat," tutur Tabib Padepokan Black.


"Tabib ayo cepat berikan ramuannya. Agar aku bisa terlihat lagi seperti semula," pinta Indra kepada Tabib Padepokan Black.


"Iya, kalian semua tunggu saja di sini. Nanti aku akan membuat ramuan untuk Indra dan dia," tunjuk Tabib ke arah Henry yang masih berubah menjadi Malik.


Karena Tabib Padepokan Black ingin mengetahui tujuan Roy dan Surya, yang datang membawa murid Padepokan Macan Putih.


"Aku pergi untuk meracik ramuan untuk kalian berdua." Tabib pun pergi meninggalkan mereka semua di ruangan Tabib Padepokan Black.


Setelah kepergian Tabib yang akan meracik ramuan. Indra pergi menghampiri Roy dan Surya, yang tidak bisa melihatnya.


"Roy. Surya, memangnya kalian berdua tidak takut ketahuan oleh ketua Rimba? Berani sekali, kalian berdua membawa murid Padepokan Macan Putih?" ucap Indra.


"Hahaha...." Rio dan Udin pun tertawa, mendengar jawaban dari Roy dan Surya. Karena mereka berdua tidak menjawab pertanyaan dari Indra.


Sedangkan Indra yang kesal mendengar jawaban dari Roy dan Surya. Serta suara tertawa Udin dan Rio, yang mentertawakan atas jawaban dari Roy dan Surya. Indra memukul mereka yang tidak bisa melihatnya.


"Aduh, sakit." mereka yang tidak bisa melihat Indra merintih kesakitan. Karena Indra memukul mereka semua.


"Awas ya kau Indra! Aku tahu! Pasti ini semua perbuatan kamu?" geram Roy kepada Indra.


"Hahaha...." Indra tertawa bahagia melihat Roy dan Surya serta Rio dan Udin.Karena mereka semua sedang mencoba memukul Indra, yang tidak bisa terlihat oleh mereka semuanya.


Sedangkan Tabib Padepokan Black, yang mendengarkan suara keributan di dalam ruangannya. Segera pergi menghampiri mereka semua.


"Hey! Kalian semua jangan berisik," ucap Tabib Padepokan Black, yang menghentikan keributan di dalam ruangannya.


"Iya Tabib," sahut mereka semuanya.

__ADS_1


"Sebentar lagi ramuan untuk orang itu akan selesai, dan ini ramuan untukmu Indra." Tabib memberikan ramuan itu kepada Indra.


"Terima kasih Tabib." Indra segera mengambil ramuan dari tangan Tabib Padepokan Black sambil tersenyum senang.


"Akhirnya, sebentar lagi bos Indra akan terlihat lagi seperti semula," ujar Udin yang bahagia, bisa melihat Indra seperti semula lagi.


"Ayo cepat di minum Indra. Agar kamu bisa terlihat lagi, dan aku akan membalas semua pukulan kamu. Barusan itu!" Surya yang sangat kesal kepada Indra, menyuruh Indra untuk segera meminum ramuan yang telah Tabib buatkan untuknya.


"Kalian semua jangan ribut disini, kalau kalian semua masih ribut di sini! Sebaiknya kalian semua pergi dari dalam ruanganku!" Tabib mengancam mereka semua.


"Tapi Tabib belum memberikan ramuan. Untuk menyembuhkan Henry, yang terkena jurus pedang beracun," ucap Roy.


"Maksud kamu apa?" tanya Indra dan teman-temannya serta Tabib Padepokan Black, yang terkejut mendengar perkataan Roy.


"Dia itu adalah Henry murid Padepokan Black, yang di tugaskan oleh ketua Rimba. Untuk menyamar menjadi murid Padepokan Macan Putih. Kalau ingin mengetahui lebih jelas, dan bisa membuat Tabib percaya. Sebaiknya Tabib segera berikan ramuan untuk menyembuhkannya," tutur Roy menjelaskan.


"Baiklah, aku akan pergi mengambil ramuan itu. Tapi ingat! Kalian semua jangan ribut disini!" Tabib pun pergi mengambil ramuan. Untuk menyembuhkan luka Henry, yang terkena jurus pedang beracun.


"Iya Tabib," sahut mereka semuanya.


Tabib segera pergi mengambil ramuan. Untuk menyembuhkan luka Henry, yang terkena jurus pedang beracun. Tabib mau melakukan itu semua. Karena Tabib ingin mengetahui tujuan Rimba, yang menyuruh Henry menyamar menjadi Malik murid Padepokan Macan Putih.


Tidak lama kemudian.


Tabib datang membawa ramuan itu, dan segera mengobati luka Henry. Agar ia bisa cepat sadar, dan Tabib ingin mengetahui tujuan Henry yang menyamar menjadi Malik murid Padepokan Macan Putih.


Setelah memberikan ramuan itu, dan menunggu sampai beberapa jam. Henry pun sadar dari pingsannya, tapi saat Henry melihat Indra dan teman-temannya, yang berada di dalam ruangan Tabib Padepokan Black. Henry merasa sangat kaget, karena yang ia tahu. Indra masih berada di dalam ruangan penginapan Rumah Indah, untuk mendengarkan pembicaraan antara Markus dan Tabib Padepokan Black.


"Indra kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Henry yang sudah sadar dari pingsannya.


"Memangnya ada masalah apa? Sampai aku tidak boleh berada di dalam sini!" jawab Indra.


"Karena yang aku tahu! Kamu masih berada di dalam ruangan penginapan Rumah Indah, yang sedang mendengarkan pembicaraan antara Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih. Aku yang tidak mau sampai kamu ketahuan oleh Markus dan Tabib, maka dari itu. Aku mengeluarkan ilmu sihir tak terlihat ke arah kamu? Agar Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih, tidak bisa melihat kamu yang sedang mendengarkan pembicaraan di antara mereka berdua," tutur Henry.


"Oh, jadi kamu? Yang membuat aku tidak bisa terlihat oleh orang lain?" geram Indra kepada Henry.


Indra pun segera pergi untuk menyerang Henry, yang telah membuatnya tidak bisa terlihat oleh siapapun.

__ADS_1


"Kalau kalian semua masih ribut di sini! sana kalian semua pergi." Tabib mengusir mereka semua dari dalam ruangannya. Meski Tabib sangat penasaran dengan cerita Henry, yang di tugaskan oleh Rimba menyamar menjadi Malik murid Padepokan Macan Putih.


__ADS_2