
Ratu Aurora dan Yasa serta teman-temannya, melanjutkan kembali perjalanan mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
Akan tetapi. Saat perjalanan mereka semua sudah lumayan cukup jauh, dari tempat penginapan Rumah Indah. Yasa tidak melihat keberadaan kucing peliharaannya.
" Ini kucing Kay kemana perginya yah " lirih Yasa sambil mencari keberadaan kucing peliharaannya.
" Aku juga tidak melihat kucing Kay disini Yas " sahut Firman yang mendengarkan suara Yasa yang sedang mencari keberadaan kucing Kay. Firman pun ikut membantu Yasa, dalam mencari keberadaan kucing peliharaannya.
Sambil melihat-lihat ke sekeliling tempat, yang sedang mereka semua lalui dengan berjalan kaki. Karena mereka semua akan pergi mencari Sekar Wati ibunya Yasa.
" Perasaan tadi aku melihat kucing Kay pergi ke arah Riska, tapi kok. Riska tidak menggendong kucing Kay yah, sebaiknya aku tanyakan dululah pada Riska " gumam Yasa di dalam hatinya.
" Riska, kamu tidak menggendong kucing Kay " tanya Yasa kepada Riska. Karena Yasa baru menyadari, kalau kucing peliharaannya tidak pergi ke arah Riska. Dan pergi menghilang lagi entah kemana.
" Bukannya tadi kamu menggendong kucing Kay, saat akan pergi dari penginapan " sahut Riska.
" Iya Ris. Tapi saat aku sedang menggendong kucing Kay, ia melihat ke arah kamu terus Ris. Jadi tadi aku memutuskan untuk melepaskannya pergi ke arah kamu, dan aku juga melihat kucing Kay itu perginya ke arah kamu kok Ris " ucap Yasa yang yakin. Kalau kucing Kay pergi ke arah Riska.
" Tapi aku tidak melihat kucing Kay pergi ke arahku Yas " tutur Riska yang tidak melihat kucing Kay pergi ke arahnya.
" Iya benar Yas, aku dari tadi jalan bersama dengan Riska, dan tidak melihat kucing Kay menghampiri Riska " Aira menimpali ucapan dari Riska. Karena Aira yang berjalan kaki bersama Riska, tidak melihat kucing Kay datang menghampiri mereka berdua.
" Apa jangan-jangan kucing Kay, masih berada di dalam penginapan Rumah Indah Yas " ujar Firman yang menduga kalau kucing Kay, masih berada di penginapan Rumah Indah.
" Jadi kita semuanya, harus pergi kembali ke penginapan itu lagi " ucap Ratu Aurora marah, sambil melipatkan kedua tangannya. Dan menatap tajam ke arah Yasa, karena mereka semua harus balik lagi ke penginapan Rumah Indah. Demi mencari keberadaan kucing peliharaannya Yasa.
" Tidak usah ketua Ratu, biar aku saja yang pergi seorang diri ke penginapan itu. Ketua Ratu dan teman-teman semuanya lanjutkan saja perjalanannya, nanti aku akan pergi menyusul " Yasa yang merasa tidak enak dengan Ratu Aurora. Maka dari itu ia memutuskan untuk pergi seorang diri ke penginapan Rumah Indah, untuk mencari keberadaan kucing peliharaannya.
" Ya sudah, sana pergi " sahut Ratu Aurora dengan nada sedikit marah.
" Kalau begitu aku pergi dulu ketua Ratu dan teman-teman semuanya " pamit Yasa kepada Ratu Aurora dan teman-temannya. Yasa pun kembali pergi ke penginapan Rumah Indah. Untuk mencari keberadaan kucing peliharaannya.
" Aku ikut menemanimu saja Yas " teriakan Firman menghentikan langkah Yasa, yang akan pergi meninggalkan mereka semua.
__ADS_1
" Ya sudah kalian berdua segera pergi ke sana. Agar bisa cepat menemukan kucing peliharaannya Yasa. Sedangkan aku dan murid-murid ku, akan berjalan pelan-pelan sambil menunggu kedatangan kalian berdua " tutur Ratu Aurora.
" Baik ketua Ratu " sahut Yasa dan Firman secara bersamaan.
Yasa dan Firman pun pergi meninggalkan Ratu Aurora dan murid-muridnya. Karena Yasa dan Firman akan pergi ke dalam penginapan Rumah Indah. Untuk mencari keberadaan kucing peliharaannya Yasa.
" Fir kita gunakan ilmu terbang saja, agar kita segera cepat sampai ke penginapan Rumah Indah " Yasa mengajak Firman, untuk mengunakan ilmu terbang. Agar mereka berdua bisa segera sampai ke penginapan Rumah Indah.
" Aku masih takut akan ketinggian Yas " Firman tidak mau menggunakan ilmu terbang. Karena ia takut akan ketinggian.
" Kamu tutup saja matamu itu Fir, dan pegang tangan aku kuat-kuat. Pasti kamu tidak akan merasa takut akan ketinggian lagi " Yasa menyuruh Firman untuk memejamkan matanya. Karena Yasa akan pergi ke penginapan Rumah Indah, dengan menggunakan ilmu terbang.
" Dulu kak Aira juga pernah mengajak aku menggunakan ilmu terbang Yas, dan kak Aira juga menyuruh aku untuk menutup mata sambil memegang tangannya. Tapi rasa ketakutan ku yang akan takut ketinggian, membuat aku jatuh ketanah. Saat akan mendarat ke bawah tanah, sehingga membuat aku jatuh pingsan " tutur Firman yang mengingat kejadian. Saat Firman terjatuh ke bawah tanah, sampai ia pingsan di depan penginapan Agung Sedayu. Karena Aira mengajaknya pergi dengan menggunakan ilmu terbang.
" Waktu kapan itu Fir " tanya Yasa penasaran.
" Itu waktu kamu pergi ke Padepokan Black seorang diri. Pada saat itu aku dan kak Aira melihat kamu pergi ke dalam Padepokan Black. Sehingga aku dan kak Aira memutuskan untuk memberitahukan kepada kak Robi, dan teman-teman yang lainnya terlebih dahulu, karena mereka semua masih berada di dalam penginapan Agung Sedayu. Yas, aku mohon jangan gunakan ilmu terbang yah " jawab Firman dengan wajah mengiba dan mohon ke arah Yasa. Untuk tidak pergi dengan menggunakan ilmu terbang.
" Hmmmz, apa sebaiknya aku menggunakan jurus ilmu berlari kencang. Pasti Firman juga setuju " gumam Yasa di dalam hatinya, ia pun segera menarik tangan Firman. Dan mengajak Firman berlari pergi dengan menggunakan ilmu berlari kencang, agar mereka berdua bisa segera sampai ke penginapan Rumah Indah.
" Aaaaaaaaah " teriak Firman, saat Yasa menggunakan jurus ilmu berlari kencang. Sehingga membuat Firman kaget dan berteriak. Karena Yasa tidak memberitahukan kepadanya terlebih dahulu, kalau Yasa akan menggunakan jurus ilmu berlari kencang.
Yasa yang menarik tangan Firman dengan menggunakan ilmu berlari kencang, cepat sampai ke penginapan Rumah Indah.
" Firman, ayo kita berpencar mencari kucing Kay " ucap Yasa. Saat mereka berdua sudah sampai di tempat penginapan Rumah Indah.
" Iya Yas " sahutnya sambil mengatur nafasnya. Karena mereka berdua bisa segera sampai ke penginapan Rumah Indah, dengan menggunakan jurus ilmu berlari kencang. Membuat Firman kelelahan dan kaget, sehingga ia memutuskan untuk beristirahat sebentar.
" Aku pergi mencari kucing Kay di luar penginapan, kamu pergi ke dalam penginapan yah Fir " Yasa mengatur strategi. Agar mereka berdua bisa segera menemukan keberadaan kucing peliharaannya.
Yasa pun segera pergi mencari keberadaan kucing Kay, di luar tempat penginapan Rumah Indah.
Sedangkan Firman pergi mencari keberadaan kucing Kay. Setelah kepergian Yasa yang mencari keberadaan kucing peliharaannya, di luar penginapan Rumah Indah.
__ADS_1
Firman yang sudah merasa cukup beristirahat, segera pergi masuk ke dalam penginapan Rumah Indah. Untuk mencari keberadaan kucing peliharaannya Yasa.
_________
Di dalam kamar penginapan Malik.
Malik yang merupakan murid Padepokan Black yang bernama Henry, segera bangun dari tempat tidurnya. Saat keadaan sudah aman, agar ia bisa memanggil Rimba dengan menggunakan ilmu telepati, tanpa ada orang yang mengetahuinya.
" Aku harus memberitahukan semua ini kepada ketua Rimba " lirih Malik, ia pun segera melakukan ilmu telepati, untuk memanggil Rimba ketua Padepokan Black.
Rimba yang berada di Padepokan Black, segera menerima panggilan ilmu telepati dari Henry muridnya. Yang telah Rimba rubah menjadi Malik, karena Rimba ingin mengetahui rencana Yasa dan teman-temannya.
" Bagaimana Henry, apakah mereka semua percaya kalau kamu itu adalah Malik " tanya Rimba yang berada di Padepokan Black.
" Ketua Rimba tidak perlu khawatirkan tentang hal itu, mereka semua percaya kalau aku adalah Malik. Dan bahkan mereka semua juga percaya dengan cerita yang aku karang ketua Rimba, hahaha" jawab Henry tertawa bahagia. Karena ia berhasil mengelabui Yasa dan teman-temannya, serta Markus dan Ratu Aurora bahkan Tabib Padepokan Macan Putih juga percaya, kalau ia adalah Malik murid Padepokan Macan Putih.
" Kerja bagus Henry " Rimba memuji Henry. Karena Rimba tidak salah memilih murid terbaiknya itu, untuk menjalankan tugas darinya.
" Apakah kamu juga berhasil mengetahui siapa wanita yang sedang mereka semua cari " tanya Rimba lagi.
" Aku sudah mengetahuinya ketua Rimba, orang yang sedang mereka semua cari adalah Sekar Wati istri dari Mahesa Mahendra " Henry menceritakan apa yang ia dengar. Saat Markus menyuruh Yasa dan teman-temannya, untuk pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Hahaha, kamu memang pantas aku andalkan Henry " Rimba tertawa bahagia. Karena ia sudah berhasil mengetahui seorang wanita, yang sedang mereka semua cari.
" Kamu selidiki terus, sampai mereka semua bisa menemukan keberadaan Sekar Wati " lanjut Rimba lagi. Dan tetap menyuruh Henry berada bersama dengan Yasa dan teman-temannya.
" Baiklah ketua Rimba, tapi...... " Ucapan Henry terhenti. Karena panggilan ilmu telepati, langsung di hentikan oleh Rimba ketua Padepokan Black.
" Aduh ketua Rimba, kenapa langsung mematikan panggilan ilmu telepati saja sih " lirih Henry yang belum selesai bicara dengan Rimba ketua Padepokan Black.
Bugh suara terjatuh di depan pintu masuk kamar penginapan Malik.
" Pintu kamar terbuka " Henry kaget melihat pintu kamarnya terbuka.
__ADS_1