MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 34 Berhasil Mengambil Bunga Red


__ADS_3

Dewa Angin dan Para Prajurit Langit, yang sudah sampai ke tempat Dewa Tanah, yang berada di sebuah Gua di pedalaman Hutan Lembah Lereng.


Mereka semua yang baru saja datang melihat Para Prajurit Langit, sedang bertarung melawan Para iblis dan Para Siluman, meski masih terjadi guncangan yang sangat kencang.


"Kita harus segera mengalahkan Para iblis dan Siluman. Agar dapat mengambil Bunga Red," ucap Dewa Angin.


"Iya," sahut semua Para Prajurit Langit, yang ikut bersama dengan Dewa Angin.


Dewa Angin dan Para Prajurit Langit langsung pergi menolong Para Prajurit Langit, yang sedang bertarung melawan Para iblis dan Siluman Ular Kobra.


Sedangkan Dewa Api dan Dewa Air, serta Para Prajurit Langit yang ikut bersamanya, datang secara bersamaan ke tempat Dewa Tanah, yang berada di sebuah Gua yang ada di pedalaman Hutan Lembah Lereng.


"Sepertinya kedatangan kita semua, sudah di ketahui oleh Para iblis dan Para Siluman, yang ada di Hutan Lembah Lereng ini," ujar Dewa Api.


"Iya benar Dewa Api. Sebaiknya ayo kita segera pergi mengalahkan Para iblis dan Para Siluman," sahut Dewa Air, dan mengajak Para Prajurit Langit untuk menyerang Para iblis dan Para Siluman, yang sedang bertarung melawan Para Prajurit Langit temannya.


Pertarungan melawan Para iblis dan Siluman semakin menegangkan, karena mereka semua mengeluarkan kekuatan energi yang mereka kuasai, termasuk dengan kekuatan ilmu sihir.


Meski masih belum berhenti guncangan, yang di keluarkan oleh Dewa Tanah, tidak menghentikan pertarungan ini.


________


Di dalam Gua.


Dewa Tanah yang masih berada di dalam Gua,  melihat Para Dewa dan Para Prajurit Langit sudah berdatangan, dan menerima sinyal dari Dewa Tanah.


"Alhamdulillah, akhirnya Para Dewa dan Para Prajurit Langit mengerti dengan tanda sinyal dariku. Dan kini mereka semua sudah berdatangan. Saatnya giliran aku untuk menyelamatkan Bunga Red," lirih Dewa Tanah, lalu menghentikan hentakan kakinya. Sehingga bumi yang sedang berguncang langsung berhenti.


Guncangan yang sangat besar itu pun berhenti, dan dengan mudahnya Para Dewa dan Para Prajurit Langit, serta Para iblis dan Siluman mengeluarkan kekuatan ilmu sihir mereka semua.


Dewa Tanah segera menyimpan Bunga Red, dengan kekuatan ilmu sihir penghilang. Dan membuat Bunga Red yang berada di tangan Dewa Tanah menghilang berada di tempat yang sudah di sembunyikan oleh Dewa Tanah.


"Sekarang aku harus mengeluarkan ilmu sihir ilusi. Agar Para iblis tidak curiga, kalau Bunga Red sudah berhasil aku dapatkan," gumam Dewa Tanah di dalam hatinya.

__ADS_1


Ketika Dewa Tanah akan mengeluarkan ilmu sihir ilusi, ia mendengarkan suara langkah kaki yang akan masuk ke dalam Gua.


"Aku harus segera mengeluarkan ilmu sihir ilusi." Dewa Tanah pun segera mengeluarkan ilmu sihir ilusi. Agar jika Para iblis dan Para Siluman masuk ke dalam Gua, tidak curiga dengan keberadaan Bunga Red, yang sudah di ambil oleh Dewa Tanah.


"Alhamdulillah." Dewa Tanah mengucapkan rasa syukurnya. Karena ia berhasil mengambil Bunga Red, dan mengantikan Bunga Red yang asli dengan ilmu sihir ilusinya.


Langkah kaki iblis Areng semakin cepat masuk ke dalam Gua, untuk mencegah Dewa Tanah yang mau mengambil Bunga Red.


"Hahaha..." suara tawa iblis Areng.


"Iblis Areng," lirih Dewa Tanah yang kaget melihat iblis Areng masuk ke dalam Gua.


Iblis Areng menghentikan suara tawanya, dan langsung menyerang Dewa Tanah, dengan kekuatan ilmu hitamnya. Sehingga membuat Dewa Tanah yang belum siap melakukan perlawanan, terkena ilmu hitam yang di keluarkan oleh iblis Areng.


"Hahaha..." tawa kencang iblis Areng melihat Dewa Tanah tersungkur jatuh.


"Kamu tidak akan bisa mengambil Bunga Red, yang berada di wilayah kekuasaan ku," geram iblis Areng kepada Dewa Tanah.


Dewa Tanah yang mendengarkan itu tersenyum miring. Sambil mengelap darahnya yang terluka di bagian sudut bibirnya, akibat terkena ilmu sihir hitam dari iblis Areng.


"Aku akan berusaha mendapatkan Bunga Red. Dan akan mengalahkanmu, serta Para iblis dan Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng ini," ucap Dewa Tanah lantang.


"Kalian tidak akan bisa mengalahkanku dan Para iblis yang berada di sini. Kamu dan Para Dewa hanya cari mati saja, berani masuk ke dalam wilayah kekuasaan ku. Apalagi kalian semua datang ke sini. Sampai membawa Para Prajurit Langit, itu tandanya kalian semua akan mati sia-sia di wilayah kekuasaan ku," sahut iblis Areng sebelum menyerang Dewa Tanah.


"Aku harus segera bisa keluar dari sini, dan mengalahkan Para iblis," lirih Dewa Tanah.


"Kamu tidak akan bisa keluar dari sini," sahut Para iblis yang mendengar suara pelan dari Dewa Tanah. Karena ucapan pelan Dewa Tanah sudah terbaca oleh Para iblis.


"Ayo serang dia!" perintah iblis Areng menyuruh Para iblis yang ikut masuk ke dalam Gua, untuk langsung menyerang Dewa Tanah, yang seorang diri di dalam Gua.


Dewa Tanah yang akan mendapatkan penyegaran dari mereka semua. Mencoba menghentakkan kakinya lagi, agar bumi berguncang kembali. Akan tetapi hentakan kakinya kali ini, bisa di cegah oleh Para iblis, yang datang bersama iblis Areng.


Kaki Dewa Tanah dicekal oleh Para iblis, dan membuatnya tidak bisa bergerak.

__ADS_1


"Hahaha..." iblis Areng kembali tertawa, karena melihat Dewa Tanah tidak bisa bergerak.


Dewa Angin yang berhasil masuk ke dalam Gua, setelah mengalahkan Siluman Ular Kobra yang menghadangnya, dengan menggunakan ilmu sihir Angin Super, membuat Para Siluman Ular Kobra berteriak.


"Aaaaaaaaah," suara teriakan kesakitan Para Siluman Ular Kobra, yang terkena ilmu sihir Angin Super.


Dewa Angin langsung masuk ke dalam Gua, dan menolong Dewa Tanah yang tidak bisa bergerak. Karena kaki dan tangan Dewa Tanah dipegang oleh Para iblis.


Sekali lagi Dewa Angin mengeluarkan ilmu sihir Angin Supernya, untuk membebaskan Dewa Tanah. Akan tetapi ilmu sihir Angin Super yang di keluarkan oleh Dewa Angin, tidak bisa mengenai Para iblis.


"Kalian berdua tidak akan bisa mengalahkan aku. Apalagi bisa mengambil Bunga Red yang berada di dalam Gua ini," ucap iblis Areng dengan tatapan mata yang sangat menyeramkan.


"Aku tidak takut melawan kalian semua," sahut Dewa Tanah.


"Sudah tidak bisa melakukan apa-apa saja, masih banyak bicara lagi," gerutu kesal Para iblis yang sedang memegang tangan dan kaki Dewa Tanah.


"Sepertinya situasi sekarang ini, tidak memungkinkan untuk terus berada di sini. Apalagi sampai bisa mengambil Bunga Red yang berada di dalam Gua ini, aku harus mencari cara agar bisa keluar dari sini terlebih dahulu,q" gumam cemas Dewa Angin saat melihat Dewa Tanah, yang tidak bisa bergerak karena tangan dan kakinya di pegang oleh Para iblis.


"Rasakan kekuatan ilmu bayangan ku," iblis Areng mengeluarkan ilmu Bayangan yang berwarna hitam. Untuk mengalahkan Dewa Angin.


Dewa Angin menahan serangan ilmu bayangan, hingga membuat ia terluka sampai mengeluarkan darah. Karena tidak bisa menahan terlalu lama serangan ilmu bayangan.


Sedangkan Dewa Tanah yang melihat itu, sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Bahkan untuk mengeluarkan ilmu sihirnya juga tidak bisa.


"Aku berharap, semoga Raja Langit mendatangkan bala bantuan lagi. Agar bisa menyelamatkan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang sedang melawan Para iblis dan Para Siluman di Hutan Lembah Lereng," doa Dewa Tanah dalam hatinya yang penuh harap.


Tiba-tiba langit yang cerah mengeluarkan sambaran petir yang sangat menyeramkan, membuat suasana di Hutan Lembah Lereng dan di dalam Gua semakin gelap gulita, karena tidak ada cahaya sama sekali.


Tapi meski pun begitu, Para iblis dan Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng, terus menyerang Para Dewa dan Para Prajurit Langit.


Bahkan suasana yang sangat gelap gulita seperti ini, sangat disukai oleh Para iblis terutama iblis Areng.


"Hahaha, suasananya benar-benar mendukung. Untuk membunuh Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang berani masuk ke wilayah kekuasaanku," ucap iblis Areng.

__ADS_1


Dewa Angin yang terluka karena terkena ilmu bayangan. Mencoba mengumpulkan sisa tenaganya. Untuk bisa mengalahkan iblis Areng, dan Para iblis yang sedang memegang tangan dan kakinya Dewa Tanah.


"Aku harus bisa mengalahkan mereka semua, meski sangat sulit. Tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin, untuk bisa mengalahkan mereka semua," gumam Dewa Angin dalam hatinya, menyemangati dirinya sendiri. Untuk bisa mengalahkan iblis Areng, dan Para iblis yang berada di dalam Gua.


__ADS_2