MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 68 Pergi ke Desa Walarijo


__ADS_3

Murid Padepokan Black yang sudah berhasil membangunkan temannya yang sudah bangun dari tidurnya, ia kaget melihat Malik. Yang akan naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa, dan tinggal sedikit lagi akan berhasil naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.


"Jangan sampai ia bisa pergi meninggalkan Padepokan Black," ucap murid Padepokan Black, ia pun segera mengeluarkan ilmu sihir hitam. UntukĀ  menarik kaki Malik, yang akan naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.


"Argh. Kenapa? Aku sangat sulit sekali, mengerakkan kakiku ini?" ucap Malik yang sedang berusaha, mencoba naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.


Yasa yang mendengarkan suara Malik, dan ia kaget melihat murid Padepokan Black yang sedang menggunakan ilmu sihirnya. Yasa pun segera memberitahu semua itu, kepada kucing Kay yang berubah menjadi Burung Elang Raksasa.


"Kay, murid Padepokan Black sepertinya sedang mengeluarkan ilmu sihir! Entah ilmu sihir apa? Aku tidak tahu itu. Karena saat ini, aku melihat kaki Malik tidak bisa bergerak sama sekali. Padahal sebentar lagi, Malik bisa naik ke atas punggungmu." Yasa memberitahu kucing Kay. Karena Yasa melihat kaki Malik yang tidak bisa bergerak, dan ia melihat murid Padepokan Black sedang mengeluarkan ilmu sihirnya. Sehingga kaki Malik tidak bisa naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.


"Sebaiknya aku terbang saja dari sini," batin kucing Kay, ia pun segera mengepakkan sayapnya. Untuk pergi meninggalkan Padepokan Black.


Murid Padepokan Black yang melihat Burung Elang Raksasa, yang akan mengepakkan sayapnya, ia segera menyuruh temannya, yang bertugas menjaga ruang bawah tanah Padepokan Black, dan sudah bangun dari tidurnya.


"Jeff, kamu tarik kakinya tahanan itu!" perintah murid Padepokan Black kepada temannya yang baru bangun tidur itu. Untuk pergi menarik kaki Malik, yang akan naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa.


"Iya," sahutnya.


Murid Padepokan Black berlari pergi menghampiri Malik, mencegahnya yang akan naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa. Tapi usaha murid Padepokan Black yang akan menarik kakinya Malik, tidak bisa menarik kakinya Malik. Karena Burung Elang Raksasa sudah mengepakkan sayapnya, yang akan terbang meninggalkan Padepokan Black, dengan kondisi kaki Malik bergelantungan.


"Malik, pegangan yang kuat kepada buluku." Kucing Kay berteriak memberitahu kepada Malik. Untuk memegang erat bulu Burung Elang Raksasa, agar Malik tidak sampai jatuh ke bawah tanah.


"Iya," sahut Malik sambil memegang erat bulu Burung Elang Raksasa. Malik juga menahan rasa sakit di bagian kakinya. Karena murid Padepokan Black terus mengikat kedua kaki Malik, dengan menggunakan ilmu sihir hitam. Sehingga membuat murid Padepokan Black, bisa ikut terbang bersama dengan Burung Elang Raksasa. Karena ia tidak menghentikan ilmu sihir hitamnya, agar bisa membuat Malik tidak bisa pergi bersama dengan Burung Elang Raksasa.


"Aaaaaaaaah," suara jeritan Malik. Karena ia tidak bisa terus menahan rasa sakit di bagian kakinya, yang terkena ilmu sihir hitam. Sampai murid Padepokan Black, bisa terbawa terbang bersama mereka bertiga.

__ADS_1


Yasa yang mendengar suara jeritan Malik, segera menengok ke arah Malik. Yasa pun sangat kaget, ketika ia melihat murid Padepokan Black bisa ikut terbang bersama dengan mereka bertiga.


"Kay, murid Padepokan Black ikut terbawa terbang bersama dengan kita! Apa yang harus kita lakukan, agar murid Padepokan Black terjatuh?" tanya Yasa kepada kucing Kay. Karena Yasa menginginkan murid Padepokan Black, yang ikut terbawa terbang bersama mereka bertiga bisa terjatuh ke bawah.


"Apa! Murid Padepokan Black ikut terbawa terbang?" kucing Kay pun kaget dengan ucapan Yasa, dan ia pun segera menoleh ke bawah. Untuk memastikan kebenarannya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dari sini," teriak murid Padepokan Black yang bergelantungan. Karena ia terbawa terbang bersama Burung Elang Raksasa.


"Andaikan aku bisa mengeluarkan kekuatanku, aku akan membuat murid Padepokan Black itu terjatuh," lirih Malik sambil menahan rasa sakitnya.


"Aku juga ingin membantumu Lik. Agar kamu bisa naik ke atas punggung Burung Elang Raksasa," sahut Yasa yang mendengarkan suara Malik. Yasa yang berusaha menarik tangan Malik, tapi tidak bisa memegang tangan Malik. Karena jiwa Yasa tidak bisa terlihat dan memegang tangan Malik.


"Aku bingung harus mengeluarkan jurus apa? Agar murid Padepokan Black bisa terjatuh ke bawah, tanpa membuat Malik ikut terjatuh bersamanya," batin kucing Kay yang bingung dengan keadaan seperti ini.


"Aaaaaaaaah," suara teriakan Malik dan murid Padepokan Black, yang akan terjatuh ke bawah tanah.


Yasa yang mendengarkan suara teriakan dari Malik dan murid Padepokan Black, segera memberitahu kepada kucing Kay.


"Kay, Malik terjatuh bersama dengan murid Padepokan Black.'' teriak Yasa yang memberitahu kepada kucing Kay, tentang Malik dan murid Padepokan Black yang terjatuh ke bawah.


"Aku harus menyelamatkan Malik," kucing Kay pun terbang ke bawah. Untuk bisa menyelamatkan Malik yang akan terjatuh ke bawah tanah.


Sebelum Malik terjatuh ke bawah tanah. Burung Elang Raksasa berhasil menangkap Malik ke atas punggungnya.


"Alhamdulillah Kay. Malik sekarang ini berada di atas punggung kamu, dan sepertinya ia pingsan." Yasa pun memberitahukan lagi kepada kucing Kay, tentang keberhasilan kucing Kay, dalam menyelamatkan Malik yang akan terjatuh ke bawah tanah.

__ADS_1


"Syukurlah, kalau Malik berhasil aku selamatkan. Aku akan segera pergi ke tempat penginapan dengan sangat cepat. Agar murid Padepokan Black, tidak bisa mengikuti jejak kita," sahut kucing Kay.


"Sepertinya murid Padepokan Black, sudah jatuh ke bawah tanah. Dan ia tidak mungkin bisa mengejar kita," tutur Yasa yang memberitahukan, tentang murid Padepokan Black yang terjatuh. Dan tidak bisa pergi mengikuti mereka bertiga.


"Kay, kita harus segera pergi ke penginapan Lintang. Karena kondisi Malik sepertinya melemah, ia seperti kesulitan untuk bernafas," lanjut Yasa yang melihat kondisi Malik. Saat ia akan terjatuh ke bawah tanah.


"Baik Yas, aku akan mengepakkan kedua sayapku, dengan sangat cepat." Kucing Kay yang sudah berubah menjadi Burung Elang Raksasa, segera mengepakkan kedua sayapnya. Agar mereka bertiga bisa cepat sampai ke penginapan yang berada di Desa Walarijo.


Perjalanan dari Padepokan Black ke Desa Walarijo cukup jauh, dan Burung Elang Raksasa menggunakan kecepatan yang sangat cepat. Membuat mereka bertiga bisa cepat sampai ke penginapan Lintang, yang berada di Desa Walarijo.


"Alhamdulillah," ucap syukur Yasa dan kucing Kay berbarengan.


Yas pun segera turun dari punggung Burung Elang Raksasa. Sedangkan Burung Elang Raksasa menaruh tubuh Malik ke bawah tanah, dengan sangat pelan-pelan dan hati-hati.


"Yasa kamu cepat masuk ke dalam raga kamu," titah kucing Kay kepada Yasa.


"Iya Kay." Yasa pun segera pergi meninggalkan kucing Kay dan Malik.


Setelah kepergian Yasa. Burung Elang Raksasa segera berubah kembali menjadi kucing peliharaannya Yasa.


Jiwa Yasa yang sudah berada di dalam kamar penginapan, segera masuk ke dalam raganya.


"Alhamdulillah, aku sudah kembali ke dalam tubuhku." Yasa yang sudah kembali ke dalam tubuhnya, melihat Firman masih tidur.


"Firman, bangun." Yasa membangunkan Firman. Agar Firman bisa membantunya membawa Malik, yang berada di luar penginapan.

__ADS_1


__ADS_2