
Yasa dan teman-temannya kini sudah kembali milik kekuatan energi. Keadaan luka Yasa yang terkena Mantra Kegelapan, sudah berangsur membaik dan tidak merasakan rasa sakit lagi.
" Untuk saat ini kalian semua beristirahat. Besok pagi-pagi datanglah ke ruangan ku, ada hal penting yang akan aku ceritakan kepada kalian semua " ucap Markus.
" Baik Guru Ketua " sahut Yasa dan Firman.
" Baik ketua Markus " ucap Riska dan Aira serta Robi dan Yudi secara bersamaan.
" Mari Tabib kita pergi dari sini, biarkan mereka semua untuk beristirahat " ajak Markus pada Tabib Padepokan Macan Putih. Untuk pergi meninggalkan mereka semua, yang berada di dalam kamar Yasa.
Setelah kepergian Markus dan Tabib, Robi dan Yudi serta Aira dan Riska juga Firman, mereka semua berpamitan kepada Yasa.
" Yas aku dan teman-teman pergi dulu yah, kamu istirahat yang cukup. " ucap Robi mewakili teman-temannya yang lain.
" Kucing Kay mau di sini bersamamu, apa aku bawa ke dalam kamarku " tanya Riska yang sedang menggendong kucing Kay.
" Disini saja Ris, aku merindukannya " Yasa pun mengambil kucing Kay, yang berada di dalam gendongan Riska.
" Ya udah, aku pergi dulu ya " Riska sebelum pergi dari kamar Yasa. Mencubit gemas pada kucing Kay dan melambaikan tangannya, ke arah Yasa dan kucing Kay.
" Meong " suara kucing Kay mengeong. Saat teman-teman Yasa, akan pergi meninggalkan kamar Yasa.
Firman yang sudah berada di balik pintu kamar Yasa, pergi kembali ke dalam kamar Yasa. Karena mendengarkan suara kucing Kay yang terus mengeong.
" Sepertinya Kay kangen tuh sama aku " ujar Firman lalu pergi menghampiri kucing Kay, yang berada di dalam gendongan Yasa. Dan kemudian mengelus bulu kucing Kay.
" Iya kucing Kay kangen pingin mencakar kamu lagi Fir, hehehe " sahut Riska sambil tertawa. Karena ia mengikuti langkah Firman yang masuk ke dalam kamar Yasa lagi.
" Udah ayo Riska. Firman, kita biarkan Yasa dan kucing Kay yang melepas rindu. Karena selama Yasa sedang sakit, kucing Kay baru hari ini bertemu dengan Yasa " Robi mengajak Riska dan Firman. Untuk pergi meninggalkan kamar Yasa.
" Oh iya aku baru ingat, aku tadi saat pergi ke dalam hutan mencari keberadaan Bunga Red. Bertemu dengan kucing Kay, dan mengajaknya ke Padepokan Macan Putih. Tapi saat sampai ke dalam Padepokan Macan Putih. Aku malah meninggalkannya begitu saja. Karena aku dan teman-temanku, mau pergi menghadap Guru Ketua. Dan mungkin saja tadi saat kucing Kay mencakar aku, ia kesal karena aku tidak mengantarnya ke dalam kamarmu Yas " tutur Firman menceritakan saat ia bertemu dengan kucing Kay di dalam hutan.
" Aku kira ia tersesat mencari keberadaan aku, karena saat kita semua menginap di penginapan Agung Sedayu. Aku menitipkan kucing Kay, di tempat penitipan hewan yang berada di dalam penginapan Agung Sedayu " ucap Yasa menjelaskan keberadaan kucing Kay. Saat Yasa menitipkan kucing Kay di tempat penitipan hewan, yang berada di penginapan Agung Sedayu.
" Pantas saja aku tadi sempat heran. Karena kucing Kay bisa tiba-tiba berada di sini, dan ternyata itu di bawa oleh kamu Fir " lanjut Yasa lagi.
__ADS_1
" Iya benar Yas, maafkan aku ya Kay. Karena aku tadi meninggalkanmu begitu saja " Firman mengelus bulu kucing Kay lagi. Untuk meminta maaf pada kucing Kay. Karena saat sampai di Padepokan Macan Putih, ia tadi meninggalkan kucing Kay begitu saja.
" Aku juga sama merasa heran dengan kedatangan kucing Kay. Kan tidak mungkin ia bisa tahu keberadaan Yasa di Padepokan Macan Putih. Dan lagi pula, jarak dari penginapan Agung Sedayu ke Padepokan Macan Putih lumayan jauh. Tapi kalau kedatangan kucing Kay, karena di bawa oleh Firman aku percaya dan masuk akal " ujar Riska sama dengan yang Yasa rasakan, karena mereka berdua sama-sama heran dengan kedatangan kucing Kay. Yang tiba-tiba muncul, dan bisa masuk ke dalam Padepokan Macan Putih.
" Ya sudah ayo kita pergi dari sini, biarkan Yasa dan kucing Kay beristirahat di dalam kamar " Aira mengajak teman-temannya. Untuk pergi meninggalkan kamar Yasa. Agar Yasa dan kucing Kay bisa beristirahat.
Mereka semua pun akhirnya, pergi meninggalkan Yasa dan kucing Kay.
__________
Keesokkan paginya.
Yasa dan teman-temannya sudah bersiap-siap, akan pergi ke ruangan Markus ketua Padepokan Macan Putih.
Sesampainya di ruangan Markus.
Mereka semua langsung memberikan salam hormat, kepada Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih. Karena Tabib juga sudah berada di dalam ruangan Markus.
" Salam hormat kepada Ketua Markus dan Tabib " ucap mereka semua secara bersamaan.
" Bagaimana kondisi kalian semua " tanya Tabib Padepokan Macan, yang ingin mendengarkan kondisi Yasa dan teman-temannya.
Bahkan Markus juga penasaran dengan kondisi mereka semua. Setelah meminum ramuan yang bisa memulihkan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya, yang di buatkan oleh Tabib Padepokan Macan Putih.
" Alhamdulillah Tabib dan Guru Ketua, kondisi aku sudah membaik. Ramuan yang di buat oleh Tabib bener-bener ampuh " ucap Firman sambil mengangkat kedua jari jempolnya ke arah Tabib dan Markus.
" Alhamdulillah syukurlah kalau begitu " sahut Markus dan Tabib berbarengan. Mereka berdua mengucapkan rasa syukur, atas keberhasilan dalam memulihkan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya.
" Terus bagaimana luka kamu Yas " kini Markus yang bertanya kepada Yasa. Tentang kondisi luka Yasa yang terkena Mantra Kegelapan.
" Luka aku sudah sembuh Guru Ketua. Dan yang di katakan oleh Firman benar Tabib. Aku merasakan kekuatan energi ini, lebih baik dari sebelumnya " jawab Yasa dengan tersenyum senang. Karena luka Yasa sudah sembuh, dan kekuatan energinya juga sudah pulih kembali.
Markus yang sudah mendengarkan kondisi luka Yasa yang membaik, dan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya sudah pulih kembali. Langsung memberikan tugas baru kepada mereka semua.
" Aku Ingin menyuruh kalian semua, untuk mencari keberadaan Malik. Karena semua murid Padepokan Macan Putih, yang sudah aku perintahkan. Untuk mencari keberadaan Malik, sampai sekarang belum menemukan keberadaan Malik " tutur Markus yang menyuruh Yasa dan teman-temannya. Untuk mencari keberadaan Malik, yang menghilang saat mereka semua pergi menyerang Padepokan Black.
__ADS_1
" Baik Ketua Markus " ucap Robi.
" Aku kira murid Padepokan Macan Putih sudah menemukan keberadaan Malik, ternyata belum " lirih Yasa bersedih kehilangan sahabatnya Malik.
Firman yang melihat Yasa bersedih, mengusap pelan punggung Yasa.
" Bukan kamu saja Yas, yang merasa kehilangan Malik. Aku dan teman-teman juga merasa kehilangannya " timpal Firman yang juga merasakan kehilangan Malik.
" Tapi bukan hanya sekedar mencari keberadaan Malik saja. Ada dua tugas yang akan aku berikan " ucap Markus.
" Terus ada tugas apa lagi ketua Markus " tanya Yudi penasaran.
" Apakah kita semua akan pergi mencari Malik, di Padepokan Black sambil merebut Pedang Sakti " tanya Robi memastikan tugas yang akan di berikan oleh Markus.
" Kita jangan pergi dulu ke Padepokan Black, karena Pedang Sakti yang berada di tangan Rimba belum aktif sepenuhnya. Jadi kita semua harus mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti terlebih dahulu, agar memudahkan kita semua. Untuk merebut Pedang Sakti, yang berada di tangan Rimba."
" Maka dari itu aku menyuruh kalian semua, mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa. Yang kemungkinan ia mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti " jawab Markus memberikan tugas kepada Yasa dan teman-temannya. Mencari keberadaan Malik dan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Baik Guru Ketua " ucap Yasa bersemangat. Karena ia juga ingin menemukan keberadaan ibunya dan juga Malik sahabatnya.
" Semoga aku berhasil menemukan keberadaan ibuku dan juga Malik " gumam Yasa dalam hatinya.
" Tapi ingat, aku tidak ingin kalian semua pergi secara berpencar. Seperti kejadian saat kalian semua pergi ke Padepokan Black, yang tanpa persiapan yang sangat matang. Karena itu akan memudahkan musuh mengalahkan kalian semua " Markus memberikan nasihat kepada Yasa dan teman-temannya. Untuk selalu pergi bersama-sama.
" Baik Ketua Markus. Kami semua akan mengingat nasihat dari Ketua Markus " jawab Robi.
" Sebelum kalian semua pergi meninggalkan Padepokan Macan Putih, minumlah ramuan kekebalan tubuh. Agar kondisi tubuh kalian semua tidak mudah kelelahan, dan tidak merasakan rasa sakit. Ketika ada musuh yang menyerang kalian semua " Tabib Padepokan Macan Putih, memberikan ramuan kekebalan tubuh kepada Yasa dan teman-temannya.
Yasa dan teman-temannya menerima ramuan kekebalan tubuh, yang di berikan oleh Tabib Padepokan Macan.
" Kalau begitu kami semua pamit Guru Ketua. Tabib. Aku dan teman-teman akan pergi mencari ibuku dan juga Malik sahabatku " ucap Yasa berpamitan kepada Markus dan juga Tabib Padepokan Macan Putih.
Yasa dan teman-temannya pun pergi meninggalkan Padepokan Macan Putih. Untuk mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa dan juga Malik sahabatnya. Agar mereka semua bisa mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti, yang masih berada di tangan Rimba ketua Padepokan Black.
" Semoga mereka semua bisa menemukan Malik dan Sekar Wati. Agar bisa mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti, jangan sampai murid Padepokan Black. Mengetahui perjalanan Yasa dan yang lainnya, dalam mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti " gumam Markus dalam hatinya. Saat Yasa dan teman-temannya pergi meninggalkan Padepokan Macan Putih.
__ADS_1