
Raja iblis yang baru saja datang membawa pasukannya, hanya menyaksikan pertarungan Rimba dan Yasa. Sebelum Raja iblis membantu Rimba ketua Padepokan Black, untuk mengalahkan Yasa dan kawan-kawannya.
Sedangkan Robi dan yang lainnya, yang melihat Yasa bertarung melawan Rimba ketua Padepokan Black. Merasa heran dengan kekuatan Pedang Sakti, yang berada di tangan Rimba ketua Padepokan Black.
"Aku rasa Pedang Sakti, yang berada di tangan Rimba. Sepertinya! Belum aktif sepenuhnya. Karena kekuatan Pedang Sakti yang sebenarnya pasti bisa mengalahkan jurus Pedang Naga Sakti," ucap Robi yang menyaksikan Yasa menyerang Rimba ketua Padepokan Black. Dengan menggunakan jurus Pedang Naga Sakti.
"Iya benar Rob, lebih baik ayo kita semua pergi membantu Yasa mengalahkan Rimba." Yudi mengajak mereka semua untuk menyerang Rimba.
Raja iblis yang melihat Robi dan yang lainnya, yang akan pergi menyerang Rimba, segera memerintahkan pasukannya untuk mengalahkan Robi dan teman-temannya.
"Pasukan kegelapan kalahkan mereka semua!" titah Raja iblis kepada pasukannya.
Pasukan kegelapan segera pergi menghadang Robi dan teman-temannya. Sebelum mereka semua bisa membantu Yasa, yang sedang melawan Rimba ketua Padepokan Black.
Pasukan kegelapan berubah menjadi Monster yang sangat menyeramkan, badannya juga menjadi besar dan tinggi.
"Hahaha....." Monster itu tertawa sambil mengejar Robi dan teman-temannya.
"Kita semuanya pergi berpencar!" teriak Firman.
Robi dan yang lainnya pun segera berpencar mencari tempat persembunyian. Untuk menyelamatkan diri, dari Monster yang sangat menyeramkan itu.
"Kalian semua tidak akan bisa pergi jauh dari sini. Hahaha," ucap Monster sambil mencari keberadaan mereka semua, yang lari menyelamatkan diri.
Yasa yang bertarung melawan Rimba, melihat Rimba seperti orang yang sudah kelelahan. Meski Rimba melawannya dengan menggunakan Pedang Sakti ciptaan ayahnya.
"Rimba sudah mulai kelelahan, ini adalah kesempatan aku untuk segera merebut Pedang Sakti yang berada ditangannya," gumam Yasa dalam hatinya. Kesempatan itu Yasa gunakan dengan baik, untuk bisa merebut Pedang Sakti yang berada di tangan Rimba.
Raja iblis yang melihat itu, segera mengeluarkan ilmu sihir Mantra Kegelapan, dan ilmu sihir Mantra Kegelapan tepat mengenai Yasa, yang sedang menyerang Rimba secara bertubi-tubi. Dengan menggunakan jurus Pedang Naga Sakti. Untuk bisa merebut Pedang Sakti yang berada di tangan Rimba.
Yasa pun terjatuh ke bawah, karena terkena ilmu sihir Mantra Kegelapan.
"Yasaaa," teriak Robi dan yang lainnya secara bersamaan. Karena mengkhawatirkan kondisi Yasa yang terjatuh kebawah, terkena Mantra sihir kegelapan yang di keluarkan oleh Raja iblis.
___________
__ADS_1
Kucing Kay yang dikurung oleh pasukan Raja iblis, yang menyamar sebagai seorang pelayan penginapan Agung Sedayu. Sedang mencari jalan keluar dari ruangan penitipan hewan.
"Meong, meong," suara kucing Kay yang mengeong sangat kencang. Karena ia sedang mencari jalan keluar. Untuk bisa membuatnya cepat keluar, dari ruangan penitipan hewan yang terus mengurungnya.
Di ruangan penitipan hewan, banyak manusia yang berubah menjadi binatang. Karena mereka semua telah diubah oleh Raja iblis dan pasukannya. Agar rencana Raja iblis tidak bisa di gagalkan kembali oleh kucing Kay.
Kucing Kay adalah hewan utusan para Dewa. Untuk datang membantu Yasa dalam melawan Rimba ketua Padepokan Black, serta Raja iblis dan pasukannya.
"Aku harus bisa keluar dari ruangan ini secepatnya! Untuk bisa menolong Yasa dan teman-temannya. Karena aku sangat yakin sekali! Bahwa yang merubah orang-orang ini, pasti Raja iblis dan pasukannya," ucap geram kucing Kay, karena ia sudah mengetahui rencana Raja iblis, yang akan mencelakakan Yasa dan teman-temannya yang pergi ke Padepokan Black.
Kucing Kay sebelum menyelamatkan orang-orang yang diubah menjadi seekor binatang, ia harus bisa keluar terlebih dahulu dari ruangan penitipan hewan ini.
"Sepertinya ruangan ini sudah diberi mantra oleh Raja iblis. Sehingga aku tidak bisa membuka pintu ini. Sebaiknya aku keluarkan saja jurus pukulan kepala batu," lirih kucing Kay, ia pun segera mengeluarkan jurus Pukulan Kepala Batu. Agar bisa keluar dari ruangan penitipan hewan.
Kucing Kay yang mencoba mengeluarkan jurus pukulan kepala batu, sudah sampai tiga kali. Tapi belum berhasil membuka pintu kamar penitipan hewan ini, ia pun terus berusaha mencobanya. Meski selalu tidak bisa dibuka.
"Huuuh, susah sekali sih," gerutunya kesal. Karena tidak bisa keluar dari ruangan penitipan hewan ini.
"Bagaimana pun caranya! Aku harus segera bisa keluar dari ruangan ini, dan pergi menyusul Yasa dan teman-temannya," kucing Kay terus membenturkan kepalanya, dengan menggunakan jurus pukulan kepala batu. Agar bisa segera pergi dari ruangan penitipan hewan ini.
"Jurus pukulan kepala batu, sangat sulit untuk membuka pintu ruangan ini. Tapi aku tidak boleh menyerah begitu saja, aku harus yakin dengan menggunakan jurus pukulan kepala batu bisa mengeluarkan aku dari dalam ruangan ini," ucap kucing Kay yang penuh rasa percaya diri.
Kucing Kay yang terus mengeluarkan jurus pukulan kepala batu, hingga sampai jurus pukulan kepala batu yang kesepuluh kali, barulah kucing Kay bisa keluar dari ruangan penitipan hewan.
"Alhamdulillah, akhirnya aku bebas juga dari ruangan ini," ucap kucing Kay yang akhirnya bisa terbebas dari ruangan penitipan hewan. Yang sudah di beri mantra oleh Raja iblis.
Kucing Kay pun segera bergegas pergi menuju Padepokan Black, untuk membantu Yasa dan teman-temannya. Yang pasti mereka semua sudah pergi ke Padepokan Black.
Sesampainya kucing Kay di Padepokan Black.
Kucing Kay benar-benar terkejut melihat Yasa dan teman-temannya, akan di kalahkan oleh Raja iblis dan Monster yang sangat menyeramkan, yang terus mengincar mereka semua.
"Kak kita harus membawa Yasa. Jangan sampai ia terluka lebih parah oleh Monster yang sangat menyeramkan itu." Firman mengajak Yudi yang berada tidak jauh di dekatnya. Untuk membantunya membawa Yasa yang terjatuh pingsan lagi. Karena terkena serangan dari Raja iblis, yang mengeluarkan Mantra Kegelapan.
''Iya," sahut Yudi sambil membopong tubuh Yasa, yang sedang pingsan bersama Firman. Mereka berdua pun segera membawa Yasa pergi, untuk menghindari kejaran Monster yang sangat menyeramkan itu.
__ADS_1
Kucing Kay yang melihat itu segera pergi membantu Yasa dan teman-temannya, dan berubah menjadi seekor Harimau yang sangat besar, melebihi Monster yang sangat menyeramkan itu.
Harimau yang sangat besar itu terus mengaum sangat kencang, ke arah Monster yang sangat menyeramkan itu, membuat Monster itu terbang jauh. Karena suara auman Harimau itu yang sangat kencang. Lalu Harimau itu segera pergi menghampiri Raja iblis dan Rimba ketua Padepokan Black.
Suara Harimau yang terus mengeluarkan suara auman yang sangat kencang, membuat Rimba dan murid-muridnya, serta penduduk kampung menutup telinganya.
Sedangkan Raja iblis menyerang Harimau itu, dengan menggunakan kekuatan ilmu sihir Mantra Kegelapan. Harimau itu pun jatuh tersungkur. Karena mendapatkan serangan dari Raja iblis, yang mengeluarkan ilmu sihir Mantra Kegelapan.
"Hahaha...." Raja iblis tertawa bahagia melihat Harimau itu terluka.
Rimba dan murid Padepokan Black, serta penduduk kampung. Mereka semuanya juga ikutan tertawa bersama Raja iblis. Karena melihat Harimau, yang akan menolong Yasa dan teman-temannya terluka terkena Mantra Kegelapan.
"Sepertinya aku harus membawa kabur mereka semuanya," gumam kucing Kay yang sudah berubah menjadi Harimau yang sangat besar.
Harimau besar itu menghampiri Yasa dan teman-temannya.
"Ayo cepat naik ke atas punggungku," suara auman Harimau itu berubah menjadi suara manusia. Agar Yasa dan teman-temannya mengerti apa yang ia bicarakan.
Mereka semua saling beradu pandang, karena merasa heran dengan sikap Harimau itu.
"Ayo cepat naik!" ajak kucing Kay lagi kepada mereka semua. Agar mereka semua mau pergi bersamanya, untuk meninggalkan Padepokan Black.
"Lebih baik kita semuanya, segera naik ke atas punggung Harimau itu. Karena kita tidak bisa mengalahkan Rimba dan murid-muridnya, serta Raja iblis beserta pasukannya," tutur Robi mengajak teman-temannya untuk pergi meninggalkan Padepokan Black, dengan menunggang di atas punggung Harimau itu.
"Yang di katakan kak Robi ada benarnya juga. Apalagi kita semua pergi ke Padepokan Black, tanpa persiapan yang sangat matang," sahut Aira.
Akhirnya mereka semua sepakat untuk pergi meninggalkan Padepokan Black, dengan menunggang ke atas punggung Harimau.
Rimba yang melihat itu menyuruh murid-muridnya dan penduduk kampung, untuk mencegah mereka semua untuk pergi dari Padepokan Black.
"Ayo pergi hadang mereka semua! Jangan sampai mereka semua bisa pergi dari Padepokan Black," titah Rimba kepada muridnya dan penduduk kampung, yang sudah menjadi pengikut Padepokan Black.
Mereka semua pun menyerang Harimau itu, yang telah berhasil membawa Yasa dan teman-temannya naik ke atas punggungnya.
"Pegangan yang kuat pada bulu-buluku!" kucing Kay menyuruh mereka semua, untuk berpegangan yang kuat pada bulu-bulunya.
__ADS_1
Karena mereka semua di hadang oleh murid-murid Padepokan Black dan penduduk kampung. Bahkan Monster yang sangat menyeramkan juga ikut menghadang mereka semua.