MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 42 Menolong


__ADS_3

Rudi dan Wawan yang sudah pergi meninggalkan Aira dan teman-temannya. Segera pergi menghampiri Indra di tempat persembunyiannya.


" Bos " ucap Wawan memanggil Indra.


Indra yang mendengar suara Wawan dan Rudi tersenyum senang. Dan berharap kedatangan mereka berdua, bisa mendapatkan informasi tentang rencana Yasa dan teman-temannya.


" Bagaimana apakah kalian berdua berhasil mengetahui rencana murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah " tanya Indra yang begitu antusias sekali.


Rudi dan Wawan saling lirik dan mengagukan kepalanya, sambil memberikan senyuman bahagia.


" Hey kamu berhasil tidak sih " Rio memukul pelan lengan Rudi. Karena Rio ingin segera mengetahui keberhasilan dalam mendapatkan informasi, tentang rencana Yasa dan teman-temannya.


" Berhasil dong " jawab Rudi bangga. Karena ia berhasil mendapatkan informasi tentang rencana Yasa dan teman-temannya.


" Apa rencana mereka semua " Indra dan Udin serta Rio. Menanyakan tentang rencana Yasa dan teman-temannya secara bersamaan.


" Semangat bener sih hahaha " Wawan tertawa melihat Indra dan Udin serta Rio. Yang begitu antusias ingin mengetahui rencana Yasa dan teman-temannya.


" Ayo cepat ceritakan " Indra mulai emosi. Karena Rudi dan Wawan belum menceritakan tentang rencana Yasa dan teman-temannya.


" Santai dong bos " ujar Rudi sambil tersenyum.


" Cepat ceritakan " bentak Indra yang sudah terbawa emosi.


Rudi dan Wawan yang mendengar suara bentakan keras dari Indra, langsung menceritakan tentang rencana Yasa dan teman-temannya.


" Mereka semua sedang mencari keberadaan Malik dan seorang wanita bos " tutur Rudi menceritakan tentang rencana Yasa dan teman-temannya.


" Siapa wanita itu " tanya Indra penasaran.


" Kami tidak berhasil mengetahui nama wanita yang sedang mereka semua cari bos " jawab Wawan sambil menundukkan kepalanya. Karena ia takut Indra akan marah kepadanya.


" Ah payah kalian berdua " gerutu kesal Indra kepada Rudi dan Wawan, sambil mendorong  tubuh mereka berdua. Karena mereka berdua tidak berhasil mengetahui nama wanita itu.


" Maaf bos " sahut Rudi sambil menundukkan kepalanya.


" Ya sudah tidak apa-apa kok Rudi. Wawan, kalian berdua sudah berusaha mengetahui rencana mereka semua, meski hanya nama wanita itu saja yang tidak kalian tahu " ucap Rio membela Rudi dan Wawan, sambil mengusap punggung Rudi.


" Sebaiknya kita semua pergi mencari seorang gadis dari Desa Rindang ini. Dan setelah kita semua mendapatkan seorang gadis. Kita berikan informasi tentang rencana mereka semua, dan juga memberikan gadis itu kepada ketua Rimba " Indra mengajak teman-temannya untuk pergi dari tempat persembunyiannya. Karena ia ingin segera mendapatkan seorang gadis, yang akan di berikan kepada Rimba ketua Padepokan Black.


Indra dan teman-temannya pun pergi dari tempat persembunyiannya. Untuk mencari seorang gadis yang akan mereka semua berikan, kepada Rimba ketua Padepokan Black.


__________


Sedangkan Yasa dan Riska yang pergi membawa kucing Kay. Untuk menenangkan kucing Kay yang terus mengeong, dan memberontak ingin terlepas dari gendongan Yasa.

__ADS_1


" Meong-meong " kucing Kay yang terus mengeong dan memberontak. Akhirnya berhasil terlepas dari gendongan Yasa. Dan kini kucing Kay berlari pergi meninggalkan Yasa dan Riska.


" Kay " teriak Yasa memanggil kucing Kay yang terlepas dari gendongannya.


" Ayo Yas kita harus segera mengejar kucing Kay " ajak Riska kepada Yasa.


" Iya " sahutnya sambil berlari pergi mengejar kucing Kay.


Yasa dan Riska pun berlari pergi mengejar kucing Kay.


" Meong " suara kucing Kay yang mulai melemah. Karena ia sudah berlari jauh meninggalkan Yasa dan Riska.


" Riska kemana perginya kucing Kay " tanya Yasa kepada Riska. Karena ia tidak melihat keberadaan kucing Kay. Bahkan suara kucing Kay sudah tidak terdengar lagi, dan kucing Kay telah pergi menjauh dari pandangan Yasa dan Riska.


" Aku juga tidak tahu Yas " sahut Riska sambil mengedarkan pandangannya mencari keberadaan kucing Kay.


" Ya sudah kita beristirahat dulu disini sebentar " Yasa mengajak Riska untuk beristirahat sebentar.


" Iya deh, aku juga capek mengejar kucing Kay. Kini entah kemana perginya kucing Kay " ucap Riska sambil duduk di bawah tanah.


Karena Yasa dan Riska tidak berhasil mengejar kucing Kay. Mereka berdua memutuskan untuk berhenti mengejar kucing Kay dan beristirahat sebentar, setelah lelah mengejar kucing Kay yang tidak berhasil mereka berdua tangkap. Akan tetapi saat Yasa dan Riska sedang duduk. Mereka berdua melihat seorang anak laki-laki, yang sedang ditindas oleh pemuda kampung Desa Rindang.


" Yas kasihan anak kecil itu di pukul oleh orang dewasa " tunjuk Riska ke arah anak lelaki yang ditindas oleh pemuda kampung Desa Rindang.


" Tapi Yas, kekuatan energi kita baru saja pulih " Riska mencegah Yasa yang hendak menolong anak kecil itu.


" Kita harus mencoba menggunakan kekuatan energi ini Ris, kamu jangan takut kalah dari mereka semua " ucap Yasa.


" Enak saja kamu bilang aku  takut kepada orang-orang itu. Aku bisa mengalahkan mereka semua dengan kekuatanku " geram Riska yang tidak terima dengan ucapan Yasa.


" Iya aku percaya kok Ris. Ya sudah ayo kita pergi ke sana " ajak Yasa lagi kepada Riska.


" Aku.... hanya mengkhawatirkan luka kamu yang terkena Mantra Kegelapan, takutnya belum sembuh " Riska mencemaskan luka Yasa yang terkena Mantra Kegelapan.


" Aku sudah sembuh kok Ris. Ayo kita pergi menolong anak kecil itu " Yasa menarik tangan Riska. Untuk mengajaknya menolong anak lelaki yang ditindas oleh pemuda kampung.


Yasa dan Riska pun bergegas pergi, untuk menolong anak lelaki itu.


" Hey lepaskan anak kecil itu " ucap Yasa yang geram melihat orang-orang itu memukul anak kecil.


" Bukan urusanmu " jawab salah satu dari pemuda kampung itu.


" Ayo serang mereka berdua " ucapnya lagi. Menyuruh teman-temannya untuk menyerang Yasa dan Riska.


Yasa dan Riska pun segera mengeluarkan pedang yang berada di pinggang mereka berdua. Untuk menyerang pemuda kampung yang memukul anak kecil itu.

__ADS_1


Kekuatan energi Yasa dan Riska yang sudah pulih, membuat mereka berdua ingin mencoba kekuatan energi yang sudah pulih kembali.


" Biarkan aku dulu yang menyerang mereka semua " ucap Riska saat melihat Yasa akan menyerang para pemuda kampung itu.


" Baiklah " Yasa mempersilahkan Riska terlebih dahulu. Untuk menyerang para pemuda kampung itu.


Riska segera mengayunkan pedangnya, dengan menggunakan jurus Pedang Merah. Jurus itu mengenai beberapa orang dari para pemuda kampung, hingga jatuh tersungkur sampai mereka pingsan.


" Waaah kekuatan Pedang Merah yang aku kuasai kali ini benar-benar luar biasa " gumam Riska dalamnya hatinya sambil tersenyum senang.


" Ayo kita serang mereka lagi dengan menggunakan jurus pedang hembusan berapi " lirih salah satu dari pemuda kampung. Menyuruh teman-temannya untuk menggunakan jurus pedang hembusan berapi.


Para pemuda kampung segera menyerang Yasa dan Riska, dengan menggunakan jurus Pedang hembusan berapi. Hembusan pedang penduduk kampung, yang mengeluarkan bola berapi yang sangat kecil, sehingga bola berapi itu bisa mengenai Yasa dan Riska.


Yasa dan Riska yang melihat bola berapi, segera menghalau jurus pedang hembusan berapi. Dengan menggunakan pedang yang mereka berdua gunakan. Karena kekuatan energi mereka berdua sudah pulih kembali. Dan bisa menghalau semua serangan dari para pemuda kampung itu.


" Huuuh sialan " gerutu kesal dari salah satu pemuda kampung itu. Karena Yasa dan Riska, bisa menghalau jurus pedang hembusan berapi yang mereka keluarkan.


Tidak menunggu waktu yang lama, Yasa segera mengeluarkan jurus Pedang Ribuan Elang, dan mengenai para pemuda kampung itu. Bahkan jurus Pedang Ribuan Elang yang kali ini Yasa keluarkan, membuat para pemuda kampung terluka sangat parah hingga mengeluarkan darah.


Karena kekuatan energi Yasa yang sudah pulih kembali. Membuat jurus Pedang Ribuan Elang mengeluarkan ribuan elang yang sangat besar, yang menyerang para pemuda kampung itu. Seperti di patuk oleh ribuan elang yang sangat besar. Sehingga terluka parah sampai mengeluarkan darah.


" Yasa kamu berhasil menyempurnakan jurus Pedang Ribuan Elang " ucap Riska bangga kepada Yasa. Karena berhasil menyempurnakan jurus Pedang Ribuan Elang.


" Iya Ris " sahut Yasa sambil tersenyum senang.


" Kita pergi menghampiri anak kecil itu " ajak Riska kepada Yasa.


Yasa dan Riska pun segera pergi menghampiri anak lelaki itu.


" Terima kasih kak, telah menolongku " anak lelaki itu langsung berlari pergi menghampiri Yasa dan Riska. Yang hendak pergi menghampirinya.


" Iya sama-sama " sahut mereka berdua secara bersamaan.


" Ayo kita pergi dari sini. Kakak akan mengobati lukamu " Riska mengajak anak lelaki itu. Untuk pergi meninggalkan para pemuda kampung yang sudah terluka parah.


Anak kecil itu menganggukkan kepalanya. Dan mereka bertiga pun pergi meninggalkan para pemuda kampung yang terluka, hingga membuat mereka semua tidak bisa menyerang Yasa dan Riska lagi.


" Awas ya kalian berdua, akan aku balas nanti " geram ketua pemuda kampung Desa Rindang yang bernama  Edi.


" Ayo kita pergi dari sini " ajak Edi kepada anak buahnya.


" Baik bos " ucap salah satu dari anak buahnya Edi. Sambil meringis menahan rasa sakit. Karena mereka semua terkena jurus Pedang Ribuan Elang, hingga membuat mereka semua terluka parah hingga mengeluarkan darah.


Edi dan anak buahnya pergi meninggalkan tempat saat mereka semua, memukul anak kecil yang bernama Rangga.

__ADS_1


__ADS_2