MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 31 Hutan Lembah Lereng


__ADS_3

Para Dewa yang sudah mengobati luka kucing Kay, Yasa dan teman-temannya. Serta orang-orang yang berada di penginapan Agung Sedayu, yang berubah menjadi binatang, kini sudah berubah kembali menjadi manusia.


Para Dewa memutuskan untuk segera pergi meninggalkan mereka semua, karena Para Dewa akan pergi mencari Bunga Red, yang berada di Hutan Lembah Lereng.


Akan tetapi langkah Para Dewa yang akan pergi mencari Bunga Red di Hutan Lembah Lereng, dicegah oleh Dewa Angin yang tidak tega meninggalkan kucing Kay, bersama Yasa dan teman-temannya. Apalagi kondisi Yasa yang belum sadar, dan tidak memungkinkan untuk mengurus kucing Kay.


"Sebaiknya kita bawa kucing Kay, ke Istana Langit. Agar ia bisa memulihkan kondisi badannya, yang semakin melemah ini," ucap Dewa Angin yang mengkhawatirkan keadaan kucing Kay, yang semakin melemah.


"Aku setuju dengan pendapat mu Dewa Angin. Karena jika kucing Kay, masih berada di sini, siapa yang akan mengurus dan mengobatinya?" Dewa Tanah setuju dengan pendapat Dewa Angin, yang ingin mengajak kucing Kay ke istana Langit.


"Kalau kita semua pergi ke Istana Langit, sekalian saja kita meminta bantuan kepada Raja Langit. Untuk membantu Para Dewa yang akan pergi mengambil Bunga Red. Apalagi keberadaan Bunga Red itu, berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng, yang di kuasai oleh Para iblis," tutur Dewa Air.


"Ya sudah. Sebaiknya kita bawa kucing Kay, dan kita segera pergi ke Istana Langit. Agar kita bisa mendapatkan bantuan dari Raja Langit. Untuk mendapatkan Bunga Red, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng." ajak Dewa Api kepada Para Dewa, untuk segera pergi ke Istana Langit.


Para Dewa  pun pergi ke Istana Langit, sambil membawa kucing Kay. Karena Para Dewa akan meminta bantuan pada Raja Langit, agar memudahkan Para Dewa saat pergi mengambil Bunga Red, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng yang di kuasai oleh Para iblis.


____________


Sesampainya di Istana Langit.


Para Dewa yang sudah sampai ke Istana Langit, sambil membawa kucing Kay. akan menitipkan kucing Kay pada Para Dayang.


"Kita harus mencari para dayang terlebih dahulu, sebelum kita semua pergi menghadap Raja Langit," ucap Dewa Angin.


"Untuk apa! Kita mencari para dayang?" tanya Dewa Api.


"Kita tidak mungkin membawa kucing Kay kehadapan Raja Langit. Apalagi dengan kondisi kucing kay yang seperti ini," sahut Dewa Angin menjelaskan.


"Itu ada dua para dayang di taman Istana Langit," tunjuk Dewa Air yang melihat dua Para Dayang yang sedang menyiram bunga di taman Istana Langit.


"Dewa Angin, kamu segera pergi memberikan Kucing Kay kepada para dayang," titah Dewa Tanah kepada Dewa Angin yang memegang Kucing Kay.


Dewa Angin pun segera pergi menghampiri para dayang, yang sedang menyiram tanaman di Istana Langit.


"Dayang," Dewa Angin memanggil para dayang.

__ADS_1


"Iya Dewa Angin, ada apa?" sahut salah satu dari kedua para dayang itu.


"Aku mau menitipkan kucing Kay ini kepada kalian berdua," ucap Dewa Angin sambil menunjukkan kucing Kay kepada para dayang.


"Baik Dewa Angin," salah satu dari kedua Para Dayang, segera mengambil kucing Kay dari tangan Dewa Angin.


"Tolong rawat dan jaga baik-baik kucing Kay," ujar Dewa Angin sebelum pergi meninggalkan para dayang.


Para dayang yang mendapatkan perintah dari Dewa Angin, hanya menganggukkan kepalanya. Lalu Dewa Angin langsung pergi menghampiri Para Dewa, untuk segera pergi menghadap Raja Langit.


Para Dewa yang sudah menghadap Raja Langit, langsung memberikan salam hormat kepada Raja Langit.


"Salam hormat pada Paduka Raja," ucap Para Dewa secara bersamaan.


Raja Langit menerima salam hormat dari Para Dewa, dengan menganggukkan kepalanya.


"Ada apa kalian semua datang menemuiku?"  tanya Raja Langit kepada Para Dewa, yang datang ke Istana Langit.


"Paduka Raja, aku mau meminta bantuan kepada Paduka Raja. Untuk membantu kami semua, yang akan pergi ke pedalaman Hutan Lembah Lereng karena..."  ucapan Dewa Tanah yang belum selesai bicara, di potong oleh Raja Langit. Karena raja Langit penasaran dengan tujuan Para Dewa, yang ingin pergi ke pedalaman Hutan Lembah Lereng.


"Kami semua mau mengambil Bunga Red, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng. Untuk memulihkan kembali kekuatan energi Yasa dan teman-temannya, yang di serap kekuatan energinya oleh Raja iblis," tutur Dewa Tanah menjelaskan.


"Yasa yang kamu maksud. Apakah Yasa Mahendra anaknya Mahesa Mahendra?" Raja Langit yang mendengar nama Yasa, ingin memastikan kebenarannya. Apakah Yasa yang dimaksud oleh Para Dewa, adalah Yasa Mahendra anaknya Mahesa Mahendra.


"Benar Paduka Raja." Dewa Air membenarkan pertanyaan Raja Langit.


"Tujuan kami semua, yang akan pergi ke pedalaman Hutan Lembah Lereng. Untuk mencari Bunga Red, yang dapat memulihkan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya. Karena kekuatan energi mereka di serap oleh Raja iblis." Dewa Tanah menjelaskan pada Raja Langit. Tentang tujuan Para Dewa, yang akan pergi ke pedalaman Hutan Lembah Lereng.


"Setahuku! Pedalaman Hutan Lembah Lereng itu, adalah tempat yang di kuasai oleh Para iblis," ujar Raja Langit.


"Iya benar. Paduka Raja," sahut Dewa Api.


"Kalau begitu, kalian semua pergi ke sana, bersama dengan Para Prajurit Langit. Karena aku sangat yakin Para iblis yang berada disana, tidak akan memberikan Bunga Red kepada kalian semua secara cuma-cuma. Apalagi jika Para iblis meminta bantuan kepada Raja iblis. Maka usaha kalian semua yang akan mendapatkan Bunga Red, akan semakin sulit. Karena kalian semua akan berhadapan dengan Raja iblis," tutur Raja Langit.


"Jadi Paduka Raja akan memerintahkan Para Prajurit Langit. Untuk pergi bersama Para Dewa, dalam mengambil Bunga Red, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng?" tanya Dewa Api yang ingin memastikan kebenarannya.

__ADS_1


"Iya betul Dewa Api, nanti aku akan memerintahkan Para Prajurit Langit. Untuk membantu kalian semua, yang akan pergi mencari Bunga Red." Raja Langit membenarkan pertanyaan dari Dewa Api.


"Kalau begitu, kami semua pamit Paduka Raja." Dewa Angin dan Para Dewa yang lainnya, pamit pergi meninggalkan istana Langit. Karena Para Dewa akan pergi ke pedalaman Hutan Lembah Lereng. Untuk mengambil Bunga Red. Agar bisa memulihkan kekuatan energi kucing Kay, Yasa dan juga teman-temannya.


Keempat Para Dewa yang pergi ke pedalaman Hutan Lembah Lereng. Mendapat bantuan dari Para Prajurit Langit, yang di perintahkan oleh Raja Langit. Untuk membantu Para Dewa, dalam mencari Bunga Red yang berada di Hutan Lembah Lereng, yang di kuasai oleh Para iblis.


*****


Di pedalaman Hutan Lembah Lereng.


Para Dewa dan Para Prajurit Langit, memutuskan untuk pergi secara berpencar.


"Kita pergi secara berpencar saja. Karena aku juga tidak tahu, dimana letak keberadaan Bunga Red," ucap Dewa Tanah.


"Ya begitu juga lebih baik. Jadi kita semua bisa secepatnya, menemukan keberadaan Bunga Red. Dan bisa segera pergi dari sini, tanpa Para iblis ketahui," sahut salah satu dari Para Prajurit Langit.


"Baiklah. Aku juga setuju," ucap Dewa Api yang setuju dengan pendapat Dewa Tanah. Yang menyuruh mereka semua untuk pergi secara berpencar.


Para Dewa dan Para Prajurit Langit pun berpencar, mencari keberadaan Bunga Red. Dan berharap Para iblis tidak mengetahui rencana Para Dewa, yang akan mengambil Bunga Red yang berada di sekitar tempat yang di kuasai oleh Para iblis.


Akan tetapi, meski Para iblis belum mengetahui kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, tapi kedua Siluman Ular Kobra mengetahui kedatangan mereka semua, yang sedang mengitari Hutan Lembah Lereng, di wilayah kekuasaan Para iblis.


Kedua Siluman Ular Kobra yang bernama Rajesh dan William, terus memperhatikan kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang pergi berpencar mengitari Hutan Lembah Lereng.


"Ada tujuan apa? Para Dewa dan Prajurit Langit datang ke sini!" lirih Siluman Ular Kobra yang bernama Rajesh. Karena kebetulan saat Rajesh dan William akan pergi dari Hutan Lembah Lereng, mereka berdua tidak sengaja melihat kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit.


"Lebih baik, kita ikuti saja mereka semua. Agar kita mengetahui rencana mereka semua, yang telah berani masuk ke tempat ini," ujar  teman Siluman Ular Kobra yang bernama William.


"Tapi sebelum kita mengikuti mereka semua, salah satu dari kita harus memberitahukan kepada Para iblis. Tentang kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang telah berani masuk ke wilayah kekuasaan Para iblis," tutur Rajesh.


"Kalau begitu, biar aku saja yang pergi memberitahukan kepada Para iblis," sahut William.


Siluman Ular Kobra yang bernama Rajesh, menganggukkan kepalanya, pertanda bahwa ia setuju dengan pendapat William temannya. William pun segera pergi meninggalkan Rajesh temannya. Untuk memberitahukan kepada Para iblis, bahwa ada Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang datang ke wilayah kekuasaan Para iblis.


Sedangkan Rajesh sebelum mengikuti langkah Para Dewa dan Prajurit Langit, ia mengajak Para Siluman lainnya. Untuk membantunya, mengintai Para Dewa dan Para Prajurit Langit. Karena mereka semua pergi secara berpencar, dan supaya Para Dewa dan Para Prajurit Langit tidak curiga. Kalau kedatangan mereka semua, sudah di ketahui oleh Para Siluman yang ada di pedalaman Hutan Lembah Lereng.

__ADS_1


__ADS_2