
Indra yang pergi meninggalkan penginapan Rumah Indah. Karena ia tidak mau sampai ketahuan oleh Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih, yang akan pergi masuk ke dalam sebuah kamar penginapan.
Kini Indra mencari keberadaan Rio dan Udin, yang ia suruh pergi bersembunyi. Saat Indra melihat Markus dan Tabib, yang sedang berbicara di ruangan penginapan Rumah Indah.
" Ini kemana perginya Rio sama Udin yah " lirih Indra yang mencari Rio dan Udin.
Pelayan penginapan yang mendengarkan suara, tanpa ada seseorang yang berada di dekatnya. Mencari orang yang sedang berbicara itu, ke sekitar tempat penginapan Rumah Indah.
" Ini siapa yang berbicara sih, jadi merinding bulu kudukku " ucap pelayan penginapan yang berada di dekat Indra. Tapi ia tidak bisa melihat Indra, karena Malik telah mengeluarkan ilmu sihir tak terlihat, sehingga tidak ada orang yang bisa melihat keberadaan Indra di sekitarnya.
Indra yang mendengar ucapan dari pelayan penginapan, mengerutkan keningnya ke arah pelayan penginapan itu.
" Iiikh dasar aneh " Indra pun pergi meninggalkan pelayan penginapan itu. Untuk pergi mencari Rio dan Udin.
" Aku masuk ke dalam penginapan sajalah " pelayan penginapan itu pun berlari pergi masuk ke dalam penginapan. Karena ia ketakutan mendengarkan suara seseorang, tanpa ada orang di dekatnya.
Indra yang sedang mencari keberadaan Rio dan Udin di luar penginapan. Menemukan keberadaan mereka berdua yang bersembunyi di balik semak-semak, yang ada di halaman penginapan Rumah Indah.
" Hey kalian berdua, kenapa jauh banget mencari tempat persembunyiannya " ucap Indra yang telah berada di dekat Rio dan Udin.
Rio dan Udin saling lirik, karena mereka berdua tidak bisa melihat Indra yang berada di dekat Rio dan Udin.
" Ini seperti suara bos Indra saja, tapi di mana bos Indra nya yah " lirih Rio sambil mencari suara Indra, yang sedang berbicara dengan Rio dan Udin.
" Iya ini beneran suara bos Indra, mungkin saja itu suara bos Indra yang sedang mencari kita " sahut Udin.
" Iya bisa jadi Din, ayo kita cari bos Indra " Rio pun menimpali ucapan dari Udin. Karena mereka berdua bersembunyi terlalu jauh dari tempat persembunyiannya Indra.
Mereka berdua pun memutuskan untuk keluar dari tempat persembunyiannya. Agar bisa menemukan keberadaan Indra.
" Aku tidak melihat bos Indra di sekitar sini " lanjut Rio lagi, yang sudah berdiri dari balik semak-semak, yang berada di halaman penginapan Rumah Indah.
" Aku juga tidak melihat bos Indra " sahut Udin.
__ADS_1
" Hey kalian berdua " Indra yang kesal kepada Rio dan Udin, memukul kepala Rio dan Udin.
" Aduh, siapa sih ini " keluh Rio dan Udin secara bersamaan. Karena mereka berdua di pukul kepalanya oleh Indra. Tapi Rio dan Udin tidak bisa melihat Indra, yang berada di dekat mereka berdua.
" Rio. Udin, jangan pura-pura tidak melihat aku deh. Ayo kita pergi dari sini " ajak Indra kepada Rio dan Udin.
" Ini suaranya mirip seperti suara bos Indra. Tapi aku bener-bener tidak melihat bos Indra di sini Din " ujar Rio yang memberitahukan kepada Udin lagi. Kalau ia mendengarkan suara Indra, tapi tidak menemukan keberadaan Indra di sekitarnya.
" Iya aku juga sama Rio, tidak melihat keberadaan bos Indra di sekitar sini " Udin menimpali ucapan dari Rio lagi. Karena mereka berdua tidak bisa melihat Indra, yang berada di dekat mereka berdua.
" Kalian berdua serius tidak bisa melihat aku " tanya Indra memastikan kepada Rio dan Udin. Kalau ternyata mereka berdua tidak bisa melihatnya.
" Iya bos " sahut Rio dan Udin berbarengan.
" Ini beneran suara bos Indra " tanya Udin yang ingin memastikan, kalau yang sedang berbicara itu adalah Indra.
" Iya ini aku " jawab Indra dengan nada bicara yang marah. Karena ia tidak bisa terlihat oleh mata Rio dan Udin.
" Hmmmz, sepertinya tadi pelayan penginapan itu benar-benar tidak bisa melihat aku. Dan sekarang Rio dan Udin juga sama tidak bisa melihat aku, padahal aku tadi di dalam sana tidak melakukan apapun. Tapi kenapa aku malah jadi seperti ini yah " gumam Indra di dalam hatinya yang bingung. Karena ia tidak bisa terlihat oleh orang lain, yang berada di dekatnya.
" Rio. Udin, ayo kita pergi ke Padepokan Black " ajak Indra kepada Rio dan Udin.
" Kita belum mendapatkan para gadis di desa ini bos " Rio mencegah Indra yang akan mengajaknya pergi ke Padepokan Black.
" Ah tidak apa-apa, yang terpenting saat ini. Kita harus segera pergi ke Padepokan Black " Indra tidak memperdulikan tentang para gadis yang berada di desa ini. Yang ia butuhkan saat ini adalah bisa pergi ke Padepokan Black. Supaya Rimba bisa membantunya, agar bisa terlihat lagi seperti semula.
" Apakah bos, sudah mendapatkan informasi dari Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih. Sehingga kita harus pergi menghadap ketua Rimba " tanya Udin kepada Indra, yang tak terlihat olehnya.
" Aku di sini Udin " Indra kesal melihat Udin, yang menghadap ke tempat yang bukan ke arahnya. Sehingga Indra langsung memukul tangan Udin.
" Aduh bos maaf, aku tidak tahu bos ada di mananya " Udin meminta maaf kepada Indra. Karena ia telah menghadap ke arah yang salah.
" Ya sudah bos ayo kita pergi ke Padepokan Black, pasti bos ke sana mau meminta bantuan kepada ketua Rimba. Agar bos bisa terlihat lagi seperti semula, iyakan " Rio memastikan kebenaran tentang ucapannya, sambil menengahi ke salah pahaman antara Indra dan Udin. Karena Udin tadi salah menghadap Indra, ke arah tempat yang tidak ada Indra.
__ADS_1
" Yang di ucapkan kamu benar Rio " Indra membenarkan apa yang di katakan oleh Rio.
" Ayo kita pergi ke Padepokan Black sekarang, dengan menggunakan ilmu terbang " lanjut Indra lagi, sambil memberitahukan kepada Rio dan Udin. Agar mereka berdua pergi ke Padepokan Black, dengan menggunakan ilmu terbang.
" Siap bos " sahut Rio dan Udin berbarengan.
Mereka bertiga pun pergi menuju Padepokan Black, dengan menggunakan ilmu terbang. Agar mereka bisa segera sampai ke Padepokan Black.
___________
Yasa dan Firman yang melihat Ratu Aurora dan murid-muridnya, segera pergi menghampiri mereka semua.
" Ketua Ratu " Yasa memanggil Ratu Aurora, yang sedang berjalan kaki bersama dengan murid-muridnya.
" Yasa, akhirnya kamu dan Firman sampai juga di sini " ucap Ratu Aurora yang melihat kedatangan Yasa dan Firman, yang sudah berada di hadapannya.
" Iya maaf ketua Ratu, atas terhambatnya perjalanan mencari keberadaan ibuku ini " Yasa meminta maaf kepada Ratu Aurora.
" Iya tidak apa-apa, yang penting kita semua sekarang sudah bisa melanjutkan perjalanan mencari Sekar Wati, ayo kita pergi sekarang " Ratu Aurora mengajak Yasa dan teman-temannya. Untuk segera pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Baik ketua Ratu " sahut Yasa dan teman-temannya secara bersamaan.
" Kamu menemukan keberadaan kucing Kay di penginapan Rumah Indah " tanya Robi yang berada di dekat Yasa, sambil berjalan kaki mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.
" Iya kak " jawab Yasa singkat.
" Yas, aku gendong kucing Kay nya ya " Riska meminta izin kepada Yasa, untuk mengambil kucing Kay yang berada di tangan Firman.
" Iya Ris " sahutnya membiarkan Riska mengambil kucing Kay, yang berada di tangan Firman.
" Ini Ris " Firman pun memberikan kucing Kay kepada Riska.
Yasa yang berada tidak jauh dari Ratu Aurora yang sedang berjalan kaki di hadapannya, menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
" Ketua Ratu, kenapa berhenti " tanya Yasa kepada Ratu Aurora yang berada di hadapannya. Karena Ratu Aurora tiba-tiba saja berhenti berjalan kaki.
Ratu Aurora tidak menjawab pertanyaan dari Yasa, ia seperti sedang merasakan ada seseorang di tempat perjalanan mereka semua, yang akan pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.