MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 54 Pergi Mengikuti


__ADS_3

Indra dan teman-temannya yang sudah kembali ke Desa Rindang. Untuk mencari para gadis di desa itu. Agar Indra dan teman-temannya bisa memberikan para gadis kepada Rimba ketua Padepokan Black.


" Bos apakah kita pergi ke tempat Edi " tanya Udin kepada Indra.


" Tidak usah, biarkan dia saja yang menemuiku. Jika Edi dan anak buahnya sudah berhasil mendapatkan para gadis, pasti mereka semua akan mencari ku " jawab Indra sambil tersenyum miring.


" Terus kita semua mau pergi ke tempat persembunyian kita yang ada di desa ini bos " kini Wawan yang bertanya tentang tujuan Indra, yang mengajak ia dan teman-temannya kembali ke Desa Rindang.


" Nanti saja kita pergi ke sananya, sekarang kita semua pergi mencari makanan terlebih dulu " ajak Indra kepada teman-temannya. Untuk pergi mencari tempat makanan yang ada di Desa Rindang.


" Asyik makan siang dulu. Bos Indra memang pengertian sekali " Udin yang sedang kelaparan pun senang mendengar ajakan dari Indra, yang mengajak ia dan teman-temannya pergi mencari tempat makan.


" Ayo bos kita pergi sekarang saja, perut aku juga sudah lapar " Wawan menimpali ucapan dari Udin. Sambil mengusap perutnya yang lapar, dan mengajak Indra untuk segera pergi mencari tempat makan.


" Kalian berdua ini yah , giliran soal di ajak makan saja semangat bener " Indra menatap tajam ke arah mata Udin dan Wawan.


" Hehehe " Udin dan Wawan tertawa kecil, karena mereka berdua mendapatkan tatapan mata yang tajam dari Indra, tapi Udin dan Wawan malah cengengesan.


Indra dan Rio serta Rudi menggelengkan kepalanya, karena mereka bertiga melihat tingkah Udin dan Wawan yang seperti orang kelaparan.


" Ya sudah kita pergi mencari tempat makan " Indra pun mengajak teman-temannya untuk pergi mencari tempat makan, yang ada di Desa Rindang.


" Siap bos " sahut Wawan dan Rudi serta Rio dan Udin secara bersamaan.


Indra dan teman-temannya pergi mencari tempat makan, yang berada di desa ini.


Akan tetapi saat mereka semua melewati tempat penginapan Rumah Indah, mereka semua tidak sengaja melihat kedatangan Yasa dan Firman yang masih berada di penginapan Rumah Indah.


" Kok mereka berdua masih berada di sini sih " lirih Indra yang melihat Yasa dan Firman di luar penginapan Rumah Indah. Dan kemudian melihat Yasa dan Firman, yang seperti akan segera pergi meninggalkan penginapan Rumah Indah


" Lebih baik kita ikuti mereka berdua saja bos " ucap Rio yang memberi usul.

__ADS_1


" Begini saja, aku akan mengatur strategi. Agar kita semua bisa mengetahui tujuan mereka semua, yang masih berada di desa ini " ucapan Indra terhenti. Karena Rudi menyela ucapan Indra.


" Strategi apa bos " tanya Rudi yang ingin mengetahui strategi, yang di maksud oleh Indra.


" Begini, aku akan menyuruh kamu dan Wawan. Untuk pergi mengikuti jejak mereka berdua " tunjuk Indra ke arah Rudi dan Wawan, dan menyuruh mereka berdua. Untuk mengejar Yasa dan Firman, yang sudah pergi meninggalkan penginapan Rumah Indah.


" Sedangkan aku dan Udin serta Rio, akan pergi masuk ke dalam penginapan Rumah Indah " lanjut Indra yang mengatur strategi dalam menyelidiki kedatangan Yasa dan Firman, yang ternyata belum pergi meninggalkan Desa Rindang.


Karena Indra dan teman-temannya ingin mengetahui, ada siapa saja orang yang sedang mereka berdua cari di penginapan Rumah Indah. Dan juga Indra dan teman-temannya ingin mendapatkan informasi lagi, untuk di beritahukan kepada Rimba ketua Padepokan Black.


" Kalau begitu aku dan Wawan akan pergi mengejar mereka berdua bos " Rudi berpamitan kepada Indra. Karena ia dan Wawan akan pergi mengejar Yasa dan Firman.


" Ya sudah cepat kalian berdua pergi ikuti jejak mereka berdua yang benar, dan aku tidak mau sampai kalian berdua ketinggalan jejak mereka berdua " tutur Indra yang menyuruh Wawan dan Rudi, untuk segera pergi mengejar Yasa dan Firman. Dan Indra juga memperingatkan kepada mereka berdua, agar jangan sampai Rudi dan Wawan tidak dapat mengejar Yasa dan Firman. karena Yasa dan Firman sudah menjauh dari tempat penginapan Rumah Indah.


" Baik bos " sahut Rudi dan Wawan secara bersamaan.


Rudi dan Wawan pun bergegas pergi meninggalkan Indra dan teman-temannya. Karena mereka berdua akan pergi mengikuti Yasa dan Firman, sambil berlari mengejar Yasa dan Firman, yang sudah pergi menjauh dari tempat penginapan Rumah Indah.


Sesampainya di dalam penginapan Rumah Indah.


Indra dan teman-temannya yang baru saja masuk ke dalam penginapan Rumah Indah, melihat Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.


" Kita harus bersembunyi " Indra sangat panik melihat Markus dan Tabib. Karena ia tidak mau sampai Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih, melihat Indra dan teman-temannya.


" Baik bos " Rio dan Udin segera mengikuti Indra, yang bersembunyi di bawah meja makan.


" Rio. Udin, kalian berdua jangan bersembunyi di sini juga. Sana kalian pergi dari sini " Indra yang sangat kesal memarahi Rio dan Udin. Dan menyuruh mereka berdua, untuk tidak bersembunyi bersama dengannya.


Rio dan Udin yang tidak mengerti melirik ke arah Indra, dan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Karena mereka berdua bingung mau pergi bersembunyi ke mana.


" Kalian berdua cari tempat untuk bersembunyi, dan kalian juga harus ingat yah. Jangan sampai kalian berdua ketahuan oleh Markus ketua Padepokan Macan Putih, serta seorang Tabib yang pergi bersamanya " Indra mengingatkan Rio dan Udin. Agar mereka berdua jangan sampai ketahuan oleh Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.

__ADS_1


" Baik bos " sahut Udin dan Rio secara bersamaan. Mereka berdua pun bergegas pergi mencari tempat untuk bersembunyi, agar mereka berdua tidak sampai ketahuan oleh Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.


Sedangkan Indra yang bersembunyi di bawah meja makan. Bisa mendengarkan ucapan Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.


__________


Setelah Yasa dan Firman sudah menemukan keberadaan kucing peliharaannya Yasa, mereka berdua memutuskan untuk segera pergi menyusul Ratu Aurora dan murid-muridnya, yang sudah pergi mencari keberadaan Sekar Wati ibunya Yasa.


" Fir, aku akan mengunakan jurus ilmu berlari kencang lagi. Kamu tolong pegang kucing Kay yah " ucap Yasa yang menyuruh Firman. Untuk memegang kucing Kay. Karena Yasa akan pergi menyusul Ratu Aurora dan murid-muridnya, dengan menggunakan jurus ilmu berlari kencang lagi.


" Siap Yas " sahut Firman sambil mengambil kucing Kay yang berada di tangan Yasa.


" Ya sudah ayo kita pergi menyusul Ratu Aurora dan teman-teman yang lainnya " ujar Yasa sambil menarik tangan Firman yang satunya lagi. Karena tangan Firman yang sebelahnya, sedang menggendong kucing Kay.


Yasa dan Firman yang akan pergi menyusul Ratu Aurora dan murid-muridnya. Menggunakan jurus ilmu berlari kencang lagi, agar mereka berdua bisa cepat menyusul Ratu Aurora dan murid-muridnya.


Sedangkan Rudi dan Wawan yang bertugas mengikuti jejak Yasa dan Firman. Tidak dapat mengejar Yasa dan Firman, karena Yasa menggunakan jurus ilmu berlari kencang. Membuat Rudi dan Wawan kewalahan dan kelelahan dalam mengejar Yasa dan Firman, yang sudah pergi menjauh meninggalkan mereka berdua.


" Aduh Wan, aku capek sekali " ucap Rudi yang kelelahan mengejar Yasa dan Firman.


" Sama aku juga Rudi " sahut Wawan sambil mengelap keringatnya. Karena mereka berdua tidak bisa mengejar Yasa dan Firman, yang berlari sangat cepat sekali.


" Terus kita harus bagaimana ini Wan " tanya Rudi yang bingung memikirkan cara untuk bisa menyusul Yasa dan Firman, yang sudah pergi menjauh dari pandangan matanya.


" Lebih baik kita ikuti mereka berdua sebisa kita sajalah Rud, dari pada kita harus balik menemui bos Indra. Bisa-bisa bos Indra akan marah lagi kepada kita berdua " tutur Wawan yang tidak mau mendengarkan, suara Indra yang akan memarahinya dan Rudi.


" Baiklah " Rudi pun setuju dengan ajakan Wawan.


Rudi dan Wawan memutuskan untuk pergi mengejar Yasa dan Firman, dengan berjalan kaki. Meski mereka berdua tidak tahu tujuan Yasa dan Firman pergi ke arah mananya.


Karena mereka berdua sudah ketinggalan jejak Yasa dan Firman, yang sudah pergi menjauh dari pandangan mata Rudi dan Wawan.

__ADS_1


__ADS_2