
Yasa dan teman-temannya pergi meninggalkan Padepokan Macan Putih, untuk pergi mencari keberadaan Malik dan Sekar Wati ibunya Yasa.
Perjalanan yang sudah jauh dari Padepokan Macan Putih, menuju ke Desa Rindang cukup melelahkan. Mereka semua pun akhirnya memutuskan untuk beristirahat sebentar, di tempat makan yang berada di Desa Rindang.
" Kita istirahat dulu di pondok makan rindang itu yah " tunjuk Yudi ke arah pondok makan yang berada di Desa Rindang.
" Iya kak aku setuju, perut aku juga sudah keroncongan nih " ucap Firman sambil mengelus perutnya.
" Ya sudah ayo kita pergi ke sana " ajak Yasa kepada teman-temannya. Untuk beristirahat sambil makan di pondok makan yang berada di Desa Rindang.
Mereka semua pun pergi ke pondok makan, yang berada di Desa Rindang.
Untuk beristirahat di sana sambil memesan makanan, yang berada di dalam pondok makan itu.
Firman yang sudah kelaparan menunggu makanan, yang belum di bawakan oleh para pelayan yang bekerja di pondok makan ini.
" Hadeeeh lama amat sih " keluh Firman yang menunggu makanan. Yang belum di sediakan oleh pelayan yang bekerja di pondok makan ini.
" Sabarlah sebentar Fir " ucap Aira sambil mengelus punggung Firman.
" Iya kak " sahutnya kurang bersemangat.
" Biasa aja kali Fir lebay amat, Kay tolong cakar lagi orang menyebalkan ini " Riska memukul pelan lengan Firman, dan menyuruh kucing Kay untuk mencakar Firman lagi.
" Iiikh kamu tuh yang menyebalkan " geram Firman sambil menunjuk ke arah Riska.
" Meong " kucing Kay mengeong sangat kencang.
Dan suara kucing Kay yang terus mengeong. Membuat para pengunjung yang makan di pondok ini, melirik ke arah Yasa dan teman-temannya.
Tidak lama kemudian, pelayanan yang bekerja di pondok makan ini pun datang, sambil membawa makanan pesanan Yasa dan teman-temannya.
" Maaf ya. Kucing kamu suaranya mengganggu pengunjung yang sedang makan di sini, jadi tolong urus kucing peliharaannya " ucap pelayan itu. Sambil meletakkan makanan, yang sudah ia bawa ke atas meja makan Yasa dan teman-temannya.
" Baik " sahut Yasa.
" Kucing Kay kita makannya di luar yah " Yasa mengajak kucing Kay makan di luar pondok makan ini. Agar kucing Kay tidak menggangu, para pengunjung yang sedang makan di pondok ini.
" Kamu sih Ris, bikin kucing Kay mengeong terus. Jadinya Yasa dan kucing Kay makannya di luar deh " gerutu kesal Firman kepada Riska.
" Yasa aku juga mau makan di luar bersamamu saja. Soalnya di sini ada orang yang menyebalkan " Riska menatap sinis pada Firman.
__ADS_1
" Riska kakak mohon jangan terus menerus bertengkar dengan Firman " Robi pun menasihati adiknya Riska. karena Riska dan Firman selalu ribut.
" Iya kak, orang cuman becanda doang kok. Iyakan Fir " Riska memaksakan senyuman manis ke arah Firman.
" Tau ah, lapar aku " Firman yang terlanjur kesal kepada Riska. Tidak menanggapi ucapan Riska, ia lebih memilih untuk makan dari pada menanggapi Riska.
" Udah Riska kamu makan di sini saja, biar aku dan kucing Kay yang makan di luar " tutur Yasa dan berlalu pergi meninggalkan Riska dan teman-temannya yang akan makan.
" Yasa " Riska memanggil Yasa. Yasa pun menengok ke belakang.
" Aku mau ikut makan bersama kamu dan juga kucing Kay saja " Riska pun bergegas pergi menghampiri Yasa dan kucing Kay.
Robi dan Yudi serta Aira, menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat kedekatan Yasa dan Riska.
Tapi saat Yasa dan Riska pergi keluar dari pondok makan ini, ada Indra dan teman-temannya yang melihat Yasa dan Riska, yang pergi keluar dari dalam pondok makan ini.
Indra dan teman-temannya adalah pemuda kampung dari Desa Bukit Duri, yang menjadi pengikut Padepokan Black. Yang kebetulan mereka semua juga sedang makan di pondok makan yang berada di Desa Rindang. Yasa dan teman-temannya, tidak mengetahui keberadaan Indra dan teman-temannya.
" Bos itu bukannya murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah " tunjuk Udin ke arah Yasa dan Riska. Ketika mereka berdua melewati tempat makan Indra dan teman-temannya.
" Sssst "
Indra meletakkan jari telunjuknya ke arah bibirnya, agar Udin dan teman-temannya jangan berisik.
" Baik bos " jawab Rio sambil mengangkat hormat kepada Indra.
" Wawan kamu tetap di sini, dan dengarkan ucapan mereka semua. Sedangkan kamu Rudi, ikuti mereka berdua yang tadi lewat sini. Aku dan Udin serta Rio pergi menjauh dari sini, karena takut mereka semua mengenali wajah aku dan Udin serta Rio " Indra menyuruh Wawan dan Rudi untuk mendengarkan semua ucapan dari Yasa dan teman-temannya.
" Ok bos " sahut Wawan dan Rudi berbarengan.
" Ayo kita pergi dari sini " ajak Indra kepada Rio dan Udin.
Mereka bertiga menjauh dari pondok makan yang berada di Desa Rindang. Karena mereka tidak mau sampai Yasa dan teman-temannya, melihat Indra dan Udin serta Rio.
*****
Di tempat persembunyiannya Indra dan teman-temannya.
" Bos apakah tujuan mereka semua mau mengambil Pedang Sakti, yang berada di tangan ketua Rimba lagi " tanya Udin.
" Tapi itu rasanya tidak mungkin, karena Desa Rindang ini cukup jauh dari Padepokan Black. Pasti ada mereka semua mempunyai rencana lain yang belum kita ketahui " jawab Indra sambil berpikir. Karena ia ingin mengetahui tujuan Yasa dan teman-temannya.
__ADS_1
" Berarti kita semua harus mengetahui rencana mereka semua dong bos, dan setelah kita mengetahui rencana mereka semua. Kita harus memberikan informasi ini kepada ketua Rimba " Rio tersenyum miring. Karena ia bisa mendapatkan uang yang banyak, dari memberikan informasi kepada Rimba ketua Padepokan Black.
" Itu sudah pasti Rio, maka dari itu kita bertiga jangan sampai ketahuan oleh mereka semua " Indra menimpali ucapan dari Rio.
" Semoga saja Udin dan Rudi bisa segera mengetahui rencana mereka semua ya bos " ujar Rio yang berharap Rudi dan Wawan berhasil mendapatkan informasi, tentang rencana Yasa dan teman-temannya.
" Iya semoga saja " Indra juga sangat berharap kepada Udin dan Rudi. Agar mereka berdua bisa mengetahui rencana Yasa dan teman-temannya.
" Terus rencana kita menangkap para gadis yang berada di Desa Rindang ini bagaimana bos " Udin bertanya lagi kepada Indra.
" Setelah kita mengetahui rencana mereka semua, barulah kita menangkap para gadis yang ada di desa ini. Sekalian kita semua memberikan para gadis kepada ketua Rimba, dan juga memberikan informasi rencana murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah. Jika Udin dan Rudi berhasil mengetahui rencana mereka semua " tutur Indra menjelaskan kepada Rio dan Udin.
________
Yasa dan teman-temannya yang sudah selesai makan, dan beristirahat di pondok makan yang berada di Desa Rindang.
Melanjutkan kembali perjalanannya, untuk mencari keberadaan Malik dan Sekar Wati ibunya Yasa.
Akan tetapi Kucing Kay yang ikut, dalam mencari keberadaan Malik dan juga ibunya Yasa. Terus mengeong dan terlepas dari gendongan Yasa.
" Hey Kay kamu mau kemana " teriak Yasa yang memanggil kucing peliharaannya.
" Meong-meong " kucing Kay terus mengeong dan berlari pergi, meninggalkan Yasa dan teman-temannya.
Yasa yang melihat kucing Kay pergi meninggalkannya, segera pergi mengikuti jejak kucing peliharaannya.
" Kak aku pergi mengambil kucing Kay dulu " Yasa berpamitan kepada Robi dan teman-temannya. Untuk segera pergi mengejar kucing Kay.
" Ayo kita semua juga harus membantu Yasa menangkap kucing Kay " Robi mengajak teman-temannya. Untuk membantu Yasa menangkap kucing Kay.
Kucing Kay yang sudah terlepas dari gendongan Yasa, pergi menghampiri Rudi dan Wawan yang sedang bersembunyi di balik pohon.
" Aawww " jerit kesakitan Wawan dan Rudi, yang terkena cakaran dari kucing Kay. Karena kucing Kay yang baru saja datang, tiba-tiba langsung mencakar mereka berdua.
Yasa yang mendengarkan suara jeritan itu, bergegas pergi menghampiri kucing Kay, dan juga suara teriakan seseorang yang tidak Yasa ketahui.
" Kay " Yasa pun berhasil menangkap kucing Kay.
" Maaf ya kak " ucap Yasa meminta maaf kepada kedua orang yang terkena cakaran dari kucing Kay.
Rudi dan Wawan hanya diam tidak menjawab ucapan dari Yasa, dan hanya terdengar suara rintihan kesakitan mereka berdua.
__ADS_1
" Huuuh kucing menjengkelkan, datang-datang malah langsung mencakar aku. Jadinya aku dan Wawan ketahuan kan " geram Rudi dalam hatinya kepada kucing peliharaan Yasa. Karena kucing Kay telah mencakar Rudi dan Wawan.