
Yasa dan semua orang yang berada di dalam kamar penginapan, mereka semua sekarang ini. Sudah mengetahui cara mengaktifkan Pedang Sakti. Karena Sekar Wati ibunya Yasa, telah memberitahukan tentang cara mengaktifkan Pedang Sakti.
"Kalau begitu, sekarang kita harus membuat strategi penyerangan. Yasa aku sangat berharap, kalau kamu bisa berhasil merebut Pedang Sakti dari tangan Rimba. Sedangkan kita semua mengalahkan murid Padepokan Black dan Raja iblis serta pasukannya," ucap Markus yang memberikan arahan strategi, dalam mengalahkan Padepokan Black.
"Baiklah guru Ketua, aku juga ingin mengambil Pedang Sakti ciptaan ayahku dari tangan Rimba. Dan bisa mengalahkannya, karena ia telah membunuh ayahku," geram Yasa kepada Rimba ketua Padepokan Black.
"Tapi sebelum kita semua pergi menyerang Padepokan Black, aku hanya memberitahukan saja. Kalau di sekitar wilayah Padepokan Black ada sebuah jalan menuju istana kegelapan, yang di pimpin oleh Raja iblis. Jadi kita semua harus berhati-hati, karena Raja iblis dan pasukannya. Pasti akan membantu Rimba dan murid Padepokan Black." Badar gurunya Sekar Wati memberitahukan, tentang sebuah jalan di sekitar Padepokan Black.
"Ketua Erlangga juga pernah mengatakan tentang jalan menuju istana kegelapan. Tapi! Saat aku dan teman-teman masuk ke dalam Padepokan Black, tidak menemukan jalan itu," sahut Robi.
"Ya jelaslah kak, kita tidak menemukan jalan itu. Karena yang mengantar kita semua pergi ke Padepokan Black, bukanlah Malik sahabat baikku. Tapi murid Padepokan Black yang menyamar menjadi Malik.'' Firman pun segera menimpali ucapan dari Robi. Dan menjelaskan tentang kepergian mereka semua, yang pergi ke Padepokan Black mengunakan ilmu menghilang dari murid Padepokan Black.
"Tapi aku menemukan jalan itu! Waktu aku pergi ke dalam Padepokan Black sendirian," ujar Yasa yang mengingat kejadian. Saat ia pergi ke Padepokan Black seorang diri, dan Yasa berhasil menemukan sebuah jalan menuju istana kegelapan.
"Bagus, kalau Yasa sudah mengetahui jalan itu. Jangan sampai kita masuk ke dalam sana, sebelum kita berhasil mengambil Pedang Sakti dari tangan Rimba." Ratu Aurora pun ikut menanggapi ucapan dari Yasa, dan ia juga memberikan arahan, dalam strategi menyerang Padepokan Black.
"Kita semua pergi ke Padepokan Black, bukan hanya mengambil Pedang Sakti saja. Tapi kita juga harus menyelamatkan para gadis, yang di kurung di dalam ruang bawah tanah Padepokan Black." Malik pun memberitahukan kepada mereka semua yang berada di dalam kamar penginapan. Untuk menyelamatkan para gadis, yang di kurung didalam ruang bawah tanah Padepokan Black.
"Itu semuanya sudah pasti Malik. Agar tidak ada lagi manusia, yang menjadi pengikut Padepokan Black." jelas Markus.
Kini mereka semua sedang berdiskusi, merencanakan strategi penyerangan Padepokan Black. Agar mereka semua bisa berhasil mengambil Pedang Sakti dari tangan Rimba ketua Padepokan Black, dan bisa mengalahkan Rimba dan Raja iblis beserta pasukannya. Agar tidak ada lagi manusia yang menjadi pengikut Padepokan Black, yang bersekutu dengan Raja iblis.
Saat mereka semua sedang berdiskusi. Markus mendapatkan panggilan ilmu telepati dari guru Herion, yang Markus tugaskan pergi ke Desa Rindang. Untuk menyelidiki kasus di Desa Rindang, yang sedang terjadi penculikan para gadis.
Di tengah-tengah diskusi itu. Markus segera menerima panggilan dari guru Herion.
"Ada apa guru Herion?" tanya Markus.
"Aku sudah mendapatkan informasi, tentang kasus di Desa Rindang," jawab guru Herion yang memberikan informasi kepada Markus.
"Apa informasinya?" Markus kembali bertanya lagi. Karena ia sangat penasaran dengan informasi, yang di dapatkan oleh guru Herion.
__ADS_1
"Ternyata para gadis itu diculik oleh penduduk kampung, yang sudah menjadi pengikut Padepokan Black. Dan aku sudah berhasil menangkap penduduk kampung, yang telah melakukan penculikan para gadis di Desa Rindang," jelas guru Herion.
"Kalau begitu, kamu kurang penduduk kampung itu terlebih dahulu. Karena aku dan yang lainnya, akan pergi menyerang Padepokan Black." Markus menyuruh guru Herion. Untuk mengurung penduduk kampung, yang sudah menjadi pengikut Padepokan Black. Dan Markus juga memberitahukan kepada guru Herion. Kalau ia dan murid Padepokan Macan Putih serta Ratu Aurora dan murid-muridnya, akan pergi menyerang Padepokan Black.
"Baiklah ketua Markus," panggil ilmu telepati pun di matikan oleh guru Herion.
"Apa tujuan Padepokan Black menculik para gadis?" gumam Markus di dalam hatinya, yang ingin mengetahui tujuan Padepokan Black menculik para gadis.
"Meong," suara kucing Kay yang mengeong, menyadarkan Markus yang tengah berpikir.
"Ada apa Kay?" tanya Yasa. Karena kucing Kay yang sudah berbicara dengan bahasa manusia, tapi sekarang ini mengeluarkan suara kucing.
"Aku akan memanggil para Dewa terlebih dahulu. Jika kamu dan kalian semuanya, akan pergi menyerang Padepokan Black. Karena para Dewa akan ikut membantu, mengalahkan Padepokan Black dan Raja iblis serta pasukannya," ucap kucing Kay, yang memberitahukan kepada mereka semua. Kalau para Dewa akan ikut membantu Yasa dan yang lainnya, dalam menyerang Padepokan Black dan Raja iblis serta pasukannya.
"Kalau begitu, segera kamu panggil para Dewa." Markus pun menyuruh kucing Kay. Untuk segera memanggil para Dewa datang ke Desa Walarijo.
"Baiklah," sahutnya.
Kucing Kay pun berkonsentrasi memanggil para Dewa.
________
Di Istana Langit.
Para Dewa yang mendapatkan panggilan dari kucing Kay, segera berkumpul sebelum para Dewa turun ke bumi.
"Kucing Kay, sudah memanggil kita semua. Berarti itu tandanya! Yasa anak Mahesa Mahendra, akan pergi menyerang Padepokan Black," ucap Dewa Tanah.
"Iya benar Dewa Tanah, kalau begitu. Sebaiknya kita semua segera pergi menemui panggilan dari kucing Kay," sahut Dewa Air.
"Tapi sebelum kita turun ke bumi, aku mau mengambil ramuan yang aku buat. Agar kita semua tidak mudah di kalahkan oleh Rimba dan Raja iblis." Dewa Tanah pun segera pergi ke dalam kamarnya. Untuk mengambil ramuan yang telah ia buat.
__ADS_1
Sedangkan para Dewa yang lainnya, menunggu kedatangan Dewa Tanah, yang pergi mengambil ramuan di dalam kamar Dewa Tanah.
Tidak lama kemudian.
Dewa Tanah segera pergi menghampiri para Dewa, dan mengajak para Dewa. Untuk pergi menemui panggilan dari kucing Kay.
________
Para Dewa yang sudah datang ke Desa Walarijo, kini para Dewa pergi menuju penginapan Lintang.
Sesampainya di penginapan Lintang.
Kedatangan Para Dewa di sambut baik oleh Yasa dan yang lainnya. Mereka semua pun memberikan salam hormat kepada Para Dewa, yang sudah datang memenuhi panggilan dari kucing Kay.
"Salam hormat kepada Para Dewa," ucap mereka semua secara bersamaan, sambil membungkukkan badannya.
"Iya," sahut Para Dewa sambil tersenyum.
Para Dewa yang melihat keberadaan Sekar Wati, di antara mereka semuanya. Segera pergi menghampiri Sekar Wati.
"Aku tidak menyangka! Kalau ternyata kamu masih hidup Sekar Wati," lirih Dewa Angin yang datang menghampiri Sekar Wati.
"Iya, aku bersyukur masih di beri kesempatan hidup. Dan sekarang ini bisa berkumpul dengan kalian semuanya," jawab Sekar Wati yang terharu. Bisa berkumpul bersama dengan anak, dan semua orang yang kini berada di dekatnya.
"Apakah kalian semua! Akan pergi ke Padepokan Black sekarang?" tanya Dewa Api kepada mereka semuanya.
"Iya Dewa Api, kita jangan terlalu lama membiarkan Pedang Sakti, terus berada di tangan Rimba." Markus menjawab pertanyaan dari Dewa Api.
"Iya memang sebaiknya, kita semua harus segera pergi menyerang Padepokan Black. Tapi kita harus mengatur strategi penyerangan terlebih dahulu. Agar kita bisa mengalahkan Rimba dan murid-muridnya, serta Raja iblis dan pasukannya." Dewa Tanah menambahkan ucapan dari Markus.
"Kita semua, sudah berdiskusi Dewa Tanah. Dan kita semua juga sudah membahas tentang strategi, yang di maksud oleh Dewa Tanah." Sekar Wati memberitahukan kepada Para Dewa yang baru saja datang. Tentang strategi dalam mengalahkan Rimba dan murid-muridnya, serta Raja iblis dan pasukannya.
__ADS_1
"Bagus, kalau begitu. Ayo kita semua pergi menyerang Padepokan Black," ajak Dewa Air kepada Para Dewa dan mereka semuanya. Untuk pergi menyerang Padepokan Black.
"Rimba, tunggulah kedatanganku. Kali ini! Aku tidak akan membiarkan kamu, bisa terus memiliki Pedang Sakti ciptaan ayahku. Karena aku akan merebut Pedang Sakti dari tanganmu, dan kali ini aku pastikan! Kamu akan aku kalahkan," batin Yasa yang penuh semangat. Untuk bisa mengalahkan Rimba ketua Padepokan Black, serta Raja iblis dan pasukannya.