
Yasa berusaha terus membangunkan Firman. Agar Firman bisa membantunya, membawa Malik ke dalam kamar penginapan.
"Fir, bangun." Yasa terus membangunkan Firman.
"Iya, ada apa sih Yas? Aku masih mengantuk nih," sahutnya sambil menguap dan menutup mulutnya. Karena Firman baru saja bangun dari tidurnya.
"Bantu aku membawa Malik, ayo cepat Fir." Yasa langsung menarik tangannya Firman, dan mengajaknya pergi keluar penginapan.
"Malik?" Firman kaget mendengar ucapan Yasa, yang mengajaknya pergi membawa Malik.
"Kamu, pasti mimpi melihat Malik di penginapan ini Yas." Firman pun berhenti, dan menarik tangannya yang di pegang oleh Yasa.
"Aku tidak bermimpi Firman. Nanti akan aku ceritakan semuanya, lebih baik kita sekarang pergi keluar penginapan. Karena kondisi Malik masih pingsan, dan sepertinya dia kesulitan bernafas. Ayo!" Yasa mengajak Firman berlari keluar penginapan. Karena Yasa mencemaskan kondisi Malik.
"Yas, kamu serius?" Firman bertanya sambil berlari pergi ke arah pintu keluar penginapan.
"Iya Fir, aku tidak sedang membohongimu," jawab Yasa.
Suara Yasa dan Firman yang berbicara sambil berlari, terdengar oleh Markus yang memang belum tidur.
"Itu seperti suara Yasa dan Firman, mau kemana mereka berdua malam-malam begini? Sebaiknya aku ikuti mereka berdua," ucap Markus.
Markus pun pergi keluar kamarnya. Untuk mengetahui tujuan Yasa dan Firman, yang akan pergi keluar penginapan.
________
Burung Elang Raksasa yang sudah berubah kembali menjadi kucing Kay, ia segera pergi menghampiri Malik.
"Malik," kucing Kay kaget melihat kondisi Malik yang kesulitan bernafas.
"Aku harus membantu meringankan kesakitan Malik, yang kesulitan bernafas," lanjut kucing Kay, ia pun segera mengeluarkan kekuatan energinya. Untuk memulihkan kondisi tubuh Malik, yang kesulitan bernafas.
Energi kucing Kay yang mulai perlahan masuk ke dalam tubuh Malik, membuat Malik bisa bernafas seperti biasa.
"Te...terima kasih Kay," lirih Malik yang mengucapkan terima kasih kepada kucing Kay, yang telah menyelamatkan dirinya.
"Iya sama-sama Lik," sahut kucing Kay sambil menahan rasa sakit.
__ADS_1
"Kay, kita berada di mana ini?" tanya Malik yang mengedarkan pandangannya ke sekeliling penginapan Lintang.
Kucing Kay tidak menjawab pertanyaan dari Malik. Karena ia menahan rasa sakit, setelah kucing Kay menyalurkan kekuatan energinya, ke dalam tubuh Malik. Membuat kondisi kucing Kay melemah, dan tidak lama kemudian kucing Kay pun jatuh pingsan.
"Kay." Malik kaget melihat kucing Kay pingsan, ia pun segera melihat keadaan kucing Kay, yang tergeletak di bawah tanah. Karena kucing Kay tiba-tiba saja pingsan.
Yasa dan Firman yang sudah berada diluar penginapan Lintang, mereka berdua melihat Malik dan kucing Kay.
"Kay." Yasa kaget melihat kucing Kay tergeletak di bawah tanah.
Yasa dan Firman segera pergi menghampiri kucing Kay dan Malik.
"Hey, kamu apakan kucing Kay?" tanya Firman yang tersulut emosi. Karena melihat kucing Kay tidak sadarkan diri, tergeletak di bawah tanah bersama dengan Malik.
"A...ku, tidak tahu," jawab Malik yang tidak tahu dengan apa yang terjadi pada kucing Kay.
"Jangan bohong kamu! Meski wajah kamu mirip dengan Malik sahabatku, tapi sekarang aku sudah tahu. Kalau kamu itu adalah murid Padepokan Black, yang menyamar menjadi Malik," tatap sinis Firman kepada Malik, yang ia kira adalah murid Padepokan Black yang menyamar menjadi Malik.
"Firman, dia itu bukanlah murid Padepokan Black. Tapi dia ini, adalah Malik sahabat baik kita." Yasa mencoba meluruskan kesalah pahaman ini. Dan melihat kondisi kucing Kay, yang tergeletak di bawah tanah.
"Yang Yasa ucapkan adalah benar. Aku Malik, sahabat kamu Fir." Malik menimpali ucapan Yasa. Agar Firman percaya, kalau dia adalah Malik sahabat baiknya Yasa dan Firman.
"Iya Lik, dia itu adalah Malik sahabat baik kita," sahut Yasa yang menjawab pertanyaan dari Firman.
Sedangkan Malik hanya menganggukkan kepalanya, tanda ia membenarkan ucapan dari Yasa.
"Kucing Kay kenapa bisa seperti ini Lik?" Kini Yasa yang bertanya kepada Malik. Karena kucing Kay hanya berduaan saja dengan Malik, diluar penginapan Lintang.
"Tadi aku kesulitan untuk bernafas. Kucing Kay yang melihat kondisi aku seperti itu, dia mencoba menolong aku Yas. Tapi aku tidak tahu, penyebab kucing Kay menjadi pingsan seperti ini. Maafkan aku Yas." ucap Malik yang menceritakan semua kejadian. Saat kucing Kay membantu menyelamatkannya, dan Malik meminta maaf kepada Yasa. Karena telah membuat kucing peliharaannya menjadi pingsan.
"Iya Lik, aku percaya kok. Karena sebelum aku pergi meninggalkan kamu dan kucing Kay, aku sudah melihat kondisi kamu, yang kesulitan bernafas dan..." ucapan Yasa disela oleh Malik.
"Maksud kamu apa Yas? Kamu ada di sini, sebelum pergi meninggalkanku?" tanya Malik yang menyela ucapan Yasa. Karena ia ingin mengetahui kebenarannya.
"Aku memang ada di sini Lik, dan masuk ke dalam penginapan. Untuk meminta bantuan," jawab Yasa yang bingung menjelaskan semua kejadian ini.
"Kamu, aneh banget sih Yas. Kita berdua baru saja datang ke sini, dan aku juga tidak melihat kamu pergi keluar kamar penginapan. Tapi kenapa? Kamu sudah mengetahui kondisi Malik?" Firman juga bertanya kepada Yasa, dan ingin mengetahui kebenarannya.
__ADS_1
"Nanti saja, aku ceritakan semuanya. Untuk saat ini, lebih baik kita semua masuk ke dalam penginapan, dan memberitahukan semua ini kepada guru Ketua. Agar guru Ketua mendatangkan Tabib, untuk memulihkan kondisi kucing Kay dan juga kamu Lik," jawab Yasa yang mengajak Malik dan Firman masuk ke dalam penginapan. Sebelum Yasa menceritakan semuanya.
"Iya," ucap Firman dan Malik secara bersamaan.
Yasa segera menggendong kucing Kay. Untuk mengajaknya masuk ke dalam penginapan. Mereka bertiga pun segera masuk ke dalam penginapan. Firman yang berada di belakang Malik, melihat kondisi kaki Malik yang kesulitan berjalan kaki.
"Kaki kamu kenapa Lik?" tanya Firman yang melihat kaki Malik pincang. Sehingga membuat Malik kesulitan untuk berjalan kaki.
"Aku terkena ilmu sihir dari murid Padepokan Black, yang mencoba membuat aku tidak bisa pergi bersama dengan kucing Kay," jawab Malik.
Firman mengerutkan keningnya. Karena ia tidak mengerti dengan ucapan Malik.
"Maksud kamu bagaimana Lik? Aku tidak mengerti, dan bagaimana caranya kucing Kay bisa menyelamatkan kamu? Dari ilmu sihir murid Padepokan Black. Karena kucing Kay hanyalah seekor kucing biasa," tanya Firman lagi kepada Malik.
"Kamu bantu Malik berjalan saja Fir, nanti aku akan menceritakan semuanya," sahut Yasa yang menyuruh Firman. Untuk membantu Malik, yang kesulitan berjalan kaki.
"Iya Yas." Firman pun segera membantu Malik.
Saat mereka bertiga akan masuk ke dalam penginapan. Markus melihat Yasa dan Firman serta Malik, yang akan masuk ke dalam penginapan.
"Kamu siapa?" tunjuk Markus ke arah Malik. Karena Markus belum mengetahui kedatangan Malik, yang sudah keluar dari dalam ruang bawah tanah Padepokan Black.
"Dia adalah Malik guru Ketua." Yasa yang menjawab pertanyaan dari Markus, yang menunjuk ke arah Malik.
"Malik!" Markus kaget dengan ucapan Yasa, yang mengatakan kalau orang yang mirip dengan Malik adalah Malik sahabat baiknya Yasa.
"Iya benar guru ketua, aku adalah Malik murid Padepokan Macan Putih." jawab Malik.
"Ini kucing peliharaan kamu kenapa Yas? Dan Kaki kamu juga kenapa seperti ini Lik?" tanya Markus yang melihat kondisi kucing Kay dan kaki Malik yang terluka.
"Guru Ketua, sebaiknya guru Ketua panggilkan Tabib Padepokan Macan Putih. Untuk datang ke sini, agar bisa mengobati kaki Malik dan juga kucing peliharaan ku. Nanti aku akan menceritakan semuanya." Yasa menyuruh Markus. Untuk memanggil Tabib Padepokan Macan Putih, agar datang ke penginapan Lintang yang berada di Desa Walarijo.
Markus menjawab ucapan dari Yasa, dengan menganggukkan kepalanya. Lalu Markus segera memanggil Tabib Padepokan Macan Putih, dengan menggunakan ilmu telepati.
Akan tetapi panggilan ilmu telepati dari Markus, tidak di jawab oleh Tabib Padepokan Macan Putih.
"Kenapa Tabib tidak menjawab panggilan dariku? Kalau seperti ini, sebaiknya aku pergi ke Padepokan Macan Putih." gumam Markus di dalam hatinya. Markus pun pergi ke Padepokan Macan Putih, dengan menggunakan ilmu menghilang. Tanpa berpamitan terlebih dahulu, kepada Yasa dan Firman serta Malik.
__ADS_1
"Guru Ketua!" panggil Yasa, saat Markus tiba-tiba pergi menghilang dari penginapan Lintang.