
William bergegas pergi meninggalkan temannya Rajesh. Untuk memberikan informasi kepada Para iblis, tentang kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang berani masuk ke dalam Wilayah kekuasaan Para iblis.
Sesampainya di tempat Para iblis, Siluman Ular Kobra yang bernama William, segera pergi menghampiri Para iblis yang sedang berkumpul. Untuk memberikan informasi kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit kepada Para iblis.
"Salam hormat kepada Para iblis," ucap William yang baru datang. Dan langsung memberikan salam hormat kepada Para iblis.
"Ada apa? Kamu datang menemui Para iblis yang berada di sini!" tanya bengis iblis Walangan, ia adalah iblis yang bertanduk dua, dengan gigi bertaring seperti Vampir.
"Kedatanganku ke sini. Hanya ingin memberikan informasi, tentang kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang sekarang ini berada di Hutan Lembah Lereng," jawab William yang menceritakan tentang kedatangan. Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang sudah berada di Hutan Lembah Lereng.
"Apa!" geram Para iblis yang mendapatkan informasi, tentang Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang berani datang masuk ke dalam wilayah kekuasaannya.
"Ada tujuan apa? Mereka semua datang ke wilayah kekuasaan Para iblis?" tanya iblis Areng, yang berwajah hitam dengan badan tinggi, dan sorot matanya sangat menyeramkan.
"Aku tidak tahu iblis Areng. Tapi kalian Para iblis tenang saja. Karena temanku Rajesh dan Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng, sedang pergi mengintai Para Dewa dan Para Prajurit Langit," sahut William Siluman Ular Kobra.
"Kita tidak bisa hanya mengandalkan Para Siluman saja. Sebaiknya kita semua juga pergi ke sana," ajak iblis bernama Uleng yang berkepala plontos, dan wajahnya penuh dengan cakaran yang keluar darah, sorot matanya pun berwarna merah.
"Iya. Aku setuju itu," timpal iblis Walangan. Yang setuju dengan pendapat iblis Uleng.
Para iblis dan Siluman Ular Kobra yang bernama William. Segera pergi menuju tempat Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang memasuki wilayah kekuasaan Para iblis, di Hutan Lembah Lereng.
____________
Sedangkan Siluman Ular Kobra yang bernama Rajesh, memanggil Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng.
"Wahai Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng, datanglah kemari!" ucap Rajesh memanggil Para Siluman, yang ada di Hutan Lembah Lereng.
Tidak lama kemudian.
Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng, berdatangan memenuhi panggilan dari Siluman Ular Kobra.
"Ada apa kamu memanggil kami semua?" tanya Siluman Serigala.
__ADS_1
"Aku mau minta bantuan kepada kalian semua. Untuk mengintai Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang datang ke Hutan Lembah Lereng," tutur Rajesh Siluman Ular Kobra.
"Memangnya. Ada tujuan apa? Para Dewa dan Para Prajurit Langit datang ke sini?" Siluman Harimau kini yang bertanya kepada Rajesh, tentang kedatangan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang memasuki Hutan Lembah Lereng, tempat wilayah kekuasaan Para iblis.
"Entahlah, aku juga belum tahu. Karena mereka semua perginya secara berpencar. Maka dari itu, aku meminta bantuan kepada Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng. Untuk mengintai mereka semua, dan mencaritahu tentang tujuan kedatangan mereka semua, yang telah berani masuk ke dalam sini," ujar Rajesh menjelaskan kepada Para Siluman.
"Kalau begitu, kita juga harus berpencar!" usul Siluman Ular Anakonda.
"Iya, kita semua memang harus perginya secara berpencar juga. Agar kita bisa mengetahui tujuan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang berani masuk ke dalam Hutan Lembah Lereng," timpal Rajesh Siluman Ular Kobra. Yang setuju dengan pendapat Siluman Ular Anakonda. Agar Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng, perginya secara berpencar.
Para Siluman yang ada di Hutan Lembah Lereng. Akhirnya memutuskan untuk pergi secara berpencar juga, agar mereka semua dapat mengetahui tujuan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang telah berani masuk ke dalam Hutan Lembah Lereng.
***
Sedangkan Siluman Ular Kobra yang bernama Rajesh, mengajak teman-temannya. Untuk mengikuti jejak langkah Dewa Tanah. Dan sebagian Para Prajurit Langit yang mengikuti langkah Dewa Tanah, yang akan pergi memasuki sebuah Gua, di pedalaman Hutan Lembah Lereng. Tanpa Dewa Tanah dan sebagian Para Prajurit Langit ketahui.
"Kalau aku tidak salah. Bunga Red berada di dalam Gua ini," gumam Dewa Tanah dalam hatinya.
"Dewa Tanah. Apakah kita semua akan masuk ke dalam Gua ini?" tanya salah satu dari Para Prajurit Langit, yang ikut bersama Dewa Tanah.
"Semoga saja. Bunga Red ada di dalam Gua ini," tunjuk Dewa Tanah ke sebuah Gua yang ada dihadapannya.
"Kita semua, jangan masuk semuanya ke dalam Gua. Sebaiknya Dewa Tanah dan dua Prajurit Langit yang masuk ke dalam sana, sisanya berjaga-jaga di depan pintu masuk Gua ini," usul salah satu dari Para Prajurit Langit.
"Iya setuju," ucap Para Prajurit Langit secara bersamaan, karena setuju dengan pendapat temannya.
"Iya aku juga setuju dengan pendapatmu, tapi....?" Dewa Tanah tidak berani mengatakan yang sebenarnya, kepada Para Prajurit Langit.
"Tapi kenapa Dewa Tanah?" tanya salah satu dari Para Prajurit Langit, yang penasaran dengan kelanjutan ucapan Dewa Tanah.
"Tapi....? Aku juga belum yakin, kalau Bunga Red berada di dalam Gua ini," jawab Dewa Tanah yang berterus terang.
"Ya sudah tidak apa-apa. Setidaknya kita sudah berusaha mencari keberadaan Bunga Red," tutur salah satu dari Para Prajurit Langit.
__ADS_1
"Tapi ada satu hal! Yang aku khawatirkan." Dewa Tanah lagi-lagi tidak berani menceritakannya.
"Apa Dewa Tanah?" Para Prajurit Langit pun penasaran. Karena Dewa Tanah tidak menceritakan tentang kekhawatirannya.
"Aku hanya khawatir. Jika Para iblis mengetahui keberadaan kita, yang telah masuk ke dalam wilayah kekuasaannya," lirih Dewa Tanah, yang akhirnya menceritakan tentang kekhawatirannya.
"Jangan khawatirkan tentang hal itu Dewa Tanah, pasti kami semua akan melawan Para iblis. Sebaiknya Dewa Tanah dan dua Prajurit Langit, segera masuk ke dalam Gua ini," titah salah satu dari Para Prajurit Langit, yang menyuruh Dewa Tanah dan dua Prajurit Langit. Untuk masuk ke dalam Gua, dan mencari keberadaan Bunga Red di dalam sana.
Rajesh Siluman Ular Kobra, yang mendengarkan tentang tujuan Dewa Tanah, segera memberitahukan kepada temannya William. Karena William sedang berada bersama dengan Para iblis, ia pun memanggil William dengan menggunakan ilmu telepati.
"William," panggil Rajesh.
***
Panggilan dari Rajesh langsung di terima oleh William. Karena William berada tidak jauh dari tempat Rajesh sekarang ini.
"Ada apa Rajesh?" tanya William.
"Aku sudah tahu tujuan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang datang ke tempat ini karena..." Rajesh yang belum selesai menceritakan semuanya, malah di potong oleh William. Karena ia ingin mengetahui tujuan Para Dewa dan Para Prajurit Langit.
"Apa tujuan mereka semua?" potong William yang penasaran, dengan tujuan Para Dewa dan Para Prajurit Langit.
"Karena Para Dewa dan Para Prajurit Langit, mau mengambil Bunga Red di dalam Gua," tutur Rajesh.
"Kalau begitu. Aku dan Para iblis akan segera datang ke sana," panggilan ilmu telepati pun di matikan oleh William.
"Ada informasi apa? Sampai temanmu memanggil dengan menggunakan ilmu telepati?' tanya iblis Areng.
"Temanku Rajesh. Tadi dia mengatakan tentang tujuan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang mau mengambil Bunga Red, yang berada di dalam Gua," jawab William berterus terang.
"Tak akan aku biarkan mereka semua, bisa mengambil Bunga Red!" geram iblis Areng. Yang baru mengetahui tujuan Para Dewa dan Para Prajurit Langit, yang mau mengambil Bunga Red, di pedalaman Hutan Lembah Lereng yang letaknya berada di dalam Gua.
"Lebih baik . Ayo kita semua segera pergi ke dalam Gua, yang ada di pedalaman Hutan ini." iblis Walangan mengajak Para iblis. Untuk segera pergi ke dalam Gua, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng.
__ADS_1
"Iya. Ayo kita pergi," sahut Para iblis yang ingin segera pergi ke dalam Gua, yang ada di pedalaman Hutan Lembah Lereng.
William si Siluman Ular Kobra dan Para iblis. Bergegas pergi menuju ke sebuah Gua, yang ada di pedalaman Hutan Lembah Lereng. Dan keberadaan William dan Para iblis, tidak begitu jauh dari tempat Gua, yang berada di pedalaman Hutan Lembah Lereng.