
Di ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.
Markus yang sudah sampai di depan ruangan Tabib Padepokan Macan Putih, mendengarkan suara dari dalam ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.
"Ayo kita bawa Tabib Padepokan Macan Putih, sebelum ada yang mengetahui kita di sini," ucap seseorang yang berada di dalam ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.
"Iya," sahut temannya.
Markus yang mendengarkan pembicaraan antara seseorang, yang berada di dalam ruangan Tabib Padepokan Macan Putih. Tidak langsung masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Macan. Markus memutuskan pergi mencari tempat persembunyian. Karena ia ingin mengetahui tujuan orang-orang itu, yang masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.
Orang-orang yang berpakaian warna kuning, menyeret tubuh Tabib Padepokan Macan Putih yang tidak sadarkan diri.
"Mau di bawa kemana Tabib?" lirih Markus yang melihat orang-orang itu membawa Tabib, pergi keluar dari ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.
"Kita pergi menggunakan ilmu terbang," ajak salah satu orang yang berpakaian warna kuning pada temannya.
"Baiklah," sahut mereka semua.
Markus yang melihat orang-orang itu akan pergi meninggalkan ruangan Tabib Padepokan Macan Putih, segera pergi menghadang orang-orang itu.
"Aku harus menghadang mereka semua," batin Markus, dan ia pun segera pergi menghadang orang-orang itu.
"Mau apa? Kalian semua membawa Tabib Padepokan Macan Putih?" tanya Markus yang sudah menghadang orang-orang yang berpakaian warna kuning. Saat mereka semua akan menggunakan jurus ilmu terbang.
"Bukan urusanmu," jawabnya menatap sinis ke arah Markus.
"Ayo serang dia," perintah salah satu dari orang-orang yang berpakaian warna kuning pada temannya.
Mereka semua pun menyerang Markus, dan menaruh Tabib Padepokan Macan Putih dibawah lantai.
Orang-orang itu segera mengeluarkan jurus pedang ular sakti, dan keluarlah sinar berwarna kuning terus menyerang ke arah Markus.
__ADS_1
Pertarungan antara Markus yang melawan orang-orang yang berpakaian warna kuning, yang telah mengeluarkan jurus pedang ular sakti. Tidak terkena oleh Markus, karena Markus bisa menghindari serangan itu. Meski Markus tidak membawa pedang, saat ia pergi menemui Tabib Padepokan Macan Putih. Karena tujuan Markus datang ke ruangan Tabib Padepokan Macan, mau mengajak Tabib pergi mengobati Malik dan kucing peliharaannya Yasa.
"Ternyata orang-orang itu, tidak bisa di anggap enteng. Untung saja aku bisa menghindari serangan mereka semua," gumam Markus yang bisa menghindari serangan orang-orang itu, yang menggunakan jurus pedang ular sakti.
Jurus pedang ular sakti, yang di keluarkan secara bersamaan oleh orang-orang itu, mengenai lengan Markus. Membuat Markus sedikit terluka. Karena jumlah jurus pedang ular sakti, yang di keluarkan secara bersamaan oleh orang-orang itu.
"Aawww." Markus meringis kesakitan. Karena ia terkena jurus pedang ular sakti.
"Hanya segitu saja, kekuatan ketua Padepokan Macan Putih." ejek salah satu dari orang-orang itu.
Markus yang mendengar suara ejekan itu, segera melawan balik orang-orang itu, dengan menggunakan mantra sihir yang ia dapatkan dari Guru gunung Marajeta.
Hembusan angin yang Markus keluarkan, dengan menggunakan mantra sihir dari Guru gunung Marajeta. Membuat orang-orang itu kesulitan bergerak, dan kesempatan itu Markus gunakan dengan baik. Untuk menggambil pedang dari salah satu orang-orang itu.
"Kenapa aku tidak bisa bergerak seperti ini," tanya salah satu dari orang-orang itu kepada Markus. Karena Markus akan mengambil pedang miliknya.
Markus tidak menjawab pertanyaan dari orang itu, dan ia segera mengambil pedang dari salah satu orang-orang itu. Untuk mengeluarkan jurus pedang macan putih. Agar mengenai orang-orang itu, yang akan membawa Tabib pergi. Jurus pedang macan putih yang Markus keluarkan, mengeluarkan seekor macan putih yang melukai beberapa dari orang-orang itu. Karena di antara orang-orang itu, tidak bisa menghindari serangan jurus pedang macan putih.
"Aku harus mengalahkan orang-orang itu, dan mengetahui apa tujuan mereka semua, yang mau membawa Tabib pergi dari sini." batin Markus, ia pun segera pergi melawan orang-orang itu lagi.
"Ayo kita pergi dari sini," teriak salah satu dari orang-orang itu, yang mengajak teman-temannya. Untuk pergi meninggalkan ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.
"Tidak akan. Aku biarkan, kalian semua bisa pergi dari sini." ucap Markus yang segera mengeluarkan mantra sihir, yang ia dapatkan dari Guru gunung Marajeta. Agar orang-orang itu tidak bisa bergerak lagi.
Akan tetapi, mantra sihir yang Markus keluarkan kali ini. Tidak mengenai orang-orang itu. Karena mereka semua sudah berlarian dengan sangat cepat, membawa teman-temannya yang terkena jurus pedang macan putih.
"Huuuh sialan. Mereka semua bisa cepat sekali pergi dari sini. Sehingga mantra sihir yang aku keluarkan, tidak mengenai mereka semua," geram Markus yang melihat orang itu sudah pergi meninggalkan Padepokan Macan Putih.
"Sebaiknya aku cek kondisi Tabib," lanjut Markus yang segera pergi menghampiri Tabib Padepokan Macan, dan mengecek keadaan Tabib Padepokan Macan Putih.
"Sepertinya Tabib terkena pengaruh ilmu sihir dari orang-orang itu. Sehingga ia belum sadar dari pengaruh sihir orang-orang itu. Aku harus mencari ramuan, untuk menyadarkan Tabib." Markus pun segera mencari ramuan. Untuk menyadarkan Tabib Padepokan Macan Putih.
__ADS_1
"Aduh, ramuannya yang mana yah?" Markus yang sudah berada di tempat ramuan Tabib Padepokan Macan Putih, ia bingung memilih ramuan. Untuk bisa menyadarkan Tabib. Karena ia tidak mengerti dengan semua ramuan, yang telah di buat oleh Tabib Padepokan Macan Putih.
"Aku ambil ini sajalah, semoga Tabib bisa segera sadar." Markus pun mengambil ramuan, yang pernah Tabib berikan. Saat Tabib mengobati muridnya yang pingsan.
Markus yang sudah membalurkan ramuan itu, kepada Tabib Padepokan Macan Putih. Belum mengeluarkan tanda-tanda Tabib, yang akan sadar dari pengaruh sihir orang-orang itu.
"Uuuuh. Kenapa? Tabib belum sadar juga," gerutu Markus yang melihat Tabib belum juga sadar.
"Apa aku salah mengambil ramuan? Kalau benar seperti itu! Aku gunakan saja energi kekuatanku. Agar Tabib bisa segera sadar dari pengaruh sihir orang-orang itu." Markus pun segera menyalurkan kekuatan energinya kepada Tabib Padepokan Macan Putih.
Tidak lama kemudian.
Markus yang sudah menyalurkan kekuatan energinya kepada Tabib, membuat Tabib bisa segera sadar dari pengaruh sihir orang-orang itu, dan segera bangun dari lantai ruangannya.
"Ketua Markus." Tabib kaget melihat Markus berada di dalam ruangannya.
"Alhamdulillah, syukurlah akhirnya kamu sadar juga Tabib." Markus senang melihat Tabib, yang sudah sadar dari pengaruh sihir orang-orang itu.
"Kenapa ketua Markus bisa berada di sini?" tanya Tabib yang merasa heran dengan kedatangan Markus.
"Aku mau mengajak kamu pergi ke penginapan Lintang, yang berada di Desa Walarijo. Karena di sana kucing peliharaannya Yasa pingsan, dan juga kakinya Malik terluka," jawab Markus.
"Malik?" Tabib kaget dengan ucapan Markus, yang mengatakan nama Malik.
"Maksud ketua Markus. Malik siapa?" tanya Tabib yang ingin mengetahui kebenarannya.
"Aku juga bingung mau menceritakannya Tabib. Karena Yasa belum menceritakan semuanya kepadaku. Tapi kemungkinan besar Malik yang berada di penginapan Lintang, adalah Malik murid Padepokan Macan Putih. Kalau kamu kondisinya sudah lebih baik, kita sekarang pergi ke penginapan Lintang." Markus mengajak Tabib pergi dari ruangan Tabib Padepokan Macan Putih. Untuk pergi menuju penginapan Lintang, yang berada di Desa Walarijo.
"Kondisi aku sudah lebih baik ketua Markus. Tapi sebelum kita pergi ke penginapan Lintang, lebih baik kita lihat kondisi murid Padepokan Macan Putih, yang kemungkinan mereka semua juga terkena pengaruh sihir dari murid Padepokan Ular Naga." ucap Tabib memberitahukan kepada Markus.
"Jadi orang-orang tadi itu adalah murid Padepokan Ular Naga? Pantas saja mereka semuanya bisa cepat berlari pergi dari sini, dan menghindari mantra sihir yang aku keluarkan." Markus mengepalkan tangannya. Karena ia baru mengetahui, kalau orang-orang yang akan membawa Tabib adalah murid Padepokan Ular Naga.
__ADS_1
Markus dan Tabib pun pergi mengecek keadaan murid-murid Padepokan Macan Putih. Sebelum mereka berdua pergi menuju ke tempat penginapan Lintang.