MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 17 Memberikan Informasi


__ADS_3

Indra dan teman-temannya, yang kalah bertarung melawan Yasa dan teman-temannya. Segera pergi melarikan diri, tanpa bisa membawa Aira. Untuk ia berikan kepada Rimba ketua Padepokan Black.


Sesampainya di Padepokan Black, mereka semua memutuskan untuk bertemu Tabib Padepokan Black terlebih dahulu. Karena Indra dan teman-temannya ingin mengobati lukanya, yang terkena jurus Pedang Ribuan Elang. Membuat mereka semua meringis kesakitan.


Tabib yang sedang memeriksa luka Indra dan teman-temannya, mengobati luka mereka semua dengan cara bergiliran.


"Luka di tubuh kalian semua ini, lumayan banyak! Ramuan untuk menyembuhkan luka kalian semua, hanya tinggal sedikit lagi. Aku akan pergi meraciknya dulu." Tabib Padepokan Black berlalu pergi meninggalkan Indra dan teman-temannya. Untuk meracik ramuan penyembuh luka, agar mereka semuanya bisa cepat sembuh.


"Aduh Bos, sakit banget nih! Bagi sedikit dong bos, ramuannya?" ujar Udin meringis kesakitan, dan meminta ramuan penyembuh luka yang ada di tangan Indra.


"Sama aku juga sakit," sahut Indra sambil mengoleskan ramuan penyembuh luka, yang di berikan oleh Tabib Padepokan Black.


"Nih ramuannya, aku sudah tidak sakit lagi." Indra pun menyodorkan ramuan penyembuh yang ada ditangannya kepada Udin.


Akan tetapi bukan hanya Udin saja yang mau ramuan itu, teman-teman yang lainnya juga sama menginginkan ramuan penyembuh luka. Dan akhirnya mereka semuanya, saling berebut mengambil ramuan penyembuh luka yang ada di tangan Indra. Kegaduhan itu terdengar oleh Rimba, yang masuk ke dalam ruangan Tabib Padepokan Black.


"Kalian semua kenapa ada disini?" Rimba menatap tajam kearah wajah Indra dan teman-temannya.


"Maaf ketua Rimba. Aku dan teman-temanku pergi ke sini, mau bertemu dengan ketua Rimba. Tapi sebelum bertemu dengan ketua Rimba. Aku dan teman-temanku, mau mengobati luka Kami semua terlebih dahulu," jawab Indra sambil menundukkan kepalanya. Karena ia tidak berani menatap mata Rimba, yang terus menatap tajam kearahnya.


"Ada tujuan apa? Kalian semua datang menemuiku?" Rimba terus menatap tajam ke arah mata Indra dan teman-temannya.


"Begini ketua Rimba. Aku dan teman-temanku, mendapatkan informasi yang sangat penting, dan pasti ketua Rimba belum mengetahuinya?" kini Indra berani menatap ke arah Rimba ketua Padepokan Black.


"Informasi apa? Yang akan kamu katakan kepadaku? Apa jangan-jangan! Kamu semuanya terluka seperti ini. Karena kalah dengan seorang wanita, yang akan kalian bawa ke hadapanku?" ejek Rimba dengan tersenyum miring.


"Benar ketua Rimba," sahut Udin.


Indra yang geram dengan ucapan Udin. Saking kesalnya, ia menginjakkan kakinya ke kaki Udin dengan sangat kuat.


"Aawww!" jerit Udin kesakitan. Karena kakinya di injak oleh Indra.


"Hahaha..." Rimba tertawa melihat tingkah laku Indra dan teman-temannya.

__ADS_1


"Maaf ketua Rimba, informasi penting itu bukan masalah kami gagal membawa seorang wanita. Akan tetapi, informasi ini pasti ketua Rimba baru mengetahuinya?" jawab Indra yang sengaja membuat Rimba penasaran tentang informasi, yang akan ia sampaikan kepada Rimba ketua Padepokan Black.


"Ayo cepat katakan kepadaku?'' ucap Rimba marah. Karena Indra membuat Rimba menjadi penasaran.


"Iya sabar dulu dong ketua Rimba, pasti akan aku katakan informasi ini!. Tapi itu tidak gratis?" sahut Indra sambil tersenyum senang.


Rimba yang tidak bisa menunggu informasi yang terlalu lama, langsung mengeluarkan jurus cengkraman maut kepada Indra dan teman-temannya.


"Ayo cepat katakan kepadaku?" gertak Rimba kepada Indra dan teman-temannya.


"Le...lepaskan, i...ini dulu ke..tua Rimba," ucap Indra terbata-bata. Karena ia merasakan, rasa sakit terkena jurus cengkraman maut.


Rimba segera melepaskan jurus cengkraman mautnya. Karena ia ingin segera mengetahui informasi, yang akan di katakan oleh Indra.


"Apakah, ketua Rimba sudah mengetahui? Kalau Mahesa Mahendra memiliki seorang anak laki-laki?" Indra yang masih sakit terkena jurus cengkraman maut. Masih saja, sengaja menggantungkan informasinya. Untuk membuat Rimba terus penasaran.


"Aku tidak tahu soal itu, cepat katakan tentang informasi, yang kamu dapatkan. Aku pasti akan memberikan kalian semua imbalan, yang pantas atas informasi yang kalian dapatkan," tegas Rimba.


Indra yang mendengarkan itu, langsung mengatakan semua yang ia ketahui.


"Apa jangan-jangan? Murid dari Padepokan Macan Putih dan Padepokan Singa Merah, salah satunya adalah anak dari Mahesa Mahendra?" lirih Rimba sambil berpikir.


"Iya benar ketua Rimba! Namanya adalah Yasa Mahendra." Indra membenarkan ucapan dari Rimba ketua Padepokan Black, yang sedang berpikir tentang anak Mahesa Mahendra.


"Bukannya Raja iblis mau membantuku? dalam mengalahkan murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah. Tapi kenapa? Indra dan teman-temannya, malah kalah melawan mereka semua? Lebih baik, sekarang aku harus segera bertemu dengan Raja iblis. Untuk menanyakan semua ini? Dan meminta bantuan lagi kepada Raja iblis," gumam Rimba di dalam hatinya.


Rimba segera pergi dari ruangan pemeriksaan Tabib, ia tidak jadi bertemu dengan Tabib Padepokan Black.


"Ketua Rimba, mana imbalannya?" Indra mencegah Rimba yang akan pergi meninggalkan mereka semua, yang masih berada di ruangan pemeriksaan Tabib Padepokan Black.


"Kamu tidak usah mengkhawatirkan itu semua. Nanti murid ku, yang akan memberikan imbalannya kepada kamu." Rimba memutuskan untuk segera pergi dari ruangan pemeriksaan Tabib Padepokan Black. Karena ia ingin segera bertemu dengan Raja iblis.


____________

__ADS_1


"Wahai Raja kegelapan datanglah menemuiku?" Rimba memanggil Raja iblis. Untuk datang menemuinya.


Tidak lama kemudian. Raja iblis datang menghampirinya.


"Ada apa? Kamu memanggilku?" tanya Raja iblis yang sudah berada di hadapan Rimba.


"Raja, bukankah dulu! Aku pernah meminta bantuan kepadamu? Untuk menghadang murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah. Tapi kenapa? Mereka semua masih bisa bertarung melawan orang-orang dari Desa Bukit Duri?" jawab Rimba yang meminta penjelasan atas rencana Raja iblis, yang dulu mau membantunya. Untuk menghadang Yasa dan teman-temannya


"Aku sudah menyuruh pasukan kegelapan. Untuk memberikan mereka semua, ramuan penghilang energi. Agar mereka semua tidak memiliki kekuatan lagi, dan tidak bisa menyerang Padepokan Black," ucap Raja iblis.


"Apa jangan-jangan? Pasukan kegelapan telah gagal. Memberikan ramuan penghilang energi itu, kepada mereka semua?" geram Raja iblis kepada pasukannya.


Raja iblis pun segera memanggil pasukan kegelapan. Untuk segera datang menemuinya di Padepokan Black.


Pasukan kegelapan yang mendapat panggilan dari Raja iblis, segera pergi menemui Raja iblis di Padepokan Black.


Sesampainya di Padepokan Black.


Raja iblis marah besar, dan langsung menghukum pasukan kegelapan atas kegagalan mereka semua. Karena pasukan kegelapan, tidak memberitahu tentang kegagalan mereka semua kepada Raja iblis.


"Mohon ampun Raja," rintihan kesakitan pasukan kegelapan, yang meminta ampun kepada Raja iblis. Untuk menghentikan hukumannya.


"Kalian semua telah membuat aku kecewa, atas kegagalan itu. Terimalah hukuman dariku!." Raja iblis tidak mau menghentikan hukumannya.


"Ka...kami ga...gal karena se...ekor kucing ya...ng menumpahkan, ramuan penghi....lang energinya. Ra...ja," pasukan kegelapan mencoba menjelaskan. Meski berbicara secara tergagap, karena merasakan rasa sakti atas hukuman dari Raja iblis.


Raja iblis yang mendengarkan itu, langsung menghentikan hukumannya kepada pasukan kegelapan.


"Pergilah kalian semua dari hadapanku,"  teriak Raja iblis yang masih marah kepada pasukan kegelapan, dan menyuruh mereka semua untuk pergi.


Setelah kepergian pasukan kegelapan. Raja iblis akan membantu Rimba dengan turun tangan sendiri, dalam menghadapi murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah.


"Kali ini aku pastikan! Mereka semua. Akan masuk ke dalam perangkap ku! Kamu ikuti saja semua perintahku," ucap Raja iblis.

__ADS_1


"Baiklah Raja, aku akan menuruti semua perintah dari Raja," sahut Rimba yang sangat senang sekali. Karena Raja iblis akan membantunya lagi, dalam menghadang murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah.


Raja iblis langsung pergi meninggalkan Rimba. Setelah Raja iblis memberitahukan, tentang semua rencananya kepada Rimba, dalam menghadang murid Padepokan Macan Putih dan murid Padepokan Singa Merah.


__ADS_2