
Murid Padepokan Black dan penduduk kampung menyerang Yasa dan teman-temannya, yang berada di atas punggung Harimau, dengan menggunakan ilmu sihir Tiupan Angin secara bersamaan.
Angin yang berhembus sangat kencang, membuat mereka semua akan terbang.
"Berpegangan pada bulu Harimau ini," teriak Robi kepada teman-temannya yang ada di belakangnya.
"Iya," jawab mereka semua secara bersamaan.
"Kak Yudi, kita harus pegang Yasa dengan erat. Jangan sampai ia terjatuh," ucap Firman.
"Baiklah," sahutnya.
Ilmu sihir Tiupan Angin yang murid Padepokan Black, dan penduduk kampung keluarkan secara bersamaan, tidak bisa membuat mereka semua terjatuh dari punggung Harimau. Mereka semua cuman terbang sambil berpegangan pada bulu Harimau itu.
Tiupan Angin ilmu sihir yang di keluarkan oleh murid-murid Padepokan Black, dan penduduk kampung yang berhembus sangat kencang. Membuat Firman dan Yudi kesulitan memegang erat tangan Yasa, karena Yasa belum sadar dari pingsannya.
"Bugh," suara Yasa terjatuh ke bawah.
"Yasaaa!" teriak Robi dan yang lainnya secara bersamaan, karena mereka semua kaget melihat Yasa terjatuh ke bawah.
Harimau yang merupakan kucing Kay, segera pergi menghampiri Yasa yang terjatuh, untuk datang menolongnya.
"Aku harus mengeluarkan suara auman lagi. Agar murid Padepokan Black dan penduduk kampung yang menjadi berterbangan," gumam Harimau.
Auman Harimau yang sangat kencang, menghentikan ilmu sihir Tiupan Angin, dan membuat murid Padepokan Black dan penduduk kampung yang malah berterbangan.
"Aaaaaaaaah," suara jeritan murid Padepokan Black dan penduduk kampung yang berterbangan.
Monster yang sangat menyeramkan itu, kembali datang untuk menghadang Harimau yang akan mengambil Yasa yang terjatuh di bawah.
__ADS_1
"Akan aku balas perbuatan mu itu Harimau," ucap geram Monster yang sangat menyeramkan itu kepada Harimau.
Harimau kembali mengaum sangat kencang. Agar bisa mengalahkan Monster itu. Akan tetapi, auman Harimau kali ini bisa di tahan oleh Monster itu dengan jurus pelindung.
"Monster itu, sekarang bisa menahan suara auman Harimau. Ayo cepat kita semua turun terlebih dahulu. Untuk menyelamatkan Yasa," perintah Robi kepada teman-temannya.
Mereka semua pun segera pergi turun ke bawah, untuk mengambil Yasa yang terjatuh di bawah.
Sedangkan Harimau kembali melawan Monster yang sangat menyeramkan itu. Harimau tidak merasa takut menghadapi Monster itu, karena badan Harimau yang lebih besar dari pada Monster itu.
Ketika Harimau melawan Monster. Rimba menyuruh Raja iblis. Untuk segera membunuh Yasa dan teman-temannya, yang sedang bersama Yasa. Karena mereka semua akan membawa Yasa pergi dari Padepokan Black.
"Raja sebaiknya kita bunuh mereka semua," pinta Rimba kepada Raja iblis.
Raja iblis segera mengeluarkan ilmu sihir Pemanggil Roh, untuk mengambil nyawa Yasa dan teman-temannya.
"Hahaha... Akhirnya mereka semua akan mati." Rimba tersenyum senang. Melihat Yasa dan teman-temannya di ambil roh mereka semua secara paksa oleh Raja iblis.
"Aku harus segera menolong mereka semua. Sebelum mereka semua di ambil rohnya oleh Raja iblis," gumam Harimau yang sudah berhasil mengalahkan Monster yang sangat menyeramkan itu. Lalu Harimau bergegas pergi menghampiri Yasa dan teman-temannya. Untuk menyelamatkan mereka semua, dari ilmu sihir Pemanggil Roh yang Raja iblis keluarkan, yang akan membunuh Yasa dan teman-temannya.
"Aaaaaaaaah," suara jeritan Yasa dan teman-temannya. Karena mereka semua akan di ambil paksa rohnya, oleh Raja iblis dengan menggunakan ilmu sihir Pemanggil Roh.
"Hahaha..." Rimba tertawa senang menyaksikan itu semua.
Harimau yang merupakan kucing Kay, segera merubah bentuknya menjadi seekor Burung Elang Raksasa. Untuk mengambil Yasa dan teman-temannya yang sudah lemas tak berdaya, karena mereka semua terkena ilmu sihir Pemanggil Roh, yang di keluarkan oleh Raja iblis.
"Semoga aku masih bisa menyelamatkan mereka semua," lirih Burung Elang Raksasa, yang merupakan kucing Kay peliharaan Yasa.
Harimau yang sudah berubah menjadi Burung Elang Raksasa, segera terbang mengambil Yasa dan teman-temannya. Untuk menghadang ilmu sihir Pemanggil Roh, dan menyelamatkan mereka semua, agar jangan sampai di ambil rohnya oleh Raja iblis.
__ADS_1
Burung Elang Raksasa pun merasakan rasa sakit, karena ia juga terkena ilmu sihir Pemanggil Roh. Meski Burung Elang Raksasa merasa sakit, ia harus menahannya demi bisa menyelamatkan Yasa dan teman-temannya. Agar bisa membawa kabur mereka semua, dari Padepokan Black.
"Aku harus kuat, aaaaaaaaah," jerit Burung Elang Raksasa menahan rasa sakit, dan secepat mungkin Burung Elang Raksasa membawa kabur Yasa dan teman-temannya.
Akhirnya Burung Elang Raksasa bisa membawa Yasa dan teman-temannya, pergi meninggalkan Padepokan Black.
"Raja, mereka semua akan pergi meninggalkan Padepokan Black." Rimba sangat geram melihat Yasa dan teman-temannya, yang di bawa pergi oleh Burung Elang Raksasa meninggalkan Padepokan Black.
"Biarkan saja mereka semua pergi meninggalkan Padepokan Black. Karena aku sangat yakin sekali. Kalau mereka semua itu, sudah terkena ilmu sihir Pemanggil Roh yang aku keluarkan. Apalagi aku sudah menyerap energi mereka semua, dan sekarang mereka semua tidak memiliki kekuatan lagi. Hahaha," tutur Raja iblis yang membiarkan Burung Elang Raksasa, membawa Yasa dan teman-temannya pergi meninggalkan Padepokan Black. Karena Raja iblis telah menyerap seluruh kekuatan energi Yasa dan teman-temannya.
"Tapi.....! Raja, " sahut Rimba yang ragu untuk meneruskan ucapannya. Karena Rimba merasa takut jika Yasa dan teman-temannya bisa pergi meninggalkan Padepokan Black, dan pasti mereka semua akan datang kembali. Untuk merebut Pedang Sakti yang sudah menjadi miliknya.
"Kamu tidak usah khawatir, dan takut akan hal itu. Karena setelah mereka semua terkena ilmu sihir Pemanggil Roh yang aku keluarkan. Mereka semua tidak memiliki kekuatan seperti biasanya lagi. Apalagi kini energi mereka semua sudah aku serap, hahaha..." Raja iblis tertawa karena bisa menyerap banyak energi dari Yasa dan teman-temannya.
"Jika sampai mereka semua datang kembali ke Padepokan Black, aku pasti akan membantumu lagi," lanjut Raja iblis yang mengetahui akan ke khawatiran Rimba ketua Padepokan Black.
"Terima kasih Raja atas bantuannya," Rimba tersenyum senang. Setelah mendengarkan penjelasan dari Raja iblis, yang mengatakan bahwa Yasa dan teman-temannya tidak memiliki kekuatan lagi.
Raja iblis dan Pasukannya pergi meninggalkan Padepokan Black, setelah mengatakan itu semua kepada Rimba.
"Kita sudah berhasil mengalahkan anak Mahesa Mahendra dan juga teman-temannya, ini semua berkat bantuan dari Raja iblis," ucap Rimba ketua Padepokan Black, kepada seluruh murid Padepokan Black dan penduduk kampung yang sudah menjadi pengikut Padepokan Black.
Murid Padepokan Black dan penduduk kampung bersorak gembira, karena mendengarkan penjelasan dari Rimba ketua Padepokan Black, bahwa Raja iblis berhasil mengalahkan Yasa dan teman-temannya.
"Segera rapihkan kerusakan ini. Karena setelah semua ini rapih kembali, kita semua akan merayakan keberhasilan ini, hahaha....." Rimba tak henti-hentinya tertawa. Karena sudah mendengarkan penjelasan dari Raja iblis, yang mengatakan bahwa Yasa dan teman-temannya tidak memiliki kekuatan lagi.
"Baiklah, ketua Rimba," sahut murid Padepokan Black dan penduduk kampung secara bersamaan.
Mereka semua pun segera merapikan ruangan Padepokan Black, yang sangat berantakan. Akibat pertarungan melawan Yasa dan juga teman-temannya.
__ADS_1
Sedangkan Rimba pergi meninggalkan ruangan Padepokan Black, yang akan di bereskan oleh murid-murid Padepokan Black, serta penduduk kampung yang sudah menjadi pengikut Padepokan Black.
"Kalian semua tidak akan bisa merebut Pedang Sakti yang sudah menjadi milikku. Apalagi sekarang anak Mahesa Mahendra dan juga teman-temannya tidak memiliki kekuatan lagi, hahaha..." lirih Rimba sambil tersenyum miring. Karena berhasil mengalahkan Yasa dan juga teman-temannya.