MISI MENCARI PEDANG SAKTi

MISI MENCARI PEDANG SAKTi
BAB 38 Kekuatan Energi Kembali


__ADS_3

Yasa dan Riska, serta Robi yang senang dengan kedatangan Firman. Sangat berharap Firman datang membawa kabar bahagia. Yaitu berhasil menemukan keberadaan Bunga Red, agar kekuatan energi mereka semua bisa pulih kembali.


Sedangkan Firman yang melihat Yasa masih terbaring di tempat tidur, langsung menghampiri Yasa dan memberikan pelukan hangat kepada Yasa.


" Gimana dengan kesehatan kamu Yas " ucap Firman sambil memeluk tubuh Yasa.


" Aku baik-baik saja kok Fir, apa lagi kalau aku mendengar kabar baik dari kamu " sahut Yasa sambil melonggarkan pelukan dari Firman. Dan berharap kedatangan Firman membawa kabar baik.


" Maaf " hanya kata itu yang Firman keluarkan, sambil menundukkan kepalanya ke bawah.


Aira yang berada di samping Firman, mengusap pelan pundak Firman dengan lembut dan tersenyum bangga.


" Tidak apa-apa Fir, yang terpenting kamu dan Tabib, serta murid Padepokan Macan Putih sudah berusaha " ujar Aira menyemangati Firman.


" Meong " kucing Kay mengeong sangat kencang, dan menatap tajam ke arah Firman.


" Hey manis kamu kenapa tidak bisa diam begini sih " Riska yang melihat tingkah kucing Kay, yang tidak bisa diam menjadi kewalahan. Dan suara mengeongnya juga sangat kencang.


Kucing Kay pun terlepas dari tangannya Riska, dan pergi menghampiri Firman.


" Meong " kucing Kay menatap tajam ke arah Firman, dan suara mengeongnya seperti orang yang sedang marah.


Yasa yang melihat tingkah kucing Kay seperti itu. Merasakan ada sesuatu hal yang di sembunyikan oleh Firman.


" Firman apakah kamu dan Tabib serta teman-teman. Berhasil menemukan keberadaan Bunga Red " tanya Yasa sekali lagi kepada Firman.


Firman yang tidak langsung menjawab pertanyaan dari Yasa, mendapatkan cakaran dari kucing Kay.


" Aawww " jerit Firman yang mendapatkan cakaran kecil dari kucing Kay.


Riska yang melihat Firman di cakar oleh kucing Kay, segera pergi mengambil kucing Kay.


" Kamu kenapa sih Kay " Riska yang sudah berhasil menangkap kucing Kay, mengelus bulu kucing Kay.


" Kucing kamu kenapa sih Yas " ucap Firman yang kesal dengan sikap kucing Kay, yang tiba-tiba mencakarnya.


" Kucing Kay tidak mungkin seperti itu. Jika tidak ada sesuatu yang membuatnya marah. Apakah ada sesuatu yang kamu rahasiakan dari aku " tutur Yasa sambil menatap mata Firman. Tapi bukan hanya Yasa saja, yang menatap tajam ke arah mata Firman. Riska dan Aira serta Robi dan Yudi juga menatap tajam ke arah Firman.


" Iya deh Yas, dan semuanya. Alhamdulillah aku dan Tabib sudah menemukan keberadaan Bunga Red " Firman akhirnya memberikan kabar baik. Kepada Yasa dan teman-temannya dengan senyuman bahagia.


" Alhamdulillah, kekuatan energi kita semua akan pulih kembali " Yasa terharu mendengar kabar baik ini.


Yudi yang kesal dengan sikap Firman, memukul pelan lengan Firman.


" Jadi tadi kamu bilang kata maaf itu maksudnya apa " geram Yudi dengan sikap Firman yang mengerjai mereka semua.

__ADS_1


" Hehehe, itu aku mau bilang maaf. Karena tidak bisa menemani Yasa yang sedang sakit. Kalian saja yang berpikiran yang bukan-bukan " tutur Firman dengan gaya santainya.


Mereka semua pun menggelengkan kepalanya. Karena sudah salah mengartikan ucapan dari Firman.


" Hey Kay jangan main cakar-cakaran. Sebelum mendengarkan penjelasan aku. Jadi jangan sok tahu ya " gerutu kesal Firman kepada kucing Kay, ia pun menghampiri kucing Kay. Dan memberikan cubitan gemas kepada kucing Kay.


" Aku malah setuju dengan tindakan kucing Kay. Orang menyebalkan seperti kamu itu. Memang pantas mendapatkan cakaran dari kucing Kay " sindir Riska kepada Firman.


" Iiikh kamu itu yang menyebalkan " tunjuk Firman kepada Riska.


" Eeeh kok jadi pada ribut begini sih, sudah-sudah jangan bertengkar " Aira kembali melerai pertengkaran Firman dan Riska.


" Becanda doang kali kak, mau menghibur Yasa biar tidak bersedih lagi " ucap Riska sambil menyenggol lengan Firman.


" Iya kak Aira, jangan di anggap serius hahaha " ujar Firman sambil tertawa.


Robi yang melihat Yasa sudah tidak bersedih lagi, merasa senang karena sebentar lagi juga, kekuatan energi mereka semua akan kembali pulih.


" Yasa kamu jangan bersedih lagi yah, karena kekuatan energi kita semua akan segera pulih kembali " Robi memberi semangat kepada Yasa. Agar ia jangan bersedih lagi, karena kehilangan kekuatan energinya.


Mereka semua yang berada di dalam kamar Yasa berpelukan. Karena kekuatan energi mereka semua akan kembali lagi.


_______


Tabib yang sudah pulang dari perjalanan mencari keberadaan Bunga Red, dan sudah menemukan Bunga Red yang di dapat dari kucing peliharaan Yasa.


Tidak langsung pergi menghampiri Markus, karena ia ingin segera meracik Bunga Red. Menjadi sebuah ramuan, untuk memulihkan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya.


Di saat Tabib sudah hampir selesai membuat ramuan, untuk memulihkan kembali kekuatan energinya Yasa dan teman-temannya. Markus datang menghampiri Tabib Padepokan Macan Putih di ruangannya.


" Tabib " panggilan Markus saat sudah berada di dekat Tabib, yang tidak menyadari kedatangannya.


" Ketua Markus " lirih Tabib yang baru melihat kedatangan Markus.


" Iya Tabib " Markus tersenyum melihat Tabib yang sedang meracik ramuan. Untuk memulihkan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya.


" Bagaimana apakah sudah selesai membuat ramuannya " tanya Markus yang sangat antusias.


" Sebentar lagi juga akan selesai Ketua Markus " tutur Tabib menjelaskan.


" Ya sudah cepat selesaikan. Aku tidak sabar melihat kondisi Yasa yang akan sembuh, dan juga kekuatan energi Yasa dan yang lainnya. Akan segera pulih kembali " senyuman bahagia Markus perlihatkan. Karena kekuatan energi Yasa dan teman-temannya, yang telah di ambil oleh Raja iblis akan segera pulih kembali.


Beberapa jam kemudian.


Tabib sudah berhasil meracik ramuan, untuk memulihkan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya.

__ADS_1


" Alhamdulillah Ketua Markus ramuannya sudah selesai " ucap Tabib memperlihatkan ramuan kepada Markus, yang sedang menunggu di ruangan Tabib Padepokan Macan Putih.


" Alhamdulillah. Kalau begitu mari kita pergi ke dalam kamar Yasa, untuk memberikan ramuan ini kepada mereka semua. Aku sangat yakin, kalau mereka semua pasti sedang berkumpul  di dalam kamar Yasa " Markus mengajak Tabib ke dalam kamar Yasa. Agar Yasa dan teman-temannya bisa meminum ramuan. Untuk memulihkan kekuatan energi mereka semua.


Sesampainya di dalam kamar Yasa.


Markus dan Tabib yang sudah masuk ke dalam kamar Yasa, melihat Yasa dan teman-temannya sedang berpelukan.


" Eheeemmmz " suara deheman Markus menyadarkan Yasa dan teman-temannya.


Mereka yang melihat kedatangan Markus dan Tabib, menjadi salah tingkah, dan segera memberikan salam hormat kepada Markus dan Tabib Padepokan Macan Putih.


" Salam hormat kepada Ketua Markus dan Tabib " ucap mereka semua secara bersamaan.


Markus dan Tabib pun mengagukan kepalanya sambil tersenyum, melihat tingkah mereka semua.


" Tabib silahkan berikan ramuan itu kepada mereka semua " titah Markus kepada Tabib Padepokan Macan Putih.


" Baik Ketua Markus " Tabib pun segera memberikan ramuan itu kepada Yasa dan teman-temannya.


Mereka semua pun menerima ramuan dari Tabib, sambil tersenyum senang. Karena sebentar lagi kekuatan energi mereka semua akan kembali pulih.


" Ayo silahkan di minum " Markus menyuruh Yasa dan teman-temannya. Untuk segera meminum ramuan itu. Dan ingin melihat reaksi dari ramuan yang akan memulihkan, kekuatan energi Yasa dan teman-temannya.


Yasa dan teman-temannya pun segera meminum ramuan, yang sudah di buatkan oleh Tabib Padepokan Macan Putih.


Yasa dan teman-temannya merasakan, ada sesuatu yang mengalir ke dalam tubuh mereka semua. Dan tubuh mereka semua pun, merasa lebih baik dari sebelumnya.


Apalagi kondisi luka Yasa yang terkena Mantra Kegelapan, berangsur membaik dan tidak merasakan sakit lagi.


" Tabib aku merasa ada sebuah aliran yang masuk ke dalam tubuhku " ucap Firman yang mengerakkan badannya. Karena aliran energi sedang berjalan masuk ke dalam tubuh mereka semua.


" Iya aku juga " sahut Robi.


" Aku juga merasakan energi ini, menjadi terasa lebih baik dari sebelumnya " ujar Riska tersenyum senang. Karena kekuatan yang beberapa hari terakhir hilang, kini sudah kembali lagi.


" Iya Ris, aku juga " Aira menimpali ucapan Riska.


" Sepertinya kekuatan energi aku kali ini, pasti akan lebih kuat dari sebelumnya " ujar Yudi yang merasa kekuatan energinya lebih baik dari sebelumnya.


" Tabib luka aku yang terkena Mantra Kegelapan, sudah tidak merasakan sakit lagi " tunjuk Yasa sambil berdiri di hadapan mereka semua. Memperlihatkan kondisinya, yang sudah sembuh dan kekuatan energinya juga sudah pulih kembali.


" Alhamdulillah " ucap syukur Markus dan Tabib berbarengan.


Karena senang melihat kondisi Yasa sudah sembuh, dan kekuatan energi Yasa dan teman-temannya sudah pulih kembali.

__ADS_1


__ADS_2